{"id":26791,"date":"2022-11-16T16:38:37","date_gmt":"2022-11-16T09:38:37","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=26791"},"modified":"2022-11-16T16:38:37","modified_gmt":"2022-11-16T09:38:37","slug":"kedudukan-dan-fungsi-syariat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kedudukan-dan-fungsi-syariat\/","title":{"rendered":"Kedudukan Dan Fungsi Syari\u2019at dalam Islam"},"content":{"rendered":"<p>Syari\u2019at berasal dari akar kata <em>syara\u2019a <\/em>yang berarti jalan. Ia adalah jalan yang benar, sebagai rute perjalanan yang baik, dan dapat ditempuh oleh siapa saja. Kata syari\u2019at terdapat dalam al-Quran, baik dalam bentuk kata kerja (<em>verb<\/em>),\u00a0 kata benda (<em>noun<\/em>), ataupun kata sifat (<em>adjective<\/em>) terdapat dalam beberapa ayat, misalnya dalam QS. al-Jatsiyah (45): 8, al-Maidah (5): 48, al-A\u2019raf (7): 163.<\/p>\n<p>Artinya: <em>kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu <\/em>syari\u2019at <em>(peraturan) dari urusan (agama itu), Maka ikutilah <\/em>syari\u2019at <em>itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. <\/em>(QS. Al-Jatsiyah [45]: 18<\/p>\n<p>Artinya: <em>\u2026.untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. <\/em>(QS. Al-Maidah [5]: 48)<\/p>\n<p>Artinya: <em>ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu <\/em>(QS. Al-A\u2019raf [7]: 163)<\/p>\n<p>Artinya: <em>Dia telah men<\/em>syari\u2019at<em>kan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan- Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu <\/em>(QS. Asy-Syura [42]: 13)<\/p>\n<p>Dalam dunia tasawuf, syari\u2019at dijadikan sebagai dasar\/pondasi bagi tahap berikutnya (<em>tarekat , hakikat<\/em>, dan <em>ma\u2019rifat<\/em>) sehingga kedudukannya sangat penting. Sebagian besar suf\u00ed memahami syari\u2019at dalam pengertian yang luas, mencakup ilmu dan seluruh ajaran Islam. Syari\u2019at bukan hanya sekedar kumpulan kode atau peraturan yang mengatur tindak lahiri tetapi juga menjelaskan tentang keimanan, tauhid, cinta (<em>mahabah<\/em>), syukur, sabar, ibadah, \u1e93ikir, jihad, takwa, dan ihsan, serta menunjukkan bagaimana mewujudkan realitas tersebut. Syaikh Ahmad Sirhindi mengemukakan: \u201cdi dalam syari\u2019at terkandung tiga hal yaitu pengetahuan (ilmu), praktik (amal), dan ikhlas. Artinya meyakini kebenaran syari\u2019at dan melaksanakan perintah-perintah-Nya dengan tulus dan akhlak demi mendapatkan keridaan Ilahi\u201d.<\/p>\n<p>Al-Qusyairi, dalam <em>al-Ris\u0101lah al-Qusyairiyyah <\/em>menjelaskan: \u201cSyari\u2019at berkaitan dengan konsistensi seorang hamba, sementara hakikat adalah penyaksian Tuhan. Setiap syari\u2019at yang tidak ditopang hakikat tidak diterima, sebaliknya setiap hakikat yang tidak dikekang syari\u2019at tidak tercapai. Syari\u2019at datang menetapkan beban kewajiban terhadap para makhluk, sementara hakikat adalah kabar tentang gerak-gerik Yang Maha Benar (Allah), syari\u2019at adalah hendaklah engkau menyembah-Nya, sementara hakikat adalah hendaklah engkau menyaksikan-Nya. Syari\u2019at adalah pelaksanaan terhadap apa yang diperintahkan, sementara hakikat adalah penyaksian terhadap apa yang ditetapkan dan ditentukan ataupun yang disembunyikan dan ditampakkan.\u201d<\/p>\n<p>Dalam amalan tasawufnya, para suf\u00ed menjauhi apa yang dilarang, melaksanakan apa yang diwajibkan (<em>amalan far\u1e0du<\/em>) dan melaksanakan apa yang dianjurkan (<em>amalan sunnah<\/em>). Mereka percaya bahwa barangsiapa yang mengabaikan dan menafikan syari\u2019at maka itu adalah pelanggaran berat. Para tokoh besar suf\u00ed mengutuk anggapan yang menyatakan: \u201csyari\u2019at hanya untuk orang awam yang belum mengetahui kebenaran sejati, dan bagi yang sudah mencapai tingkatan pemahaman sejati maka tidak perlu menaatinya\u201d. Yang benar adalah mereka yang sudah lanjut (tinggi tingkat kesufiannya) harus beribadah lebih banyak lagi dibandingkan dengan orang bisaa, dan keberhasilannya (memahami kebenaran) amat tergantung pada kepasrahannya dalam melaksanakan syari\u2019at.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Syari\u2019at berasal dari akar kata syara\u2019a yang berarti jalan. Ia adalah jalan yang benar, sebagai rute perjalanan yang baik, dan dapat ditempuh oleh siapa saja.&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[295],"class_list":["post-26791","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-islam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26791","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26791"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26791\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26791"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26791"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26791"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}