{"id":25821,"date":"2022-11-14T10:32:59","date_gmt":"2022-11-14T03:32:59","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=25821"},"modified":"2022-11-14T10:32:59","modified_gmt":"2022-11-14T03:32:59","slug":"tawadhu-pengertian-dalil-contoh-dan-hikmah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tawadhu-pengertian-dalil-contoh-dan-hikmah\/","title":{"rendered":"Tawadhu\u2019: Pengertian, Dalil, Contoh dan Hikmah"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tawadhu-pengertian-dalil-contoh-dan-hikmah\/#1_Pengertian_dan_Pentingnya_Tawadhu\" >1. Pengertian dan Pentingnya Tawadhu\u2019<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tawadhu-pengertian-dalil-contoh-dan-hikmah\/#2_Perintah_mempunyai_sikap_tawadhu\" >2. Perintah mempunyai sikap tawadhu\u2019<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tawadhu-pengertian-dalil-contoh-dan-hikmah\/#3_Bentuk-bentuk_dan_Contoh_Tawadhu\" >3. Bentuk-bentuk dan Contoh Tawadhu\u2019<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tawadhu-pengertian-dalil-contoh-dan-hikmah\/#4_Hikmah_Tawadhu\" >4. Hikmah Tawadhu<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Pengertian_dan_Pentingnya_Tawadhu\"><\/span>1. Pengertian dan Pentingnya Tawadhu\u2019<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p><em>Tawadhu\u2019 <\/em>berasal dari Bahasa Arab yang artinya meletakkan. Dalam kamus besar bahasa Indonesia <em>Tawadhu\u2019 <\/em>berarti rendah hati. Yang dimaksud dengan <em>tawadhu\u2019 <\/em>adalah sikap dan perbuatan manusia yang menunjukkan adanya kerendahan hati, tidak sombong dan tinggi hati, mudah tersinggung. Gambaran <em>tawadhu\u2019 <\/em>disebutkan pada Al-<\/p>\n<p>Qur&#8217;an surah ke 25, Al-Furqan ayat 63:<\/p>\n<p>Artinya: <em>\u201cDan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.<\/em>\u201d <em>(QS. Al- Furqan [25]:63)<\/em><\/p>\n<p>Pengertian yang lebih dalam adalah kita tidak melihat diri kita memiliki nilai lebih dibandingkan hamba Allah yang lainnya. Orang yang <em>tawadhu\u2019 <\/em>adalah orang menyadari bahwa semua kenikmatan yang didapatnya bersumber dari Allah Swt. yang dengan pemahamannya tersebut maka tidak pernah terbersit sedikitpun dalam hatinya kesombongan dan merasa lebih baik dari orang lain, tidak merasa bangga dengan potensi dan prestasi yang sudah dicapainya.<\/p>\n<p>Ia tetap rendah hati dan selalu menjaga hati dan niat untuk segala amal shalehnya dari segala sesuatu selain niat karena Allah. Tetap menjaga keikhlasan amal ibadahnya hanya karena Allah.<\/p>\n<p><em>Tawadhu\u2019 <\/em>ialah bersikap tenang, sederhana dan sungguh-sungguh menjauhi perbuatan <em>takabur <\/em>(sombong), ataupun <em>sum\u2019ah <\/em>ingin diketahui orang lain amal kebaikan kita. <em>Tawadhu\u2019 <\/em>merupakan salah satu bagian dari akhlak mulia, jadi sudah selayaknya kita sebagai umat muslim bersikap <em>tawadhu\u2019<\/em>, karena <em>tawadhu\u2019 <\/em>merupakan salah satu akhlak terpuji yang wajib dimiliki oleh setiap umat islam.<\/p>\n<p>Sikap <em>tawadhu\u2019 <\/em>sangat penting artinya dalam pergaulan sesama manusia, sikap <em>tawadhu\u2019 <\/em>disukai dalam pergaulan sehingga menimbulkan rasa simpati dari pihak lain. Berbicara lebih jauh tentang <em>tawadhu\u2019<\/em>, sebenarnya <em>tawadhu\u2019 <\/em>sangat diperlukan bagi siapa saja yang ingin menjaga amal shaleh atau amal kebaikannya, agar tetap tulus ikhlas, murni dari tujuan selain Allah.<\/p>\n<p>Karena memang tidak mudah menjaga keikhlasan amal shaleh atau amal kebaikan kita agar tetap murni, bersih dari tujuan selain Allah. Sungguh sulit menjaga agar segala amal shaleh dan amal kebaikan yang kita lakukan tetap bersih dari tujuan selain mengharapkan ridha-Nya. Karena sangat banyak godaan yang datang, yang selalu berusaha mengotori amal kebaikan kita.<\/p>\n<p>Apalagi disaat pujian dan ketenaran mulai datang menghampiri kita, maka terasa semakin sulit bagi kita untuk tetap bisa menjaga kemurnian amal shaleh kita, tanpa terbesit adanya rasa bangga dihati kita. Di sini lah sangat diperlukan <em>tawadhu\u2019 <\/em>dengan menyadari sepenuhnya, bahwa sesungguhnya segala amal shaleh, amal kebaikan yang mampu kita lakukan, semua itu adalah karena pertolongan dan atas ijin Allah Swt.<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Perintah_mempunyai_sikap_tawadhu\"><\/span>2. Perintah mempunyai sikap <em>tawadhu\u2019<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p><em>Tawadhu\u2019 <\/em>di hadapan kedua orang tua, yang ditegaskan pada surah ke 17, Al-Isra ayat 24:<\/p>\n<p>Artinya: <em>\u201cDan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: &#8220;Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua Telah mendidik Aku waktu kecil.\u201d (QS. Al-Israa&#8217; [17]:24)<\/em><\/p>\n<p>Sikap <em>tawadhu\u2019 <\/em>terhadap kedua orang tua ini dalam bentuk rasa hormat yang disertai perasaan kasih sayang. Hal ini penting untuk dilakukan mengingat betapa besar kebaikan kedua orang tua kepada anak-anaknya.<\/p>\n<p><em>Tawadhu\u2019 <\/em>terhadap sesama muslim, yang ditegaskan pada surah ke 26, asy-Syu\u2019ara ayat 215:<\/p>\n<p>Artinya: <em>\u201cDan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman&#8221;.(QS. Asy-Syu&#8217;araa&#8217; [26]:215)<\/em><\/p>\n<p>Sesama muslim harus ada perilaku <em>tawadhu\u2019<\/em>, karena sesama muslim merupakan kesatuan yang saling memperkuat. Sehingga rasa ukhuwah islamiyah umat Islam tidak terputus.<\/p>\n<p><em>Tawadhu\u2019 <\/em>di saat dalam Sebagaimana disebutkan pada surah ke 31, Luqman ayat 19:<\/p>\n<p>Artinya<em>: \u201cDan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.&#8221;( QS. Luqman [31]:19)<\/em><\/p>\n<p>Orang yang <em>tawadhu\u2019 <\/em>menyadari bahwa karunia besar yang dimiliki itu merupakan karunia dari Allah Swt. dan sebagai bentuk ujian dari Allah Swt. Sehingga bukanlah penampilan yang dikedepankan, namun fungsi yang menjadi ukuran. Dan kekayaan bukanlah jumlah yang diperhitungkan, namun proses cara mendapatkan yang harus dipikirkan.<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Bentuk-bentuk_dan_Contoh_Tawadhu\"><\/span>3. Bentuk-bentuk dan Contoh Tawadhu\u2019<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Tanda orang yang <em>tawadhu\u2019 <\/em>adalah di saat seseorang semakin bertambah ilmunya maka semakin bertambah pula sikap <em>tawadhu\u2019 <\/em>dan kasih sayangnya. Dan semakin bertambah amalnya maka semakin meningkat pula rasa takut dan waspadanya. Setiap kali bertambah usianya maka semakin berkuranglah ketamakan nafsunya.<\/p>\n<p>Setiap kali bertambah hartanya maka bertambahlah kedermawanan dan kemauannya untuk membantu sesama. Dan setiap kali bertambah tinggi kedudukan dan posisinya maka semakin dekat pula dia dengan manusia dan berusaha untuk menunaikan berbagai kebutuhan mereka serta bersikap rendah hati kepada mereka. Ini karena orang yang tawadhu\u2019 menyadari akan segala nikmat yang didapatnya adalah dari Allah Swt., untuk mengujinya apakah ia bersykur atau kufur.<\/p>\n<p>Berikut beberapa contoh ketawadhu\u2019an Rasulullah Saw.:<\/p>\n<ol>\n<li>Anas ra jika bertemu dengan anak-anak kecil maka selalu mengucapkan salam pada mereka, ketika ditanya mengapa ia lakukan hal tersebut ia menjawab: Aku melihat kekasihku Nabi Saw. senantiasa berbuat demikian. (HR. Bukhari, Fathul Bari\u2019- 6247).<\/li>\n<li>Dari Anas ra berkata: Nabi Saw. memiliki seekor unta yang diberi nama al-\u2019adhba` yang tidak terkalahkan larinya, maka datang seorang \u2018a\u2019rabiy dengan untanya dan mampu mengalahkan, maka hati kaum muslimin terpukul menyaksikan hal tersebut sampai hal itu diketahui oleh nabi Saw., maka beliau bersabda: Menjadi hak Allah jika ada sesuatu yang meninggikan diri di dunia pasti akan direndahkan-Nya. (HR. Bukhari). (Fathul Bari\u2019-2872).<\/li>\n<li>Abu Said al-Khudarii ra pernah berkata: Jadilah kalian seperti Nabi Saw., beliau menjahit bajunya yang sobek, memberi makan sendiri untanya, memperbaiki rumahnya, memerah susu kambingnya, membuat sandalnya, makan bersama-sama dengan pembantu-pembantunya, memberi mereka pakaian, membeli sendiri keperluannya di pasar dan memikulnya sendiri ke rumahnya, beliau menemui orang kaya maupun miskin, orang tua maupun anak-anak, mengucapkan salam lebih dulu pada siapa yang berpapasan baik tua maupun anak, kulit hitam, merah, maupun putih, orang merdeka maupun hamba sahaya sepanjang termasuk orang yang suka shalat.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Sikap <em>tawadhu\u2019 <\/em>seseorang dapat dilihat dari perilakunya sehari-hari. Adapun bentuk-bentuk perilaku <em>tawadhu\u2019 <\/em>seseorang antara lain:<\/p>\n<ol>\n<li>Menghormati orang yang lebih tua atau orang yang lebih pandai daripada dirinya<\/li>\n<li>Sayang kepada yang lebih muda atau lebih rendah kedudukannya<\/li>\n<li>Menghargai pendapat atau pembicaraan orang lain<\/li>\n<li>Bersedia mengalah demi kepentingan umum<\/li>\n<li>Santun dalam berbicara kepada siapapun<\/li>\n<li>Tidak suka disanjung orang lain atau keberhasilan yang dicapai<\/li>\n<\/ol>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Hikmah_Tawadhu\"><\/span>4. Hikmah Tawadhu<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p><b>Jalan menuju surga<\/b><\/p>\n<p>Allah berfirman, \u201cNegeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.\u201d (QS. al-Qoshos [28]: 83)<\/p>\n<p><b>Mengangkat derajat seorang hamba<\/b><\/p>\n<p>Selayaknya bagi setiap muslim untuk berhias diri dengan sifat tawadhu\u2019, karena dengan tawadhu\u2019 tersebut Allah akan meninggikan derajatnya.<\/p>\n<p>Rasulullah shallallohu alaihi wassalam bersabda, \u201cTidaklah seseorang tawadhu\u2019 karena Allah, kecuali Allah mengangkat derajatnya.\u201d (HR. Muslim: 2588)<\/p>\n<p>Imam an-Nawawi rahimahullah berkata, \u201cHadits ini mempunyai dua makna. Pertama, Allah akan meninggikan derajatnya di dunia, dan mengokohkan sifat tawadhu\u2019nya dalam hati hingga Allah mengangkat derajatnya di mata manusia. Kedua, pahala di akhirat, yakni Allah akan mengangkat derajatnya di akhirat disebabkan tawadhu\u2019nya di dunia.<\/p>\n<p><b>Mendatangkan rasa cinta, persaudaraan, dan menghilangkan kebencian<\/b><\/p>\n<p>Rasulullah shallallahu alaihi wassalam bersabda, \u201cSesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku agar kalian tawadhu\u2019, hingga tidak ada seorang pun yang membanggakan dirinya atas orang lain, dan tidak ada lagi orang yang menyakiti atas yang lain.\u201d (HR. Muslim: 2865)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>1. Pengertian dan Pentingnya Tawadhu\u2019 Tawadhu\u2019 berasal dari Bahasa Arab yang artinya meletakkan. Dalam kamus besar bahasa Indonesia Tawadhu\u2019 berarti rendah hati. Yang dimaksud dengan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-25821","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25821","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25821"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25821\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25821"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25821"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25821"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}