{"id":26146,"date":"2022-11-15T15:36:25","date_gmt":"2022-11-15T08:36:25","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=26146"},"modified":"2022-11-15T15:36:25","modified_gmt":"2022-11-15T08:36:25","slug":"masalah-ekonomi-makro","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/masalah-ekonomi-makro\/","title":{"rendered":"Masalah Ekonomi Makro"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/masalah-ekonomi-makro\/#1_Inflasi\" >(1)\u00a0 Inflasi.<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/masalah-ekonomi-makro\/#2_Pengangguran_Pengangguran\" >(2)\u00a0 Pengangguran Pengangguran.<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/masalah-ekonomi-makro\/#3_Ketimpangan_Neraca_Pembayaran_Pembayaran\" >(3) Ketimpangan Neraca Pembayaran Pembayaran.<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Msalah makro ekonomi jangka\u00a0 pendek yang harus diatasi setiap saat. Ketiga masalah tersebut adalah sebagai berikut.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Inflasi\"><\/span>(1)\u00a0 Inflasi.<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Inflasi merupakan salah satu masalah ekonomi yang selalu dialami oleh hampir semua negara. Pembicaraan tentang inflasi selalu dikaitkan dengan kenaikan harga, karena harga merupakan indikator penentuan inflasi. Yang dimaksud inflasi adalah suatu keadaan dimana terdapat kecenderungan kenaikan harga-harga secara umum dan terus menerus. Dengan demikian, bila dalam masyarakat terjadi kenaikan satu atau beberapa barang dan bersifat sementara, maka kondisi semacam itu tidak dianggap sebagai inflasi. Oleh sebab itu kondisi semacam itu tidak dianggap sebagai suatu masalah dan tidak diperlukan kebijakan khusus untuk mengatasinya.<\/p>\n<p>Meskipun inflasi tidak secara otomatis menurunkan standar hidup, namun inflasi tetap merupakan masalah, karena tiga alasan sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Mengakibatkan redistribusi pendapatan di antara anggota<\/li>\n<li>Menyebabkan penurunan efisiensi<\/li>\n<li>Menyebabkan perubahan output dan kesempatan kerja dalam<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Pengangguran_Pengangguran\"><\/span>(2)\u00a0 Pengangguran Pengangguran.<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><strong>\u00a0<\/strong>Pengangguran ini terjadi karena jumlah tenaga kerja atau angkatan kerja melebihi tingkat\u00a0 kesempatan\u00a0 kerja yang \u00a0tersedia. \u00a0Di \u00a0negara-negara\u00a0 \u00a0yang\u00a0 \u00a0sedang berkembang tingkat pertumbuhan angkatan kerja cukup tinggi, \u00a0sehingga \u00a0tidak \u00a0seimbang\u00a0 \u00a0dengan\u00a0 \u00a0kesempatan kerja yang ada, kalau kenyataan tersebut terjadi,\u00a0 maka angka pengangguran cukup tinggi. Berdasarkan tingkat pengangguran, dapat diketahui apakah perekonomian berada pada tingkat kesempatan kerja penuh ( full employment) atau tidak. Secara teoritis perekonomian dianggap mencapai tingkat \u00a0kesempatan \u00a0kerja \u00a0penuh apabila \u00a0tenaga \u00a0kerja \u00a0yang\u00a0 \u00a0tersedia\u00a0 \u00a0seluruhnya digunakan.<\/p>\n<p>Di dalam praktik, tingkat kesempatan kerja penuh mengandung arti yang sedikit berbeda. Guna menentukan apakah perekonomian telah mencapai full employment belum yang menjadi ukuran bukanlah penggunaan tenaga kerja 100%, tetapi penggunaan tenaga kerja yang sedikit lebih rendah dari itu. Di Amerika Serikat, misalnya, full employment telah dianggap tercapai bila tingkat pengangguran paling banyak sekitar 4%. Di negara kita upaya untuk menekan tingkat pengangguran dilakukan melalui pengendalian tingkat pertumbuhan penduduk. Program keluarga berencana adalah salah satu alternatif untuk\u00a0 menekan laju\u00a0\u00a0 \u00a0pertumbuhan\u00a0\u00a0 \u00a0penduduk.\u00a0\u00a0 \u00a0Hal\u00a0\u00a0 \u00a0ini\u00a0\u00a0 \u00a0disebabkan pembangunan ekonomi tidak mempunyai arti kalau dibarengi dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang terlalu tinggi.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Ketimpangan_Neraca_Pembayaran_Pembayaran\"><\/span>(3) Ketimpangan Neraca Pembayaran Pembayaran.<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Neraca pembayaran adalah neraca yang memuat ihktisar dari segala transaksi yang terjadi antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain selama jangka waktu tertentu, biasanya satu tahun. Transaksi transaksi yang terdapat dalam neraca pembayaran menyangkut barang-barang dan jasa, dalam bentuk ekspor maupun impor, transaksi finansial seperti pemberian atau penerimaan kredit kepada atau dari negara lain, penanaman modal di luar negeri dan transaksi-transaksi yang bersifat unilateral seperti pembayaran transfer dari orang-orang yang tinggal di luar negeri dan bantuan dari luar negeri.<\/p>\n<p>Bila jumlah pembayaran ke luar negeri tidak sama dengan jumlah penerimaan yang diperoleh dari luar negeri, selisihnya dapat berupa surplus atau defisit pada neraca pembayaran. Ketidakseimbangan dalam neraca pembayaran suatu negara dapat dikatakan merupakan masalah apabila ketidakseimbangan tersebut cukup besar. Kalau kenyataan itu terjadi, maka diperlukan kebijakan pemerintah untuk mengatasinya.<\/p>\n<p>Permasalahan ekonomi makro jangka panjang menyangkut persoalan pertumbuhan di bidang ekonomi. Masalah ini pada dasarnya menyangkut bagaimana mengatur perekonomian agar terdapat keserasian antara pertumbuhan penduduk, pertambahan kapasitas produksi, dan tersedianya dana untuk investasi. Ketika keserasian ini tercapai, maka pertumbuhan ekonomi sebuah negara akan mengalami kondisi yang optimal.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Msalah makro ekonomi jangka\u00a0 pendek yang harus diatasi setiap saat. Ketiga masalah tersebut adalah sebagai berikut. (1)\u00a0 Inflasi. Inflasi merupakan salah satu masalah ekonomi yang&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-26146","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26146","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26146"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26146\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26146"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26146"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26146"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}