{"id":25650,"date":"2022-11-08T12:59:39","date_gmt":"2022-11-08T05:59:39","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=25650"},"modified":"2022-11-08T12:59:39","modified_gmt":"2022-11-08T05:59:39","slug":"sejarah-perkembangan-islam-di-afrika","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sejarah-perkembangan-islam-di-afrika\/","title":{"rendered":"Sejarah Perkembangan Islam di Afrika"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sejarah-perkembangan-islam-di-afrika\/#1_Masuknya_Islam_ke_Afrika_Gelombang_Pertama\" >1. Masuknya Islam ke Afrika: Gelombang Pertama<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sejarah-perkembangan-islam-di-afrika\/#2_Penaklukan_Afrika_Utara\" >2. Penaklukan Afrika Utara<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sejarah-perkembangan-islam-di-afrika\/#3_Perdagangan_dan_Dakwah_di_Afrika_Sub-Sahara\" >3. Perdagangan dan Dakwah di Afrika Sub-Sahara<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sejarah-perkembangan-islam-di-afrika\/#4_Akulturasi_Islam_dengan_Budaya_Lokal\" >4. Akulturasi Islam dengan Budaya Lokal<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sejarah-perkembangan-islam-di-afrika\/#5_Peran_Islam_dalam_Pendidikan_dan_Kebudayaan\" >5. Peran Islam dalam Pendidikan dan Kebudayaan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sejarah-perkembangan-islam-di-afrika\/#6_Islam_di_Afrika_Modern\" >6. Islam di Afrika Modern<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sejarah-perkembangan-islam-di-afrika\/#Mesir\" >Mesir<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sejarah-perkembangan-islam-di-afrika\/#Aljazair\" >Aljazair<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/sejarah-perkembangan-islam-di-afrika\/#Tunisia\" >Tunisia<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Islam, yang dimulai di Jazirah Arab pada abad ke-7 Masehi, berkembang pesat di seluruh dunia, termasuk Afrika. Sejarah perkembangan Islam di Afrika adalah perjalanan yang melibatkan interaksi antara berbagai kebudayaan, agama, dan kekuatan politik yang telah membentuk benua ini hingga hari ini. Penyebaran Islam di Afrika tidak terjadi dalam satu fase tunggal, melainkan melalui beberapa gelombang yang melibatkan penaklukan militer, perdagangan, dan dakwah damai.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Masuknya_Islam_ke_Afrika_Gelombang_Pertama\"><\/span>1. Masuknya Islam ke Afrika: Gelombang Pertama<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Islam pertama kali masuk ke Afrika melalui jalur perdagangan dan ekspansi militer. Salah satu peristiwa awal yang sangat penting dalam sejarah Islam di Afrika adalah Hijrah ke Habsyah (Ethiopia) pada tahun 615 Masehi. Ketika umat Islam di Makkah menghadapi tekanan dan penganiayaan, mereka pergi ke Habsyah di bawah perlindungan Raja Najasyi. Raja ini, yang memerintah Habsyah pada waktu itu, menerima kedatangan umat Islam dan bahkan melindungi mereka. Ini adalah awal dari pengenalan Islam di Afrika.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Penaklukan_Afrika_Utara\"><\/span>2. Penaklukan Afrika Utara<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Penyebaran Islam semakin meluas setelah kemenangan pasukan Islam di bawah komando Amr bin Ash pada abad ke-7 Masehi. Pada tahun 641 M, Amr bin Ash menaklukkan Mesir yang saat itu berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Bizantium. Dengan jatuhnya Mesir, Islam menyebar ke seluruh Afrika Utara, termasuk wilayah Tunisia, Aljazair, dan Maroko. Pengaruh Islam semakin kuat di kawasan ini, terutama dengan berdirinya Al-Azhar, universitas Islam terbesar di dunia yang terletak di Kairo, Mesir.<\/p>\n<p>Pada abad ke-8, Islam terus berkembang di kawasan Afrika Utara, menyusul penaklukan wilayah Barca dan Tripoli pada masa Khalifah Utsman bin Affan. Dalam beberapa dekade, hampir seluruh wilayah Afrika Utara jatuh ke tangan Muslim. Dinasti Umayyah memainkan peran besar dalam penyebaran Islam di wilayah ini, yang kemudian meluas ke Andalusia (Spanyol), menunjukkan bagaimana Afrika Utara menjadi jembatan penting antara dunia Arab dan Eropa.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Perdagangan_dan_Dakwah_di_Afrika_Sub-Sahara\"><\/span>3. Perdagangan dan Dakwah di Afrika Sub-Sahara<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pada abad ke-10 hingga ke-12, Islam mulai menyebar lebih jauh ke Afrika Sub-Sahara, terutama melalui jalur perdagangan trans-Sahara. Pedagang Muslim dari Afrika Utara memainkan peran utama dalam penyebaran agama ini, membawa ajaran Islam ke kerajaan-kerajaan di Afrika Barat, seperti Mali, Ghana, dan Songhai. Para pedagang ini tidak hanya membawa barang dagangan tetapi juga agama, budaya, dan bahasa Arab.<\/p>\n<p>Kerajaan Mali, yang dikenal dengan kekayaan dan kemegahannya, menjadi pusat peradaban Islam di Afrika Barat. Penguasa Mansa Musa, yang memerintah pada abad ke-14, dikenal karena peranannya dalam mendakwahkan Islam. Dalam perjalanan ziarah haji ke Mekkah, ia membawa serta ribuan pengikut, memperkenalkan keindahan dan keagungan Islam kepada banyak orang di sepanjang jalur perjalanannya.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Akulturasi_Islam_dengan_Budaya_Lokal\"><\/span>4. Akulturasi Islam dengan Budaya Lokal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Seiring dengan penyebaran Islam, terjadi akulturasi antara Islam dengan budaya dan tradisi lokal. Di banyak bagian Afrika, Islam tidak hanya diterima sebagai agama baru, tetapi juga digabungkan dengan nilai-nilai budaya lokal. Proses ini tercermin dalam bentuk praktik Sufisme, yang sangat berkembang di Afrika, serta dalam tradisi zikir dan seni yang banyak diadopsi oleh masyarakat Muslim Afrika.<\/p>\n<p>Selain itu, praktik Islam di Afrika sering kali melibatkan kompromi dengan elemen-elemen tradisional, seperti pernikahan dan ritual yang memadukan unsur-unsur lokal dengan ajaran Islam. Hal ini menciptakan bentuk-bentuk Islam yang sangat khas di Afrika, dengan variasi yang kaya antara komunitas Muslim di Afrika Utara dan Afrika Sub-Sahara.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Peran_Islam_dalam_Pendidikan_dan_Kebudayaan\"><\/span>5. Peran Islam dalam Pendidikan dan Kebudayaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Islam juga membawa dampak besar dalam bidang pendidikan dan kebudayaan di Afrika. Pendidikan Islam menjadi sangat penting di banyak kerajaan Islam di Afrika, terutama di wilayah Nigeria, Senegal, dan Ghana. Pesantren dan madrasah berkembang pesat, menyediakan pendidikan agama serta ilmu pengetahuan lain seperti astronomi, matematika, dan kedokteran. Kontribusi besar dalam bidang ilmu pengetahuan datang dari para ulama dan cendekiawan Muslim yang berasal dari Afrika, seperti Ibn Khaldun dan al-Bukhari yang terkenal di seluruh dunia Islam.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Islam_di_Afrika_Modern\"><\/span>6. Islam di Afrika Modern<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Saat ini, Islam merupakan agama mayoritas di sebagian besar negara Afrika Utara, seperti Mesir, Aljazair, dan Maroko, serta memiliki populasi besar di negara-negara seperti Nigeria, Senegal, dan Ethiopia. Islam berperan penting dalam kehidupan sosial, politik, dan budaya masyarakat Afrika. Agama ini juga memainkan peran dalam membentuk solidaritas antarnegara Muslim di Afrika, terutama dalam menghadapi tantangan global seperti konflik dan kemiskinan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mesir\"><\/span>Mesir<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Umat Islam di negeri ini adalah mayoritas. Dengan jumlah penduduk sebanyak 58,630,000 orang menjadikan negara ini menjadi negara dengan populasi muslim terbesar ke-7 di dunia. Mesir adalah negara yang besar jasanya bagi kemajuan umat Islam di bidang ilmu pengetahuan, pendidikan dan kebudayaan.<\/p>\n<p>Hal ini ditandai dengan didirikannya berbagai perguruan tinggi, dan yang tertua adalah Universitas al-Azhar di Kairo yang didirikan oleh Jauhar al-Khatib as-Saqili pada tanggal 7 Ramadhan 361 H (22 Juni 972 M).\u00a0 Mesir juga memiliki bangunan-bangunan dengan nilai seni yang tinggi, seperti Al\u00adQasr Al\u00adGarb (Istana Barat),<\/p>\n<p>Al\u00adQasr Asy\u00adSyarq (Istana Timur), Universitas Al-Azhar, tembok yang mengelilingi istana, dan pintu-pintu gerbang yang terkenal dengan nama Bab An\u00adNasr (pintu kemenangan) serta Bab Al\u00adFath (pintu pembukaan). Di Mesir juga terdapat masjid-masjid yang megah dan indah, misalnya: Masjid Al-Azhar, Masjid Maqis, Masjid Rasyidah, Masjid Aqmar, Masjid Saleh, dan Masjid Raya di Qairawan yang dibangun kembali pada tahun 862 M. Mesir juga biasa disebut: \u201cJumhuriyah Misr Al\u00adArabiyah\u201d (Republik Arab Mesir), luas daerahnya sekitar 997,739 km<sup>2.<\/sup> <sub>\u00a0<\/sub><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Aljazair\"><\/span>Aljazair<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Bentuk pemerintahannya adalah republik, adapun ibu kotanya adalah Al-Jir, dan bahasa resminya adalah bahasa Arab dan bahasa Perancis. Penduduknya yang beragama Islam berjumlah 99,1 % dari seluruh penduduk. Aljazair diperintah oleh bangsa Romawi semenjak tahun 40 SM, oleh Vandala dari tahun 429 \u2013 534 SM, oleh Bizantium dari tahun 534 \u2013 690 SM, dan akhir abad ke-7 dikuasai umat Islam. Pada tahun 1830 M Aljazair diduduki oleh Perancis, dan baru pada tanggal 3 Juli 1962 memperoleh kemerdekaan.<\/p>\n<p>Semenjak tahun 1980, Aljazair memasuki masa kebangkitan Islam, hal itu ditandai antara oleh:<\/p>\n<ul>\n<li>Semangat kehidupan beragama yang meningkat.<\/li>\n<li>Perencanaan ekonomi yang lebih sistematis, bahkan menjadikan penduduk menganut minoritas mitos industrialisasi sebagai satu-satunya kekuatan.<\/li>\n<li>Berdasarkan kongres partai tunggal di Aljazair, yakni The National Liberation Front (Front Pembebasan Nasional) pada tanggal 27 \u2013 31 Januari 1979, maka diadakan kegiatan-kegiatan:\n<ul>\n<li>Mendirikan \u201cPusat Latihan Imam\u201d di Meftah, sebelah Utara Al-Jir.<\/li>\n<li>Membangun Universitas Teknik Ultra Modern di Oran; mendirikan pusat perdagangan Ultra modern di Oran; dan membangun pusat perdagangan serta kebudayaan Riyad Al-Feth yang bergaya Barat dan kontroversial di al-Jir.<\/li>\n<li>Pembangunan masjid-masjid.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Di Aljazir juga terdapat Kementerian Agama (Wizarah as\u00adSyu\u2019un al\u00adDiniyah) yang tugas utamanya mengembangkan studi Islam dan mengenalkan tradisi Islam serta ideologi Islam. Salah satu kegiatannya adalah menyelenggarakan seminar tentang pemikiran Islam yang pertama di Batna (1969), kedua di Aures (1978), dan ketiga di Al-Jir (1980).<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tunisia\"><\/span>Tunisia<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tunisia terletak di Afrika Utara, bentuk pemerintahannya adalah Republik, adapun ibu kotanya adalah Tunis (dulu bernama Tarsyisy). Penduduknya mayoritas beragama Islam yakni sebanyak 99,4 %. Tunisia diperintah oleh penguasa-penguasa Islam. Pada tahun 1881, Muhammad Sadiq, raja dari kerajaan Husainiyah, menyerah pada Perancis.<\/p>\n<p>Sejak itu, Tunisia menjadi jajahan Perancis hingga memperoleh kemerdekaannya pada tahun 1956 M. Tunisia mempunyai peranan besar dalam sejarah perkembangan Islam. Melalui lembaga pendidikan Jam\u2019iyah Zaitunah, yang kemudian berubah menjadi Institut Ilmu-Ilmu Islam, kader-kader ulama dididik dan dilatih agar menjadi ulama besar. Lembaga pendidikan tersebut berada dalam pengarahan dan pemerintahan Tunisia.<\/p>\n<p>Sumber: academia.edu<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Islam, yang dimulai di Jazirah Arab pada abad ke-7 Masehi, berkembang pesat di seluruh dunia, termasuk Afrika. Sejarah perkembangan Islam di Afrika adalah perjalanan yang&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[295],"class_list":["post-25650","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-islam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25650","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25650"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25650\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25650"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25650"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25650"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}