{"id":26765,"date":"2022-11-16T15:16:01","date_gmt":"2022-11-16T08:16:01","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=26765"},"modified":"2022-11-16T15:16:01","modified_gmt":"2022-11-16T08:16:01","slug":"husnul-khatimah-pengertian-tanda-tanda-dan-cara-memperolehnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/husnul-khatimah-pengertian-tanda-tanda-dan-cara-memperolehnya\/","title":{"rendered":"Husnul Khatimah : Pengertian, Tanda-tanda dan Cara Memperolehnya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/husnul-khatimah-pengertian-tanda-tanda-dan-cara-memperolehnya\/#Pengertian_husnul_khatimah\" >Pengertian husnul khatimah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/husnul-khatimah-pengertian-tanda-tanda-dan-cara-memperolehnya\/#Tanda-tanda_husnul_khatimah\" >Tanda-tanda husnul khatimah<\/a><ul class='ez-toc-list-level-2' ><li class='ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/husnul-khatimah-pengertian-tanda-tanda-dan-cara-memperolehnya\/#Mengucapkan_kalimat_tauhid_menjelang\" >Mengucapkan kalimat tauhid menjelang<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/husnul-khatimah-pengertian-tanda-tanda-dan-cara-memperolehnya\/#Meninggal_dunia_di_jalan_Allah_meninggal_dalam_keadaan_sabar_ketika_ditimpa_penyakit_pes_TBC_sakit_perut_radang_selaput_dada\" >Meninggal dunia di jalan Allah, meninggal dalam keadaan sabar ketika ditimpa penyakit pes, TBC, sakit perut, radang selaput dada,<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/husnul-khatimah-pengertian-tanda-tanda-dan-cara-memperolehnya\/#Meninggal_pada_malam_atau_hari_Jumat\" >Meninggal pada malam atau hari Jum`at.<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/husnul-khatimah-pengertian-tanda-tanda-dan-cara-memperolehnya\/#Bagi_wanita_meninggal_saat_melahirkan_ataupun_meninggal_saat_sedang_hamil\" >Bagi wanita, meninggal saat melahirkan, ataupun meninggal saat sedang hamil<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/husnul-khatimah-pengertian-tanda-tanda-dan-cara-memperolehnya\/#Meninggal_karena_sedang_ribath_menjaga_wilayah_perbatasan\" >Meninggal karena sedang ribath (menjaga wilayah perbatasan),<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/husnul-khatimah-pengertian-tanda-tanda-dan-cara-memperolehnya\/#Meninggal_dalam_keadaan_melakukan_amal_saleh\" >Meninggal dalam keadaan melakukan amal saleh<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/husnul-khatimah-pengertian-tanda-tanda-dan-cara-memperolehnya\/#Meninggal_karena_mempertahankan_harta_dari_perampokan\" >Meninggal karena mempertahankan harta dari perampokan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/husnul-khatimah-pengertian-tanda-tanda-dan-cara-memperolehnya\/#Upaya_mendapatkan_husnul_khatimah\" >Upaya mendapatkan husnul khatimah<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_husnul_khatimah\"><\/span><strong>Pengertian <em>husnul khatimah<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Istilah <em>husnul khatimah <\/em>sudah menjadi kosa kata yang sering kita dengar dalam percakapan sehari-hari. Istilah ini digunakan untuk mengungkaapkan keadaan orang yang meninggal dunia dalam keadaan baik. Allah swt. Mengingatkan kepada orang-orang yang beriman agar senantiasa keislamannya sampai ajal datang, sebagaimana firman-Nya:<\/p>\n<p>Artinya: <em>Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar- benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam. <\/em>(QS. Ali Imran [3]: 102)<\/p>\n<p>Begitu juga Allah memerintahkan kepada umat manusia untuk menjaga kemurnian akidahnya dengan cara hanya menyembah kepada Allah sampai dengan datangnya sesuatu yang pasti (kematian). Allah Swt. berfirman:<\/p>\n<p>Artinya: <em>dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal). <\/em>(QS. Al-Hijr [15]: 99)<\/p>\n<p>Oleh karena itulah, seorang muslim harus berusaha sekuat tenaga untuk menjaga keimanannya sehingga ketika meninggalkan alam fana ini dalam keadaan husnul khatimah. Apabila telah khilaf dalam perbuatan dosa dan maksiat maka segera memohon ampun kepada Allah Swt, seraya bertaubat dengan <em>taubatan nashuha<\/em>, dan menebus kesalahan tersebut dengan amal yang baik. Rasulullah<\/p>\n<p>Saw.bersabda:<\/p>\n<p>Artinya: \u201c<em>Apabila Allah menghendaki kebaikan pada hambanya, maka Allah memanfaatkannya\u201d. Para sahabat bertanya,\u201dBagaimana Allah akan memanfaatkannya?\u201d Rasulullah menjawab,\u201dAllah akan memberinya taufiq untuk beramal saleh sebelum dia meninggal<\/em>.\u201d (HR. Ahmad, Tirmidzi).<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tanda-tanda_husnul_khatimah\"><\/span><strong>Tanda-tanda <em>husnul khatimah<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Pertanda orang yang meninggal dalam keadaan <em>husnul khatimah <\/em>ada yang hanya diketahui oleh orang yang sedang <em>sakaratul maut<\/em>, dan ada pula yang diketahui oleh orang lain. Tanda <em>husnul khatimah<\/em>, yang hanya diketahui hamba yang mengalaminya, yaitu diterimanya kabar gembira saat <em>sakaratul maut<\/em>, berupa ridha Allah sebagian ugerah-Nya. Allah Swt. berfirman:<\/p>\n<p>Artinya: \u201c<em>Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: \u201cRabb kami ialah Allah,\u201d kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): \u201cJanganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu<\/em>\u201d. (QS. Fushilat [41]: 30).<\/p>\n<p>Kabar gembira ini diberikan ketika seseorang sedang mengalami <em>sakaratul maut<\/em>, di dalam kubur dan ketika dibangkitkan dari kubur, Rasulullah Saw.bersabda:<\/p>\n<p>)<\/p>\n<p>Artinya: \u201c<em>Barangsiapa yang suka bertemu Allah, maka Allahpun suka untuk<\/em><\/p>\n<p><em>bertemu dengannya. Dan barangsiapa tidak suka bertemu Allah, maka Allah pun benci untuk bertemu dengannya\u201d. \u2018Aisyah bertanya,\u201dWahai Nabiyallah! Apakah (yang dimaksud) adalah benci kematian? Kita semua benci kematian?\u201d Rasulullah menjawab,\u201dBukan seperti itu. Akan tetapi, seorang mukmin, apabila diberi kabar gembira tentang rahmat dan ridha Allah serta Surga-Nya, maka ia akan suka bertemu Allah. Dan sesungguhnya, orang kafir, apabila diberi kabar tentang azab Allah dan kemurkaan-Nya, maka ia akan benci untuk bertemu Allah, dan Allahpun membenci bertemu dengannya<\/em>\u201d. (HR. Bukhari dan Muslim)<\/p>\n<p>Imam Nawawi berkata, \u201dSecara syari\u2019at, kecintaan dan kebencian yang diperhitungkan adalah pada saat <em>sakaratul maut <\/em>yaitu pada saat taubat tidak diterima (lagi). Ketika itu, semuanya diperlihatkan bagi yang sedang <em>naza\u2019 <\/em>(proses pengambilan nyawa), dan akan nampak baginya tempat kembalinya.\u201d<\/p>\n<p>Nasib \u00a0seseoranUg \u00a0dJi IalaPm U<em>bar<\/em>B<em>z<\/em><em>ak<\/em>L<em>h \u00a0<\/em>IdKan \u00a0di \u00a0akhirat \u00a0sangat \u00a0ditentukan \u00a0oleh keadaannya pada saat menghadapi <em>sakaratul maut<\/em>. Apabila pada akhir hidupnya diakhiri dengan baik (<em>husnul khatimah<\/em>), maka dia akan mendapatkan kebahagiaan di di alam kubur dan seterusnya. Apabila pada akhir hayatnya di akhiri dengan <em>su\u2019ul khatimah<\/em>, maka akan mendapatkan siksa yang berkepanjangan. Rasulullah<\/p>\n<p>Saw.bersabda:<\/p>\n<p>\u0652Artinya<em>: <\/em>\u201c<em>Sesungguhnya amalan itu (tergantung) dengan penutupnya<\/em>\u201d. (HR Bukhari dan lainnya)<\/p>\n<p>Oleh sebab itulah orang-orang yang salih selalu mempersiapkan diri dengan amal salih dan melanggengkan \u1e93ikir kepada Allah Swt. Mereka melakukan amal saleh tanpa putus, merendahkan diri kepada Allah Swt. agar Allah Swt. memberikan kekuatan untuk tetap istiqamah sampai akhir hayatnya. Allah Swt. Berfirman<\/p>\n<p>Artinya<em>: <\/em>\u201c<em>Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan janganlah kalian mati melainkan dalam keadaan muslim (berserah diri) <\/em>\u201d. (Ali Imran [3]: 102<em>) <\/em><\/p>\n<p>Imam Muslim ra. meriwayatkan <em>hadi\u015b <\/em>dalam Shahih-nya, dari Abdullah bin Amr bin Ash ra. dia mengatakan :<\/p>\n<p>Artinya<em>:<\/em>\u201c<em>Saya mendengar Rasulullah Saw. ., bersabda : \u201cSesungguhnya kalbu- kalbu keturunan Adam berada di antara dua jari dari jari-jari Allah laksana satu hati, Allah membolak-balikannya sesuai kehendakNya,\u201d kemudian Rasulullah Saw. ., berdoa: \u201cYa Allah, Dzat yang membolak- balikan hati, palingkanlah hati-hati kami kepada ketaatan-Mu<\/em>\u201d. (HR. Muslim)<\/p>\n<p>Tanda-tanda orang yang meninggal dalam keadaan <em>husnul khatimah<\/em>diantaranya adalah:<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengucapkan_kalimat_tauhid_menjelang\"><\/span>Mengucapkan kalimat tauhid menjelang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dalilnya adalah <em>hadi\u015b <\/em>riwayat al-Hakim dan lainnya, bahwasannya Rasullullah Saw. bersabda :<\/p>\n<p><em>Artinya: <\/em>\u201c<em>Barangsiapa yang akhir ucapannya <\/em>la ilaha illallah , <em>maka ia masuk s<\/em><em>ur<\/em><em>ga<\/em>\u201d.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Meninggal_dunia_di_jalan_Allah_meninggal_dalam_keadaan_sabar_ketika_ditimpa_penyakit_pes_TBC_sakit_perut_radang_selaput_dada\"><\/span>Meninggal dunia di jalan Allah, meninggal dalam keadaan sabar ketika ditimpa penyakit pes, TBC, sakit perut, radang selaput dada,<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Artinya<em>: <\/em>\u201c<em>Siapakah orang yang syahid menurut kalian?\u201d Para sahabat<\/em><\/p>\n<p><em>menjawab,\u201dOrang yang terbunuh di jalan Allah, maka ia syahid\u201d. Rasulullah bersabda,\u201dKalau begitu, orang yang mati syahid dari umatku sedikit,\u201d mereka bertanya,\u201dKalau begitu, siapa wahai Rasulullah?\u201d Beliau menjawab,\u201dOrang yang terbunuh di jalan Allah, ia syahid. Orang yang mati di jalan Allah, maka ia syahid. Orang yang mati karena sakit tha\u2019un, maka ia syahid. Barangsiapa yang mati karena sakit perut, maka ia syahid. Dan orang yang (mati) tenggelam adalah syahid<\/em>\u201d. (HR. Muslim)<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Meninggal_pada_malam_atau_hari_Jumat\"><\/span>Meninggal pada malam atau hari Jum`at.<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Rasulullah bersabda<\/p>\n<p>Artinya<em>: <\/em>\u201c<em>Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jum`at atau malam Jum`at, melainkan Allah akan menjaganya dari fitnah (siksa) kubur<\/em>\u201d. (HR Ahmad dan Tirmidzi)<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bagi_wanita_meninggal_saat_melahirkan_ataupun_meninggal_saat_sedang_hamil\"><\/span>Bagi wanita, meninggal saat melahirkan, ataupun meninggal saat sedang hamil<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Rasulullah Saw.bersabda:<\/p>\n<p>Artinya<em>: <\/em>\u201c<em>Dan wanita yang dibunuh anaknya (karena melahirkan) masuk <\/em><em>golongan syahid, dan anak itu akan menariknya dengan tali pusarnya ke Surga<\/em>.\u201d (HR. Ahmad)<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Meninggal_karena_sedang_ribath_menjaga_wilayah_perbatasan\"><\/span>Meninggal karena sedang <em>ribath <\/em>(menjaga wilayah perbatasan),<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Rasulullah bersabda:<\/p>\n<p>Artinya<em>: <\/em>\u201c<em>Berjaga-jaga sehari-semalam (di daerah perbatasan) lebih baik <\/em><em>daripada puasa beserta \u1e63alat malamnya selama satu bulan. Seandainya ia meninggal, maka pahala amalnya yang telah ia <\/em><em>perbuat akan terus mengalir, dan akan diberikan rizki baginya, dan ia terjag<\/em>U<em>a d<\/em>J<em>ar<\/em>I<em>i fi<\/em>P<em>tna<\/em>U<em>h<\/em>\u201d.B(HLR. MIKuslim)<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Meninggal_dalam_keadaan_melakukan_amal_saleh\"><\/span>Meninggal dalam keadaan melakukan amal saleh<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Rasulullah bersabda:<\/p>\n<p>Artinya<em>: <\/em>\u201c<em>Barangsiapa mengucapkan laa ilaha illallah karena mencari wajah (pahala) Allah kemudian amalnya ditutup dengannya, maka ia masuk surg. Barangsiapa berpuasa karena mencari wajah Allah kemudian amalnya diakhiri dengannya, maka ia masuk surga. Barangsiapa bershadaqah kemudian itu menjadi amalan terakhirnya, maka ia masuk surga<\/em>. (HR Imam Ahmad dan selainnya)\u201d.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Meninggal_karena_mempertahankan_harta_dari_perampokan\"><\/span>Meninggal karena mempertahankan harta dari perampokan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Artinya: <em>Dari Abu Hurairah Ra<\/em>.<em>, ia berkata bahwa ada seseorang yang menghadap Rasulullah Saw. .,ia berkata, \u201cWahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika ada seseorang yang mendatangiku dan ingin merampas hartaku?\u201d Beliau bersabda, \u201cJangan kau beri kepadanya.\u201d Ia bertanya lagi, \u201cBagaimana pendapatmu jika ia ingin membunuhku?\u201d Beliau bersabda, \u201cBunuhlah dia.\u201d \u201cBagaimana jika ia malah membunuhku?\u201d, ia balik bertanya. \u201cEngkau dicatat syahid\u201d, jawab Nabi <\/em>SAW. <em>\u201cBagaimana jika aku yang membunuhnya?\u201d, ia bertanya kembali. \u201cIa yang di neraka\u201d, jawab Nabi Saw.<\/em>(HR. Muslim).<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Upaya_mendapatkan_husnul_khatimah\"><\/span><strong>Upaya mendapatkan <em>husnul khatimah<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<ul>\n<li>Melakukan ketaatan kepada Allah secara terus-menerus, menjauhkan diri dari perbuatan syirik, Allah Swt. berfirman: Artinya<em>: <\/em>\u201c<em>Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan\u00a0\u00a0\u00a0 sebenar-benar\u00a0\u00a0\u00a0 takwa, dan janganlah kalian mati <\/em><em>melainkan dalam keadaan muslim (berserah diri) <\/em>\u201d. (QS. Ali Imran)<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Berdoa kepada Allah dengan sungguh-sungguh agar meninggal dalam keadaan <em>husnul khatimah<\/em><\/li>\n<li>Berusaha untuk selalu memperbaiki diri, secara lahir dan<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian husnul khatimah Istilah husnul khatimah sudah menjadi kosa kata yang sering kita dengar dalam percakapan sehari-hari. Istilah ini digunakan untuk mengungkaapkan keadaan orang yang&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-26765","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26765","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26765"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26765\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26765"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26765"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26765"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}