{"id":26370,"date":"2022-11-16T08:53:11","date_gmt":"2022-11-16T01:53:11","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=26370"},"modified":"2022-11-16T08:53:11","modified_gmt":"2022-11-16T01:53:11","slug":"pengertian-dan-teladan-dari-al-afuww","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-dan-teladan-dari-al-afuww\/","title":{"rendered":"Pengertian dan Teladan dari Al-\u2018Afuww"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-dan-teladan-dari-al-afuww\/#Pengertian_Al-%E2%80%98Afuww\" >Pengertian Al-\u2018Afuww<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-dan-teladan-dari-al-afuww\/#Perbedaan_antara_Al-%E2%80%98Afuww_dan_Al-Ghafoor\" >Perbedaan antara Al-\u2018Afuww dan Al-Ghafoor<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-dan-teladan-dari-al-afuww\/#Teladan_dari_Sifat_Al-%E2%80%98Afuww\" >Teladan dari Sifat Al-\u2018Afuww<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-dan-teladan-dari-al-afuww\/#Implementasi_Sifat_Al-%E2%80%98Afuww_dalam_Kehidupan_Sehari-hari\" >Implementasi Sifat Al-\u2018Afuww dalam Kehidupan Sehari-hari<\/a><ul class='ez-toc-list-level-4' ><li class='ez-toc-heading-level-4'><ul class='ez-toc-list-level-4' ><li class='ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-dan-teladan-dari-al-afuww\/#a_Meyakini_bahwa_Allah_memaafkan_kesalahan_hambanya\" >a. Meyakini bahwa Allah memaafkan kesalahan hambanya<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-dan-teladan-dari-al-afuww\/#b_Perintah_untuk_menjadi_manusia_pemaaf_dan_penutup_aib_orang_lain\" >b. Perintah untuk menjadi manusia pemaaf dan penutup aib orang lain<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Al-\u2018Afuww adalah salah satu dari 99 Asmaul Husna yang menggambarkan Allah sebagai Yang Maha Pemaaf. Sifat ini menunjukkan bahwa Allah tidak hanya mengampuni dosa-dosa hamba-Nya, tetapi juga menghapusnya seolah-olah dosa tersebut tidak pernah ada. Pemahaman mendalam tentang Al-\u2018Afuww memberikan inspirasi bagi umat Islam untuk meneladani sifat pemaaf dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Al-%E2%80%98Afuww\"><\/span>Pengertian <em>Al-\u2018Afuww<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Nama <em>al-\u2018Afuww <\/em>merupakan nama ke-83 dari 99 <em>al-Asm\u0101` al-\u1e24usn\u0101<\/em>. Kata <em>al- \u2018Afuww<\/em>, terambil dari akar kata yang terdiri dari huruf <em>\u2018ain, fa`, <\/em>dan <em>wauw<\/em>. Maknanya yaitu meninggalkan sesuatu dan memintanya. Dari sini lahir kata <em>\u2018afwu <\/em>yang berarti meninggalkan sanksi terhadap yang bersalah (memaafkan). Dalam beberapa kamus kata <em>\u2018afwu <\/em>berarti menghapus, membinasakan dan mencabut akar sesuatu.<\/p>\n<p>Kata <em>al-\u2018Afuww <\/em>berarti Allah Maha memafkan kesalahan hambanya. Pemaafan Allah tidak hanya tertuju pada mereka yang bersalah secara tidak sengaja atau melakukan kesalahan yang tidak diketahui, melainkan pemaafan secara universal diberikan kepada semua hamba-Nya bahkan sebelum mereka meminta maaf. Allah Swt. berfirman<\/p>\n<p><em>\u201cSesungguhnya orang-orang\u00a0 \u00a0yang\u00a0 \u00a0berpaling\u00a0 \u00a0di\u00a0 \u00a0antara\u00a0 \u00a0kamu\u00a0 \u00a0ketika\u00a0 \u00a0terjadi<\/em><\/p>\n<p><em>pertemuan (pertempuran) antara dua pasukan itu, sesungguhnya mereka digelincirkan oleh setan, disebabkan sebagian kesalahan (dosa) yang telah mereka perbuat (pada masa lampau), tetapi Allah benar-benar telah memaafkan mereka. Sungguh, Allah maha Pengampun, Maha Penyantun\u201d <\/em>(QS. Ali \u2018Imr\u0101n [3]: 155)<\/p>\n<p>Dalam al-Qur`an kata <em>\u2018afwu <\/em>ditemukan ada 35 kali dengan berbagai bentuk dan makna. Dan kata <em>\u2018afwu <\/em>ditemukan tiga kali yang merujuk kepada Allah.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_antara_Al-%E2%80%98Afuww_dan_Al-Ghafoor\"><\/span>Perbedaan antara Al-\u2018Afuww dan Al-Ghafoor<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Meskipun Al-\u2018Afuww (Yang Maha Pemaaf) dan Al-Ghafoor (Yang Maha Pengampun) sama-sama mencerminkan sifat Allah yang memaafkan dosa, keduanya memiliki makna dan implikasi yang lebih mendalam jika ditelusuri lebih jauh. Berikut ini adalah penjelasan lebih rinci mengenai perbedaan antara kedua nama tersebut:<\/p>\n<ol>\n<li>Makna Dasar:\n<ul>\n<li>Al-\u2018Afuww (Yang Maha Pemaaf): Pemaafan yang diberikan oleh Allah ini bukan hanya berupa pengampunan, tetapi penghapusan total atas dosa. Dalam pengertian ini, dosa tidak hanya diampuni tetapi dihapuskan seolah-olah dosa tersebut tidak pernah terjadi sama sekali. Sifat Al-\u2018Afuww menunjukkan Allah yang menghapus jejak dosa, baik dalam catatan amal hamba-Nya maupun dalam ingatan hamba tersebut.<\/li>\n<li>Al-Ghafoor (Yang Maha Pengampun): Al-Ghafoor merujuk pada Allah yang menutupi dosa hamba-Nya. Dosa tersebut tetap ada dalam catatan amal, tetapi Allah menutupi dan tidak mengungkapkan dosa tersebut. Allah menahan azab atau hukuman, meskipun dosa masih tercatat.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>Kedalaman Pemaafan:\n<ul>\n<li>Al-\u2018Afuww lebih mendalam dalam pengertian, karena melibatkan penghapusan dosa secara total. Sebagai contoh, pada Hari Kiamat, seorang hamba yang mendapatkan pemaafan dari Allah dengan sifat Al-\u2018Afuww tidak akan dibicarakan dosa-dosanya sama sekali. Dosa mereka seolah-olah tidak pernah ada.<\/li>\n<li>Sebaliknya, Al-Ghafoor menandakan bahwa dosa masih tercatat, tetapi Allah tidak menghukumnya. Ini bisa berarti bahwa meskipun dosa tersebut ditutupi, orang yang menghadap Allah masih mungkin dihadapkan pada pengakuan dosa mereka, meskipun mereka akan diampuni dan tidak dihukum.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>Penghapusan vs. Penutupan Dosa:\n<ul>\n<li>Dalam pandangan para ulama, Al-\u2018Afuww menghapus dosa secara tuntas, baik dalam catatan amal maupun dalam ingatan seseorang, sehingga pada akhirnya hamba-Nya tidak akan merasa malu atau cemas karena dosa tersebut.<\/li>\n<li>Al-Ghafoor, meskipun memaafkan, tidak menjamin penghapusan jejak dosa tersebut. Sehingga, pada beberapa tingkat, dosa tetap ada dalam catatan amal, meskipun tidak dihukum.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>Tingkat Ketinggian Makna:\n<ul>\n<li>Sebagai tambahan, Al-\u2018Afuww dianggap lebih tinggi dalam tingkatannya dibandingkan Al-Ghafoor. Pemaafan yang sempurna dari Al-\u2018Afuww mengarah pada keadaan di mana dosa tidak hanya diampuni tetapi benar-benar dihapuskan dari kehidupan seorang hamba.<\/li>\n<li>Sementara itu, Al-Ghafoor menunjukkan sifat Allah yang menutupi dan melindungi hamba dari hukuman, meskipun tidak menghapuskan jejak dosa mereka secara total.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>Konteks Penggunaan:\n<ul>\n<li>Al-\u2018Afuww lebih sering dikaitkan dengan kondisi di mana seseorang telah melakukan dosa besar dan kemudian bertaubat dengan sungguh-sungguh, serta mengharapkan pemaafan yang total dari Allah. Allah menghapuskan segala jejak dosa mereka, memberikan pengampunan yang lebih besar.<\/li>\n<li>Al-Ghafoor lebih sering digunakan dalam konteks pengampunan dosa secara umum, di mana Allah menutupi dan memberikan maaf atas dosa-dosa hamba yang memohon ampunan.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Teladan_dari_Sifat_Al-%E2%80%98Afuww\"><\/span>Teladan dari Sifat Al-\u2018Afuww<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Meneladani sifat Al-\u2018Afuww dalam kehidupan sehari-hari berarti menjadi pribadi yang pemaaf dan berusaha menutup aib orang lain. Allah memerintahkan umat-Nya untuk memaafkan kesalahan orang lain dan menutupi aib mereka, sebagaimana firman-Nya:<\/p>\n<p>&#8220;Jika kamu menyatakan sesuatu kebajikan, menyembunyikannya atau memaafkan suatu kesalahan (orang lain), maka sungguh, Allah Maha Pemaaf, Mahakuasa.&#8221; (QS. An-Nisa&#8217; [4]:149)<\/p>\n<p>Rasulullah SAW juga bersabda:<\/p>\n<p>&#8220;Barangsiapa menutup aib seorang Muslim, Allah akan menutup aibnya pada hari Kiamat.&#8221; (HR. Ahmad)<\/p>\n<p>Dengan demikian, meneladani Al-\u2018Afuww mendorong kita untuk menjadi pribadi yang pemaaf dan menjaga kehormatan sesama.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Implementasi_Sifat_Al-%E2%80%98Afuww_dalam_Kehidupan_Sehari-hari\"><\/span>Implementasi Sifat Al-\u2018Afuww dalam Kehidupan Sehari-hari<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"a_Meyakini_bahwa_Allah_memaafkan_kesalahan_hambanya\"><\/span>a. Meyakini bahwa Allah memaafkan kesalahan hambanya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Sebagai umat Islam, kita harus meyakini bahwa kesalahan-kesalahan kita akan dimaafkan oleh Allah Swt. Tidak ada kesalahan yang tidak dimaafkan oleh<\/p>\n<p>Allah selama kita mau bertaubat. Allah Swt. Berfirman:<\/p>\n<p>\u064e<em>\u201cDan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit; sekalipun hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkannya (pahala). Dan cukuplah Kami yang membuat perhitungan\u201d <\/em>(QS. al-Anbiy\u0101` [21]: 47)<\/p>\n<p>Oleh karenanya, seyogyanya kita memahami bahwa kesalahan yang pernah dilakukan pasti telah dimaafkan oleh Allah apalagi jika disertai dengan pertaubatan atas kesalahan yang pernah dilakukan. Melakukan taubat adalah menyadari kesalahan hamba, meminta ampun atas kesalahan tersebut, dan berjanji untuk tidak melakukan kesalahan serupa kembali.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"b_Perintah_untuk_menjadi_manusia_pemaaf_dan_penutup_aib_orang_lain\"><\/span>b. Perintah untuk menjadi manusia pemaaf dan penutup aib orang lain<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Untuk meneladani kata <em>\u2018afwu<\/em>, maka kita harus menjadi seorang pemaaf dan berusaha menutup aib orang lain. Menjadi pemaaf dan menutup aib orang lain sekarang ini penting. Aktifitas sehari-hari dalam dunia nyata maupun dunia maya terkadang membuat kesalahan, baik sengaja maupun tidak sengaja. Oleh karenanya sikap pemaaf dan menutup aib orang lain harus dibiasakan dalam kehidupan-sehari hari. Allah Swt. berfirman:<\/p>\n<p><em>\u201cJika kamu menyatakan kebajikan, menyembunyikannya atau memaafkan suatu kesalahan (orang lain), maka sungguh, Allah Maha Pemaaf, Mahakuasa\u201d <\/em>(QS. an-Nis\u0101 [4]: 149)<\/p>\n<p>Rasulullah Saw. bersabda:<\/p>\n<p><em>\u201cBarangsiapa menutup aib seseorang muslim, Allah akan menutup (aibnya) pada <\/em><em>hari Kiamat\u201d <\/em>(HR. Ahmad)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Al-\u2018Afuww adalah salah satu dari 99 Asmaul Husna yang menggambarkan Allah sebagai Yang Maha Pemaaf. Sifat ini menunjukkan bahwa Allah tidak hanya mengampuni dosa-dosa hamba-Nya,&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-26370","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26370","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26370"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26370\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26370"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26370"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26370"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}