{"id":26004,"date":"2022-11-15T14:02:39","date_gmt":"2022-11-15T07:02:39","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=26004"},"modified":"2022-11-15T14:02:39","modified_gmt":"2022-11-15T07:02:39","slug":"zalim-dalam-islam-pengertian-contoh-akibat-dan-hikmah-menghindarinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/zalim-dalam-islam-pengertian-contoh-akibat-dan-hikmah-menghindarinya\/","title":{"rendered":"Zalim dalam Islam: Pengertian, Contoh, Akibat dan Hikmah Menghindarinya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/zalim-dalam-islam-pengertian-contoh-akibat-dan-hikmah-menghindarinya\/#Pengertian_Aniaya_Zalim\" >Pengertian Aniaya \/ Zalim<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/zalim-dalam-islam-pengertian-contoh-akibat-dan-hikmah-menghindarinya\/#Contoh_Perilaku_Aniaya\" >Contoh Perilaku Aniaya<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/zalim-dalam-islam-pengertian-contoh-akibat-dan-hikmah-menghindarinya\/#Akibat_Negatif_Perbuatan_Aniaya\" >Akibat Negatif Perbuatan Aniaya.<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/zalim-dalam-islam-pengertian-contoh-akibat-dan-hikmah-menghindarinya\/#Hikmah_Menghindari_Aniaya\" >Hikmah Menghindari Aniaya<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Aniaya_Zalim\"><\/span>Pengertian Aniaya \/ Zalim<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Menurut bahasa kata aniaya sama dengan kata zalim yang artinya sewenang-wenang atau tidak adil.<\/p>\n<p>Seorang yang beriman kepada Allah dan memegang teguh prinsip keadilan, kesamaan derajat, tidak akan berbuat aniaya. Sebab ia sadar, bahwa kezaliman itu merupakan kegelapan yang akan menutup rapat hati orang yang melakukannya, sebagaimana diterangkan oleh Nabi Muhammad Saw di dalam hadis : <em>\u201cJauhilah dan takutlah kamu berbuat zalim, sebab sesungguhnya kezaliman itu merupakan kegelapan di hari kiamat.\u201d <\/em>(HR Bukhari dan Muslim)<\/p>\n<p>Lebih tegas lagi Nabi Muhammad saw menyatakan haramnya berbuat aniaya (berlaku zalim) dan harus dijauhi, karena ini adalah perintah Allah Swt. dan tidak perlu ditakwilkan dipikir lebih dalam lagi. Allah berfirman:<\/p>\n<p><em>Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh Maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, Maka (dosanya) untuk dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Rabb- mu Menganiaya hamba-hambaNya. <\/em>(QS. Fushshilat [41] : 46)<\/p>\n<p>Dari ayat di atas dapat disimpulkan bahwa tidak mungkin Allah melakukan kezaliman atau aniaya kepada hamba-Nya. Allah adalah Maha Adil dan Maha Bijaksana. Karena itu keadilan Allah itu harus diikuti oleh manusia dengan berlaku adil terhadap yang lain. Janganlah sekali-kali manusia itu berlaku zalim atau aniaya kepada yang lain. Karena itu sangat dibenci oleh Allah Swt.<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Perilaku_Aniaya\"><\/span>Contoh Perilaku Aniaya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Perilaku aniaya walaupun dilarang, tetapi masih saja kita melihat di tengah masyarakat adanya perilaku aniaya itu. Ini terjadi karena fondasi keimanan seseorang tidak dibina dan dijaga dengan baik. Di samping itu, perilaku aniaya bisa muncul karena ketidakmampuan diri menjauh dari godaan setan.<\/p>\n<p>Perilaku aniaya dapat dicontohkan sebagai berikut:<\/p>\n<p><strong>1)\u00a0\u00a0<\/strong><strong>Aniaya (zalim) terhadap diri sendiri.<\/strong><\/p>\n<p>Zalim terhadap sendiri misalnya; sering melakukan perbuatan dosa, berzina, meminum-minuman keras, malas belajar, meninggalkan solat, dan sebagainya.<\/p>\n<p><em>Kemudian kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang Menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan[dengan izin Allah. yang demikian itu adalah karunia yang Amat besar.<\/em>\u00a0(<em>QS. Fathir\u00a0 [35] : 32<\/em>)<\/p>\n<p><strong>2)\u00a0\u00a0<\/strong><strong>Aniaya (zalim) terhadap orang lain.<\/strong><\/p>\n<p>Zalim terhadap orang lain misalnya; merusak lingkungan, mengganggu ketenangan orang lain, mengambil harta secara batil (merampok, mencuri, menipu) dan sebagainya.<\/p>\n<p><em>Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, Padahal kamu mengetahui.<\/em>\u00a0(<em>QS. Al-Baqarah [2] : 188<\/em>)<\/p>\n<p><strong>3)\u00a0\u00a0<\/strong><strong>Aniaya (zalim) terhadap Allah Swt.<\/strong><\/p>\n<p>Zalim terhadap Allah Swt. misalnya; kufur, syirik (menyekutukan\u00a0 Allah), ingkar dan sebagainya.<\/p>\n<p><em>Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah didalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.<\/em>\u00a0(<em>QS. Al-Maidah [5] : 47<\/em>)<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Akibat_Negatif_Perbuatan_Aniaya\"><\/span>Akibat Negatif Perbuatan Aniaya.<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Aniaya akan mendatangkan akibat buruk bagi kehidupan, baik pribadi maupun masyarakat. Karena itu, aniaya adalah perbuatan yang harus kita hindari.<\/p>\n<p>1)\u00a0\u00a0Merusak persatuan dan persaudaraan.<\/p>\n<p>2)\u00a0\u00a0Merusak tatanan hidup di masyarakat.<\/p>\n<p>3)\u00a0\u00a0Menghilangkan akhlak atau sifat yang baik.<\/p>\n<p>4)\u00a0\u00a0Merugikan orang lain.<\/p>\n<p>5)\u00a0\u00a0Menghilangkan pahala amal perbuatan.<\/p>\n<p>Orang yang aniaya akan kekal di dalam neraka seperti diterangkan dalam firman Allah SWT.<\/p>\n<p><em>Maka adalah kesudahan keduanya, bahwa Sesungguhnya keduanya (masuk) ke dalam neraka, mereka kekal di dalamnya. Demikianlah Balasan orang-orang yang zalim.<\/em>\u00a0(<em>QS. Al-Hasyr [59] : 17<\/em>)<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Hikmah_Menghindari_Aniaya\"><\/span>Hikmah Menghindari Aniaya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Melihat akibat negatif yang begitu besar dari perilaku aniaya, maka perilaku tersebut harus dihindari dengan sekuat-kuatnya. Islam mengajarkan agar pengikutnya melakukan perilaku terpuji. Kuncinya adalah keteguhan kita untuk berpegang kepada ajaran Islam. Sebab dengan menghindari aniaya maka akan memberikan hikmah yang besar antara lain:<\/p>\n<p>1)\u00a0\u00a0Terwujudnya persatuan dan persaudaraan.<\/p>\n<p>2)\u00a0\u00a0Terciptanya tatanan hidup yang baik di masyarakat.<\/p>\n<p>3)\u00a0\u00a0Akan mendatangkan akhlak atau sifat yang baik.<\/p>\n<p>4)\u00a0\u00a0Terciptanya kasih sayang antar sesama.<\/p>\n<p>5)\u00a0\u00a0Akan mendapatkan pahala amal perbuatan.<\/p>\n<p>6)\u00a0\u00a0Orang yang menghindari aniaya akan masuk ke dalam surga.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Aniaya \/ Zalim Menurut bahasa kata aniaya sama dengan kata zalim yang artinya sewenang-wenang atau tidak adil. Seorang yang beriman kepada Allah dan memegang&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[295],"class_list":["post-26004","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-islam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26004","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26004"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26004\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26004"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26004"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26004"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}