{"id":2653,"date":"2025-02-04T07:26:54","date_gmt":"2025-02-04T00:26:54","guid":{"rendered":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/?p=2653"},"modified":"2025-02-04T07:26:54","modified_gmt":"2025-02-04T00:26:54","slug":"sosiologi-dan-perubahan-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sosiologi-dan-perubahan-sosial\/","title":{"rendered":"Sosiologi dan Perubahan Sosial"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sosiologi-dan-perubahan-sosial\/#Konsep_Perubahan_Sosial_dalam_Sosiologi\" >Konsep Perubahan Sosial dalam Sosiologi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sosiologi-dan-perubahan-sosial\/#Faktor_Penyebab_Perubahan_Sosial\" >Faktor Penyebab Perubahan Sosial<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sosiologi-dan-perubahan-sosial\/#1_Faktor_Internal\" >1. Faktor Internal<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sosiologi-dan-perubahan-sosial\/#2_Faktor_Eksternal\" >2. Faktor Eksternal<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sosiologi-dan-perubahan-sosial\/#Bentuk-Bentuk_Perubahan_Sosial\" >Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sosiologi-dan-perubahan-sosial\/#1_Perubahan_Lambat_Evolusi_Sosial\" >1. Perubahan Lambat (Evolusi Sosial)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sosiologi-dan-perubahan-sosial\/#2_Perubahan_Cepat_Revolusi_Sosial\" >2. Perubahan Cepat (Revolusi Sosial)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sosiologi-dan-perubahan-sosial\/#3_Perubahan_Struktural\" >3. Perubahan Struktural<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sosiologi-dan-perubahan-sosial\/#4_Perubahan_Progresif_dan_Regresif\" >4. Perubahan Progresif dan Regresif<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sosiologi-dan-perubahan-sosial\/#Dampak_Perubahan_Sosial\" >Dampak Perubahan Sosial<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sosiologi-dan-perubahan-sosial\/#Dampak_Positif\" >Dampak Positif<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sosiologi-dan-perubahan-sosial\/#Dampak_Negatif\" >Dampak Negatif<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sosiologi-dan-perubahan-sosial\/#Teori-Teori_Perubahan_Sosial\" >Teori-Teori Perubahan Sosial<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sosiologi-dan-perubahan-sosial\/#1_Teori_Evolusi\" >1. Teori Evolusi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sosiologi-dan-perubahan-sosial\/#2_Teori_Konflik\" >2. Teori Konflik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sosiologi-dan-perubahan-sosial\/#3_Teori_Fungsionalisme\" >3. Teori Fungsionalisme<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-17\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sosiologi-dan-perubahan-sosial\/#4_Teori_Siklus\" >4. Teori Siklus<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-18\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sosiologi-dan-perubahan-sosial\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari masyarakat, interaksi sosial, serta pola perubahan yang terjadi di dalamnya. Setiap kelompok manusia mengalami perubahan sosial yang bersifat dinamis dan terus berkembang seiring waktu. Perubahan sosial merujuk pada transformasi dalam struktur sosial, pola hubungan, nilai, norma, serta budaya yang dianut oleh masyarakat.<\/p>\n<p>Fenomena perubahan sosial telah menjadi kajian utama dalam sosiologi karena menyangkut berbagai aspek kehidupan manusia. Perubahan ini dapat bersifat lambat atau cepat, bertahap atau revolusioner, serta berdampak positif maupun negatif. Kajian mengenai perubahan sosial sangat penting untuk memahami bagaimana masyarakat berkembang dan bagaimana adaptasi terjadi dalam menghadapi perubahan tersebut.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Konsep_Perubahan_Sosial_dalam_Sosiologi\"><\/span><strong>Konsep Perubahan Sosial dalam Sosiologi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Perubahan sosial didefinisikan sebagai pergeseran atau modifikasi dalam struktur sosial dan budaya masyarakat yang berlangsung dalam kurun waktu tertentu. Para sosiolog memiliki berbagai pandangan dalam memahami perubahan sosial.<\/p>\n<p>Emile Durkheim, misalnya, melihat perubahan sosial sebagai hasil dari pembagian kerja yang semakin kompleks. Karl Marx mengaitkannya dengan perjuangan kelas yang menyebabkan perubahan dalam sistem ekonomi dan politik. Max Weber menekankan peran ide dan nilai dalam mendorong perubahan sosial.<\/p>\n<p>Perubahan sosial dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti kemajuan teknologi, perkembangan ekonomi, perubahan politik, globalisasi, serta interaksi budaya. Studi tentang perubahan sosial membantu masyarakat dalam menghadapi tantangan yang muncul akibat transformasi tersebut.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Faktor_Penyebab_Perubahan_Sosial\"><\/span><strong>Faktor Penyebab Perubahan Sosial<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Berbagai faktor dapat mendorong terjadinya perubahan sosial dalam masyarakat. Faktor-faktor ini bisa berasal dari dalam atau luar lingkungan sosial masyarakat.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Faktor_Internal\"><\/span><strong>1. Faktor Internal<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Faktor internal adalah penyebab perubahan yang berasal dari dalam masyarakat itu sendiri. Beberapa di antaranya meliputi:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Perkembangan Teknologi<\/strong><br \/>\nKemajuan teknologi menciptakan perubahan signifikan dalam pola kehidupan sosial. Penemuan baru dalam bidang komunikasi, transportasi, dan industri telah mengubah cara manusia bekerja, berinteraksi, dan berpikir.<\/li>\n<li><strong>Dinamika Kependudukan<\/strong><br \/>\nPertumbuhan penduduk yang tinggi atau migrasi dapat menyebabkan perubahan dalam struktur sosial. Urbanisasi, misalnya, menciptakan perubahan dalam pola interaksi masyarakat desa dan kota.<\/li>\n<li><strong>Konflik Sosial<\/strong><br \/>\nKonflik yang terjadi dalam masyarakat, baik berupa konflik antar-kelas, etnis, maupun ideologi, dapat menghasilkan perubahan sosial yang besar. Konflik dapat menjadi pendorong revolusi atau reformasi sosial.<\/li>\n<li><strong>Inovasi dan Penemuan Baru<\/strong><br \/>\nInovasi dalam bidang ilmu pengetahuan, seni, dan budaya juga mendorong perubahan sosial. Misalnya, pergeseran dari sistem pertanian ke industri mengubah pola ekonomi dan sosial masyarakat.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Faktor_Eksternal\"><\/span><strong>2. Faktor Eksternal<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Faktor eksternal adalah penyebab perubahan sosial yang berasal dari luar masyarakat. Beberapa di antaranya adalah:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Kontak dengan Budaya Lain<\/strong><br \/>\nInteraksi dengan budaya lain melalui perdagangan, kolonialisme, atau globalisasi menyebabkan adopsi nilai dan norma baru. Akulturasi dan asimilasi adalah bentuk perubahan sosial yang timbul akibat kontak budaya ini.<\/li>\n<li><strong>Perubahan Lingkungan Alam<\/strong><br \/>\nBencana alam seperti gempa bumi, banjir, dan perubahan iklim memaksa masyarakat untuk menyesuaikan cara hidup mereka. Perubahan lingkungan sering kali mengubah mata pencaharian dan pola pemukiman masyarakat.<\/li>\n<li><strong>Perkembangan Ekonomi Global<\/strong><br \/>\nPerekonomian global yang terus berubah mempengaruhi struktur sosial masyarakat. Industrialisasi, liberalisasi ekonomi, serta perkembangan pasar digital telah menciptakan perubahan dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat.<\/li>\n<li><strong>Pengaruh Politik Internasional<\/strong><br \/>\nPerubahan dalam sistem politik global, seperti peperangan, perjanjian internasional, dan kebijakan luar negeri negara adidaya, dapat berdampak pada tatanan sosial dalam suatu negara.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bentuk-Bentuk_Perubahan_Sosial\"><\/span><strong>Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Perubahan sosial dapat dikategorikan ke dalam berbagai bentuk, tergantung pada intensitas dan dampaknya terhadap masyarakat.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Perubahan_Lambat_Evolusi_Sosial\"><\/span><strong>1. Perubahan Lambat (Evolusi Sosial)<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Perubahan ini terjadi secara bertahap dalam waktu yang lama. Evolusi sosial berlangsung melalui proses adaptasi masyarakat terhadap kondisi yang berubah. Contohnya adalah perkembangan teknologi pertanian yang beralih dari sistem tradisional ke mekanisasi.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Perubahan_Cepat_Revolusi_Sosial\"><\/span><strong>2. Perubahan Cepat (Revolusi Sosial)<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Revolusi sosial merupakan perubahan yang berlangsung dalam waktu singkat dengan dampak yang besar. Contohnya adalah Revolusi Industri yang mengubah sistem ekonomi dan sosial di Eropa pada abad ke-18.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Perubahan_Struktural\"><\/span><strong>3. Perubahan Struktural<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Perubahan ini mengacu pada perombakan sistem sosial yang mendasar, misalnya perubahan dari sistem feodal ke sistem demokratis.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Perubahan_Progresif_dan_Regresif\"><\/span><strong>4. Perubahan Progresif dan Regresif<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Perubahan progresif mengarah pada perkembangan positif yang membawa manfaat bagi masyarakat, seperti perkembangan teknologi medis. Sebaliknya, perubahan regresif dapat membawa dampak negatif, misalnya peningkatan pengangguran akibat otomatisasi industri.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dampak_Perubahan_Sosial\"><\/span><strong>Dampak Perubahan Sosial<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Setiap perubahan sosial membawa dampak yang beragam bagi masyarakat, baik yang bersifat positif maupun negatif.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dampak_Positif\"><\/span><strong>Dampak Positif<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Kemajuan Ekonomi<\/strong><br \/>\nPerubahan sosial yang berbasis inovasi dan teknologi dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.<\/li>\n<li><strong>Peningkatan Kualitas Hidup<\/strong><br \/>\nPerkembangan dalam bidang kesehatan dan pendidikan memungkinkan masyarakat hidup lebih sehat dan lebih berpengetahuan.<\/li>\n<li><strong>Pembukaan Peluang Baru<\/strong><br \/>\nGlobalisasi menciptakan peluang ekonomi, pendidikan, serta interaksi sosial yang lebih luas bagi masyarakat.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dampak_Negatif\"><\/span><strong>Dampak Negatif<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ul>\n<li><strong>Kesenjangan Sosial<\/strong><br \/>\nPerubahan ekonomi yang cepat sering kali menyebabkan kesenjangan sosial yang semakin lebar antara kelompok kaya dan miskin.<\/li>\n<li><strong>Disorientasi Nilai<\/strong><br \/>\nPergeseran nilai dan norma sosial dapat menyebabkan kebingungan moral dalam masyarakat, seperti meningkatnya individualisme yang mengurangi solidaritas sosial.<\/li>\n<li><strong>Kerusakan Lingkungan<\/strong><br \/>\nIndustrialisasi dan urbanisasi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan pencemaran lingkungan serta eksploitasi sumber daya alam.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Teori-Teori_Perubahan_Sosial\"><\/span><strong>Teori-Teori Perubahan Sosial<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dalam sosiologi, terdapat beberapa teori yang menjelaskan bagaimana perubahan sosial terjadi.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Teori_Evolusi\"><\/span><strong>1. Teori Evolusi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Teori ini menganggap bahwa perubahan sosial terjadi secara bertahap menuju tingkat yang lebih kompleks. Auguste Comte dan Herbert Spencer mengembangkan teori ini dengan mengaitkan perkembangan masyarakat dengan hukum evolusi alam.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Teori_Konflik\"><\/span><strong>2. Teori Konflik<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Karl Marx mengemukakan bahwa perubahan sosial terjadi akibat konflik antara kelompok yang memiliki kepentingan berbeda. Pertentangan kelas antara kaum proletar dan borjuis menjadi pendorong utama perubahan sosial.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Teori_Fungsionalisme\"><\/span><strong>3. Teori Fungsionalisme<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Teori ini berpendapat bahwa perubahan sosial terjadi karena adanya kebutuhan masyarakat untuk mencapai keseimbangan baru. Talcott Parsons menekankan bahwa perubahan terjadi sebagai bentuk adaptasi sistem sosial terhadap tantangan baru.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Teori_Siklus\"><\/span><strong>4. Teori Siklus<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Pitirim Sorokin mengemukakan bahwa perubahan sosial berlangsung dalam siklus yang berulang, di mana masyarakat mengalami kemajuan, kemunduran, dan kemudian kembali berkembang.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span><strong>Kesimpulan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sosiologi memainkan peran penting dalam memahami perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat. Perubahan sosial merupakan proses yang tidak terhindarkan dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor internal serta eksternal.<\/p>\n<p>Studi mengenai perubahan sosial memungkinkan masyarakat untuk lebih adaptif dalam menghadapi dinamika kehidupan. Dampak dari perubahan sosial dapat bersifat positif maupun negatif, sehingga diperlukan kebijakan dan strategi yang tepat agar perubahan tersebut dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari masyarakat, interaksi sosial, serta pola perubahan yang terjadi di dalamnya. Setiap kelompok manusia mengalami perubahan sosial yang bersifat dinamis dan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-2653","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-soshum"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2653","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2653"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2653\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2654,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2653\/revisions\/2654"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2653"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2653"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2653"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}