{"id":25795,"date":"2022-11-14T10:05:00","date_gmt":"2022-11-14T03:05:00","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=25795"},"modified":"2022-11-14T10:05:00","modified_gmt":"2022-11-14T03:05:00","slug":"adab-kepada-kedua-orangtua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-kepada-kedua-orangtua\/","title":{"rendered":"Adab Kepada Kedua Orangtua"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-kepada-kedua-orangtua\/#1_Mencintai_dan_sayang_kepada_kedua_orang_tua\" >1. Mencintai dan sayang kepada kedua orang tua<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-kepada-kedua-orangtua\/#2_Menaati_keduanya\" >2. Menaati keduanya<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-kepada-kedua-orangtua\/#3_Menanggung_dan_menafkahi_orang_tua\" >3.\u00a0 Menanggung dan menafkahi orang tua<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-kepada-kedua-orangtua\/#4_Menjaga_perasaan_keduanya_dan_berusaha_membuat_ridha_orang_tuanya_dengan_perbuatan_dan_ucapan\" >4. Menjaga perasaan keduanya dan berusaha membuat ridha orang tuanya dengan perbuatan dan ucapan.<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-kepada-kedua-orangtua\/#5_Tidak_memanggil_orang_tua_dengan_namanya\" >5. Tidak memanggil orang tua dengan namanya<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-kepada-kedua-orangtua\/#6_Tidak_duduk_ketika_keduanya_berdiri_dan_tidak_mendahuluinya_dalam_berjalan\" >6. Tidak duduk ketika keduanya berdiri dan tidak mendahuluinya dalam berjalan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-kepada-kedua-orangtua\/#7_Tidak_mengutamakan_istri_dan_anak_daripada_kedua_orang_tua\" >7. Tidak mengutamakan istri dan anak daripada kedua orang tua<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-kepada-kedua-orangtua\/#8_Mendoakan_keduanya_baik_mereka_masih_hidup_atau_sudah_wafat\" >8. Mendoakan keduanya baik mereka masih hidup atau sudah wafat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-kepada-kedua-orangtua\/#9_Berbuat_baik_kepada_kawan-kawan_orang_tua_setelah_orang_tua_telah_wafat\" >9. Berbuat baik kepada kawan-kawan orang tua setelah orang tua telah wafat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-kepada-kedua-orangtua\/#10_Tidak_Mencaci_maki_kedua_orang_tua\" >10. Tidak Mencaci maki kedua orang tua.<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-kepada-kedua-orangtua\/#11_Tidak_mengeraskan_suaranya_melebihi_suara_kedua_orang_tua_demi_sopan_santun_terhadap\" >11. Tidak mengeraskan suaranya melebihi suara kedua orang tua demi sopan santun terhadap<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-kepada-kedua-orangtua\/#12_Menjawab_panggilan_mereka_dengan_jawaban_yang_lunak_seperti_%E2%80%9CLabbaik_siap_atau_baiklah%E2%80%9D\" >12.\u00a0 Menjawab panggilan mereka dengan jawaban yang lunak seperti \u201cLabbaik, siap, atau baiklah.\u201d<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-kepada-kedua-orangtua\/#13_Bersikaplah_rendah_hati_dan_lemah_lembut_kepada_kedua_orang_tua_seperti_melayani_mereka_menyuapi_makan_dengan_tangannya_bila_keduanya_tidak_mampu_dengan_mengutamakan_keduanya_di_atas_diri_dan_anak-anaknya\" >13. Bersikaplah rendah hati dan lemah lembut kepada kedua orang tua seperti melayani mereka menyuapi makan dengan tangannya bila keduanya tidak mampu, dengan mengutamakan keduanya di atas diri dan anak-anaknya.<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-kepada-kedua-orangtua\/#14_Tidak_mengungkit-ungkit_kebaikanmu_kepada_keduanya_maupun_pelaksanaan_perintah_yang_dilakukan_olehnya\" >14.\u00a0 Tidak mengungkit-ungkit kebaikanmu kepada keduanya maupun pelaksanaan perintah yang dilakukan olehnya.<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-kepada-kedua-orangtua\/#15_Janganlah_ia_memandang_kedua_orang_tua_dengan_pandangan_sinis_dan_bermuka_cemberut_kepada_keduanya\" >15. Janganlah ia memandang kedua orang tua dengan pandangan sinis dan bermuka cemberut kepada keduanya.<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Diriwayatkan oleh Imam Muslim, suatu ketika Abu Hurairah menghadap Nabi karena ibunya menolak untuk masuk Islam. Maka ia meminta Nabi mendoakan supaya ibunya masuk Islam. Sehingga pulanglah ia ke rumah, dan ibunya ternyata baru saja mendapat hidayah, lalu berkata: \u201cWahai Abu Hurairah, Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya.\u201d<\/p>\n<p>Kedua orang tua merupakan sebab adanya manusia. Keduanya telah merasakan kelelahan karena mengurus anak dan menyenangkan mereka. Allah Subhaanahu wa Ta&#8217;aala mewajibkan hamba-hamba-Nya berbakti kepada kedua orang tua. Bahkan memposisikan bakti pada orang tua setelah tauhid kepada Allah Swt. Rasulullah juga bersabda:<\/p>\n<p>Artinya: <em>\u201cBarang siapa yang senang dipanjangkan umurnya dan ditambahkan rezekinya, <\/em><em>maka berbaktilah kepada kedua orang tuanya dan sambunglah tali silaturrahim.\u201d (HR. <\/em><em>Al-Haitsami)<\/em><\/p>\n<p>Beliau shallallahu &#8216;alaihi wa sallam juga bersabda:<\/p>\n<p>Artinya: <em>\u201cHinalah ia, hinalah ia dan hinalah ia.\u201d Lalu ada yang bertanya, \u201cSiapa wahai Rasulullah?\u201d Beliau menjawab, \u201cYaitu orang yang mendapatkan orang tuanya sudah tua; salah satunya atau kedua-duanya tetapi ia tidak masuk surga.\u201d (HR. Muslim).<\/em><\/p>\n<p>Oleh karena itu, wajib bagi setiap muslim berbakti kepada kedua orang tuanya dan bergaul dengan sikap yang baik. Di antara adab bergaul dengan orang tua adalah sebagai berikut:<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Mencintai_dan_sayang_kepada_kedua_orang_tua\"><\/span>1. Mencintai dan sayang kepada kedua orang tua<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Seorang muslim menyadari bahwa kedua orang tuanya memiliki jasa yang besar terhadapnya, karena keduanya telah mengerahkan pikiran dan tenaga untuk merawat, membesarkan, mendidik, dan menyenangkan anaknya. Oleh karena itu, meskipun seorang muslim telah mengerahkan segala kemampuannya dalam berbakti kepada kedua orang tuanya, namun tetap saja ia belum dapat membalasnya.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Menaati_keduanya\"><\/span>2. Menaati keduanya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Seorang muslim hendaknya menaati perintah kedua orang tuanya, kecuali apabila kedua orang tua menyuruh berbuat maksiat kepada Allah Swt.<\/p>\n<p>Allah Subhaanahu wa Ta&#8217;aala berfirman:<\/p>\n<p>Artinya: <em>\u201cDan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.\u201d (QS. Luqman [31]:15)<\/em><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Menanggung_dan_menafkahi_orang_tua\"><\/span>3.\u00a0 Menanggung dan menafkahi orang tua<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Seorang muslim juga hendaknya menanggung dan menafkahi orang tua agar ia memperoleh keridhaan Allah. Jika ia seorang yang berharta banyak, lalu orang tuanya butuh kepada sebagian harta itu, maka ia wajib memberikannya. Hal ini berdasarkan hadis berikut:<\/p>\n<p>Artinya: <em>\u201cDari Jabir bin Abdillah, bahwa seseorang berkata, \u201cWahai Rasulullah, sesungguhnya aku mempunyai harta dan anak, sedangkan bapakku ingin menghabiskan hartaku.\u201d Maka Beliau bersabda, \u201cEngkau dan hartamu adalah milik bapakmu.\u201d (HR. Ibnu Majah).<\/em><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Menjaga_perasaan_keduanya_dan_berusaha_membuat_ridha_orang_tuanya_dengan_perbuatan_dan_ucapan\"><\/span>4. Menjaga perasaan keduanya dan berusaha membuat ridha orang tuanya dengan perbuatan dan ucapan.<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Seorang muslim juga harus menjauhi ucapan atau tindakan yang menyakitkan hati orang tuanya meskipun sepele, seperti berkata \u201cAh.\u201d Allah Subhaanahu wa Ta&#8217;aala berfirman:<\/p>\n<p>Artinya: <em>\u201cDan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan &#8220;ah&#8221; dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.\u201d (QS. Al-Isra [17]:23)<\/em><\/p>\n<p>Hendaknya ia mengetahui, bahwa ridha Allah ada pada keridhaan orang tua, dan bahwa murka-Nya ada pada kemurkaan orang tua. Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda:<\/p>\n<p>Artinya: <em>\u201cRidha Allah ada pada keridhaan orang tua dan murka Allah ada pada kemurkaan orang tua.\u201d (HR. Tirmidzi dan Hakim dari Abdullah bin \u2018Amr).<\/em><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Tidak_memanggil_orang_tua_dengan_namanya\"><\/span>5. Tidak memanggil orang tua dengan namanya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Tidak_duduk_ketika_keduanya_berdiri_dan_tidak_mendahuluinya_dalam_berjalan\"><\/span>6. Tidak duduk ketika keduanya berdiri dan tidak mendahuluinya dalam berjalan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Tidaklah termasuk adab yang baik kepada kedua orang tua jika seorang anak duduk sedangkan ibu-bapaknya berdiri atau meluruskan kedua kakinya, sedangkan keduanya duduk di hadapannya, bahkan hendaknya ia memiliki adab yang baik di hadapannya dan merendahkan diri kepada Allah Subhaanahu wa Ta&#8217;aala berfirman:<\/p>\n<p>Artinya: <em>\u201cDan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: &#8220;Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.&#8221; (QS. Al-Isra [17]:24)<\/em><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Tidak_mengutamakan_istri_dan_anak_daripada_kedua_orang_tua\"><\/span>7. Tidak mengutamakan istri dan anak daripada kedua orang tua<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Hal ini berdasarkan hadis yang menyebutkan tentang tiga orang Bani Israil yang berjalan-jalan di gurun, lalu mereka terpaksa bermalam di gua. Ketika mereka masuk ke dalamnya, tiba-tiba ada sebuah batu besar yang jatuh dari atas gunung sehingga menutupi pintu gua itu, lalu mereka berusaha menyingkirkan batu tersebut, tetapi mereka tidak bisa, maka akhirnya mereka berdoa kepada Allah dengan menyebutkan amal saleh yang pernah mereka lakukan. Salah seorang di antara mereka berkata, <em>\u201cYa Allah, saya memiliki kedua orang tua yang sudah lanjut usia dan saya biasanya tidak memberi minuman kepada keluarga dan harta yang saya miliki (seperti budak) sebelum keduanya. Suatu hari saya pernah pergi jauh untuk mencari sesuatu sehingga saya tidak pulang kecuali setelah keduanya tidur, maka saya perahkan susu untuk keduanya, namun saya mendapatkan keduanya telah tidur dan saya tidak suka memberi minum sebelum keduanya terlebih dahulu minum. Aku menunggu, sedangkan gelas masih berada di tanganku karena menunggu keduanya bangun sehingga terbit fajar. Keduanya pun bangun lalu meminum susu itu. Ya Allah, jika yang aku lakukan itu karena mengharapkan wajah-Mu, maka hilangkanlah derita yang menimpa kami karena batu ini,\u201d <\/em>yang lain juga menyebutkan amal saleh mereka yang ikhlas yang pernah mereka lakukan, sehingga batu besar itu pun bergeser dan mereka dapat keluar.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"8_Mendoakan_keduanya_baik_mereka_masih_hidup_atau_sudah_wafat\"><\/span>8. Mendoakan keduanya baik mereka masih hidup atau sudah wafat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Demikianlah seharusnya sikap yang seharusnya dilakukan seorang muslim terhadap kedua orang tuanya, yakni banyak mendoakan kedua orang tuanya, dan itulah akhlak para nabi; mereka berbakti kepada kedua orang tuanya dan mendoakan kebaikan kepada mereka. Nabi Nuh \u2018alaihis salam pernah berdoa untuk orang tuanya sebagaimana disebutkan dalam Al Qur\u2019an surah Nuh: 28: <em>\u201cYa Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang- orang yang zalim itu selain kebinasaan.\u201d (Terj. QS. Nuh [71]:28)<\/em><\/p>\n<p>Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam juga pernah bersabda:\u0647<\/p>\n<p>Artinya: <em>\u201cApabila seseorang meninggal, maka terputuslah amalnya selain tiga perkara; sedekah jaariyah, ilmu yang dimanfaatkan atau anak saleh yang mendoakannya.\u201d (HR. Muslim)<\/em><\/p>\n<p>Artinya: <em>\u201cSesunguhnya seseorang benar-benar diangkat derajatnya di surga, lalu ia berkata, \u201cKarena apa ini?\u201d Lalu dikatakan kepadanya, \u201cKarena permintaan ampun anakmu untukmu.\u201d (HR. Ibnu Majah).<\/em><\/p>\n<p>Oleh karena itu, hendaknya seorang muslim mendoakan ampunan untuk kedua orang tuanya, membayarkan hutang dan nadzarnya dan sebagainya.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"9_Berbuat_baik_kepada_kawan-kawan_orang_tua_setelah_orang_tua_telah_wafat\"><\/span>9. Berbuat baik kepada kawan-kawan orang tua setelah orang tua telah wafat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Dari Abdullah bin Dinar dari Abdullah bin Umar, bahwa seseorang dari kalangan Arab baduwi pernah ditemuinya di jalan menuju Mekah, lalu Abdullah mengucapkan salam kepadanya dan menaikkannya ke atas keledai yang ditungganginya dan memberikan sorban yang dipakainya kepadanya. Abdullah bin Dinar berkata: Kami pun berkata, <em>\u201cSemoga Allah memperbaikimu, sesungguhnya mereka adalah orang-orang Arab baduwi, mereka biasanya puas dengan perkara yang sedikit, lalu Abdullah berkata, \u201cSesunggunya bapak orang ini adalah teman Umar bin Khaththab, dan sesungguhnya aku mendengar\u00a0 Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda:<\/em><\/p>\n<p><em>Artinya: \u201cSesungguhnya berbakti yang paling baik adalah ketika seorang anak menyambung hubungan dengan kawan-kawan bapaknya.\u201d (HR. Muslim)<\/em><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"10_Tidak_Mencaci_maki_kedua_orang_tua\"><\/span>10. Tidak Mencaci maki kedua orang tua.<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Rasulullah shallallahu \u2018alaihi wasallam bersabda: <em>\u201cTermasuk dosa besar adalah seseorang mencaci maki orang tuanya.\u201d <\/em>Para sahabat bertanya, <em>\u2018Ya Rasulullah, apa ada orang yang mencaci maki orang tuanya?\u2019 <\/em>Beliau menjawab, <em>\u201cAda. ia mencaci maki ayah orang lain kemudian orang tersebut membalas mencaci maki orang tuanya. Ia mencaci maki ibu orang lain lalu orang itu membalas mencaci maki ibunya.\u201d (HR. Bukhari dan Muslim)<\/em><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"11_Tidak_mengeraskan_suaranya_melebihi_suara_kedua_orang_tua_demi_sopan_santun_terhadap\"><\/span>11. Tidak mengeraskan suaranya melebihi suara kedua orang tua demi sopan santun terhadap<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Al-Qur\u2019an membimbing untuk berkata-kata dengan orang tua dengan kalimat yang ringan <em>(qaulan maysuuraa).<\/em><\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"12_Menjawab_panggilan_mereka_dengan_jawaban_yang_lunak_seperti_%E2%80%9CLabbaik_siap_atau_baiklah%E2%80%9D\"><\/span>12.\u00a0 Menjawab panggilan mereka dengan jawaban yang lunak seperti \u201c<em>Labbaik<\/em>, siap, atau baiklah.\u201d<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"13_Bersikaplah_rendah_hati_dan_lemah_lembut_kepada_kedua_orang_tua_seperti_melayani_mereka_menyuapi_makan_dengan_tangannya_bila_keduanya_tidak_mampu_dengan_mengutamakan_keduanya_di_atas_diri_dan_anak-anaknya\"><\/span>13. Bersikaplah rendah hati dan lemah lembut kepada kedua orang tua seperti melayani mereka menyuapi makan dengan tangannya bila keduanya tidak mampu, dengan mengutamakan keduanya di atas diri dan anak-anaknya.<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"14_Tidak_mengungkit-ungkit_kebaikanmu_kepada_keduanya_maupun_pelaksanaan_perintah_yang_dilakukan_olehnya\"><\/span>14.\u00a0 Tidak mengungkit-ungkit kebaikanmu kepada keduanya maupun pelaksanaan perintah yang dilakukan olehnya.<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Seperti ia berkata \u201cAku beri engkau sekian dan sekian dan aku lakukan begini kepada kamu berdua\u201d. Karena perbuatan itu bisa mematahkan hati, ada yang mengatakan menyebut-nyebut kebaikan itu bisa memutuskan hubungan.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"15_Janganlah_ia_memandang_kedua_orang_tua_dengan_pandangan_sinis_dan_bermuka_cemberut_kepada_keduanya\"><\/span>15. Janganlah ia memandang kedua orang tua dengan pandangan sinis dan bermuka cemberut kepada keduanya.<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diriwayatkan oleh Imam Muslim, suatu ketika Abu Hurairah menghadap Nabi karena ibunya menolak untuk masuk Islam. Maka ia meminta Nabi mendoakan supaya ibunya masuk Islam.&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-25795","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25795","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25795"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25795\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25795"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25795"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25795"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}