{"id":26331,"date":"2022-11-16T07:32:01","date_gmt":"2022-11-16T00:32:01","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=26331"},"modified":"2022-11-16T07:32:01","modified_gmt":"2022-11-16T00:32:01","slug":"pengalaman-sufi-sahabat-nabi-muhammad-saw","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengalaman-sufi-sahabat-nabi-muhammad-saw\/","title":{"rendered":"Pengalaman Sufi Sahabat Nabi Muhammad Saw"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengalaman-sufi-sahabat-nabi-muhammad-saw\/#a_Abu_Bakar_Ash_Shiddiq\" >a. Abu Bakar Ash Shiddiq<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengalaman-sufi-sahabat-nabi-muhammad-saw\/#b_Umar_Bin_Khattab\" >b. Umar Bin Khattab<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengalaman-sufi-sahabat-nabi-muhammad-saw\/#c_Utsman_Bin_Affan\" >c. Utsman Bin Affan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengalaman-sufi-sahabat-nabi-muhammad-saw\/#d_Ali_Bin_Abi_Thalib\" >d. Ali Bin Abi Thalib<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"a_Abu_Bakar_Ash_Shiddiq\"><\/span>a. Abu Bakar Ash Shiddiq<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Abu Bakar r.a adalah salah seorang ahli surga, Nabi sendiri pernah memberi berita gembira kepada beliau tentang kedudukan beliau di dalam syurga. Bahkan diberitahu bahawa beliau akan menjadi ketua kepada satu kumpulan ahli syurga. Semua pintu surga akan menyeru dan memanggil nama beliau.<\/p>\n<p>Banyak orang yang sudah biasa dengan suatu kepercayaan sudah tak ragu lagi, sampai-sampai ia jadi fanatik dan kaku dengan kepercayaannya itu. Bahkan ada yang sudah tidak tahan lagi melihat muka orang yang berbeda kepercayaan. Mereka menganggap bahwa iman yang sebenarnya harus fanatik, keras, dan tegar. Sebaliknya Abu Bakar, dengan keimanannya yang begitu agung dan begitu teguh, tak pernah ia goyah dan ragu, jauh dari sikap kasar. Sikapnya lebih lunak, penuh pemaaf, penuh kasih bila iman itu sudah mendapat kemenangan. Dengan begitu, dalam hatinya terpadu dua prinsip kemanusiaan yang paling mendasari: mencintai kebenaran, dan penuh kasih sayang. Demi kebenaran itu segalanya bukan apa-apa baginya, terutama masalah hidup duniawi. Apabila kebenaran itu sudah dijunjung tinggi, maka lahir pula rasa kasih sayang, dan ia akan berpegang teguh pada prin- sip ini seperti pada yang pertama. Terasa lemah ia menghadapi semua itu sehingga matanya basah oleh air mata yang deras mengalir.<\/p>\n<p>Rabi\u2019ah Aslami r.a menceritakan, \u201dPernah sekali berlaku pertengkaran antara saya dengan Hazrat Abu Bakar r.a kerana sesuatu perkara. Beliau telah mengatakan sesuatu yang kasar terhadap saya yang saya tidak suka. Beliau segera menyedari keadaan itu dan berkata kepada saya, \u201dEngkau pun katakanlah perkataan itu kepada saya supaya menjadi balasan terhadap saya.<\/p>\n<p>Demikian itulah sifat ketakutan Hazrat Abu Bakar r.a kepada Allah. Beliau be- gitu risau dan mengambil berat tentang satu perkataan yang remeh sehingga pada mulanya beliau sendiri yang meminta supaya dibalasi dan kemudian dengan peran- taraan Rasulullah s.a.w, beliau ingin supaya Rabi\u2019ah r.a mengambil tindakan balas.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"b_Umar_Bin_Khattab\"><\/span>b. Umar Bin Khattab<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Suatu hari Amiril Mukminin Umar bin Khaththab r.a. dikirimi harta yang ban- yak. Beliau memanggil salah seorang pembatu yang berada di dekatnya. \u201cAmbillah harta ini dan pergilah ke rumah Abu Ubaidah bin Jarrah, lalu berikan uang tersebut. Setelah itu berhentilah sesaat di rumahnya untuk melihat apa yang ia lakukan den- gan harta tersebut,\u201d begitu perintah Umar kepadanya.<\/p>\n<p>Rupanya Umar ingin melihat bagaimana Abu Ubaidah menggunakan hartanya. Ke- tika pembantu Umar sampai di rumah Abu Ubadah, ia berkata, \u201cAmirul Mukminin men- girimkan harta ini untuk Anda, dan beliau juga berpesan kepada Anda, \u2018Silakan pergu- nakan harta ini untuk memenuhi kebutuhan hidup apa saja yang Anda kehendaki\u2019.\u201d<\/p>\n<p>Abu Ubaidah berkata, <em>\u201cSemoga Allah mengaruniainya keselamatan dan kasih say- ang. Semoga Allah membalasnya dengan pahala yang berlipat.\u201d <\/em>Kemudian ia berdiri dan memanggil hamba sahaya wanitanya. <em>\u201cKemarilah. Bantu aku membagi-bagikan harta ini!.\u201d <\/em>Lalu mereka mulai membagi-bagikan harta pemberian Umar itu kepada para fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan dari kaum muslimin, sampai seluruh harta ini habis diinfakkan.<\/p>\n<p>Pembantu Umar pun kembali pulang. Umar pun memberinya uang sebesar em- pat ratus dirham seraya berkata, <em>\u201cBerikan harta ini kepada Muadz bin Jabal!\u201d <\/em>Umar ingin melihat apa yang dilakukan Muadz dengan harta itu. Maka, berangkatlah si pembantu menuju rumah Muadz bin Jabal dan berhenti sesaat di rumahnya untuk melihat apa yang dilakukan Muadz terhadap harta tersebut.<\/p>\n<p>Muadz memanggil hamba sahayanya. <em>\u201cKemarilah, bantu aku membagi-bagikan harta ini!\u201d <\/em>Lalu Muadz pun membagi-bagikan hartanya kepada fakir miskin dan mereka yang membutuhkan dari kalangan kaum muslimin hingga harta itu habis sama sekali di bagi-bagikan. Ketika itu istri Muadz melihat dari dalam rumah, lalu berkata, <em>\u201cDemi Allah, aku juga miskin.\u201d <\/em>Muadz berkata, <em>\u201cAmbillah dua dirham saja.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Pembantu Umar pun pulang. Untuk ketiga kalinya Umar memberi empat ribu dirham, lalu berkata, <em>\u201cPergilah ke tempat Saad bin Abi Waqqash!\u201d <\/em>Ternyata Saad pun melakukan apa yang dilakukan oleh dua sahabat sebelumnya. Pulanglah sang pem- bantu kepada Umar. Kemudian Umar menangis dan berkata, <em>\u201cAlhamdulillah, segala puji syukur bagi Allah.\u201d<\/em><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"c_Utsman_Bin_Affan\"><\/span>c. Utsman Bin Affan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dalam kitab <em>Al Thabaqat<\/em>, <em>Taj-ul Subki <\/em>menceritakan bahwa ada seorang laki- laki bertamu kepada Utsman. Laki-laki tersebut baru saja bertemu dengan seorang perempuan di tengah jalan, lalu ia menghayalkannya. Utsman berkata kepada laki-laki itu, \u201c<em>Aku melihat ada bekas zina di matamu.\u201d <\/em>Laki-laki itu bertanya, <em>\u201cApakah wahyu masih diturunkan setelah Rasulullah saw wafat?\u201d <\/em>Utsman menjawab, <em>\u201cTidak, ini adalah firasat seorang mukmin.\u201d <\/em>Utsman r.a. mengatakan hal tersebut untuk men- didik dan menegur laki-laki itu agar tidak mengulangi apa yang telah dilakukannya.<\/p>\n<p>Selanjutnya <em>Taj-ul Subki <\/em>menjelaskan bahwa bila seseorang hatinya jernih, maka ia akan melihat dengan nur Allah, sehingga ia bisa mengetahui apakah yang dilihat- nya itu kotor atau bersih. Maqam orang-orang seperti itu berbeda-beda. Ada yang mengetahui bahwa yang dilihatnya itu kotor tetapi ia tidak mengetahui sebabnya. Ada yang maqamnya lebih tinggi karena mengetahui sebab kotornya, seperti Ut- sman r.a. Ketika ada seorang laki-laki datang kepadanya, Utsman dapat melihat bahwa hati orang itu kotor dan mengetahui sebabnya yakni karena menghayalkan seorang perempuan.<\/p>\n<p>Sekecil apa pun kemaksiatan akan membuat hati kotor sesuai kadar kemaksi- atan itu. Kotoran itu bisa dibersihkan dengan memohon ampun <em>(istighfar) <\/em>atau per- buatan-perbuatan lain yang dapat menghilangkannya. Hal tersebut hanya diketahui oleh orang yang memiliki mata batin yang tajam seperti Utsman bin Affan, sehing- ga ia bisa mengetahui kotoran hati meskipun kecil, karena menghayalkan seorang perempuan merupakan dosa yang paling ringan, Utsman dapat melihat kotoran hati itu dan mengetahui sebabnya. Ini adalah maqam paling tinggi di antara maqam- maqam lainnya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"d_Ali_Bin_Abi_Thalib\"><\/span>d. Ali Bin Abi Thalib<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Ali bin Abi Thalib ra, selain dalam kehidupan pribadinya, ia adalah orang yang zuhud (sederhana dalam hidup), beliau memandang bahwa zuhud bagi penguasa merupakan sesuatu yang penting dan wajib. Beliau berkata, <em>\u201cAllah menjadikanku se- bagai imam dan pemimpin dan aku melihat perlunya aku hidup seperti orang miskin dalam berpakian, makan, dan minum sehingga orang-orang miskin mengikuti ke- miskinanku dan orang-orang kaya tidak berbuat yang berlebihan.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Ali bin Abi Thalib memakai pakaian yang keras, yang dibelinya seharga lima dirham. Pakaian itu bertambal sehingga dikatakan, <em>\u201cWahai Imam Ali! Pakaian apa yang engkau kenakan?\u201d <\/em>Beliau berkata, <em>\u201cPakaian yang menjadi contoh bagi Muk- minin menjadi penyebab khusyuknya hati dan tawadhu\u2019, menyampaikan manusia ke- pada tujuan, merupakan syiar orang saleh, dan tidak menyebabkan kesombongan. <\/em>Alangkah baiknya kalau Muslimin mencontohnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>a. Abu Bakar Ash Shiddiq Abu Bakar r.a adalah salah seorang ahli surga, Nabi sendiri pernah memberi berita gembira kepada beliau tentang kedudukan beliau di&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-26331","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26331","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26331"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26331\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26331"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26331"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26331"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}