{"id":26653,"date":"2022-11-16T14:16:13","date_gmt":"2022-11-16T07:16:13","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=26653"},"modified":"2022-11-16T14:16:13","modified_gmt":"2022-11-16T07:16:13","slug":"sejarah-khawarij","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sejarah-khawarij\/","title":{"rendered":"Sejarah Khaw\u0101rij"},"content":{"rendered":"<p>Istilah <em>Khaw\u0101rij <\/em>berasal dari Bahasa Arab \u201c<em>khaw\u0101rij<\/em>\u201d, yang berarti mereka yang\u00a0\u00a0 keluar. Nama ini digunakan untuk memberikan atribut bagi pengikut Ali bin Abi \u1e6c\u0101lib yang keluar dari golongannya dan kemudian membentuk kelompok sendiri. Penamaan terhadap kelompok yang keluar dari pasukan Ali bin Abi \u1e6c\u0101lib bukanlah julukan yang diberikan dari luar kelompoknya saja, tetapi mereka juga menamakan diri dengan sebutan\u00a0\u00a0\u00a0 <em>Khaw\u0101rij\u00a0\u00a0\u00a0 <\/em>dengan pengertian orang-orang yang<\/p>\n<p>keluar pergi perang untuk menegakkan kebenaran. Penamaan ini diambilkan dari QS. An-Nisa\u2019 (4): 100.<\/p>\n<p>Artinya: <em>Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul- Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. <\/em>(QS. An-Nisa\u2019 [4]: 100.)<\/p>\n<p>Nama lain Khaw\u0101rij adalah <em>har\u016briyah <\/em>yang dinisbahkan kepada perkataan <em>harur, <\/em>yaitu nama sebuah desa yang terletak di kota Kufah di Irak, dimana kaum Khaw\u0101rij yang berjumlah 12.000 orang bertempat sesudah memisahkan diri dari pasukan Ali. Disini mereka memilih Abdull\u0101h bin Wahab al-Rasyidi menjadi imam sebagai ganti Ali bin Abi \u1e6c\u0101lib.<\/p>\n<p>Rekam jejak kaum Khaw\u0101rij telah ada sejak zaman Nabi Muhammad Saw. Diriwayatkan dari sahabat Abu Sa\u2019id al-Khudri ra, ia berkata: Ketika kami berada di sisi Rasulullah Saw. dan beliau sedang membagi-bagi (harta), datanglah Dzul<\/p>\n<p>Khuwaisirah dari Bani TaUmimJIkepPadUa bBeliaLu. IIaKberkata: \u201cWahai Rasulullah, berbuat<\/p>\n<p>adillah!\u201d Rasulullah Saw. pun bersabda: \u201cCelakalah engkau! Siapa lagi yang berbuat adil jika aku tidak berbuat adil? Benar-benar merugi jika aku tidak berbuat adil.\u201d<\/p>\n<p>Maka Umar bin Kha\u1e6dab ra. berkata: \u201cWahai Rasulullah, ijinkanlah aku untuk memenggal lehernya!\u201d Rasulullah berkata: \u201cBiarkanlah ia, sesungguhnya ia akan mempunyai pengikut yang salah seorang dari kalian dinilai bahwa salat dan puasanya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan salat dan puasa mereka, mereka selalu membaca al-Qur\u2019an namun tidaklah melewati kerongkongan mereka, mereka keluar dari Islam sebagaimana keluarnya anak panah dari <em>ar-ramiyyah<\/em>, dilihat <em>nashl<\/em>-nya (besi pada ujung anak panah) maka tidak didapati bekasnya. Kemudian dilihat <em>rishaf<\/em>&#8211; nya (tempat masuk nashl pada anak panak) maka tidak didapati bekasnya, kemudian dilihat dari <em>nadhi<\/em>-nya (batang anak panah) maka tidak didapati bekasnya, kemudian dilihat <em>qudzadz<\/em>-nya (bulu-bulu yang ada ada anak panah) maka tidak didapati pula bekasnya. Anak panah itu benar-benar dengan cepat melewati lambung dan darah hewan buruan. Ciri-cirinya: di tengah-tengan mereka; ada seorang laki-laki hitam, salah satu lengannya seperti payu dara wanita atau seperti daging yang bergoyang- goyang, mereka akan muncul di saat terjadi perpecahan di antara kaum muslimin.\u201d<\/p>\n<p>Timbul-tenggelamnya Khaw\u0101rij juga dapat dilacak pada akhir masa pemerintahan Utsman bin Affan. Dr. Saleh bin Fauzan al-Fauzan menyatakan: \u201cMereka adalah orang-orang yang memberontak di akhir masa pemerintahan Utsman bin Affan yang mengakibatkan terbunuhnya Utsman bin Affan\u201d. Setelah pemerintahan dipegang oleh Ali bin Abi \u1e6calib, mereka juga memberontak dengan dalih, pemerintahan Ali telah menyalahi hukum yang dibuat oleh Allah. Dalam perkembangan selanjutnya, kelompok Khaw\u0101rij selalu memberontak kepada pemerintahan yang sah. Hal ini sesuai dengan salah satu doktrin politiknya, yaitu memberontak terhadap pemerintah dan memisahkan diri dari jama\u2019ah muslimin merupakan bagian dari agama.<\/p>\n<p>Asy-Syahratsani berkata: \u201cSiapa saja yang keluar dari ketaatan terhadap pemimpin yang sah, yang telah disepakati, maka ia dinamakan <em>khariji <\/em>(seorang khaw\u0101rij), baik keluarnya di masa sahabat terhadap al-Khulafa ar-Rasyidin atau kepada pemimpin setelah mereka di masa tabi\u2019in, dan juga terhadap pemimpin kaum muslimin di setiap masa.\u201d<\/p>\n<p>Al-Imam an-Nawawi berkata: \u201cDinamakan Khaw\u0101rij dikarenakan keluarnya mereka dari jama\u2019ah kaum muslimin. Dikatakan pula karena keluarnya mereka dari jalan (<em>manhaj<\/em>) jamaah kaum muslimin, dan dikatakan pula karena sabda Rasulullah Saw. .: \u201cAkan keluar dari diri orang ini\u2026\u201d (HR. Muslim)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Istilah Khaw\u0101rij berasal dari Bahasa Arab \u201ckhaw\u0101rij\u201d, yang berarti mereka yang\u00a0\u00a0 keluar. Nama ini digunakan untuk memberikan atribut bagi pengikut Ali bin Abi \u1e6c\u0101lib yang&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-26653","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26653","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26653"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26653\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26653"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26653"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26653"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}