{"id":25998,"date":"2022-11-15T13:58:31","date_gmt":"2022-11-15T06:58:31","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=25998"},"modified":"2022-11-15T13:58:31","modified_gmt":"2022-11-15T06:58:31","slug":"licik-dalam-islam-pengertian-ciri-ciri-dan-bahanyanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/licik-dalam-islam-pengertian-ciri-ciri-dan-bahanyanya\/","title":{"rendered":"Pengertian Licik, Ciri-ciri, dan Bahayanya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/licik-dalam-islam-pengertian-ciri-ciri-dan-bahanyanya\/#Pengertian_Licik\" >Pengertian Licik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/licik-dalam-islam-pengertian-ciri-ciri-dan-bahanyanya\/#Ciri-Ciri_Orang_Licik\" >Ciri-Ciri Orang Licik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/licik-dalam-islam-pengertian-ciri-ciri-dan-bahanyanya\/#Bahaya_Sifat_Buruk_Bagi_Orang_Lain\" >Bahaya Sifat Buruk Bagi Orang Lain<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/licik-dalam-islam-pengertian-ciri-ciri-dan-bahanyanya\/#Bahaya_orang_licik_Bagi_Diri_Sendiri\" >Bahaya orang licik Bagi Diri Sendiri<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Licik\"><\/span><strong>Pengertian Licik<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Licik merupakan salah satu sifat negatif yang sangat membahayakan bagi diri sendiri maupun orang lain.\u00a0 Licik berarti banyak akal yang buruk, pandai menipu, culas, curang, dan licin;<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ciri-Ciri_Orang_Licik\"><\/span><strong>Ciri-Ciri Orang Licik<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sikap licik sangat berbahaya, sehingga jangan sampai sifat tersebut ada pada diri kita dan kita juga harus waspada terhadap orang yang bersifat licik. Berikut ini ciri-ciri sifat licik :<\/p>\n<p><strong>1)\u00a0\u00a0<\/strong><strong>Tidak suka melihat orang lain bahagia<\/strong><\/p>\n<p>Orang seperti ini hatinya sedih dan gelisah ketika melihat orang lain bahagia. Ketika ia melihat saudara atau temannya meraih sukses, maka ia iri lalu berkomentar yang negatif. Bahkan ia berharap kebahagiaan yang diperoleh saudaranya itu bisa pindah kepada dirinya. Jika tidak bisa ia berharap nikmat tersebut lenyap. Sesungguhnya ini adalah sikap hasad. Tetapi licik lebih berbahaya karena orang yang licik sangat aktif untuk menghalang-halangi orang agar gagal.<\/p>\n<p><strong>2)\u00a0\u00a0<\/strong><strong>Bahagia melihat orang lain menderita<\/strong><\/p>\n<p>Ciri yang kedua adalah orang licik bahagia dan senang jika ada teman atau saudaranya mengalami musibah dan penderitaan. Rasa bahagia dan senangnya tersebut diekspresikan dalam raut muka dan ucapan maupun disembunyikan di hati dan perasaannya<\/p>\n<p><strong>3)\u00a0\u00a0<\/strong><strong>Berpikir Untuk Mencelakakan Orang Lain<\/strong><\/p>\n<p>Ciri yang ketiga orang licik mempunyai rencana-rencana negatif, di mana ingin menghalang-halangi agar orang lain gagal. Serta lebih jauh dari itu ia menghalalkan segala cara untuk membuat lain menderita bahkan ia tidak sportif dan kadang-kadang menggunakan orang lain untuk mencapai tujuan buruknya.<\/p>\n<p><strong>4)\u00a0\u00a0<\/strong><strong>Ingin Serba Jalan Pintas<\/strong><\/p>\n<p>Orang licik kerap kali ketika menginginkan sesuatu ia tidak mau melalui sebuah proses. Inginnya cepat-cepat berhasil.<\/p>\n<p><strong>5)\u00a0\u00a0<\/strong><strong>Pandai Menipu<\/strong><\/p>\n<p>Untuk memuluskan siasatnya yang licin, orang yang licik akan suka menipu dan berbohong serta bersilat lidah.<\/p>\n<p>\u201c<em>Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw. tanda orang munafik ada tiga: ketika ia bicara ia berdusta, jika ia berjanji ia mengingkari dan ketika ia dipercaya ia berkhianat<\/em>.\u201d (HR. Bukhari)<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bahaya_Sifat_Buruk_Bagi_Orang_Lain\"><\/span><strong>Bahaya Sifat Buruk Bagi Orang Lain<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>1)\u00a0Seringkali kita jumpai orang yang sikut sana-sikut sini untuk mencapai tujuannya. Demi memuaskan hawa nafsunya ia tidak segan-segan berbuat licik. Padahal keinginan bisa terwujud tanpa harus berbuat licik. Bagaimana pun licik adalah sikap yang tidak disukai oleh manusia manapun.<\/p>\n<p>2)\u00a0\u00a0Licik membuat seseorang menjadi serakah. Orang yang licik nafsunya tidak pernah ada ujungnya. Ia berbuat seperti orang haus yang meminum air laut. Makin diminum makin haus.<\/p>\n<p>3)\u00a0\u00a0Orang yang licik inginnya menjadi nomor satu, tidak peduli dengan kemampuannya yang tidak seberapa. Ia akan berusaha menyingkirkan orang yang bisa menghalangi ambisinya.<\/p>\n<p>4)\u00a0\u00a0Kurang Iman. Sudah pasti orang yang licik imannya kurang makanya ia berbuat seperti itu. Orang yang berperilaku licik patut dikasihani karena kurang iman. Hatinya jauh dari mengingat\u00a0 Allah. Ia lupa kalau\u00a0 Allah selalu mengawasi\u00a0 perilaku hamba-Nya.<\/p>\n<p><em>Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: \u00abKami telah beriman\u00bb. dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: \u00abSesungguhnya Kami sependirian dengan kamu, Kami hanyalah berolok-olok.\u00bb<\/em>\u00a0(<em>QS. Al Baqarah [2] : 14<\/em>)<\/p>\n<p>5)\u00a0Selagi ia butuh ia mendekat, dan selagi ia tidak butuh ia menjauh kan diri, dan menceritakan semua kejelekan dan memfitnah orang tersebut. Tanpa ia mengingat budi dan kebaikan selama ia berteman pada orang tersebut, ia seperti kacang lupa dengan kulitnya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bahaya_orang_licik_Bagi_Diri_Sendiri\"><\/span><strong>Bahaya orang licik Bagi Diri Sendiri<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>1)\u00a0\u00a0Batinnya selalu resah dan gelisah. Hatinya tidak akan tenang.<\/p>\n<p>2)\u00a0\u00a0Hidupnya tidak berkah. Jika ia menafkahi keluarga dengan jalan licik lalu anak diberi makan yang tidak halal, maka akan menjadi daging<\/p>\n<p>3)\u00a0\u00a0Hidupnya penuh dengan fitnah. Orang yang licik hidupnya penuh dengan cobaan.<\/p>\n<p>4)\u00a0\u00a0Dimanapun ia berada selalu mengalami cobaan. Fitnah akan datang dikala orang melihat apa yang ia dapat tidak dengan cara yang wajar.<\/p>\n<p>5)\u00a0Ia penuh dengan dosa, Karena berbuat licik tidak akan diridhoi Allah Swt. dan dikutuk orang-orang.<\/p>\n<p>6)\u00a0\u00a0Akhir hidupnya\u00a0<em>Su\u2019ul Khotimah<\/em>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Licik Licik merupakan salah satu sifat negatif yang sangat membahayakan bagi diri sendiri maupun orang lain.\u00a0 Licik berarti banyak akal yang buruk, pandai menipu,&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-25998","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25998","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25998"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25998\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25998"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25998"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25998"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}