{"id":26730,"date":"2022-11-16T14:48:40","date_gmt":"2022-11-16T07:48:40","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=26730"},"modified":"2022-11-16T14:48:40","modified_gmt":"2022-11-16T07:48:40","slug":"larangan-durhaka-kepada-orang-tua-dalam-islam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/larangan-durhaka-kepada-orang-tua-dalam-islam\/","title":{"rendered":"Larangan Durhaka Kepada Orang Tua dalam Islam"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/larangan-durhaka-kepada-orang-tua-dalam-islam\/#Larangan_durhaka_kepada_orang_tua\" >Larangan durhaka kepada orang tua<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/larangan-durhaka-kepada-orang-tua-dalam-islam\/#Bentuk_perbuatan_durhaka_kepada_orang_tua\" >Bentuk perbuatan durhaka kepada orang tua<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/larangan-durhaka-kepada-orang-tua-dalam-islam\/#Dampak_durhaka_kepada_orang_tua\" >Dampak durhaka kepada orang tua<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Larangan_durhaka_kepada_orang_tua\"><\/span><strong>Larangan durhaka kepada orang tua<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Sesungguhnya jasa kedua orang tua terhadap anak sangat besar, bahkan tidak dapat dinilai dengan apapun. Seorang ibu telah mengandung anaknya dalam keadaan lemah dan susah. Dia menyabung nyawa untuk melahirkan anaknya. Kemudian memelihara dan menyusui dengan penuh kelelahan dan perjuangan, Allah Swt. berfirman:<\/p>\n<p>Artinya: <em>Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan <\/em>(QS. Al-Ahq\u0101f [46]: 15)<\/p>\n<p>Demikian juga sang bapak, bekerja tanpa mengenal lelah untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Sehingga tidak heran jika keduanya memiliki hak yang harus dipenuhi oleh sang anak, bahkan perintah berbakti kepada kedua orang tua tersebut disandingkan dengan perintah untuk beribadah kepada Allah Swt. sebagaimana firman-Nya:<\/p>\n<p>Artinya<em>: sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa <\/em>(QS. An- Nisa\u2019 [4]: 36)<\/p>\n<p>Durhaka kepada kedua orang tua (<em>uqud al-walidain<\/em>) adalah termasuk dosa besar yang tingkatannya mengiringi dosa syirik, sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw. berikut:<\/p>\n<p>Artinya: <em>Dari Abdull\u00e2h bin \u2018Amr, ia berkata: Seorang Arab Badui datang kepada Nabi Shallallahu \u2018alaihi wa sallam lalu berkata, \u201cWahai Ras\u00fblull\u00e2h, apakah dosa-dosa besar itu ?\u201d Beliau menjawab, \u201cIsyrak (menyekutukan sesuatu) dengan Allah\u201d, ia bertanya lagi, \u201cKemudian apa?\u201d Beliau menjawab, \u201cKemudian durhaka kepada dua orang tua,\u201d ia bertanya lagi, \u201cKemudian apa ?\u201d Beliau Shallallahu \u2018alaihi wa sallam menjawab, \u201cSumpah yang menjerumuskan\u201d. Aku bertanya, \u201cApa sumpah yang menjerumuskan itu?\u201d Beliau Shallallahu \u2018alaihi wa sallam menjawab, \u201cSumpah dusta yang menjadikan dia mengambil harta seorang <\/em><em>m<\/em><em>uslim\u201d.<\/em>(HR al-UBuJkhI\u00e2riP). \u00a0UBLIK<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bentuk_perbuatan_durhaka_kepada_orang_tua\"><\/span>Bentuk perbuatan durhaka kepada orang tua<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<ol>\n<li>Mengucapkan perkataan yang menunjukkan tidak suka, seperti \u201cah\u201d atau semacamnya, membentak atau bersuara keras kepada orang tua, sebagaimana firman Allah berikut: <em>Artinya: Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan &#8220;ah&#8221; dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia <\/em>(QS. Al-Isra\u2019 [17]: 23<\/li>\n<li>Bermuka masam dan cemberut kepada orang<\/li>\n<li>Mencela orang tua, baik secara langsung maupun tidak<\/li>\n<li>Memandang sinis kepada orang<\/li>\n<li>Malu menyebut mereka sebagai orang<\/li>\n<li>Memberatkan orang tua dengan banyak<\/li>\n<li>Bagi laki-laki yang sudah menikah, lebih mementingkan isteri daripada orang<\/li>\n<li>Menelantarkan orang tua ketika masa tua atau saat membutuhkan<\/li>\n<\/ol>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dampak_durhaka_kepada_orang_tua\"><\/span>Dampak durhaka kepada orang tua<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p><strong>Dibenci Allah <\/strong><\/p>\n<p>Allah akan rida terhadap sesorang jika orang tua rida, dan apabila orang tua murka maka Allah pun juga akan murka. Nabi Muhammad Saw. Bersabda:<\/p>\n<p>Artinya: <em>\u201cRidha Allah tergantung pada ridha orang tua, dan murka Allah tergantung pada murkanya orangtua.\u201d <\/em>(HR. Al-Hakim).<\/p>\n<p>Apabila ada orang yang durhaka kepada orang tua yang menyebabkan orang tuanya membenci kepadanya maka Allah juga akan membencinya.<\/p>\n<p><strong>Disegerakan untuk mendapat adzab di dunia<\/strong><\/p>\n<p>Seorang anak yang durhaka kepada ibunya tidak hanya mendapat dosa, namun Allah juga akan menimpakan a\u1e93ab. Dalam sebuah riwayat Rasulullah Saw. pernah bersabda:<\/p>\n<p>Artinya: <em>Rasulullah Saw.bersabada:\u201dSetiap dosa-dosa, Allah Ta\u2019ala mengakhirkan (balasannya), sebagaimana yang Dia kehendaki dari dosa-dosa itu hingga hari kiamat, kecuali durhaka kepada kedua orang tuanya, sesungguhnya Allah menyegerakan (balasan) nya bagi pelakunya saat hidup di dunia sebelum wafa<\/em>t.\u201d (HR. Ath-Thabarani)<\/p>\n<p><strong>Terhalang masuk surga<\/strong><\/p>\n<p>Allah mengharamkan seseorang yang durhaka kepada orang tuanya untuk surga, seperti yang disabdakan oleh Nabi Muhammad Saw. berikut:<\/p>\n<p>Artinya: <em>Tidak masuk surga anak yang durhaka, peminum khamr (minuman<\/em><em>keras) dan orang yang mendustakan qadar\u201d (<\/em>HR. Ahmad<em>)<\/em><\/p>\n<p><strong>Termasuk golongan orang hina<\/strong><\/p>\n<p>Orang yang mendapatkan kesempatan untuk merawat orang tua, kemudian justru mengabaikannya maka sesungguhnya dia telah mendapatkan kehinaan. Dalam hal ini Rasulullah Saw.bersabda :<\/p>\n<p>Artinya: \u201c<em>Kehinaan, kehinaan, kehinaan<\/em>\u201c. <em>Para sahabat bertanya<\/em>: <em>\u201csiapa wahai Rasulullah?\u201d. Nabi menjawab<\/em>: \u201c<em>Orang yang mendapati kedua orang tuanya masih hidup ketika mereka sudah tua, baik salah satuya atau keduanya, namun orang tadi tidak masuk surga.<\/em>\u201d (HR. Muslim)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Larangan durhaka kepada orang tua Sesungguhnya jasa kedua orang tua terhadap anak sangat besar, bahkan tidak dapat dinilai dengan apapun. Seorang ibu telah mengandung anaknya&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[285],"tags":[295],"class_list":["post-26730","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-islam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26730","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26730"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26730\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26730"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26730"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26730"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}