{"id":25783,"date":"2022-11-14T08:02:46","date_gmt":"2022-11-14T01:02:46","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=25783"},"modified":"2022-11-14T08:02:46","modified_gmt":"2022-11-14T01:02:46","slug":"sejarah-pembukuan-al-quran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sejarah-pembukuan-al-quran\/","title":{"rendered":"Sejarah Pembukuan Al-Qur\u2019an"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sejarah-pembukuan-al-quran\/#Al-Quran_pada_masa_Rasulullah\" >Al-Qur\u2019an pada masa Rasulullah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sejarah-pembukuan-al-quran\/#Al-Quran_pada_masa_Khulafaur_Rasyidin\" >Al-Qur\u2019an pada masa Khulafaur Rasyidin<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Adapun sejarah pembukuan (kodifikasi) al-Qur\u2019an dibagi kedalam dua tahap, yaitu:<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Al-Quran_pada_masa_Rasulullah\"><\/span>Al-Qur\u2019an pada masa Rasulullah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Pada masa ini, Al-Qur\u2019an diturunkan ayat demi ayat dan surah demi surah. Karena kefasihan dan keindahan bahasanya luar biasa, ia tersebar dengan cepat dan menakjubkan. Secara sembunyi-sembunyi dalam malam-malam yang gelap, kaum muslimin datang mendekati rumah Nabi untuk mendengarkan ayat-ayat Al-Qur\u2019an yang sedang beliau baca. Kaum muslimin juga bersungguh-sungguh dalam menghapal dan mempelajari Al-Qur\u2019an, karena Nabi Saw. diperintahkan untuk mengajarkan Al-Qur\u2019an kepada mereka (QS. 16:44).<\/p>\n<p>Setelah Nabi Muhammad Saw. hijrah ke Madinah, dan urusan kaum muslimin menjadi teratur, beliau memerintahkan kepada sekelompok sahabatnya untuk memperhatikan keadaan Al-Qur\u2019an, mengajarkan, mempelajari dan menyebarkannya. Wahyu itu dicatat hari demi hari sehingga tidak musnah, dan mereka dibebaskan dari wajib militer, seperti ditegaskan dalam Al-Qur\u2019an (QS. 9: 122).<\/p>\n<p>Dalam kelompok itu terdapat beberapa sahabat yang tekun membaca Al- Qur\u2019an, menghapal dan memelihara surah-surah dan ayat-ayatnya. Mereka inilah yang kemudian dikenal dengan sebutan <strong><em>al-qurra\u2019<\/em><\/strong><em>. <\/em>Ayat-ayat yang diturunkan secara bertahap, ditulis pada papan-papan, kulit domba atau pelepah kurma, dan dihapal.<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Al-Quran_pada_masa_Khulafaur_Rasyidin\"><\/span>Al-Qur\u2019an pada masa Khulafaur Rasyidin<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Sesudah Rasulullah wafat, Ali bin Abi Thalib diam di rumahnya untuk menghimpun Al-Qur\u2019an dalam satu mushaf menurut urutan turunnya. Dan belum enam bulan sejak wafatnya Rasulullah, dia telah merampungkan penghimpunan itu dan mengusungnya ke atas punggung unta.<\/p>\n<p>Satu tahun sesudah Rasulullah wafat, pecah perang Yamamah yang merenggut korban tujuh puluh orang qurra\u2019. Pada waktu itu khalifah berpikir untuk menghimpun surah-surah dan ayat-ayat Al-Qur\u2019an dalam satu mushaf, karena khawatir akan terjadi perang lagi serta khawatir akan punahnya para qurra\u2019 dan hilangnya Al-Qur\u2019an karena kematian mereka. Khalifah memerintahkan kepada sekelompok qurra, sahabat di bawah pimpinan Zaid bin Tsabit untuk menghimpun Al-Qur\u2019an. Mereka menghimpun dari papan-papan, pelepah-pelepah kurma, dan kulit-kulit domba yang terdapat di rumah Nabi yang ditulis oleh para penulis wahyu, dan tulisan-tulisan yang ada pada sahabat-sahabat yang lain. Setelah menyelesaikan penghimpunan itu, mereka menyalin beberapa naskah dan dibagikan ke beberapa negeri Islam.<\/p>\n<p>Sesudah khalifah ketiga mengetahui bahwa Al-Qur\u2019an terancam perubahan dan penggantian akibat sikap mempermudah dalam menyalin dan memeliharanya, dia memerintahkan untuk mengambil mushaf yang disimpan oleh Hafsah, yakni naskah pertama di antara naskah-naskah khalifah pertama, dan memerintahkan kepada lima orang sahabat, yang di antaranya Zaid bin Tsabit, untuk menyalin mushaf tersebut. Khalifah ketiga juga memerintahkan agar semua naskah yang terdapat di negeri-negeri Islam dikumpulkan dan dikirimkan ke Madinah, kemudian dibakar.<\/p>\n<p>Mereka menulis lima naskah Al-Qur\u2019an. Satu naskah ditinggal di Madinah dan empat yang lainnya dibagi-bagikan ke Makkah, Suriah, Kufah dan Basrah. Masing- masing satu buah. Ada yang mengatakan bahwa selain lima naskah ini, ada satu naskah yang dikirimkan ke Yaman, dan satu lagi ke Bahrain.<\/p>\n<p>Naskah inilah yang dikenal dengan sebutan <em>Mushaf Imam <\/em>dan semua naskah Al-Qur\u2019an ditulis menurut salah satu dari kelima naskah ini. Semua naskah ini dan mushaf yang ditulis melalui perintah khalifah pertama tidak berbeda, kecuali dalam satu hal, yaitu bahwa surah al-Bara&#8217;ah dalam mushaf khalifah pertama diletakkan di antara surah-surah mi&#8217;un, dan surah al-Anfal diletakkan di antara surah-surah matsani. Sedangkan dalam Mushaf Imam, surah al-Anfal dan al-Bara&#8217;ah diletakkan di antara surah al-A&#8217;raf dan Yunus.<\/p>\n<p>Sumber: academia.edu<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Adapun sejarah pembukuan (kodifikasi) al-Qur\u2019an dibagi kedalam dua tahap, yaitu: Al-Qur\u2019an pada masa Rasulullah Pada masa ini, Al-Qur\u2019an diturunkan ayat demi ayat dan surah demi&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-25783","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25783","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25783"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25783\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25783"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25783"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25783"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}