{"id":26299,"date":"2022-11-15T21:32:19","date_gmt":"2022-11-15T14:32:19","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=26299"},"modified":"2022-11-15T21:32:19","modified_gmt":"2022-11-15T14:32:19","slug":"riwayat-dan-teladan-uwais-al-qarni","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/riwayat-dan-teladan-uwais-al-qarni\/","title":{"rendered":"Riwayat dan Teladan Uwais al-Qarni"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/riwayat-dan-teladan-uwais-al-qarni\/#Riwayat_hidup_singkat\" >Riwayat hidup singkat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/riwayat-dan-teladan-uwais-al-qarni\/#Teladan_yang_bisa_diambil\" >Teladan yang bisa diambil<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Riwayat_hidup_singkat\"><\/span><strong>Riwayat hidup singkat<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Uwais al-Qarni adalah salah seorang penduduk Yaman, daerah Qarn dari kabilah Mu- rad. Ayahnya sudah tiada dan dia hidup bersama ibunya dan sangat berbakti kepadanya. Uwais al-Qarni pernah mengidap penyakit kusta, lau berdoa kepada Allah SWT lalu di- beri kesembuhan, tetapi masih ada bekas sebesar dirham di kedua lengannya. Menurut keterangan, Nabi Muhammad saw mengatakan bahwa Uwais al-Qarni adalah pemimpin para tabi\u2019in.<\/p>\n<p>Suatu ketika Nabi Muhammad saw berkata kepada Umar bin Khattab, \u201cJika kamu bisa meminta kepadanya untuk memohonkan ampun kepada Allah SWT untukmu, maka lakukanlah!\u201d Ketika Umar bin Khattab telah menjadi Amirul Mukminin, dia bertanya ke- pada para jamaah haji dari Yaman di Baitullah pada musim haji, \u201cApakah di antara warga kalian ada yang bernama Uwais al-Qarni?\u201d Mereka menjawab, \u201cada\u201d. Umar kemudian bertanya lagi, \u201cBagaimana keadaannya ketika kalian meninggalkannya?\u201d Mereka men- jawab tanpa mengetahui derajat Uwais, \u201cKami meninggalkannya dalam keadaan miskin harta benda dan pakaiannya usang.\u201d<\/p>\n<p>Umar bin Khattab berkata kepada mereka, \u201cCelakalah kalian. Sungguh, Rasulullah saw pernah bercerita tentangnya. Kalau dia bisa memohonkan ampun untuk kalian, lakukanlah!\u201d Dan setiap tahun Umar bin Khattab selalu menanti Uwais. Dan kebetu- lan suatu ketika dia datang bersama jamaah haji dari Yaman, lalu Umar menemuinya. Dia hendak memastikannya terlebih dahulu, makanya dia bertanya, \u201cSiapa namamu?\u201d Orang itu menjawab, \u201cnamaku Uwais.\u201d<\/p>\n<p>Umar melanjutkan pertanyaannya, \u201cDi Yaman daerah mana?\u201d Dia menjawab, \u201cDari Qarn.\u201d Umar bertanya lagi, \u201cdari kabilah mana?\u201d Dia menjawab, \u201cDari kabilah Murad.\u201d Umar bin Khattab bertanya lagi, \u201cBagaimana ayahmu?\u201d \u201cAyahku telah meninggal dunia. Saya hidup bersama ibuku,\u201d jawabnya. Umar melanjutkan, \u201cBagaimana keadaanmu ber- sama ibumu?\u201d Uwais berkata, \u201cSaya berharap dapat berbakti kepadanya.\u201d Lalu Umar bertanya lagi, \u201cApakah engkau pernah sakit sebelumnya?\u201d Uwais menjawab, benar, saya pernah terkena penyakit kusta, lalu saya berdoa kepada Allah SWT dan saya diberi ke- sembuhan.\u201d Umar bertanya lagi, \u201cApakah masih ada bekas dari penyakit tersebut?\u201d Dia menjawab, \u201cdi lenganku masih ada bekas sebesar dirham.\u201d Dia memperlihatkan lengan- nya kepada Umar. Ketika Umar binn Khattab melihat hal tersebut, maka dia langsung memeluknya seraya berkata, \u201cEngkaulah orang yang diceritakan oleh Rasulullah saw. Mohonkanlah ampun kepada Allah SWT untukku!\u201d<\/p>\n<p>Uwais berkata, \u201cMasa saya memohonkan ampun untukmu wahai Amirul Mukminin?\u201d Umar bin Khattab menjawab, \u201cya, benar.\u201d Umar radhiyallahu \u2018anhu meminta dengan terus mendesak kepadanya sehingga Uwais memohonkan ampun untuknya. Selanjut- nya Umar radhiyallahu \u2018anhu bertanya kepadanya mengenai ke mana arah tujuannya setelah musim haji. Dia menjawab, \u201cSaya akan pergi ke kabilah Murad dari penduduk Yaman ke Irak.\u201d Umar berkata, \u201cSaya akan kirim surat ke walikota Irak mengenai kamu?\u201d Uwais berkata, \u201cSaya bersumpah kepada Anda wahai Amriul Mukminin agar engkau ti- dak melakukannya. Biarkanlah saya berjalan di tengah lalu lalang banyak orang tanpa dipedulikan orang.\u201d<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Teladan_yang_bisa_diambil\"><\/span><strong>Teladan yang bisa diambil<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Uwais al-Qarni sosok pribadi yang sangat sederhana. Hidupnya tidak bergelimang dengan harta. Ujian hidup yang dialami diterima dengan ikhlas dengan tetap tidak me- ninggalkan usaha dan kerja keras untuk keluar dari ujian itu. Termasuk ketika diuji pe- nyakit kusta oleh Allah SWT.<\/p>\n<p>Uwais al-Qarni juga figur yang sangat hormat dan taat kepada ibunya. Sebagian hidupnya digunakan untuk merawat dan mendampingi ibu yang sangat disayangi. Wa- laupun ia mendapat perhatian sang penguasa waktu itu yaitu Umar bin Khattab, tetapi Uwais al-Qarni tidak memanfaatkan fasilitas dan kesempatan tersebut untuk berse- nang-senang. Justru Uwais al-Qarni tidak mau diperlakukan istimewa, justru sebaliknya dia ingin diperlakukan sama dengan rakyat yang lain.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Riwayat hidup singkat Uwais al-Qarni adalah salah seorang penduduk Yaman, daerah Qarn dari kabilah Mu- rad. Ayahnya sudah tiada dan dia hidup bersama ibunya dan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-26299","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26299","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26299"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26299\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26299"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26299"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26299"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}