{"id":26081,"date":"2022-11-15T15:05:18","date_gmt":"2022-11-15T08:05:18","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=26081"},"modified":"2022-11-15T15:05:18","modified_gmt":"2022-11-15T08:05:18","slug":"jenis-jenis-media-sosialisasi-dan-peranannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/jenis-jenis-media-sosialisasi-dan-peranannya\/","title":{"rendered":"Jenis-jenis Media Sosialisasi dan Peranannya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/jenis-jenis-media-sosialisasi-dan-peranannya\/#Keluarga\" >Keluarga<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/jenis-jenis-media-sosialisasi-dan-peranannya\/#Teman_Sepermainan\" >Teman Sepermainan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/jenis-jenis-media-sosialisasi-dan-peranannya\/#Lingkungan_Sekolah\" >Lingkungan Sekolah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/jenis-jenis-media-sosialisasi-dan-peranannya\/#Lingkungan_Kerja\" >Lingkungan Kerja<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/jenis-jenis-media-sosialisasi-dan-peranannya\/#Media_Massa_Media_Cetak_dan_Media_Komunikasi\" >Media Massa, Media Cetak, dan Media Komunikasi<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Proses sosialisasi itu terjadi dalam institusi sosial atau kelompok dalam masyarakat. Di antara kelompok masyarakat tersebut yang berperanan penting dalam sosialisasi anak, yaitu keluarga, teman sepermainan, sekolah, lingkungan kerja, media massa, dan lain-lain.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Keluarga\"><\/span>Keluarga<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Keluarga mempunyai fungsi dan pengawasan sosial. Keluarga memberi pengertian kepada anak tentang peranannya, baik dalam keluarga maupun di luar keluarga atau dalam masyarakat. Karena seseorang dalam berhubungan selalu dengan orang lain, dan dalam hubungan itu diperlukan kebiasaan yang telah teratur. Misalnya cara makan, cara berpakaian, cara dan waktu untuk tidur agar tetap sehat dan segar. Anak perlu dilatih mengadakan hubungan yang baik dengan orang lain dalam keluarga seperti dengan ibu, ayah, nenek, dan dengan saudara-saudaranya yang lebih tua atau lebih muda. Demikian juga dengan orang lain di luar keluarganya. Hubungan tersebut harus dilandasi dengan pola-pola tertentu yang teratur, berdasarkan perasaan dan kewenangan dalam peranan, bahwa setiap posisi memiliki hak dan kewajiban tertentu. Pengertian ini sangat diperlukan anak bila kelak sudah terjun di masyarakat, dan mengadakan hubungan dengan kelompok yang lebih besar di luar keluarganya. Pengawasan terhadap kelakuan dan pribadi anak sangat penting.<\/p>\n<p>Kalau terjadi gejala yang menyimpang dari pola-pola yang ditentukan maka sebaiknya orang tua cepat memperingatkan dan berusaha mengembalikannya ke jalan yang benar. Pengawasan sosial tidak dapat berdaya guna dan berhasil guna, kalau pihak keluarga atau orang tua tidak memberi teladan yang baik.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Teman_Sepermainan\"><\/span>Teman Sepermainan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Teman sepermainan sangat penting juga dalam rangka sosialisasi atau pembentukan kepribadian anak. Mempersamakan diri sendiri dengan teman sepermainan merupakan salah satu mekanisme penting di dalam perkembangan tingkah laku. Mereka saling meniru dan selalu belajar dari segala apa yang dilihatnya dari teman sepermainannya yang umumnya berusia sebaya. Kemudian timbullah kesadaran dalam diri anak tentang orang lain di sekitarnya. Pada saat itulah kehadiran dan pembentukan kepribadian dimulai. Mempersamakan diri sendiri dengan orang lain merupakan salah satu mekanisme penting dalam perkembangan yang terus-menerus dari tingkah laku manusia.<\/p>\n<p>Beberapa ahli mengemukakan pendapatnya tentang kedirian sebagai berikut.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Cooley<\/strong>, mengemukakan bahwa kedirian yang objektif banyak diperoleh dari orang lain;<\/li>\n<li><strong>Frend<\/strong>, mengingatkan pada suatu kenyataan bahwa kedirian itu boleh dikatakan sebagai hasil konflik yang terus-menerus dialami seseorang dengan lingkungan sosialnya;<\/li>\n<li><strong>Goffman <\/strong>salah seorang tokoh kontemporer mengalihkan kedirian dengan Kepribadian itu terbentuk dan mengalami perubahan sewaktu proses sosialisasi berlangsung; dan<\/li>\n<li><strong>Mead <\/strong>mengemukakan bahwa kedirian itu memiliki suatu aspek kreatif dan<\/li>\n<\/ul>\n<p>Faktor-faktor penting yang mempengaruhi pembentukan kepribadian sebagai berikut.<\/p>\n<ul>\n<li>Lingkungan geografis menimbulkan pengalaman-pengalaman yang berbeda pada seseorang dalam menyelaraskan dirinya terhadap keadaan<\/li>\n<li>Lingkungan kebudayaan menyebabkan partisipasi yang berbeda-beda coraknya di dalam lingkungan kebudayaan secara<\/li>\n<li>Warisan biologis menimbulkan faktor-faktor variasi individu dalam hal mentalis, tampang jasmani, dan kematangan<\/li>\n<li>Lingkungan sosial menyebabkan partisipasi yang berlainan coraknya di dalam kehidupan<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Lingkungan_Sekolah\"><\/span>Lingkungan Sekolah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Lingkungan sekolah sangat berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian anak. Di lingkungan sekolah para siswa dapat lebih berkembang ilmu pengetahuan dan keterampilannya melalui mata pelajaran berbagai bidang studi yang diajarkan oleh bapak\/ibu guru.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Lingkungan_Kerja\"><\/span>Lingkungan Kerja<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Lingkungan kerja seseorang dapat membentuk kepribadian seseorang. Proses sosialisasi tersebut dapat pula berlangsung pada lingkungan kerja dari masing-masing individu misalnya: di lingkungan ABRI, pedagang, pengusaha, nelayan, buruh, dan lain-lain.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Media_Massa_Media_Cetak_dan_Media_Komunikasi\"><\/span>Media Massa, Media Cetak, dan Media Komunikasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pada masa seperti sekarang ini, sebagian besar proses sosialisasi dilaksanakan atau menggunakan media massa yang terdiri atas media cetak dan media komunikasi. Lewat media cetak seperti majalah-majalah, surat kabar, terjadi proses sosialisasi antar-individu. Begitu pula lewat media komunikasi seperti lewat radio dan televisi, proses sosialisasi dapat berlangsung.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Proses sosialisasi itu terjadi dalam institusi sosial atau kelompok dalam masyarakat. Di antara kelompok masyarakat tersebut yang berperanan penting dalam sosialisasi anak, yaitu keluarga, teman&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-26081","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26081","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26081"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26081\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26081"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26081"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26081"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}