{"id":26285,"date":"2022-11-15T21:18:05","date_gmt":"2022-11-15T14:18:05","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=26285"},"modified":"2022-11-15T21:18:05","modified_gmt":"2022-11-15T14:18:05","slug":"adab-bertamu-dalam-islam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-bertamu-dalam-islam\/","title":{"rendered":"Adab Bertamu dalam Islam"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-bertamu-dalam-islam\/#Meminta_izin_masuk_maksimal_sebanyak_tiga_kali\" >Meminta izin masuk maksimal sebanyak tiga kali<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-bertamu-dalam-islam\/#Berpakaian_yang_rapi_dan_pantas\" >Berpakaian yang rapi dan pantas<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-bertamu-dalam-islam\/#Memberi_isyarat_dan_salam_ketika_datang\" >Memberi isyarat dan salam ketika datang<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-bertamu-dalam-islam\/#Jangan_mengintip_ke_dalam_rumah\" >Jangan mengintip ke dalam rumah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-bertamu-dalam-islam\/#Memperkenalkan_diri_sebelum_masuk\" >Memperkenalkan diri sebelum masuk<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-bertamu-dalam-islam\/#Tamu_lelaki_dilarang_masuk_kedalam_rumah_apabila_tuan_rumah_hanya_seorang_wanita\" >Tamu lelaki dilarang masuk kedalam rumah apabila tuan rumah hanya seorang wanita<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-bertamu-dalam-islam\/#Masuk_dan_duduk_dengan_sopan\" >Masuk dan duduk dengan sopan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-bertamu-dalam-islam\/#Menerima_jamuan_tuan_rumah_dengan_senang_hati\" >Menerima jamuan tuan rumah dengan senang hati<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-bertamu-dalam-islam\/#Makanlah_dengan_tangan_kanan_ambilah_yang_terdekat_dan_jangan_memilih\" >Makanlah dengan tangan kanan, ambilah yang terdekat dan jangan memilih<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-bertamu-dalam-islam\/#Bersihkan_piring_jangan_biarkan_sisa_makanan_berceceran\" >Bersihkan piring, jangan biarkan sisa makanan berceceran<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-bertamu-dalam-islam\/#Segeralah_pulang_setelah_selesai_urusan\" >Segeralah pulang setelah selesai urusan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-bertamu-dalam-islam\/#Lama_waktu_bertamu_maksimal_tiga_hari_tiga_malam\" >Lama waktu bertamu maksimal tiga hari tiga malam<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Bertamu dalah berkunjung ke rumah orang lain dalam rangka mempererat silahtur- rahim. Bertamu tentu ada maksud dan tujuannya, antara lain menjenguk yang sedang sakit, ngobrol-ngobrol biasa, membicarakan bisnis, membicarakan masalah keluarga, dan sebagainya. Tujuan utama bertamu menurut Islam adalah menyambung persauda- raan atau <em>silaturrahim<\/em>. Silaturrahim tidak hanya bagi saudara sedarah (senasab) tapi juga saudara seiman. Allah SWT., memerintahkan agar kita menyambung hubungan baik dengan orang tua, saudara, kaum kerabat, dan orang-orang mu`min yang lain. Mem- pererat tali sillaturahim baik dengan tetangga, sanak keluarga, maupun teman sejawat merupakan perintah agama Islam agar senantiasa membina kasih sayang, hidup rukun, tolong menolong, dan saling membantu antara yang kaya dengan yang miskin.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Meminta_izin_masuk_maksimal_sebanyak_tiga_kali\"><\/span><strong>Meminta izin masuk maksimal sebanyak tiga kali<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dalam hal ini (memberi salam dan minta izin), sesuai dengan poin pertama, maka batasannya adalah tiga kali. Maksudnya adalah, jika kita telah memberi salam tiga kali namun tidak ada jawaban atau tidak diizinkan, maka itu berarti kita harus menunda kunjungan.<\/p>\n<p><em>\u201cjika kamu tidak menemui seorangpun didalamnya, Maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. dan jika dikatakan kepadamu: &#8220;Kembali (saja)lah, Maka hendaklah kamu kembali. itu bersih bagimu dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.\u201d (QS An Nur [24]: 28).<\/em><\/p>\n<p><em>Hadis Riwayat Abu Musa Al-Asy\u2019ary ra, dia berkata: \u201cRasulullah bersabda, \u2018Minta izin masuk rumah itu tiga kali, jika diizinkan untuk kamu (masuklah) dan jika tidak maka pulanglah!\u2019\u201d (HR. Bukhari Muslim)<\/em><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Berpakaian_yang_rapi_dan_pantas\"><\/span><strong>Berpakaian yang rapi dan pantas<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Bertamu dengan memakai pakaian yang pantas berarti menghormati tuan rumah dan dirinya sendiri. Tamu yang berpakaian rapi dan pantas akan lebih dihormati oleh tuan rumah, demikian pula sebaliknya. Firman Allah,<\/p>\n<p><em>\u201cJika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri\u2026.\u201d (QS. Al Isra [17]: 7)<\/em><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Memberi_isyarat_dan_salam_ketika_datang\"><\/span><strong>Memberi isyarat dan salam ketika datang<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><em>\u201cHai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.\u201d (QS An Nur : 27)<\/em><\/p>\n<p>Sabda Nabi,<\/p>\n<p><em>Bahwasanya seorang laki-laki meminta izin ke rumah Nabi Muhammad saw se- dangkan beliau ada di dalam rumah. Katanya: Bolehkah aku masuk? Nabi saw- bersabda kepada pembantunya: temuilah orang itu dan ajarkan kepadanya minta izin dan katakan kepadanya agar ia mengucapkan \u201cAssalmu alikum, bolehkah aku masuk\u201d lelaki itu mendengar apa yang diajarkan nabi, lalu ia berkata \u201cAssalmu\u00a0 <\/em><em>alikum, bolehkah aku masuk?\u201d nabi Muhammad saw memberi izin kepadanya maka masuklah ia. (HR Abu Daud)<\/em><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jangan_mengintip_ke_dalam_rumah\"><\/span><strong>Jangan mengintip ke dalam rumah<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Mengintip ke dalam rumah sering terjadi ketika seseorang penasaran apakah ada orang di dalam rumah atau tidak. Padahal Rasulullah <em>shallallahu \u2018alaihi wa sal- lam <\/em>sangat mencela perbuatan ini dan memberi ancaman kepada para pengintip, sebagaimana dalam sabdanya, \u201cDari Sahal bin Saad ia berkata: Ada seorang lelaki mengintip dari sebuh lubang pintu rumah Rasulullah saw dan pada waktu itu beliau sedang menyisir rambutnya. Maka Rasulullah saw bersabda: \u201cJika aku tahu engkau mengintip, niscaya aku colok matamu. Sesungguhnya Allah memerintahkan untuk meminta izin itu adalah karena untuk menjaga pandangan mata.\u201d (HR Bukhari)<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Memperkenalkan_diri_sebelum_masuk\"><\/span><strong>Memperkenalkan diri sebelum masuk<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Apabila tuan rumah belum tahu\/belum kenal, hendaknya tamu memperkenal- kan diri secara jelas, terutama jika bertamu pada malam hari. Diriwayatkan dalam sebuah hadis, \u201cdari Jabir ra Ia berkata: Aku pernah datang kepada Rasulullah saw lalu aku mengetuk pintu rumah beliau. Nabi Muhammad saw bertanya: \u201cSiapakah itu?\u201d Aku menjawab: \u201cSaya\u201d Beliau bersabda: \u201cSaya, saya\u2026!\u201d seakan-akan beliau marah\u201d (HR Bukhari)<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tamu_lelaki_dilarang_masuk_kedalam_rumah_apabila_tuan_rumah_hanya_seorang_wanita\"><\/span><strong>Tamu lelaki dilarang masuk kedalam rumah apabila tuan rumah hanya seorang wanita<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dalam hal ini, perempuan yang berada di rumah sendirian hendaknya juga tidak memberi izin masuk tamunya. Mempersilahkan tamu lelaki ke dalam rumah sedan- gkan ia hanya seorang diri sama halnya mengundang bahaya bagi dirinya sendiri. Oleh sebab itu, tamu cukup ditemui diluar saja.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Masuk_dan_duduk_dengan_sopan\"><\/span><strong>Masuk dan duduk dengan sopan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Setelah tuan rumah mempersilahkan untuk masuk, hendajnya tamu masuk dan duduk dengan sopan di tempat duduk yang telah disediakan. Tamu henda- knya membatasi diri, tidak memandang kemana-mana secara bebas. Pandangan yang tidak dibatasi (terutama bagi tamu asing) dapat menimbulkan kecurigaan bagi tuan rumah.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Menerima_jamuan_tuan_rumah_dengan_senang_hati\"><\/span><strong>Menerima jamuan tuan rumah dengan senang hati<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Apabila tuan rumah memberikan jamuan, hendaknya tamu menerima jamuan tersebut dengan senang hati, tidak menampakkan sikap tidak senang terhadap jamuan itu. Jika sekiranya tidak suka dengan jamuan tersebut, sebaiknya berterus terang bahwa dirinya tidak terbiasa menikmati makanan atau minuman seperti itu. Jika tuan rumah telah mempersilahkan untuk menikmati, tamu sebaiknya segera menikmatinya, tidak usah menunggu sampai berkali-kali tuan rumah mempersilah- kan dirinya. Mulailah makan dengan membaca basmalah dan diakhiri dengan mem- baca hamdalah<\/p>\n<p>Rasulullah bersabda, \u201cJika seseorang diantara kamu hendak makan maka sebut- lah nama Allah, jika lupa menyebut nama Allah pada awalnya, hendaklah membaca<em>: Bismillahi awwaluhu waakhiruhu.\u201d <\/em>( HR Abu Daud dan Turmudzi)<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Makanlah_dengan_tangan_kanan_ambilah_yang_terdekat_dan_jangan_memilih\"><\/span><strong>Makanlah dengan tangan kanan, ambilah yang terdekat dan jangan memilih<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Islam telah memberi tuntunan bahwa makan dan minum hendaknya dilakukan dengan tangan kanan, tidak sopan dengan tangan kiri (kecuali tangan kanan ber- halangan). Cara seperti ini tidak hanya dilakukan saat bertamu saja. Mkelainkan dalam berbagai suasana, baik di rumah sendiri maupun di rumah orang lain.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bersihkan_piring_jangan_biarkan_sisa_makanan_berceceran\"><\/span><strong>Bersihkan piring, jangan biarkan sisa makanan berceceran<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sementara ada orang yang merasa malu apabila piring yang habis digunakan untuk makan tampak bersih, tidak ada makanan yang tersisa padanya. Mereka kha- watir dinilai terlalu lahap. Islam memberi tuntunan yang lebih bagus, tidak sekedar mengikuti perasaan manusia yang terkadang keliru. Tamu yang menggunakan pir- ing untuk menikmati hidangan tuan rumah, hendaknya piring tersebut bersih dari sisa makanan. Tidak perlu menyisakan makanan pada piring yang bekas dipakainya yang terkadang menimbulkan rasa jijik bagi yang melihatnya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Segeralah_pulang_setelah_selesai_urusan\"><\/span><strong>Segeralah pulang setelah selesai urusan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kesempatan bertamu dapat digunakan untuk membicarakan berbagai perma- salahan hidup. Namun demikian, pembicaraan harus dibatasi tentang permasala- han yang penting saja, sesuai tujuan berkunjung. Hendaknya dihindari pembicraan yang tidak ada ujung pangkalnya, terlebih membicarakan orang lain. Tamu yang bijaksana tidak suka memperpanjang waktu kunjungannya, ia tanggap terhadap si- kap tuan rumah. Apabila tuan rumah tekah memperhatikan jam, hendaknya tamu segera pamit karena mungkin sekali tuan rumah akan segera pergi atau mengurus masalah lain.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Lama_waktu_bertamu_maksimal_tiga_hari_tiga_malam\"><\/span><strong>Lama waktu bertamu maksimal tiga hari tiga malam<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Terhadap tamu yang jauh tempat tinggalnya, Islam memberi kelonggaran ber- tamu selama tiga hari tiga malam. Waktu twersebut dikatakan sebagai hak bertamu. Setelah waktu itu berlalu maka habislah hak untuk bertamu, kecuali jika tuan rumah menghendakinya. Dengan pembatasan waktu tiga hari tiga malam itu, beban tuan rumah tidak telampau berat dalam menjamu tamuhnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bertamu dalah berkunjung ke rumah orang lain dalam rangka mempererat silahtur- rahim. Bertamu tentu ada maksud dan tujuannya, antara lain menjenguk yang sedang sakit, ngobrol-ngobrol&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[295],"class_list":["post-26285","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-islam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26285","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26285"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26285\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26285"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26285"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26285"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}