{"id":25825,"date":"2022-11-14T10:38:50","date_gmt":"2022-11-14T03:38:50","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=25825"},"modified":"2022-11-14T10:38:50","modified_gmt":"2022-11-14T03:38:50","slug":"pengertian-tasamuh-dalil-contoh-perilaku-dan-hikmahnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-tasamuh-dalil-contoh-perilaku-dan-hikmahnya\/","title":{"rendered":"Pengertian Tasamuh, Dalil, Contoh Perilaku dan Hikmahnya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-tasamuh-dalil-contoh-perilaku-dan-hikmahnya\/#1_Pengertian_dan_Pentingnya_Tasamuh\" >1. Pengertian dan Pentingnya Tasamuh<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-tasamuh-dalil-contoh-perilaku-dan-hikmahnya\/#2_Dalil_Tentang_Perintah_Tasamuh\" >2. Dalil Tentang Perintah Tasamuh<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-tasamuh-dalil-contoh-perilaku-dan-hikmahnya\/#3_Bentuk-bentuk_Tasamuh\" >3. Bentuk-bentuk Tasamuh<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-tasamuh-dalil-contoh-perilaku-dan-hikmahnya\/#4_Perilaku_Yang_Mencerminkan_Sikap_tasamuh\" >4. Perilaku Yang Mencerminkan Sikap tasamuh<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-tasamuh-dalil-contoh-perilaku-dan-hikmahnya\/#5Contoh_Tasamuh_Beragama_Dalam_Kehidupan_Bermasyarakat\" >5.Contoh Tasamuh Beragama Dalam Kehidupan Bermasyarakat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-tasamuh-dalil-contoh-perilaku-dan-hikmahnya\/#6_Hikmah_Perilaku_Tasamuh\" >6. Hikmah Perilaku Tasamuh<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-tasamuh-dalil-contoh-perilaku-dan-hikmahnya\/#7_Upaya_Membiasakan_Diri_Bersikap_Tasamuh\" >7. Upaya Membiasakan Diri Bersikap Tasamuh<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Pengertian_dan_Pentingnya_Tasamuh\"><\/span>1. Pengertian dan Pentingnya <em>Tasamuh<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Kata <em>tasamuh <\/em>berasal dari bahasa Arab secara bahasa artinya, murah hati, lapang hati. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, <em>tasamuh <\/em>diartikan lapang dada, keluasan pikiran, toleransi. Adapun pengertian <em>tasamuh <\/em>adalah sikap atau perbuatan melapangkan dada, tenggang rasa dalam menghadapi perbedaan, baik pendapat, keyakinan dan agama.<\/p>\n<p>Dalam <em>tasamuh <\/em>terdapat unsur menghormati, menghargai dan simpati. <em>Tasamuh <\/em>ini sangat penting, apalagi dalam kehidupan masyarakat yang bersifat <em>heterogen <\/em>atau majemuk, terutama dalam kehidupan beragama.<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Dalil_Tentang_Perintah_Tasamuh\"><\/span>2. Dalil Tentang Perintah <em>Tasamuh<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Islam, adalah agama yang sangat menghargai perbedaan, dalam batasan tertentu. Nabi Muhammad Saw. telah memberikan contoh dalam hal <em>tasamuh <\/em>ini, yakni di saat ingin memajukan Madinah, yang di dalamnya banyak suku dan agama. Dalam al-Qur&#8217;an dijelaskan pada surah ke-109, Al Kafirun ayat 1-6:<\/p>\n<p>Artinya: <em>Katakanlah: &#8220;Hai orang-orang kafir, Aku tidak akan menyembah apa yang<\/em><\/p>\n<p><em>kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah. Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.&#8221; (QS. Al-Kaafirun [109]:1-6)<\/em><\/p>\n<p>Dalam ayat tersebut dapat dipahami bahwa Islam sangat toleran terhadap adanya perbedaan agama. Pada akhir ayat ditegaskan, bagimu agamamu, dan bagiku agamaku. Apalagi, Islam sangat menghargai jalan berfikir seseorang, sebagaimana ditegaskan pada surah Ali Imran (3) ayat 20:<\/p>\n<p>Artinya: <em>\u201cKemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), Maka<\/em><\/p>\n<p><em>Katakanlah: &#8220;Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku&#8221;. dan Katakanlah kepada orang-orang yang Telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi[190]: &#8220;Apakah kamu (mau) masuk Islam&#8221;. jika mereka masuk Islam, Sesungguhnya mereka Telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, Maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). dan Allah Maha melihat akan hamba-hamba-Nya.&#8221;( QS. Ali Imran [3]:20)<\/em><\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Bentuk-bentuk_Tasamuh\"><\/span>3. Bentuk-bentuk <em>Tasamuh<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<ul>\n<li>Tidak ada paksaan dalam memilih agama, sebagaimana disebutkan pada surah ke 2, al-Baqarah ayat 256:<\/li>\n<\/ul>\n<p>Artinya<em>:\u201cTidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya Telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.\u201d( QS. Al Baqarah [2]:256)<\/em><\/p>\n<ul>\n<li>Tidak memaksakan kepentingan dan keinginan<\/li>\n<\/ul>\n<p>Manusia diciptakan oleh Allah dengan memiliki bermacam kepentingan dan keinginan. Sebaiknya kita tidak memaksakan kepentingan dan keinginan kita untuk selalu sama dengan orang lain. Kita juga tentu tidak mau dipaksa untuk selalu mengikuti kepetingan dan keinginan orang lain. Oleh karena itu, supaya tidak terjadi benturan antara keinginan dan kepentingan antar sesama manusia, perlu dibangun sifat tasamuh dalam diri setiap individu.<\/p>\n<ul>\n<li>Menghormati dan menghargai<\/li>\n<\/ul>\n<p>Demikian pula dengan adanya perbedaan potensi dan keahlian. Yang satu mempunyai kelebihan dan yang satu mempunyai kekurangan. Semakin dirasa perlu adanya sifat tasamuh untuk memudahkan tercapainya kepentingan bersama. Perbedaan suku, bangsa, profesi, dan sebagainya bukan merupakan alasan untuk tidak saling menghargai atau saling menggangap remeh terhadap lainnya.<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Perilaku_Yang_Mencerminkan_Sikap_tasamuh\"><\/span>4. Perilaku Yang Mencerminkan Sikap tasamuh<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<ul>\n<li>Tidak memaksakan agama kepada orang<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dalam batasan tertentu sebagai muslim sudah yakin, bahwa hanya Islamlah agama yang benar, yang diridhai oleh Allah Swt. Namun dalam dakwah Islam, seorang muslim tetap memberikan kesempatan orang lain untuk berpikir mengenai kebenaran. Jika seseorang itu berpikir rasional dan adil, pasti dia akan memilih Islam sebagai agamanya. Karena, antara benar dan salah itu sudah jelas perbedaannya.<\/p>\n<ul>\n<li>Tidak menghalangi hak orang lain walaupun dalam perasaannya terdapat rasa benci karena akhlaknya yang Sebagaimana disebutkan pada surah Az- Zukhruf (43) ayat 83:<\/li>\n<\/ul>\n<p>Artinya<em>: \u201cMaka Biarlah mereka tenggelam (dalam kesesatan) dan bermain-main sampai mereka menemui hari yang dijanjikan kepada mereka.\u201d (QS. Az-Zukhruf [43]:83)<\/em><\/p>\n<ul>\n<li>Memberikan kesempatan kepada orang \u00a0lain untuk memanfaatkan<\/li>\n<\/ul>\n<p>Misalnya, seseorang karena faktor tertentu berkemauan untuk menanam pohon dikebunnya. Hal ini telah disabdakan oleh Rasulullah Saw. :<\/p>\n<p>Artinya: <em>Dari Abu Hurairah ra, sesungguhnya Rasulullah Saw. bersabda: \u201cJanganlah seorang tetangga melarang tetangganya apabila ingin menanam pohon di batas kebunnya.\u201d ( HR. Bukhari)<\/em><\/p>\n<p>Hal ini menunjukkan kelapangan dan kebesaran jiwa, di mana seseorang memahami kebutuhan tetangganya.<\/p>\n<ul>\n<li>Memberi kesempatan orang lain untuk melaksanakan tugas kewajiban menurut keyakinannya, walaupun terdapat Sebagaimana disebutkan pada surah ke 6, Al-An\u2019am ayat 135:<\/li>\n<\/ul>\n<p>Artinya: <em>Katakanlah: &#8220;Hai kaumku, berbuatlah sepenuh kemampuanmu, Sesungguhnya akupun berbuat (pula). kelak kamu akan mengetahui, siapakah (di antara kita) yang akan memperoleh hasil yang baik di dunia ini. Sesungguhnya orang-orang yang dhalim itu tidak akan mendapatkan keberuntungan.&#8221;(QS. Al An&#8217;am [6]:135)<\/em><\/p>\n<p>Ayat di atas mengggambarkan betapa ajaran Islam memberikan bimbingan kepada manusia agar mempunyai kelapangan jiwa dalam bermasyarakat.<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5Contoh_Tasamuh_Beragama_Dalam_Kehidupan_Bermasyarakat\"><\/span>5.Contoh Tasamuh Beragama Dalam Kehidupan Bermasyarakat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<ul>\n<li>Memperbolehkan teman atau individu lain beribadah sesuai dengan agama mereka.<\/li>\n<li>Tidak memaksakan orang lain untuk berpindah keyakinan.<\/li>\n<li>Tidak mengganggu proses ibadah orang lain.<\/li>\n<li>Tidak mencela dan merendahkan agama orang lain.<\/li>\n<li>Tidak menjadikan agama orang lain sebagai bahan gurauan.<\/li>\n<li>Tidak menjadi provokator ketika agama lain tengah merayakan hari besarnya.<\/li>\n<li>Berteman dengan semua orang, tanpa memandang apa latar belakang agama mereka.<\/li>\n<li>Tetap menjaga silaturahmi dengan tetangga, teman, maupun rekan kerja yang berbeda agama.<\/li>\n<li>Tetap menolong orang lain yang tengah tertimpa musibah walaupun latar belakang agama mereka berbeda dengan kita.<\/li>\n<li>Tidak mengganggu ketenangan ibadah yang dilakukan oleh umat beragama lain.<\/li>\n<\/ul>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Hikmah_Perilaku_Tasamuh\"><\/span>6. Hikmah Perilaku <em>Tasamuh<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<ul>\n<li>Timbul rasa tenang pada diri sendiri dan orang lain.<\/li>\n<li>Memudahkan penyelesaian persoalan yang nampak sulit bagi orang lain.<\/li>\n<li>Mendapatkan teman yang semakin banyak.<\/li>\n<li>Mudah mendapatkan relasi.<\/li>\n<li>Jika mendapat kesulitan, akan banyak orang yang menolong.<\/li>\n<li>Jika melakukan kesalahan, banyak orang yang mau memahami.<\/li>\n<li>Dapat memberikan kesejukan jiwa kepada diri sendiri dan orang lain.<\/li>\n<li>Menimbulkan sikap dan perangai yang mulia.<\/li>\n<\/ul>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Upaya_Membiasakan_Diri_Bersikap_Tasamuh\"><\/span>7. Upaya Membiasakan Diri Bersikap <em>Tasamuh<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Untuk mempunyai akhlakul karimah dalam bentuk <em>tasamuh<\/em>, perlu melakukan antara lain:<\/p>\n<ol>\n<li>Memahami jalan pikiran orang lain atas perbuatan yang Dengan demikian kita dapat lebih mengetahui hakikat dari perbuatan tersebut. Dengan kata lain, tidak hanya menilai fakta, namun perlu memahami proses.<\/li>\n<li>Menghargai dan menghormati hak-hak orang lain.<\/li>\n<li>Mencoba mengetahui lebih mendalam atas perbuatan orang lain terhadap kita. Sehingga mengetahui sejauh manakah hubungan perbuatan dengan motivasi, keyakinan dan kepentingannya.<\/li>\n<li>Berusaha lebih teliti melihat perbuatan sendiri.<\/li>\n<li>Senantiasa mengevaluasi diri.<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>1. Pengertian dan Pentingnya Tasamuh Kata tasamuh berasal dari bahasa Arab secara bahasa artinya, murah hati, lapang hati. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, tasamuh diartikan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-25825","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25825","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25825"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25825\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25825"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25825"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25825"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}