{"id":26784,"date":"2022-11-16T16:35:05","date_gmt":"2022-11-16T09:35:05","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=26784"},"modified":"2022-11-16T16:35:05","modified_gmt":"2022-11-16T09:35:05","slug":"alam-barzakh-alam-kubur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/alam-barzakh-alam-kubur\/","title":{"rendered":"Alam Barzakh (Alam Kubur)"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/alam-barzakh-alam-kubur\/#Keadaan_Mayit_dan_Ruh_Di_Alam_Barzakh\" >Keadaan Mayit dan Ruh Di Alam Barzakh<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/alam-barzakh-alam-kubur\/#Fitnah_Ujian_Kubur\" >Fitnah (Ujian) Kubur<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/alam-barzakh-alam-kubur\/#Nikmat_kubur_dan_siksa_kubur\" >Nikmat kubur dan siksa kubur<\/a><ul class='ez-toc-list-level-2' ><li class='ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/alam-barzakh-alam-kubur\/#Kelompok_orang_yang_mendapatkan_nikmat_dan\" >Kelompok orang yang mendapatkan nikmat dan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/alam-barzakh-alam-kubur\/#Kelompok_orang_yang_mendapatkan_siksaan\" >Kelompok orang yang mendapatkan siksaan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/alam-barzakh-alam-kubur\/#Kelompok_orang_yang_dibiarkan_saja_tanpa_kenikmatan_dan_tanpa_siksaan\" >Kelompok orang yang dibiarkan saja tanpa kenikmatan dan tanpa siksaan.<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>secara terminologi, <em>barzakh <\/em>didefinisikan sebagai suatu alam yang terdapat diantara dunia dan akhirat, yang pada saat itu ruh manusia yang sudah meninggal dunia berada di alam tersebut untuk menunggu datangnya Hari Kebangkitan (<em>yaum al-ba\u2019ts<\/em>), yang merupakan awal dari kehidupan akhirat. Dengan definisi ini, <em>barzakh <\/em>dimaksudkan sebagai suatu alam atau tempat yang merupakan terminal persinggahan ruh manusia setelah kematian, yaitu setelah ruh terpisah dari jasadnya. Di alam barzakh inilah ruh manusia berada dan menunggu sampai datangnya hari kebangkitan yang juga lazim disebut hari kiamat.<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Keadaan_Mayit_dan_Ruh_Di_Alam_Barzakh\"><\/span><strong>Keadaan Mayit dan Ruh Di Alam <em>Barzakh<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Setelah mayit dikubur, maka kubur akan menghimpit dan menjepit dirinya. Tidak seorangpun dapat selamat dari himpitannya. Beberapa <em>hadi\u015b <\/em>menerangkan bahwa kubur menghimpit Sa\u2019ad bin Muadz Ra., padahal kematiannya membuat <em>\u2018arsy <\/em>bergetar, pintu-pintu langit terbuka, serta malaikat sebanyak tujuh puluh ribu menyaksikannya. Imam an-Nasa\u2019i meriwayatkan dari Ibn Umar Ra., bahwa <em>Rasulullah <\/em>Saw. bersabda :<\/p>\n<p>Artinya: <em>Inilah yang membuat \u2018arsy bergerak, pintu-pintu langit dibuka, dan disaksikan oleh tujuh puluh ribu malaikat. Sungguh ia dihimpit dan dijepit (oleh kubur), akan tetapi kemudian dibebaskan.\u201d <\/em>(HR. An-Nasa\u2019i)<\/p>\n<p>Di samping itu, kondisi alam kubur adalah gelap gulita. Rasulullah Saw.bersabda sehubungan dengan kematian seorang sahabat yang bisaa menyapu di masjid Nabawi sebagai berikut:<\/p>\n<p>Artinya: <em>Dari sahabat Abu Hurairah Ra.,bahwa seorang wanita hitam atau seorang pemuda yang bisaa menyapu di masjid Nabawi pada masa Rasulullah. Rasulullah Saw. ., tidak mendapatinya sehingga beliau Saw., menanyakannya. Para sahabat menjawab, \u2018Dia telah meninggal\u2019. Beliau <\/em><em>Saw.,\u00a0 \u00a0berkata, \u00a0<\/em>U<em>\u2018Ke<\/em>J<em>na<\/em>I<em>pa<\/em>P<em>k<\/em>U<em>alia<\/em>B<em>n \u00a0<\/em>L<em>t<\/em><em>i<\/em><em>da<\/em>I<em>k<\/em>K<em>m<\/em><em>e<\/em><em>m<\/em><em>beritahukan\u00a0 \u00a0kepadaku?\u2019\u00a0 \u00a0Abu<\/em><\/p>\n<p><em>Hurairah berkata, \u2018Seolah-olah mereka meremehkan urusannya\u2019. Beliau Saw., bersabda, \u2018Tunjukkan kuburnya kepadaku\u2019. Lalu mereka menunjukkannya, beliau pun kemudian menyalati wanita itu, lalu bersabda, \u201cSesungguhnya kuburan-kuburan ini dipenuhi kegelapan bagi para penghuninya, dan sesungguhnya All\u00e2h Swt. menyinarinya bagi mereka dengan \u1e63alatku terhadap mereka<\/em>.\u201d (HR. Bukhari dan Muslim)<\/p>\n<p>Hani\u2019 Ra,, bekas budak Utsman bin Affan Ra. berkata, \u201cKebisaaan Utsman bin Affan jika berhenti di sebuah kuburan, beliau menangis sampai membasahi janggutnya. Lalu beliau ditanya, \u2018Disebutkan tentang surga dan neraka tetapi engkau tidak menangis. Namun engkau menangis dengan sebab ini (melihat kubur), (Mengapa demikian?)\u2019 Beliau, \u2018Sesungguhnya Rasulullah Saw. ., bersabda, (yang artinya) \u2018Kubur adalah persinggahan pertama dari (persinggahan-persinggahan) akhirat. Bila seseorang selamat dari (keburukan)nya, maka setelahnya lebih mudah darinya; bila seseorang tidak selamat dari (keburukan)nya, maka setelahnya lebih berat darinya.\u2019 Rasulullah Saw.juga bersabda, \u2018Aku tidak melihat suatu pemandangan pun yang lebih menakutkan daripada kubur.\u2019\u201d (HR. at-Tirmidzi dan ibnu Majah).<\/p>\n<p>Adapun keberadaan ruh di alam <em>barzakh <\/em>akan terus seperti apa adanya, dan tidak akan hancur ataupun punah. Ruh manusia tetap eksis dan tidak akan hancur, karena ruh manusia itu ciptaan yang berasal dari ruh Tuhan. Oleh sebab itu, ruh dalam ajaran Islam ditegaskan tidak akan hancur dan akan terus ada, sebagaimana dijelaskan Allah dalam QS. al-Sajdah (32):9, QS. al-Hijr (15): 29, QS. Sad (38): 72, QS. al-<\/p>\n<p>Anbiya\u2019 (21): 91, dan QS. al-Tahrim (66): 12. Pada ayat-ayat tersebut dijelaskan bahwa setelah Allah menyempurnakan kejadian bentuk jasmani manusia, kemudian ditiupkan ke dalamnya ruh. Itulah sebabnya ketika kematian tiba, dan kemudian jasad manusia dikebumikan dan hancur, ruh tetap ada dan tidak akan punah.<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fitnah_Ujian_Kubur\"><\/span><strong>Fitnah (Ujian) Kubur<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Jika seorang hamba telah diletakkan di dalam kubur, dua malaikat akan mendatanginya dan memberikan pertanyaan-pertanyaan. Inilah yang dimaksud dengan fitnah (ujian) kubur. Dalam <em>hadi\u015b <\/em>shahih riwayat Imam Ahmad dari sahabat al-Barro bin \u2018Azib Ra., Rasulullah Saw.bersabda yang artinya: <em>Kemudian dua malaikat mendatanginya dan mendudukannya, lalu keduanya bertanya, \u201cSiapakah Rabbmu ?\u201d Dia (si mayyit) menjawab, \u201cRabbku adalah All\u00e2h\u201d. Kedua malaikat itu bertanya, \u201cApa agamamu?\u201dDia\u00a0 \u00a0menjawab:\u00a0 \u00a0\u201cAgamaku\u00a0 \u00a0adalah\u00a0 \u00a0al-Islam\u201d. Kedua malaikat itu bertanya, \u201cSiapakah laki-laki yang telah diutus kepada kamu ini?\u201d Dia menjawab, \u201cBeliau utusan All\u00e2h\u201d.Kedua malaikat itu bertanya, \u201cApakah ilmumu?\u201d Dia menjawab, \u201cAku membaca kitab All\u00e2h, aku mengimaninya dan membenarkannya\u201d. Lalu seorang penyeru dari langit berseru, \u201cHambaKu telah (berkata) benar, berilah dia hamparan dari surga, (dan berilah dia pakaian dari surga), bukakanlah sebuah pintu untuknya ke surga. Maka datanglah kepadanya bau dan wangi surga. Dan diluaskan baginya di dalam kuburnya sejauh mata memandang. Dan datanglah seorang laki-laki berwajah tampan kepadanya, berpakaian bagus, beraroma wangi, lalu mengatakan, \u201cBergembiralah dengan apa yang menyenangkanmu, inilah harimu yang engkau telah dijanjikan (kebaikan)\u201d. Maka ruh orang Mukmin itu bertanya kepadanya, \u201cSiapakah engkau, wajahmu adalah wajah yang membawa kebaikan?\u201d Dia menjawab, \u201cAku adalah amalmu yang saleh\u201d. Maka ruh itu berkata, \u201cRabbku, tegakkanlah hari kiamat, sehingga aku akan kembali kepada istriku dan hartaku\u201d.<\/em><\/p>\n<p>Pertanyaan ini juga dilontarkan kepada orang kafir, sebagaimana yang dijelaskan oleh Nabi Saw., yang artinya: <em>Kemudian ruhnya dikembalikan di dalam jasadnya. Dan dua malaikat mendatanginya dan mendudukannya. Kedua malaikat itu bertanya, \u201cSipakah Rabbmu?\u201d Dia menjawab: \u201cHah, hah, aku tidak tahu\u201d. Kedua malaikat itu bertanya, \u201cApakah agamamu?\u201d Dia menjawab, \u201cHah, hah, aku tidak tahu\u201d. Kedua malaikat itu bertanya, \u201cSiapakah laki-laki yang telah diutus kepada kamu ini?\u201dDia menjawab: \u201cHah, hah, aku tidak tahu\u201d. Lalu penyeru dari langit berseru, \u201cHambaKu telah (berkata) dusta, berilah dia hamparan dari neraka, dan bukakanlah sebuah pintu untuknya ke neraka.\u201d Maka panas neraka dan asapnya datang mendatanginya. Dan kuburnya disempitkan, sehingga tulang-tulang rusuknya berhimpitan. Dan datanglah seorang laki-laki berwajah buruk kepadanya, berpakaian buruk, beraroma busuk, lalu mengatakan, \u201cTerimalah kabar yang menyusahkanmu ! Inilah harimu yang telah dijanjikan (keburukan) kepadamu\u201d. Maka ruh orang kafir itu bertanya kepadanya, \u201cSiapakah engkau, wajahmu adalah wajah <\/em><em>yang membawa keburukan?\u201d Dia menjawab, \u201cAku adalah amalmu yang buruk\u201d. Maka ruh itu berkata, \u201cRabbku, janganlah Engkau tegakkan hari kiamat\u201d.<\/em><\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Nikmat_kubur_dan_siksa_kubur\"><\/span><strong>Nikmat kubur dan siksa kubur<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Orang yang meninggal dalam keadaan <em>husnul khatimah <\/em>akan mendapatkan nikmat kubur, sementara yang meninggal dalam keadaan <em>su\u2019ul khatimah <\/em>akan mendapatkan siksa kubur. Penjelasan tentang adanya nikmat kubur adalah firman Allah Swt dalam QS. Ali Imran : 169 berikut:<\/p>\n<p>Artinya: <em>Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki. <\/em>(QS.Ali Imran [3]:169)<\/p>\n<p>Barzah tidak hanya dikhususkan bagi para nabi, rasul, syuhada dan orang mukmin saja, akan tetapi juga disediakan untuk para kafir yang membangkang seperti Fir\u2019aun dan para pengikutnya, Allah Swt., berfirman dalam QS. Al-Mukmin ayat 45-46 berikut:<\/p>\n<p>Artinya: <em>Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, dan Fir&#8217;aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang Amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): &#8220;Masukkanlah Fir&#8217;aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras&#8221;. <\/em>(QS. Al-Mukmin [40]: 45-46)<\/p>\n<p>Ayat-ayat di atas dengan sangat jelas menginformasikan tentang adanya nikmat kubur yang diterima oleh para nabi, rasul dan seluruh orang yang beriman, ataupun siksaan yang akan ditimpakan kepada orang yang hidupnya dipenuhi dengan kemaksiatan dan kekufuran.<\/p>\n<p>Di alam <em>barzakh <\/em>, manusia akan mendapatkan pertanyaan kubur, kesenangan atau kesulitan sesuai dengan derajat keimanannya. Alam <em>barzakh <\/em>merupakan tempat penyucian bagi orang-orang yang beriman untuk meringankan perhitungan mereka di akhirat (<em>tasfiyah<\/em>). Kondisi manusia di alam <em>barzakh <\/em>dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kelompok_orang_yang_mendapatkan_nikmat_dan\"><\/span>Kelompok orang yang mendapatkan nikmat dan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kelompok orang yang mendapatkan nikmat kubur adalah orang yang beriman dan meninggal dalam keadaan husnul khatimah, dan orang-orang yang mendapatkan pengampunan dari Allah Swt. Inilah karunia bagi orang-orang yang soleh. \u201c<em>Jangan kamu kira orang-orang yang terbunuh di jalan Allah itu mati, <\/em>tapi <em>sesungguhnya mereka hidup di sisi tuhan mereka dan mendapat rezek<\/em>i.\u201d(QS. Ali Imran [3]: 169).<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kelompok_orang_yang_mendapatkan_siksaan\"><\/span>Kelompok orang yang mendapatkan siksaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Inilah siksa bagi orang-orang kafir, durhaka, berdosa, zalim, para tiran, dan semacamnya. \u201c<em>Kepada mereka ditayangkan neraka pagi dan petang, dan pada saat datangnya hari kiamat (ia berkata): \u201cMasukkan keluarga Firaun dalam siksa yang paling berat.\u201d <\/em>(QS. Al-Mukmin [40]: 46)<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kelompok_orang_yang_dibiarkan_saja_tanpa_kenikmatan_dan_tanpa_siksaan\"><\/span>Kelompok orang yang dibiarkan saja tanpa kenikmatan dan tanpa siksaan.<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Mereka seperti tertidur saja, dan tersentak ketika hari kiamat Ini adalah kondisi orang-orang yang melakukan maksiat dan dosa di dunia, tetapi tidak sebesar dosa dan maksiat yang dilakukan oleh kelompok kedua. \u201cdan pada hari terjadinya kiamat, bersumpahlah orang-orang yang berdosa; <em>&#8220;Mereka tidak berdiam (dalam kubur) melainkan sesaat (saja)&#8221;. seperti Demikianlah mereka selalu dipalingkan (dari kebenaran). dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan (kepada orang-orang yang kafir): &#8220;Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit; Maka Inilah hari berbangkit itu akan tetapi kamu selalu tidak meyakini(nya).\u201d <\/em>(QS. Al-Rum [30]: 55-56).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>secara terminologi, barzakh didefinisikan sebagai suatu alam yang terdapat diantara dunia dan akhirat, yang pada saat itu ruh manusia yang sudah meninggal dunia berada di&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-26784","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26784","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26784"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26784\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26784"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26784"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26784"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}