{"id":26368,"date":"2022-11-16T09:34:52","date_gmt":"2022-11-16T02:34:52","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=26368"},"modified":"2022-11-16T09:34:52","modified_gmt":"2022-11-16T02:34:52","slug":"makna-marah-ga%e1%b8%8dab-dampak-negatif-dan-cara-menghindarinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/makna-marah-ga%e1%b8%8dab-dampak-negatif-dan-cara-menghindarinya\/","title":{"rendered":"Makna Marah (Ga\u1e0dab), Dampak Negatif, dan Cara Menghindarinya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/makna-marah-ga%e1%b8%8dab-dampak-negatif-dan-cara-menghindarinya\/#Pengertian_Marah_Ga%E1%B8%8Dab\" >Pengertian Marah (Ga\u1e0dab)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/makna-marah-ga%e1%b8%8dab-dampak-negatif-dan-cara-menghindarinya\/#Dampak_Negatif_perilaku_Marah_Ga%E1%B8%8Dab\" >Dampak Negatif perilaku Marah (Ga\u1e0dab)<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/makna-marah-ga%e1%b8%8dab-dampak-negatif-dan-cara-menghindarinya\/#1_Menemui_banyak_kesulitan_sehingga\" >1. Menemui banyak kesulitan sehingga<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/makna-marah-ga%e1%b8%8dab-dampak-negatif-dan-cara-menghindarinya\/#2_Tidak_mendapat_keuntungan_melainkan_mendapatkan\" >2. Tidak mendapat keuntungan melainkan mendapatkan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/makna-marah-ga%e1%b8%8dab-dampak-negatif-dan-cara-menghindarinya\/#3_Menerima_murka_dan_laknat_Allah\" >3. Menerima murka dan laknat Allah.<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/makna-marah-ga%e1%b8%8dab-dampak-negatif-dan-cara-menghindarinya\/#Menghindari_Perilaku_Marah_Ga%E1%B8%8Dab\" >Menghindari Perilaku Marah (Ga\u1e0dab)<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Marah_Ga%E1%B8%8Dab\"><\/span><strong>Pengertian Marah (<em>Ga\u1e0dab<\/em>)<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kata <em>ga\u1e0dab <\/em>berasal dari kata <em>ga\u1e0diba-yag\u1e0dabu <\/em>berarti marah, mengamuk, murka, berang, gusar, jengkel, naik pitam. Kata <em>ga\u1e0dab <\/em>secara istilah adalah sikap tercela di mana gejolak darah dalam diri seseorang meningkat karena tidak senang pada perlakuan tidak pantas.<\/p>\n<p><em>Ga\u1e0dab <\/em>merupakan fitrah manusia. Oleh karena itu sikap ini haruslah dikendalikan bahkan diredam. Allah Swt. berfirman:<\/p>\n<p><em>\u201cYaitu orang yang menginfakkan (hartanya) di waktu lapang atau susah, dan orang- orang yang menahan amarah, dan bersikap pemaaf kepada manusia, dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik\u201d <\/em>(Q.S \u0100li Imr\u0101n [3]: 133-134)<\/p>\n<p>Rasulullah Saw bersabda:<\/p>\n<p><em>\u201cDiriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa seorang laki-laki berkata: Berilah aku pesan. Rasulullah Saw. bersabda: Jangan marah. Laki-laki itu mengulang perkataannya, namun Rasulullah Saw. (tetap) bersabda: Jangan marah. <\/em>(HR. Bukhari)<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dampak_Negatif_perilaku_Marah_Ga%E1%B8%8Dab\"><\/span><strong>Dampak Negatif perilaku Marah (<em>Ga\u1e0dab<\/em>)<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Jika seseorang marah dan tidak berusaha untuk mengendalikan akan menyebabkan keburukan. Berikut ini adalah keburukan yang dapat timbul karena sikap marah:<\/p>\n<ol>\n<li>Keputusan dan tindakan yang diambil tidak rasional<\/li>\n<li>Retak dan putusnya hubungan persaudaraan antar manusia<\/li>\n<li>Membahayakan kesehatan tubuh karena tekanan darah tinggi yang meningkat menyebabkan sakit kepala dan beresiko menyebabkan serangan jantung<\/li>\n<\/ol>\n<p>Dalam al-Qur`an, sikap marah dapat menimbulkan beberapa dampak negatif, yaitu:<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Menemui_banyak_kesulitan_sehingga\"><\/span>1. Menemui banyak kesulitan sehingga<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><em>\u201cDan (ingatlah kisah) Daud dan Sulaiman, di waktu keduanya memberikan keputusan mengenai tanaman, karena tanaman itu dirusak oleh kambing- kambing kepunyaan kaumnya. Dan adalah Kami menyaksikan keputusan yang diberikan oleh mereka itu\u201d <\/em>(QS. al-Anbiy\u0101` [21]: 78)<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Tidak_mendapat_keuntungan_melainkan_mendapatkan\"><\/span>2. Tidak mendapat keuntungan melainkan mendapatkan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><em>\u201cDan Allah menghalau orang-orang yang kafir itu yang Keadaan mereka penuh kejengkelan, (lagi) mereka tidak memperoleh Keuntungan apapun. dan Allah menghindarkan orang-orang mukmin dari peperangan dan adalah Allah Maha kuat lagi Maha Perkasa\u201d <\/em>(QS. al-A\u1e25z\u0101b [33]: 25)<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Menerima_murka_dan_laknat_Allah\"><\/span>3. Menerima murka dan laknat Allah.<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><em>Dan Barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja Maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. <\/em>(QS. an-Nis\u0101` [4]: 9)<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Menghindari_Perilaku_Marah_Ga%E1%B8%8Dab\"><\/span><strong>Menghindari Perilaku Marah (Ga\u1e0dab)<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><strong>1. Meredam rasa amarah dengan sabar<\/strong><\/p>\n<p>Dalam agama Islam orang kuat adalah orang yang mampu melawan dan mengekang hawa nafsunya ketika marah. Allah Swt. berfirman:<\/p>\n<p><em>\u201cKatakanlah: Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. Bertakwalah kepada Tuhanmu. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas\u201d <\/em>(QS. az-Zumar [39]: 10)<\/p>\n<p>Rasulullah Saw. bersabda:<\/p>\n<p><em>\u201cOrang yang kuat itu bukanlah yang pandai bergulat, tetapi orang yang kuat ialah orang yang dapat mengendalikan dirinya ketika marah\u201d<\/em>. (HR. Bukhari dan Muslim)<\/p>\n<p><strong>2. Meredam rasa amarah dengan berzikir kepada Dia berfirman:<\/strong><\/p>\n<p><em>\u201c(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram\u201d <\/em>(QS. ar-Ra\u2019d [13]: 28)<\/p>\n<p><strong>3. Meredam rasa amarah dengan berwudhu<\/strong><\/p>\n<p>Rasulullah Saw. bersabda:<\/p>\n<p><em>\u201cSesungguhnya kemarahan berasal dari setan, setan itu diciptakan dari api, dan api itu dipadamkan dengan air, karena itu jika salah seorang diantara kalian marah, maka hendaklah ia mengambil air wudhu\u201d<\/em>(HR. Ahmad)<\/p>\n<p><strong>4. Meredam rasa amarah dengan cara merubah posisi atau berdiam diri<\/strong><\/p>\n<p>Rasulallah Saw. bersabda:<\/p>\n<p><em>\u201cJika salah seorang diantara kalian marah dan dia dalam keadaan berdiri maka hendaklah dia duduk (hal itu cukup baginya), jika marahnya reda. Namun, jika marahnya tidak reda juga maka hendaklah dia berbaring\u201d <\/em>(HR. Abu Daud dan Ibnu Hibban)<\/p>\n<p>Rasulullah Saw. bersabda:<\/p>\n<p><em>\u201cJika salah seorang diantara kalian marah\u00a0 maka hendaklah ia diam.\u201d <\/em>(HR. Imam Ahmad)<\/p>\n<p><strong>5. Memberi Maaf<\/strong><\/p>\n<p>Allah Swt. berfirman:<\/p>\n<p><em>Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, Maka barang <\/em><em>siapa memaafkan dan berbuat baik Maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.<\/em><em>Sesungguhnya dia tidak menyukai orang-orang yang zalim\u201d. <\/em>(QS. asy Sy\u016bra [42]: 40)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Marah (Ga\u1e0dab) Kata ga\u1e0dab berasal dari kata ga\u1e0diba-yag\u1e0dabu berarti marah, mengamuk, murka, berang, gusar, jengkel, naik pitam. Kata ga\u1e0dab secara istilah adalah sikap tercela&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":26432,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-26368","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26368","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26368"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26368\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26432"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26368"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26368"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26368"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}