{"id":26613,"date":"2022-11-16T13:24:33","date_gmt":"2022-11-16T06:24:33","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=26613"},"modified":"2022-11-16T13:24:33","modified_gmt":"2022-11-16T06:24:33","slug":"dalil-pentingnya-menjaga-adab-makan-dan-minum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/dalil-pentingnya-menjaga-adab-makan-dan-minum\/","title":{"rendered":"Dalil pentingnya menjaga adab makan dan minum"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/dalil-pentingnya-menjaga-adab-makan-dan-minum\/#Dalil-dalil_Al-Quran_tentang_Adab_Makan_dan_Minum\" >Dalil-dalil Al-Qur&#8217;an tentang Adab Makan dan Minum<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/dalil-pentingnya-menjaga-adab-makan-dan-minum\/#Pengertian_%E2%80%9CHalal%E2%80%9D_dan_%E2%80%9CThayyib%E2%80%9D_dalam_Islam\" >Pengertian &#8220;Halal&#8221; dan &#8220;Thayyib&#8221; dalam Islam<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/dalil-pentingnya-menjaga-adab-makan-dan-minum\/#Pentingnya_Menjaga_Adab_Makan_dan_Minum\" >Pentingnya Menjaga Adab Makan dan Minum<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/dalil-pentingnya-menjaga-adab-makan-dan-minum\/#Dampak_Negatif_Mengabaikan_Adab_Makan_dan_Minum\" >Dampak Negatif Mengabaikan Adab Makan dan Minum<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/dalil-pentingnya-menjaga-adab-makan-dan-minum\/#Tips_Praktis_Menjaga_Adab_Makan_dan_Minum\" >Tips Praktis Menjaga Adab Makan dan Minum<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/dalil-pentingnya-menjaga-adab-makan-dan-minum\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Makan dan minum adalah aktivitas esensial dalam kehidupan manusia, tetapi Islam mengajarkan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan fisik. Lebih dari itu, Islam memberikan tuntunan adab yang lengkap agar kegiatan ini bernilai ibadah dan membawa keberkahan. Pentingnya menjaga adab makan dan minum ditegaskan dalam Al-Qur\u2019an melalui perintah untuk memilih yang halal dan baik serta menjauhi langkah-langkah setan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dalil-dalil_Al-Quran_tentang_Adab_Makan_dan_Minum\"><\/span><strong>Dalil-dalil Al-Qur&#8217;an tentang Adab Makan dan Minum<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Allah Swt. berfirman dalam QS. Al-Mukminun ayat 51:<\/p>\n<blockquote><p><em>\u201cHai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.\u201d<\/em> (QS. Al-Mukminun: 51).<\/p><\/blockquote>\n<p>Ayat ini memberikan pesan mendalam bahwa makanan yang halal dan baik adalah salah satu pondasi penting dalam melaksanakan amal saleh. Makanan yang kita konsumsi memengaruhi kualitas ibadah kita. Sebagaimana tubuh yang sehat memerlukan asupan yang baik, jiwa juga membutuhkan makanan yang berasal dari rezeki halal agar tetap bersih dan mampu menjalankan ketaatan kepada Allah Swt.<\/p>\n<p>Dalam QS. Al-Baqarah ayat 168, Allah Swt. juga menegaskan:<\/p>\n<blockquote><p><em>\u201cHai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.\u201d<\/em> (QS. Al-Baqarah: 168).<\/p><\/blockquote>\n<p>Ayat ini menjelaskan bahwa makanan yang halal tidak hanya berkaitan dengan zatnya, tetapi juga cara memperolehnya. Rezeki yang didapatkan dari cara-cara haram, meskipun zat makanannya halal, tetaplah tidak diberkahi. Allah Swt. juga mengingatkan kita untuk tidak mengikuti langkah-langkah setan, yang sering kali mendorong manusia untuk tergoda mencari rezeki dengan cara yang tidak diridhoi.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_%E2%80%9CHalal%E2%80%9D_dan_%E2%80%9CThayyib%E2%80%9D_dalam_Islam\"><\/span><strong>Pengertian &#8220;Halal&#8221; dan &#8220;Thayyib&#8221; dalam Islam<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Dalam Islam, makanan yang <strong>halal<\/strong> adalah makanan yang diperbolehkan secara syar&#8217;i berdasarkan hukum Allah Swt., baik dari jenis maupun cara memperolehnya. Adapun <strong>thayyib<\/strong> merujuk pada makanan yang bersih, sehat, dan baik untuk dikonsumsi. Gabungan keduanya merupakan syarat penting agar makanan yang kita konsumsi membawa manfaat secara fisik dan spiritual.<\/p>\n<p>Contoh sederhana adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Makanan halal seperti daging sapi yang disembelih sesuai syariat.<\/li>\n<li>Makanan yang baik (thayyib) adalah makanan yang bergizi, bebas dari zat berbahaya, dan diolah dengan cara higienis.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Keduanya tidak dapat dipisahkan. Makanan yang halal tapi tidak baik (misalnya basi atau tidak sehat) tetap tidak dianjurkan dalam Islam.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pentingnya_Menjaga_Adab_Makan_dan_Minum\"><\/span><strong>Pentingnya Menjaga Adab Makan dan Minum<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ol>\n<li><strong>Meningkatkan Kualitas Ibadah<\/strong> Makanan yang halal dan baik memberikan energi untuk beribadah. Rasulullah Saw. bersabda:<br \/>\n<blockquote><p><em>\u201cWahai manusia, sesungguhnya Allah itu Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang-orang mukmin sebagaimana Dia memerintahkan kepada para rasul: \u2018Makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal yang saleh.\u2019\u201d<\/em> (HR. Muslim).<\/p><\/blockquote>\n<p>Makanan haram atau rezeki yang tidak halal dapat menghalangi terkabulnya doa serta mempengaruhi jiwa seseorang menjadi lebih condong pada perbuatan maksiat.<\/li>\n<li><strong>Menghindari Sifat Rakus dan Tamak<\/strong> Islam mengajarkan untuk tidak berlebihan dalam makan dan minum. Allah Swt. berfirman:<br \/>\n<blockquote><p><em>\u201cMakan dan minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.\u201d<\/em> (QS. Al-A&#8217;raf: 31).<\/p><\/blockquote>\n<p>Sikap berlebihan dapat menimbulkan sifat rakus yang merupakan langkah setan, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 168.<\/li>\n<li><strong>Membangun Kehidupan yang Penuh Keberkahan<\/strong> Ketika seseorang menjaga adab makan dan minum sesuai syariat, keberkahan akan hadir dalam hidupnya. Rasulullah Saw. bersabda:<br \/>\n<blockquote><p><em>\u201cMakanan yang halal adalah tiang keberkahan dalam kehidupan seorang mukmin.\u201d<\/em> (HR. Ahmad).<\/p><\/blockquote>\n<\/li>\n<li><strong>Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental<\/strong> Pola makan yang sesuai dengan ajaran Islam, seperti memilih makanan yang halal dan baik, makan dengan porsi yang cukup, serta tidak tergesa-gesa, berdampak langsung pada kesehatan fisik dan mental. Islam bahkan menganjurkan posisi duduk saat makan dan tidak makan sambil berdiri untuk alasan kesehatan.<\/li>\n<\/ol>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dampak_Negatif_Mengabaikan_Adab_Makan_dan_Minum\"><\/span><strong>Dampak Negatif Mengabaikan Adab Makan dan Minum<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Mengabaikan adab makan dan minum membawa dampak buruk, baik secara individu maupun sosial:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Dari Segi Spiritual:<\/strong> Makanan yang berasal dari rezeki haram dapat mengeraskan hati, menjauhkan dari rahmat Allah, dan menghalangi terkabulnya doa.<\/li>\n<li><strong>Dari Segi Fisik:<\/strong> Konsumsi makanan tidak sehat berpotensi menyebabkan berbagai penyakit.<\/li>\n<li><strong>Dari Segi Sosial:<\/strong> Pola hidup yang boros atau berlebihan dapat memunculkan sifat tamak, melahirkan ketimpangan sosial, dan menimbulkan rasa iri.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tips_Praktis_Menjaga_Adab_Makan_dan_Minum\"><\/span><strong>Tips Praktis Menjaga Adab Makan dan Minum<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ol>\n<li><strong>Memastikan Kehalalan Makanan:<\/strong>\n<ul>\n<li>Pilih makanan yang jelas asal-usulnya dan sesuai syariat.<\/li>\n<li>Hindari makanan yang diragukan kehalalannya.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Bersyukur kepada Allah:<\/strong>\n<ul>\n<li>Awali makan dengan basmalah dan akhiri dengan doa.<\/li>\n<li>Sadar bahwa setiap rezeki adalah karunia Allah yang harus disyukuri.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Makan dengan Porsi yang Cukup:<\/strong>\n<ul>\n<li>Rasulullah Saw. bersabda: <em>\u201cCukuplah bagi anak Adam beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Jika tidak bisa, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk napas.\u201d<\/em> (HR. Ahmad dan Tirmidzi).<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Menjaga Kebersihan:<\/strong>\n<ul>\n<li>Pastikan makanan disiapkan dengan cara yang higienis.<\/li>\n<li>Cuci tangan sebelum dan sesudah makan.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Berbagi kepada Sesama:<\/strong>\n<ul>\n<li>Membagi makanan kepada yang membutuhkan adalah bentuk syukur dan sarana untuk membersihkan harta.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span><strong>Kesimpulan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Menjaga adab makan dan minum adalah bagian integral dari ajaran Islam yang tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik tetapi juga spiritual. Allah Swt. telah menetapkan panduan agar manusia menikmati rezeki-Nya dengan cara yang benar, halal, dan baik. Dengan mengikuti tuntunan ini, kita tidak hanya menjalankan perintah agama, tetapi juga membangun kehidupan yang penuh keberkahan, baik di dunia maupun di akhirat.<\/p>\n<p>Sebagai umat Islam, mari kita jadikan makan dan minum sebagai sarana ibadah, mendekatkan diri kepada Allah Swt., serta menjaga kesehatan untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Makan dan minum adalah aktivitas esensial dalam kehidupan manusia, tetapi Islam mengajarkan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan fisik. Lebih dari itu, Islam&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"default","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-26613","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26613","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26613"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26613\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26613"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26613"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26613"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}