{"id":25941,"date":"2022-11-15T11:59:50","date_gmt":"2022-11-15T04:59:50","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=25941"},"modified":"2022-11-15T11:59:50","modified_gmt":"2022-11-15T04:59:50","slug":"riya-pengertian-bentuk-bahaya-dan-cara-menghindarinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/riya-pengertian-bentuk-bahaya-dan-cara-menghindarinya\/","title":{"rendered":"Riya: Pengertian, Bentuk, Bahaya, dan Cara Menghindarinya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/riya-pengertian-bentuk-bahaya-dan-cara-menghindarinya\/#Pengertian\" >Pengertian<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/riya-pengertian-bentuk-bahaya-dan-cara-menghindarinya\/#Bentuk_Riya\" >Bentuk Riya\u2019<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/riya-pengertian-bentuk-bahaya-dan-cara-menghindarinya\/#Bahaya_Riya\" >Bahaya Riy\u0101\u2019<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/riya-pengertian-bentuk-bahaya-dan-cara-menghindarinya\/#Cara_Menanggulangi_Penyakit_Riya\" >Cara Menanggulangi Penyakit Riy\u0101\u2019<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian\"><\/span>Pengertian<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p><em>Riy\u0101 <\/em>adalah mengerjakan suatu perbuatan atau ibadah untuk mendapatkan pujian dari orang lain, bukan karena Allah semata. Orang riya\u2019 tidak ikhlas dalam beramal, ia senantiasa pamer dan cari perhatian supaya mendapat pujian, sanjungan dan pengakuan.<\/p>\n<p>Ada beberapa ayat yang membahas tentang riya\u2019 antara lain :<\/p>\n<ul>\n<li>QS. Al-M\u0101\u2019un [107] : 4-7.<\/li>\n<li>QS. Al-Baqarah [2] : 264. 3. QS. An-Nis\u0101\u2019 [4] : 142.<\/li>\n<\/ul>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bentuk_Riya\"><\/span>Bentuk Riya\u2019<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<ol>\n<li>Riy\u0101\u2019 dalam niat<\/li>\n<\/ol>\n<p>Ketika seseorang akan melakukan sebuah amal dalam hatinya telah ada keinginan atau tujuan selain mencari ridha Allah.<\/p>\n<p>Ia sejak awal telah mempunyai niat tidak ikhlas. Padahal diterima atau tidaknya amal ibadah yang kita lakukan sangatlah bergantung pada niat.<\/p>\n<p><em>\u201c Sesungguhnya sahnya segala perbuatan itu bergantung pada niatnya\u201d <\/em>(HR. Muslim)\\<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>Riy\u0101\u2019 dalam perbuatan<\/li>\n<\/ol>\n<p>Yang dimaksud dengan riya\u2019 dalam perbuatan adalah ketika kita melakukan sebuah amal ibadah ia berharap mendapat perhatian dari orang lain. Kadang-kadang berlebih-lebihan di dalam melakukan ibadah tersebut contoh ketika ia membaca al-Fatihah dalam salat ia baca dengan cara yang tidak wajar. Ia juga menunda sebuah amal karena belum ada yang memperhatikan misalnya ia mau memasukkan uang amal ke kotak amal, ia menunggu ada orang lain yang melihatnya kalau tidak ada yang memperhatikan ia tidak jadi beramal atau jumlahnya dikurangi. Ciri yang lain adalah ia melakukan amal ibadah dengan sungguh-sungguh, penuh semangat tatkala ada orang lain yang melihatnya, apakah orang tua, guru atau teman. Contoh: seorang anak belajar sungguh-sungguh ketika orang tuanya ada di rumah. Namun tatkala orang tuanya tidak ada, ia tidak belajar lagi atau menjadi kendor semangatnya.<\/p>\n<p>Salah satu sifat lagi yang erat kaitannya dengan riya\u2019 adalah <em>sum\u2019ah, <\/em>yaitu suka memperdengarkan atau menceritakan kebaikan- kebaikannya, keberhasilannya kepada orang \u00a0lain \u00a0dengan \u00a0tujuan ia mendapat pujian dari orang yang mendengarkan atau ia ingin dikatakan hebat. Ini juga termasuk penyakit ruhani yang kadang kala sulit dihindari.<\/p>\n<p>Bahkan Rasulullah Saw. menegaskan bahwa riy\u0101\u2019 termasuk kategori syirik <em>asghar <\/em>(kecil)<\/p>\n<p><em>\u201c Rasulullah Saw. bersabda: sesungguhnya yang paling aku khawatirkan terjadi pada kalian adalah syirik kecil. Sahabat bertanya: Apakah syirik kecil itu Rasulullah ? Rasulullah Saw. menjawab: Riy\u0101\u2019 <\/em>(HR. Ahmad)<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bahaya_Riya\"><\/span>Bahaya Riy\u0101\u2019<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<ol>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ol>\n<li>Akan merasa hampa dan kecewa dalam batinnya apabila perhatian atau pujian yang ia harapkan ternyata tidak ia dapatkan;<\/li>\n<li>Muncul rasa tidak puas terhadap apa yang ia lakukan;<\/li>\n<li>Muncul sikap keberpura-puraan;<\/li>\n<li>Terkena penyakit rohani berupa gila pujian atau gila hormat;<\/li>\n<li>Bisa menimbulkan pertengkaran apabila ia mengungkit-ungkit kebaikannya terhadap orang<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Menanggulangi_Penyakit_Riya\"><\/span>Cara Menanggulangi Penyakit Riy\u0101\u2019<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Penyakit riya\u2019 jangan dibiarkan terus menerus merusak jiwa kita. Kita harus melakukan upaya-upaya agar penyakit ruhani tersebut lenyap dari diri kita, di antaranya dengan cara:<\/p>\n<ol>\n<li>Memfokuskan niat ibadah, bahwa ibadah kita hanya untuk Allah;<\/li>\n<li>Hindari sikap suka memamerkan sesuatu yang kita punya, karena pada hakikatnya yang kita punya itu hanyalah milik Allah;<\/li>\n<li>Tidak menimbulkan kecemburuan sosial bagi orang lain;<\/li>\n<li>Saling menasihati dan mengingatkan jika di antara kita ada yang berperilaku riya\u2019;<\/li>\n<li>Membiasakan diri bersyukur pada Allah;<\/li>\n<li>Melakukan ibadah dengan khusyu\u2019 baik di tempat ramai maupun di tempat sunyi;<\/li>\n<li>Senantiasa berdzikir kepada Allah dan selalu berlindung kepada Allah agar kita dijauhkan dari sifat riya\u2019 dan <em>sum\u2019ah.<\/em><\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Riy\u0101 adalah mengerjakan suatu perbuatan atau ibadah untuk mendapatkan pujian dari orang lain, bukan karena Allah semata. Orang riya\u2019 tidak ikhlas dalam beramal, ia&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-25941","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25941","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25941"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25941\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25941"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25941"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25941"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}