{"id":25818,"date":"2022-11-14T10:27:42","date_gmt":"2022-11-14T03:27:42","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=25818"},"modified":"2022-11-14T10:27:42","modified_gmt":"2022-11-14T03:27:42","slug":"husnudzan-pengertian-hukum-contoh-dan-hikmahnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/husnudzan-pengertian-hukum-contoh-dan-hikmahnya\/","title":{"rendered":"Husnudzon: Pengertian, Hukum, Contoh dan Hikmahnya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/husnudzan-pengertian-hukum-contoh-dan-hikmahnya\/#Pengertian_dan_Pentingnya_Husnudzan\" >Pengertian dan Pentingnya Husnudzan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/husnudzan-pengertian-hukum-contoh-dan-hikmahnya\/#Hukum_Husnudzan_kepada_Sesama_Manusia\" >Hukum Husnudzan kepada Sesama Manusia<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/husnudzan-pengertian-hukum-contoh-dan-hikmahnya\/#Contoh-contoh_Husnudzan_kepada_Sesama_Manusia\" >Contoh-contoh Husnudzan kepada Sesama Manusia<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/husnudzan-pengertian-hukum-contoh-dan-hikmahnya\/#Hikmah_Husnudzan_kepada_Sesama_Manusia\" >Hikmah Husnudzan kepada Sesama Manusia<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/husnudzan-pengertian-hukum-contoh-dan-hikmahnya\/#Membiasakan_Diri_Bersikap_Husnudzan\" >Membiasakan Diri Bersikap Husnudzan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_dan_Pentingnya_Husnudzan\"><\/span><strong>Pengertian dan Pentingnya Husnudzan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Salah satu akhlak terpuji kepada sesama manusia adalah <em>husnudzan<\/em>. Secara bahasa berasal dari bahasa Arab, <em>husnu <\/em>yang artinya baik, dan <em>dzan <\/em>berarti dugaan, sangkaan atau keyakinan. Menurut istilah <em>husnudzan <\/em>adalah adanya pemikiran yang positif terhadap manusia lain, bahwa setiap manusia itu pasti mempunyai kebaikan yang bermanfaat bagi yang lainnya.<\/p>\n<p>Semua ciptaan Allah itu mempunyai kebaikan dan kemanfaatan, juga setiap manusia itu oleh Allah Swt. telah diberi rahmat karunia yang masing-masing berbeda. Dalam Al-Qur\u2019an surah Al-Baqarah ayat 237 ditegaskan bahwa manusia itu tidak boleh melupakan keutamaan atau kebaikan orang lain.<\/p>\n<p>Artinya:<em>\u201cdan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha melihat segala apa yang kamu kerjakan.&#8221; (QS. Al-Baqarah [2]:237)<\/em><\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Hukum_Husnudzan_kepada_Sesama_Manusia\"><\/span><strong>Hukum <em>Husnudzan <\/em>kepada Sesama Manusia<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Dalam dalil-dalil al-Qur&#8217;an dan hadis diterangkan beberapa hukum berprasangka (<em>dzan<\/em>) yaitu dalam Al Qur&#8217;an surah Al-Hujurat (49) ayat 12:<\/p>\n<p>Artinya: <em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, <\/em><em>sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa.&#8221; (QS. Al-Hujurat [49]:12)<\/em><\/p>\n<p>Artinya: <em>\u201cDari Abu Hurairah Ra, sesungguhnya Rasulullah SAW. bersabda :&#8221;Sekali- kali janganlah engkau berburuk sangka karena sesungguhnya berburuk sangka itu adalah perkataan yang paling bohong.\u201d (HR. Bukhari dan Muslim)<\/em><\/p>\n<p>Diterangkan dalam sebuah hadis :<\/p>\n<p>Artinya: <em>\u201cDari Abu Hurairah Ra. dari Nabi Saw. sabdanya : \u201cBerbaik sangka adalah termasuk kebaikan ibadah\u201d. (HR Ibnu Hibban dan Abu Daud).<\/em><\/p>\n<p>Ada beberapa hukum <em>Husnudzan <\/em>kepada manusia:<\/p>\n<p><em>Wajib<\/em>, yaitu <em>Husnudzan <\/em>kepada Allah dan para Rasul Allah Swt. Kita harus yakin bahwa Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Allah juga Maha<\/p>\n<p>Memelihara semua makhluk-Nya, terutama manusia. Maka apapun yang Allah berikan dalam kehidupan kita, patut kita syukuri dan kita ambil hikmahnya dengan berhusnudzan kepada Allah. Kita juga harus husnudzan kepada para nabi dan Rasul yang diutus di dunia bertugas untuk membawa rahmat dari Allah Swt., dan tidak membutuhkan balasan dari manusia, sebagaimana disebutkan pada surah Yaasin (36) ayat 21:<\/p>\n<p>Artinya: <em>\u201cIkutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.&#8221; ( QS.Yaasin [36]:21)<\/em><\/p>\n<p><em>Mandub (sunnah)<\/em>, yakni kepada saudara\u2013saudaranya yang seiman, karena sesama muslim itu sama terikat oleh iman dan perjuangan untuk mewujudkan kebaikan melalui ibadah, dakwah dan amalan saleh lainnya.<\/p>\n<p><em>Jaiz, <\/em>atau <em>mubah <\/em>kepada sesama manusia pada umumnya. Karena pada dasarnya, semua manusia itu merasa saling membutuhkan dan mempunyai<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh-contoh_Husnudzan_kepada_Sesama_Manusia\"><\/span><strong>Contoh-contoh <em>Husnudzan <\/em>kepada Sesama Manusia<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Bentuk-bentuk sikap Husnudzan kepada sesama manusia antara lain :<\/p>\n<p><em>Ta&#8217;aruf<\/em>, saling mengenalkan diri untuk membentuk persaudaraan, dengan tidak berlaku Karena Allah menciptakan manusia itu untuk saling mengenal. Sebagaimana disebutkan pada surah ke 49, Al-Hujurat ayat 13:<\/p>\n<p>Artinya: <em>\u201cHai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki- <\/em><em>laki<\/em> <em>dan<\/em> <em>seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku- suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.\u201c (QS. Al Hujurat [49]:13)<\/em><\/p>\n<p>Mau melaksanakan kerjasama, saling membantu dan Dengan keyakinan bahwa apa yang dikerjakan itu adalah untuk kepentingan menegakkan kehidupan bersama.<\/p>\n<p>Memberikan kepercayaan kepada sesama manusia pada bidang\u2013bidang atau urusan tertentu. Karena setiap manusia itu mempunyai kemampuan, bakat tertentu. Hal ini ditegaskan pada surah ke 39, Az-Zumar ayat 39:<\/p>\n<p>Artinya: <em>\u201cKatakanlah: &#8220;Hai kaumku, Bekerjalah sesuai dengan keadaanmu, Sesungguhnya Aku akan bekerja (pula), Maka kelak kamu akan mengetahui,\u201d (QS. Az-Zumar [39]:39).<\/em><\/p>\n<p>Mau memberikan masukan, saran atau dakwah untuk Islam. Dengan keyakinan dia itu membutuhkan petunjuk dan Hal ini dicontohkan dari kisah nabi Musa As. ketika berdakwah kepada Fir\u2019aun. Yang ditegaskan pada surah ke 20, Thahaayat 44:<\/p>\n<p>Artinya: <em>\u201cMaka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, Mudah-mudahan ia ingat atau takut&#8221;.(QS. Thaha [20]:44)<\/em><\/p>\n<p>Menerima dengan lapang dada masukan dari orang Menganggap kritikan dan saran sebagai masukan yang membangun dan meningkatkan kualitas diri.<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Hikmah_Husnudzan_kepada_Sesama_Manusia\"><\/span><strong>Hikmah <em>Husnudzan <\/em>kepada Sesama Manusia<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Di antara hikmah kita membiasakan perilaku husnudzan adalah:<\/p>\n<p><strong>Menentramkan hati<\/strong><\/p>\n<p>Dengan berbaik sangka, hati kita selalu bisa menerima apa yang terjadi serta menggali sisi baiknya. Dengan demikian maka hati menjadi tenteram dan jauh dari kegelisahan.<\/p>\n<p><strong>Memudahkan koordinasi<\/strong><\/p>\n<p>Dengan adanya Husnudzan kepada sesama manusia, maka akan timbul kehidupan masyarakat yang penuh dengan kebersamaan, sehingga akan terbentuk sikap saling memanfaatkan kebaikan dari masing-masing anggota masyarakat. Karena Allah<\/p>\n<p>Swt. telah berfirman pada surah ke 43, Az\u2013Zukhruf ayat 32:<\/p>\n<p>Artinya: <em>\u201cApakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? kami Telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami Telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.&#8221;(QS. Az-Zukhruf [43]:32)<\/em><\/p>\n<p>Memberikan dorongan kepada orang lain untuk mengembangkan potensi Sehingga setiap orang dapat meningkatkan kompetensinya. Hal ini disebutkan pada surah Al-Isra (17) ayat 84:<\/p>\n<p>Artinya: <em>Katakanlah: &#8220;Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing- masing&#8221;. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.\u201d (QS. Al Isra&#8217; [17]:84)<\/em><\/p>\n<p>Memberikan kemudahan untuk komunikasi. Karena dengan <em>husnudzan <\/em>ini sikap saling terbuka dapat Keterbukaan ini dapat subur dengan adanya <em>husnudzan<\/em>. Hal ini juga akan mengurangi desas\u2013desus, fitnah ataupun gosip\u2013gosip yang mengakibatkan renggangnya persaudaraan.<\/p>\n<p>Bagi seseorang dengan <em>husnudzan <\/em>itu akan mendapatkan banyak hal tentang kebaikan dari orang lain. Antara lain, penghargaan. Karena <em>husnudzan <\/em>itu bagian dari wujud pemberian kehormatan \/ penghargaan kepada orang Allah berfirman pada surah ke 17, Al-Isra ayat 7:<\/p>\n<p>Artinya: <em>\u201cJika kamu berbuat kebaikan, berarti kamu telah berbuat baik untuk dirimu sendiri.\u201d (QS. Al-Israa&#8217; [17]:7)<\/em><\/p>\n<p>Jadi setiap apa yang terjadi akan diterima secara baik oleh seseorang apabila mempunyai sikap <em>husnudzan <\/em>(berbaik sangka). Dan setiap apa yang terjadi akan menjadi jelek dipandangannya apabila seseorang mempunyai sikap <em>su\u2019udzan <\/em>(berburuk sangka).<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Membiasakan_Diri_Bersikap_Husnudzan\"><\/span><strong>Membiasakan Diri Bersikap Husnudzan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Seorang muslim \/ muslimah yang berperilaku <em>husnudzan <\/em>kepada Allah Swt., tentu akan senantiasa bertakwa kepada-Nya di mana pun dan kapan pun ia berada. Serta mereka yang <em>husnudzan <\/em>terhadap diri sendiri, tentu akan membiasakan diri dengan bersikap dan berperilaku terpuji yang bermanfaat bagi dirinya<strong>. <\/strong>Perilaku ini tercermin dalam sikap sehari- hari yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li>Tidak mudah menerima suatu berita yang tidak jelas sumber kebenarannya<\/li>\n<li>Berusaha untuk sering bertemu dengan sesama teman atau anggota masyarakat<\/li>\n<li>Dengan sering bertemu, dapat mengantisipasi munculnya gosip yang sering merusak hubungan persaudaraan<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian dan Pentingnya Husnudzan Salah satu akhlak terpuji kepada sesama manusia adalah husnudzan. Secara bahasa berasal dari bahasa Arab, husnu yang artinya baik, dan dzan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-25818","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25818","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25818"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25818\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25818"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25818"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25818"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}