{"id":26643,"date":"2022-11-16T14:12:39","date_gmt":"2022-11-16T07:12:39","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=26643"},"modified":"2022-11-16T14:12:39","modified_gmt":"2022-11-16T07:12:39","slug":"aqidah-islam-pada-masa-khulafa-ar-rasyidin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/aqidah-islam-pada-masa-khulafa-ar-rasyidin\/","title":{"rendered":"Aqidah Islam Pada Masa Khulafa ar-Rasyidin"},"content":{"rendered":"<p>Pada masa <em>Khulafa ar-Rasyidin, <\/em>khususnya pada masa pemerintahan Abu Bakar (11-13 H), dan Umar bin Khattab (13-23 H) persatuan umat Islam masih bisa dipertahankan, biarpun pada awal masa kekhalifahan Abu Bakar ash-\u1e62iddiq sempat muncul beberapa nabi palsu dan keengganan sebagian umat Islam membayar zakat, namun semua permasalahan tersebut dapat diatasi oleh Abu Bakar ash-\u1e62iddiq.<\/p>\n<p>Benih-benih perpecahan mulai muncul pada akhir masa pemerintahan Utsman bin Affan, yaitu ketika Khalifah Utsman bin Affan (23-35 H) melakukan reformasi di bidang administratur pemerintahan. Kebijakan yang diambil Khalifah Utsman tersebut berdampak kepada situasi politik yang tidak stabil.<\/p>\n<p>Situasi politik yang tidak stabil pada masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan mencapai puncaknya dengan terbunuhnya khalifah ketiga tersebut. Peristiwa yang menyedihkan dalam sejarah Islam ini dikenal dengan istilah <em>al-fitnah al-kubra <\/em>(fitnah besar). Peristiwa ini dianggap sebagai pangkal munculnya <em>firqah-firqah <\/em>dalam Islam.<\/p>\n<p>Intrik politik tidak menjadi reda dengan meninggalnya Utsman bin Affan. Bahkan pertikaian semakin membesar dengan terjadinya perang <em>Jamal <\/em>(pasukan khalifah Ali bin Abi \u1e6c\u0101lib melawan pasukan \u2018Aisyah) dan perang \u1e62iffin (pasukan khalifah Ali bin Abi \u1e6c\u0101lib melawan pasukan Mu\u2019awiyah bin Abi \u1e62ufy\u0101n).<\/p>\n<p>Perang Jamal dapat diselesaikan Khalifah Ali bin Abi \u1e6c\u0101lib dengan baik. Namun upaya damai yang ditempuh untuk mengakhiri perang \u1e62iffin melalui upaya perundingan\/ <em>tahk\u012bm <\/em>justru membuat umat Islam terpecah menjadi beberapa golongan. Kelompok Ali bin Abi \u1e6c\u0101lib terpecah menjadi dua golongan.<\/p>\n<p><em>Pertama<\/em>, golongan yang tetap setia kepada Ali bin Abi \u1e6c\u0101lib, dan inilah yang menjadi embrio kelompok <em>Syi\u2019ah. Kedua<\/em>, golongan yang memisahkan diri dari pasukan Ali bin Abi \u1e6c\u0101lib, dan inilah yang kemudian dikenal dengan <em>firqah Khaw\u0101rij<\/em>. Di luar Syi\u2019ah dan Khaw\u0101rij, ada golongan pendukung Mu\u2019awiyah bin Abu \u1e62ufy\u0101n. Pada masa ini, tema utama perdebatan para <em>mutakallim\u012bn <\/em>adalah tentang hukum orang mukmin yang melakukan dosa besar.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada masa Khulafa ar-Rasyidin, khususnya pada masa pemerintahan Abu Bakar (11-13 H), dan Umar bin Khattab (13-23 H) persatuan umat Islam masih bisa dipertahankan, biarpun&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[295],"class_list":["post-26643","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-islam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26643","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26643"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26643\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26643"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26643"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26643"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}