{"id":26685,"date":"2022-11-16T14:29:57","date_gmt":"2022-11-16T07:29:57","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=26685"},"modified":"2022-11-16T14:29:57","modified_gmt":"2022-11-16T07:29:57","slug":"perbuatan-manusia-menurut-aliran-kalam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/perbuatan-manusia-menurut-aliran-kalam\/","title":{"rendered":"Perbuatan Manusia Menurut Aliran Kalam"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/perbuatan-manusia-menurut-aliran-kalam\/#a_Menurut_Aliran_Jabariyah\" >a. Menurut Aliran Jabariyah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/perbuatan-manusia-menurut-aliran-kalam\/#b_Menurut_Aliran_Mutazilah\" >b. Menurut Aliran Mu\u2019tazilah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/perbuatan-manusia-menurut-aliran-kalam\/#c_Menurut_Aliran_Asyariyah\" >c. Menurut Aliran Asy\u2019ariyah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/perbuatan-manusia-menurut-aliran-kalam\/#d_Menurut_Aliran_Maturidiyah\" >d. Menurut Aliran Maturidiyah<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"a_Menurut_Aliran_Jabariyah\"><\/span>a. Menurut Aliran Jabariyah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Paham jabariyah memandang bahwa manusia tidak merdeka dalam mengerjakan perbuatannya yang menentukan perbuatan manusia adalah Tuhan, sehingga paham ini dikenal dengan <em>fatalisme<\/em>. Aliran jabariyah memandang manusia\u00a0\u00a0 \u00a0tidak\u00a0\u00a0 \u00a0mempunyai\u00a0\u00a0 \u00a0pilihan.\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0Manusia\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0dalam\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0perbuatannya adalah <em>majbur <\/em>(terpaksa). Manusia digerakkan Allah, sebagaimana benda-benda yang mati dan tak bernyawa dapat bergerak hanya karena digerakkan oleh Tuhan.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"b_Menurut_Aliran_Mutazilah\"><\/span>b. Menurut Aliran Mu\u2019tazilah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Aliran Mu\u2019tazilah mempunyai kesamaan dengan pahamqadariyah dalam hal perbuatan manusia, yaitu manusia sendirilah yang menentukan perbuatannya, baik perbuatan jahat maupun perbuatan baik, begitu pula iman dan kufur. Paham ini diperkenalkan pertama kali oleh Ma\u2019bad ibn al-Juwaini dan Ghailan al- Dimasyqi. Keduanya merupakan orang yang paling awal memperkenalkan pembicaraan tentang <em>al-qadr<\/em>, yaitu kemampuan manusia untuk melakukan perbuatannya. Manusia tidak dikendalikan tetapi dapat memilih.<\/p>\n<p>Kebebasan manusia dalam mewujudkan perbuatannya erat kaitannya dengan kewajibannya dalam mempertanggung jawabkan perbuatannya. Sedangkan tanggung jawab menghendaki kebebasan. Pemberian siksaaan dan pahala tidak relevan kalau manusia tidak aktif. Ia berbuat baik atas kemauannya sendiri, begitu pula sebaliknya. Keterlibatan Tuhan sama sekali tidak ada dalam mewujudkan perbuatan manusia.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"c_Menurut_Aliran_Asyariyah\"><\/span>c. Menurut Aliran Asy\u2019ariyah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Menurut Asy\u2019ariyah manusia lemah, banyak bergantung kepada kehendak dan kemauan Tuhan. Dalam menggambarkan hubungan perbuatan manusia dengan kehendak dan kekuasaan Tuhan. Al-Asy\u2019ari memakai istilah <em>kasb <\/em>(perolehan). Menurut al-Asy\u2019ari, inti dari <em>kasb <\/em>itu adalah bahwa sesuatu itu timbul dari yang memperoleh dengan perantaraan daya yang diciptakan Allah. Perbuatan-perbuatan manusia oleh Asy\u2019ari pada hakikatnya diadakan oleh Allah. Semua itu mencakup perbuatan-perbuatan gerakan refleks dan perbuatan-perbuatan manusia.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"d_Menurut_Aliran_Maturidiyah\"><\/span>d. Menurut Aliran Maturidiyah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Maturidiyah Samarkand, memberikan batas pada kekuasaan dan kehendak mutlak Tuhan, mereka berpendapat bahwa perbuatan Tuhan hanyalah menyangkut hal-hal yang baik saja, dengan demikian Tuhan berkewajiban melakukan yang baik bagi manusia. Demikian halnya dengan pengiriman rasul, Maturidiyah Samarkand sebagai kewajiban Tuhan.<\/p>\n<p>Maturidiyah Bukhara memiliki pandangan yang sama dengan Asy\u2019ariyah mengenai faham bahwa Tuhan tidak mempunyai kewajiban. Namun Tuhan pasti menepati janji-Nya, seperti memberi upah orang yang telah berbuat kebaikan. Tentang kekuasaan Tuhan dan kehendak mutlak Tuhan, tidak bersifat wajib (<em>ja\u2019iz<\/em>).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>a. Menurut Aliran Jabariyah Paham jabariyah memandang bahwa manusia tidak merdeka dalam mengerjakan perbuatannya yang menentukan perbuatan manusia adalah Tuhan, sehingga paham ini dikenal dengan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-26685","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26685","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26685"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26685\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26685"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26685"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26685"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}