{"id":26647,"date":"2022-11-16T14:13:49","date_gmt":"2022-11-16T07:13:49","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=26647"},"modified":"2022-11-16T14:13:49","modified_gmt":"2022-11-16T07:13:49","slug":"aqidah-islam-pada-masa-bani-abbasiyah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/aqidah-islam-pada-masa-bani-abbasiyah\/","title":{"rendered":"Aqidah Islam Pada Masa Bani Abbasiyah"},"content":{"rendered":"<p>Pada masa ini, hubungan antara bangsa Arab dengan bangsa Ajam mencapai puncaknya. Komunikasi yang intens\u00a0\u00a0 ini melahirkan corak pemikiran yang baru di dunia Islam. Gerakan penerjemahan filsafat Yunani dan Persia gencar dilakukan, sehingga terjadi transfer ilmu pengetahuan yang berasal dari luar Islam. Corak pemikiran baru ini kemudian dikembangkan oleh para pemikir Islam dalam disiplin ilmu yang dikenal dengan Ilmu kalam.<\/p>\n<p>Para mutakallimin mulai menulis karya pemikiran mereka dalam bentuk kitab- kitab yang sistematis. Misalnya Abu Hanifah menulis kitab <em>al-Alim wa al- Muta\u2019alim <\/em>dan kitab <em>al-Fiqhu al-Akbar <\/em>untuk mempertahankan \u2019aqidah Ahlus Sunnah dan kitab <em>al-Fiqhu al- Akbar <\/em>karya Imam asy-Syafi\u2019i.<\/p>\n<p>Antusiasme para pemikir Ilmu kalam semakin berkembang pesat pada masa pemerintahan al-Ma\u2019mun. Ilmu Kalam menjadi disiplin ilmu yang mandiri yang memisahkan diri <em>al-fiqhu fi-ilmi <\/em>(ilmu hukum), yang sebelumnya masih termasuk dalam dalam <em>al-Fiqhu al-Akbar.<\/em><\/p>\n<p>Pada masa pemerintahan al-Ma\u2019mun, al-Mu\u2019tashim, dan al-Watsiq, aliran Mu\u2019tazilah dijadikan sebagai faham resmi kekhalifahan Bani Abasiyah, sehingga para ulama yang berpengaruh diuji aqidahnya, yang dalam sejarah dikenal dengan <em>mihnah<\/em>.<\/p>\n<p>Para ulama yang tidak sepaham dengan Mu\u2019tazilah dalam hal kemakhlukan al-Qur\u2019an maka akan dijatuhi hukuman bahkan dijebloskan ke dalam penjara.<\/p>\n<p>Tindakan al-Ma\u2019mun yang menggunakan tangan besi tersebut berdampak kepada hilangnya simpatik umat Islam terhadap Mu\u2019tazilah, dan pada akhirnya dijauhi oleh masyarakat. Dalam keadaan yang demikian itu muncullah Abu Hasan al-Asy\u2019ari yang merupakan murid utama dari al-Jubbai al-Mu\u2019tazili mengeluarkan pemikiran garis tengah dengan menggunakan dalil-dalil naqli dan aqli untuk menopang argumentasi aqidahnya. Dan bersamaan itu. muncul tokoh Abu Mansur al-Maturidi yang mempunyai corak pemikiran yang sama dengan Abu Hasan al-Asy\u2019ari<\/p>\n<p>Adapun faham aqidah yang dikembangkan oleh Abu Hasan al-Asy\u2019ari dan Abu Mansur al-Maturidi dapat tersebar luas karena beliau mempunyai murid-murid yang mampu mengembangkan pemikiran gurunya. Diantara Ulama yang mengembangkan pemikiran Abu Hasan al-Asy\u2019ari adalah: Abu Bakar al-Baqillani, Abu Ishaq al- Isfarayini, Imamul Haramain al-Juwaini, dan al-Ghazali.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada masa ini, hubungan antara bangsa Arab dengan bangsa Ajam mencapai puncaknya. Komunikasi yang intens\u00a0\u00a0 ini melahirkan corak pemikiran yang baru di dunia Islam. Gerakan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[295],"class_list":["post-26647","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-islam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26647","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26647"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26647\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26647"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26647"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26647"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}