{"id":26467,"date":"2022-11-16T10:37:27","date_gmt":"2022-11-16T03:37:27","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=26467"},"modified":"2022-11-16T10:37:27","modified_gmt":"2022-11-16T03:37:27","slug":"kerja-keras-dan-kerja-sama-dalam-islam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kerja-keras-dan-kerja-sama-dalam-islam\/","title":{"rendered":"Kerja Keras dan Kerja sama dalam Islam"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kerja-keras-dan-kerja-sama-dalam-islam\/#Pengertian_Bekerja_Keras_dan_Kolaboratif\" >Pengertian Bekerja Keras dan Kolaboratif<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kerja-keras-dan-kerja-sama-dalam-islam\/#Makna_Bekerja_Keras_dan_Kolaboratif_dalam_Islam\" >Makna Bekerja Keras dan Kolaboratif dalam Islam<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Bekerja_Keras_dan_Kolaboratif\"><\/span><strong>Pengertian Bekerja Keras dan Kolaboratif<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Bekerja keras sangat perlu dilakukan oleh setiap manusia untuk menggapai keperluan, kebutuhan dan impiannya. Kerja keras adalah kegiatan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh untuk mencapai target yang akan dituju. Dalam Islam keras disebut juga dengan ikhtiar yaitu syarat untuk mencapai maksud dan daya upaya dengan bersungguh-sungguh dalam melakukan segala sesuatu semata-mata karena Allah Swt.<\/p>\n<p>Tanpa adanya kerja keras, seseorang akan sulit mendapatkan apa yang dicita- citakan atau ditujukan. Oleh karena itu, Islam sangat menganjurkan umatnya untuk bekerja keras dalam menggapainya. Dengan bekerja keras seseorang akan mudah meraih cita-citanya. Sebaliknya jika seseorang hanya berpangku tangan dan bermalas-malasan tidak akan mungkin cita-cita itu akan datang dengan sendirinya.<\/p>\n<p>Allah Swt. berfirman:<\/p>\n<p><em>\u201cKami telah membuat waktu siang untuk mengusahakan kehidupan (bekerja).\u201d <\/em>(QS an-Naba\u2019[78]:11)<\/p>\n<p>Cita-cita dan tujuan akan cepat, jika digapai dengan kerja sama atau kolaboratif. Kolaboratif adalah kerja sama antara satu pihak dengan pihak lainnya untuk memperoleh manfaat dan keuntungan satu sama lain. Sikap ini akan menjadi salah satu penguat silaturahmi antar sesama. Karena sepanjang waktu mereka akan saling berkomunikasi dan mengenal satu-sama lain.<\/p>\n<p>Islam juga memerintahkan umatnya untuk saling bekerja sama dalam meraih tujuan yang baik. Tiada kata pekerjaan berat jika dikerjakan secara bersama-sama. Seperti pepatah mengatakan <em>berat sama dipikul, ringan sama dijinjing <\/em>yang artinya suka duka, baik buruk akan dihadapi bersama. Itulah keistimewaan dari kerja sama. Segala sesuatu akan dirasakan bersama-sama.<\/p>\n<p>Dalam bekerja sama, kita harus memiliki sikap tolong-menolong. Tanpa<\/p>\n<p>adanya sikap tersebut, kolaborasi tidak akan terjalin. Oleh karena itu, berusahalah menanamkan sifat dan sikap tolong-menolong. Rasulullah Saw. bersabda:<\/p>\n<p><em>\u201cPermudahlah dan jangan mempersulit, berilah kabar gembira dan jangan membuat orang lari, saling bekerja samalah kalian berdua dan jangan berselisih. <\/em>(HR. Bukhari).<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Makna_Bekerja_Keras_dan_Kolaboratif_dalam_Islam\"><\/span><strong>Makna Bekerja Keras dan Kolaboratif dalam Islam<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Islam memberikan ajaran kepada umatnya untuk bekerja keras dan kolaboratif dalam mencapai tujuan yang gemilang. Tentu kolaboratif itu harus dilakukan dalam kebaikan bukan kejahatan. Karena sebaik-baik manusia adalah yang berguna untuk makhluk lainnya. Dengan begitu kita sebagai manusia yang berakal tidak hanya diam dan menunggu kabar baik melainkan harus turun tangan dan bersungguh-sungguh untuk mencapai kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.<\/p>\n<p>Orang sukses adalah mereka yang memiliki semangat dan aksi kerja keras baik dalam kelompok maupun individu. Meskipun ada pekerjaan yang dilakukan dengan individu, tetapi tetap saja masih membutuhkan individu lainnya. Seperti halnya pedagang dia menawarkan produk atau jasanya pada masyarakat. Berarti pedagang juga membutuhkan pembeli yang akan membeli dagangannya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Bekerja Keras dan Kolaboratif Bekerja keras sangat perlu dilakukan oleh setiap manusia untuk menggapai keperluan, kebutuhan dan impiannya. Kerja keras adalah kegiatan yang dilakukan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[295],"class_list":["post-26467","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-islam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26467","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26467"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26467\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26467"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26467"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26467"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}