{"id":26351,"date":"2022-11-16T07:56:19","date_gmt":"2022-11-16T00:56:19","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=26351"},"modified":"2022-11-16T07:56:19","modified_gmt":"2022-11-16T00:56:19","slug":"takziyah-pengertian-dalil-adab-dan-hikmahnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/takziyah-pengertian-dalil-adab-dan-hikmahnya\/","title":{"rendered":"Takziyah : Pengertian, Dalil, Adab, dan Hikmahnya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/takziyah-pengertian-dalil-adab-dan-hikmahnya\/#Pengertian_Takziyah\" >Pengertian Takziyah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/takziyah-pengertian-dalil-adab-dan-hikmahnya\/#Dasar_Hukum_Perintah_Takziyah\" >Dasar Hukum Perintah Takziyah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/takziyah-pengertian-dalil-adab-dan-hikmahnya\/#Adab_Takziyah\" >Adab Takziyah<\/a><ul class='ez-toc-list-level-2' ><li class='ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/takziyah-pengertian-dalil-adab-dan-hikmahnya\/#a_Menghibur_yang_kena_musibah\" >a. Menghibur yang kena musibah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/takziyah-pengertian-dalil-adab-dan-hikmahnya\/#b_Bersikap_sopan_dan_berbicara_dengan_santun\" >b. Bersikap sopan dan berbicara dengan santun<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/takziyah-pengertian-dalil-adab-dan-hikmahnya\/#c_Mengikuti_penyelenggaraan_jenazah\" >c. Mengikuti penyelenggaraan jenazah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/takziyah-pengertian-dalil-adab-dan-hikmahnya\/#d_Dilakukan_kepada_siapa_saja_yang_kena_musibah\" >d. Dilakukan kepada siapa saja yang kena musibah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/takziyah-pengertian-dalil-adab-dan-hikmahnya\/#e_Disunnahkan_untuk_membuat_makanan_bagi_keluarga_mayit\" >e. Disunnahkan untuk membuat makanan bagi keluarga mayit<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/takziyah-pengertian-dalil-adab-dan-hikmahnya\/#Nilai_Positif_Takziyah\" >Nilai Positif Takziyah<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Takziyah\"><\/span><strong>Pengertian Takziyah<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Secara bahasa kata takziyah adalah bentuk mashdar dari <em>azza-yu\u2019azzi <\/em>yang artinya menyabarkan, menghibur dan menawarkan kesedihannya serta memerintahkannya (menganjurkan) untuk bersabar. Dalam arti berduka cita atau berbela sungkawa atas musibah yang menimpa. Dalam konteks muamalah Islam, takziyah adalah mendatangi keluarga orang yang meninggal dunia dengan maksud menyabarkannya dengan ungka- pan-ungkapan yang dapat menenangkan perasaan dan menghilangkan kesedihan. Tak- ziah dapat dilakukan sebelum dan sesudah jenazah dikuburkan hingga selam tiga hari. Namun demikian, takziah diutamakan dilakukan sebelum jenazah dikuburkan.<\/p>\n<p>Tujuan takziah adalah menghibur keluarga yang ditinggal agar tidak meratapi kema- tian dan musibah yang diterimanya. Apabila jika tidak dihibur maka keluarga almarhum bisa menangis dan susah. Keadaan demikian, menurut satu riwayat, akan memberikan pengaruh yang tidak baik terhadap almarhum\/almarhumah. Takziah juga merupakan mau\u2019izah (nasihat) bagi pelaku takziah agar mengingat kematian dan bersiap-siap men- cari bekal hidup di akhirat karena maut datang tanpa memandang umur dan waktu. Kedatangannya tak dapat ditunda atau diajukan.<\/p>\n<p>Ta\u2019ziyah merupakan suatu perbuatan yang terpuji, sebab orang yang telah ditinggal mati dalam keadaan sedih, maka kita sebaiknya datang untuk menghibur dan memberi- kan nasehat untuk memberikan kekuatan mental agar keluarga yang dtitinggal tetap tabah dalam menerima ujian. Firman Allah QS. Al Baqarah : 156-157,<\/p>\n<p><em>(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: \u00abInna lillaahi wa innaa ilaihi raajiu&#8217;un (Sesungguhnya Kami adalah milik Allah dan kepada- Nya-lah Kami kembali). 157. mereka Itulah yang mendapat keberkatan yang sempur- na dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka Itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.<\/em><\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dasar_Hukum_Perintah_Takziyah\"><\/span><strong>Dasar Hukum Perintah Takziyah<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Hukum takziah disunahkan (mustahabb) sekalipun kepada seorang zimmi (non muslim yang tidak memerangi). Menurut Imam Nawawi, Imam Hambali, Imam Sufyan As-Sauri, takziah disunahkan sebelum jenazah dikubur dan 3 hari sesudahnya. Imam Hanafi berpendapat takziah disunahkan sebelum jenazah dikuburkan.<\/p>\n<p>Orang yang melakukan takziyah adalah mereka yang mampu merasakan kesedihan atau duka yang dialami saudaranya.Hal ini jelas termasuk dalam kategori amar ma\u2019ruf nahi munkar yang merupakan salah satu fundamen ajaran Islam. Lebih dari itu, takziyah adalah aplikasi dari sikap saling menolong dan bekerja sama dalam kebaikan dan ketak-waan. Allah SWT berfirman,<\/p>\n<p><em>Dan<\/em> <em>saling<\/em> <em>menolonglah<\/em> <em>kamu<\/em> <em>sekalian<\/em> <em>dalam<\/em> <em>kebaikan<\/em> <em>dan<\/em> <em>ketakwaan.<\/em> <em>(QS<\/em> <em>Al-Maidah:<\/em> <em>2)<\/em><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<p>Dalam pandangan Rasulullah SAW, takziyah mempunyai nilai dan keutamaan tinggi bagi yang melakukannya. Beliau bersabda:<\/p>\n<p><em>Tidaklah seorang Mukmin yang melakukan takziyah atas musibah yang menimpa saudaranya, kecuali Allah akan memakaikan untuknya permata kemuliaan pada hari kiamat. (HR Ibnu Majah).<\/em><\/p>\n<p>Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab <em>Bulughul Maram <\/em>mengutip hadis dari Abdullah Ibnu Ja\u2019far ra, dimana dia berkata:<\/p>\n<p><em>Ketika berita kematian Ja\u2019far datang sewaktu ia terbunuh, Rasulullah saw bersabda: Buatkanlah makanan untuk keluarga Ja\u2019far karena telah datang sesuatu yang meny- usahkan mereka. (HR. Imam Lima kecuali Nasa\u2019i).<\/em><\/p>\n<p>Imam Ash-Shan\u2019ani dalam kitab <em>Subulussalam <\/em>menjelaskan hadis di atas sebagai berikut : <em>Hadis ini dalil yang menunjukkan bahwa keharusan mengasihani dan menghi- bur keluarga yang ditimpa musibah kematian dengan memasakkan makanan baginya, karena mereka sibuk mengurusi kematian itu.<\/em><\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Adab_Takziyah\"><\/span><strong>Adab Takziyah<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"a_Menghibur_yang_kena_musibah\"><\/span><strong>a. Menghibur yang kena musibah<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Menghibur keluarga mayit dengan menganjurkan supaya mereka bersabar terhadap taqdir Allah dan mengharapkan pahala dari Allah, sebagaimana sabda Nabi SAW<\/p>\n<p><em>Sesungguhnya milik Allah untuk mengambilnya dan milikNya untuk diberikan, dan segala sesuatu disisi-Nya dengan ketentuan yang sudah ditetapkan waktunya. Maka, hendaknya engkau sabar dan ihtisab. (HR Bukhari).<\/em><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"b_Bersikap_sopan_dan_berbicara_dengan_santun\"><\/span><strong>b. Bersikap sopan dan berbicara dengan santun<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<ol>\n<li>Dalam bercakap-cakap, janganlah mengeluarkan pembicaraan yang dapat menambah kesusahan bagi ahli waris si mayyit<\/li>\n<li>Batasilah percakapan sewaktu berta\u2019ziyah dengan patut dan jangan sekali kali bersendau gurau dengan mengeluarkan ketawa yang terbahak bahak<\/li>\n<li>Hindarilah perbuatan-perbuatan yang tidak sesuai dengan suasana berkabung, seperti permainan kartu (judi), dan lain<\/li>\n<\/ol>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"c_Mengikuti_penyelenggaraan_jenazah\"><\/span><strong>c. Mengikuti penyelenggaraan jenazah<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<ol>\n<li>Ikutilah upacara menyalati mayyit,<\/li>\n<li>Sempurnakanlah dengan mengantarkan jenazah hingga sampai ke makam,<\/li>\n<\/ol>\n<p><em>Dari Abu Hurairah radhiyallahu \u2018anhu bahwa Rasulullah saw bersabda, \u201cBarangsiapa melayat jenazah muslim karena iman dan ikhlas, ia menyertainya hingga shalat jenazah dan menyelenggarakan pemakamannya, maka dia membawa pahala dua qirath, satu qi- rath semisal bukit uhud. Dan barangsiapa ikut shalat jenazah kemudian pulang sebelum jenazah itu dimakamkan, maka ia membawa pulang pahala satu qirath.(HR. Bukhari)<\/em><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"d_Dilakukan_kepada_siapa_saja_yang_kena_musibah\"><\/span><strong>d. Dilakukan kepada siapa saja yang kena musibah<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Takziyah dilakukan kepada seluruh orang yang tertimpa musibah (ahlul mushibah), baik orangtua, anak-anak, dan apalagi orang-orang yang lemah. Lebih khusus lagi kepada orang-orang tertentu dari mereka yang merasakan kehilangan dan kesepian karena ditimpa musibah tersebut.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"e_Disunnahkan_untuk_membuat_makanan_bagi_keluarga_mayit\"><\/span><strong>e. Disunnahkan untuk membuat makanan bagi keluarga mayit<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sepatutnya orang yang sedang tertimpa kesusahan tidak patut diberi beban, tetapi tetangga atau keluarga yang lain yang seharusnya mengirim makanan yang sudah masak untuk keluarganya yang sedang susah. Dengan membantu membuat makanan karena mereka sibuk dengan musibah yang menimpanya. Dan keluarga mayit tidak dibenarkan membuat makanan untuk orang yang datang, jika akan menambah beban musibah mereka karena menyerupai perbuatan orang jahiliyah.<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Nilai_Positif_Takziyah\"><\/span><strong>Nilai Positif Takziyah<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<ol>\n<li>Orang yang melakukan takziyah adalah mereka yang mampu merasakan kesedihan atau duka yang dialami<\/li>\n<li>Dengan sering melakukan takziyah, seseorang terdorong untuk bermuhasabah (introspeksi) atas semua aktivitas yang telah dilakukannya sehingga tumbuh keyakinan akan datangnya<\/li>\n<li>Meringankan beban musibah yang diderita tuan<\/li>\n<li>Memotivasinya untuk terus bersabar dan berharap pahala<\/li>\n<li>Memotivasi untuk ridha dengan ketentuan atau qadar Allah<\/li>\n<li>Mendoakannya agar musibah tersebut diganti oleh Allah<\/li>\n<li>Melarangnya dari berbuat nihayah (meratap), memukul, atau merobek pakaian, dan lain<\/li>\n<li>Mendoakan mayit<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Takziyah Secara bahasa kata takziyah adalah bentuk mashdar dari azza-yu\u2019azzi yang artinya menyabarkan, menghibur dan menawarkan kesedihannya serta memerintahkannya (menganjurkan) untuk bersabar. Dalam arti&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-26351","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26351","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26351"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26351\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26351"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26351"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26351"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}