{"id":26013,"date":"2022-11-15T14:09:06","date_gmt":"2022-11-15T07:09:06","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=26013"},"modified":"2022-11-15T14:09:06","modified_gmt":"2022-11-15T07:09:06","slug":"menghadapi-orang-sakaratul-maut-dan-hal-yang-dilakukan-setelah-meninggal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/menghadapi-orang-sakaratul-maut-dan-hal-yang-dilakukan-setelah-meninggal\/","title":{"rendered":"Menghadapi orang sakaratul maut dan hal yang dilakukan setelah meninggal"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/menghadapi-orang-sakaratul-maut-dan-hal-yang-dilakukan-setelah-meninggal\/#Menghadapi_Orang_Yang_Akan_Meninggal\" >Menghadapi Orang Yang Akan Meninggal<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/menghadapi-orang-sakaratul-maut-dan-hal-yang-dilakukan-setelah-meninggal\/#Hal-Hal_Yang_Dilakukan_Setelah_Orang_Meninggal\" >Hal-Hal Yang Dilakukan Setelah Orang Meninggal<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Menghadapi_Orang_Yang_Akan_Meninggal\"><\/span>Menghadapi Orang Yang Akan Meninggal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Apabila kita berada di samping orang sakit yang akan meninggal, hendaklah melakukan hal-hal berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Menyebutkan kebaikan Allah, mendoakan dan memintakan<\/li>\n<li>Hadapkan orang tersebut ke arah kiblat<\/li>\n<li>Membimbing kalimat Tauhid <em>L\u0101 Il\u0101ha Ilallah<\/em>, yang diucapkan dengan lembut dan jelas dan tidak terlalu sering atau terlalu cepat agar tidak Kalimat tauhid ini dibisikkan kepadanya dengan harapan akhir hayatnya dapat mengucapkan kalimat tauhid.<\/li>\n<\/ul>\n<p><em>\u201cAjarkanlah kepada orang yang akan mati, Laa ilaaha ill Allah\u201d <\/em>(HR. Muslim, Abu Dawud, dan Turmudzi)<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Hal-Hal_Yang_Dilakukan_Setelah_Orang_Meninggal\"><\/span>Hal-Hal Yang Dilakukan Setelah Orang Meninggal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p><strong>1. Memejamkan kelopak matanya<\/strong><br \/>\nPertama kali yang harus dilakukan adalah memejamkan kelopak matanya. Karena pandangan mata akan mengikuti keluarnya roh. Jadi, sangat wajar jika seseorang meninggal, mata jenazah kelihatan melotot.<\/p>\n<p><strong>2. Mengikat rahangnya<\/strong><br \/>\nSetelah itu, mengikat rahangnya dengan kain yang lembut dan sedikit lebar serta agak panjang. Rahangnya diikat melingkar dari sisi sebelah kanan ke bawah, mencakup rahangnya hingga sisi kepala bagian kiri, kemudian diikat di atas kepala.<\/p>\n<p>Mengikat rahang jenazah diperlukan karena jika tidak, mulut jenazah akan selalu terbuka. Hal ini untuk menghindari hewan-hewan kecil yang akan masuk.<\/p>\n<p><strong>3. Melemaskan persendian jenazah<\/strong><br \/>\nSelanjutnya melemaskan persendian jenazah seperti pergelangan tangan, leher, lutut, jari-jari tangan dan kaki serta pinggang. Jika hal ini lambat dilakukan dan jenazah sudah mulai kaku, dapat menggunakan minyak atau yang lainnya untuk melemaskan persendian jenazah.<\/p>\n<p>Melemaskan persendian ini dilakukan guna untuk memudahkan dalam memandikan dan mengafani jenazah.<\/p>\n<p><strong>4. Melepaskan pakaian yang dipakainya<\/strong><br \/>\nMelepaskan pakaian yang digunakan dengan memakaikan kain tipis untuk menutup seluruh tubuhnya. Ujung kain yang atas diselipkan di bawah kepala, dan yang bagian bawah di kedua kaki.<\/p>\n<p>Hal ini dikarenakan pakaian yang digunakan banyak keringat dan menjadikan jenazah cepat berbau busuk. Kecuali jika sedang melaksanakan ihram, maka kepala dibiarkan terbuka.<\/p>\n<p><strong>5. Memindahkan jenazah<\/strong><br \/>\nJenazah harus dipindahkan ke tempat yang lebih layak dan jauh dari jangkauan binatang. Tempat berbaringnya jenazah hendaknya di alas papan, kasur, atau meletakkan jenazah ke tempat yang sedikit lebih tinggi agar tidak tersentuh lembapnya tanah yang akan mempercepat badan jenazah rusak.<\/p>\n<p><strong>6. Menindih perutnya<\/strong><br \/>\nMenindih perut jenazah dengan menggunakan benda yang memiliki berat dua puluh dirham (20&#215;2,75 gr = 54,300 gr) atau secukupnya. Manfaatnya, agar perutnya tidak membesar.<\/p>\n<p><strong>7. Menutup badan jenazah<\/strong><br \/>\nSetelah melakukan enam langkah di atas, maka tutuplah seluruh tubuh jenazah dengan kain sembari menunggu jenazah dimandikan.<\/p>\n<p><strong>8. Membebaskan segala tanggungan utang dan lainnya<\/strong><br \/>\nDari Abu Hurairah, Nabi \ufdfa bersabda, \u201cJiwa (Ruh) seorang mukmin masih bergantung dengan utangnya hingga dia melunasinya.\u201d (HR. Tirmidzi)<\/p>\n<p><strong>9. Segera diurusi<\/strong><br \/>\nMengurusi jenazah perlu dilakukan sesegera mungkin. Rasullullah \ufdfa menganjurkan untuk tidak menunda-nunda agar jenazah dimandikan, dikafani, disalatkan dan dimakamkan. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah \ufdfa yang berbunyi:<\/p>\n<p><strong>Artinya:<\/strong> <em>\u201cWahai Ali, ada tiga perkara yang tidak boleh engkau tunda, yakni salat jika telah tiba waktunya, jenazah apabila telah hadir, dan wanita apabila telah ada calon suami yang sekufu.\u201d<\/em> (HR. Tirmidzi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menghadapi Orang Yang Akan Meninggal Apabila kita berada di samping orang sakit yang akan meninggal, hendaklah melakukan hal-hal berikut: Menyebutkan kebaikan Allah, mendoakan dan memintakan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-26013","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26013","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26013"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26013\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26013"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26013"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26013"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}