{"id":25530,"date":"2022-11-08T10:01:10","date_gmt":"2022-11-08T03:01:10","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=25530"},"modified":"2022-11-08T10:01:10","modified_gmt":"2022-11-08T03:01:10","slug":"konsep-dasar-makro-ekonomi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/konsep-dasar-makro-ekonomi\/","title":{"rendered":"Konsep Dasar Makro Ekonomi"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/konsep-dasar-makro-ekonomi\/#Masalah_%E2%80%93_Masalah_Dasar_Organisasi_Makro_Ekonomi\" >Masalah \u2013 Masalah Dasar Organisasi Makro Ekonomi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/konsep-dasar-makro-ekonomi\/#Pengertian_Makro_Ekonomi\" >Pengertian Makro Ekonomi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/konsep-dasar-makro-ekonomi\/#Peran_Pemerintah_dalam_makro_Ekonomi\" >Peran Pemerintah dalam makro Ekonomi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/konsep-dasar-makro-ekonomi\/#Konsep_dan_Tujuan_Makro_Ekonomi\" >Konsep dan Tujuan Makro Ekonomi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/konsep-dasar-makro-ekonomi\/#Konsep_Pemerintah_dan_Penawaran_Agregat\" >Konsep Pemerintah dan Penawaran Agregat<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Masalah_%E2%80%93_Masalah_Dasar_Organisasi_Makro_Ekonomi\"><\/span><strong> Masalah \u2013 Masalah Dasar Organisasi Makro Ekonomi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Banyak alasan yang membuat teori makroekonomi menjadi subyek penting karena ada beberapa permasalahan :<\/p>\n<ol>\n<li>Makroekonomi merupakan pusat keberhasilan\/kegagalan suatu bangsa.<\/li>\n<li>Makro ekonomi menjadi topik utama karena suatu negara bisa menanggung akibat besar pada prestasi ekonominyayang dihasilkan dari berbagai kebijakan ekonominya.<\/li>\n<\/ol>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Makro_Ekonomi\"><\/span><strong> Pengertian Makro Ekonomi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Makro ekonomi adalah suatu studi yang mempelajari perekonomian sebagai suatu kesatuan atau suatu studi tentang prilaku perekonomian secara keseluruhan. Dalam makro ekonomi juga merinci tentang analisis mengenai pengeluaran agregat kepada 4 komponen yaitu :<\/p>\n<ol>\n<li>Pengeluaran rumah tangga ( komsumsi rumah tangga )<\/li>\n<li>Pengeluaran pemerintah<\/li>\n<li>Pengeluaran perusahaan ( investasi )<\/li>\n<li>Ekspor dan impor<\/li>\n<\/ol>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Peran_Pemerintah_dalam_makro_Ekonomi\"><\/span><strong>Peran Pemerintah dalam makro Ekonomi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Ada tiga kebijakan pemerintah untuk mempengaruhi makroekonomi :<\/p>\n<ol>\n<li>Kebijakan fiskal<\/li>\n<li>Kebijakan Moneter<\/li>\n<li>Pertumbuhan Ekonomi atau kebijakan sisi penawaran<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>a). <\/strong><strong>Kebijakan Fiskal<\/strong><\/p>\n<p>Yaitu kebijakan ekonomi yang digunakan pemerintah untuk mengolah\/mengarahkan perekonomian ke kondisi yang lebih baik atau diinginkan dengan cara mengubah-ubah penerimaan dan pengeluaran penerintah.<\/p>\n<p><strong>b). <\/strong><strong>Pajak<\/strong><\/p>\n<p>Pajak adalah iuran wajib kepada pemerintah yang bersifat wajib, memaksa dan legal sehingga pemerintah mempunyai kekuatah hukum atau menindak wajib pajak yang penting memenuhi kewajiban.<\/p>\n<p><strong>c). <\/strong><strong>Klasifikasi pajak<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Pajak Objektif<\/li>\n<li>Pajak Subjektif<\/li>\n<li>Pajak langsung<\/li>\n<li>Pajak tidak langsung<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>d). Politik Anggaran<\/strong><\/p>\n<p>Politik anggaran dibagi tiga :<\/p>\n<ol>\n<li>Anggaran Defisit adalah anggaran yang direncanakan untuk defisit<\/li>\n<li>Anggaran Surplus adalah anggaranpemerintah lebih besar dari pengeluaran<\/li>\n<li>Anggaran berimbang adalah anggaran yang apabila pengeluaran sama dengan penerimaan<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>e). Kebijakan Moneter<\/strong><\/p>\n<p>Kebijakan Moneter adalah upaya mengendalikan atau mengarahkan perekonomian makro ke kondisi yang diinginkan dengan mengatur jumlah uang yang beredar.<\/p>\n<p>Ada 4 istruman kebijakan Moneter<\/p>\n<ol>\n<li>Operasi pasar terbuka<\/li>\n<li>Politik Diskonto<\/li>\n<li>Rasio cadangan Wajib<\/li>\n<li>Imbauan Moral<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>f). Tiga Keprihatian utama makro Ekonomi<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Inflasi<\/li>\n<li>Pertumbuhan Output<\/li>\n<li>Pengangguran<\/li>\n<\/ol>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Konsep_dan_Tujuan_Makro_Ekonomi\"><\/span><strong> Konsep dan Tujuan Makro Ekonomi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Tujuan dari Makroekonomi adalah :<\/p>\n<ol>\n<li>Output tinggi lalu pertumbuhan cepat<\/li>\n<li>Kesempatan kerja yang tinggi pengangguran terpaksa yang rendah<\/li>\n<li>Stabilitas harga dalam pasar bebas<\/li>\n<li>Perdagangan luar Negeri<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>a).\u00a0 <\/strong><strong>Instrumen-instrumen Kebijakan<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Kebijakan Moneter<\/li>\n<li>Kebijakan fiskal<\/li>\n<li>Kebijakan Ekonomi Internasional<\/li>\n<li>Kebijakan Pendapatan<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>b).\u00a0 Sasaran Kebijakan Ekonomi Makro<\/strong><\/p>\n<p>Sasaran makro ekonomi yang sering diperjuangkan adalah pemeliharaan kondisi Full Employment atas tenaga kerja dan sumber \u2013 sumber daya lainnya. Masyarakat selalu menuntut tingkat pengangguran yang rendah dan output yang setinggi mungkin.<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Konsep_Pemerintah_dan_Penawaran_Agregat\"><\/span><strong> Konsep Pemerintah dan Penawaran Agregat<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p><strong>a). <\/strong><strong>Penawaran agregat <\/strong><\/p>\n<p>Adalah jumlah\u00a0 total barang dan jasa yang hendak di produksi dan dijual oleh kalangan usaha atau suatu negara selama periode tertentu. Penawaran agregat tergantung pada tingkat harga, kapasitas produksi perekonomian yang bersangkutan dan tingkat biaya.<\/p>\n<p><strong>b). <\/strong><strong>Permintaan Agregat <\/strong><\/p>\n<p>Merupakan jumlah seluruh sektor berbeda yang ada dalam perekonomian yang bersedia berbelanja selama periode tertentu.<\/p>\n<p><strong>c). Kurva Penawaran dan Permintaan Agregat<\/strong><\/p>\n<p>Kurva penawaran dan permintaan agregat digunakan untuk membantu analisis keseimbangan makroekonomi. Dengan menggunakan penawaran dan permintaan agregat, kita bisa mengetahui bagaimana ekspentasi moneter meningkatnya output dan harga-harga.<\/p>\n<p><strong>d). Keseimbangan Makro ekonomi<\/strong><\/p>\n<p>Keseimbangan makro ekonomi adalah suatu kombinasi seluruh harga dan kuantitas dimana pihak penjuan dan pembeli sama \u2013 sama tidak bersedia mengubah tingkat penjualan, pembelian maupun harganya.<\/p>\n<p>Referensi:<\/p>\n<p>Budiono. 1985. Teori &#8211; Teori Pertumbuhan Ekonomi. Yogyakarta. BPFE.<br \/>\nRichard G.lipsey, peter O.Steiner, Pengantar Ilmu Ekonomi Jilid 1,2.Edisi ke enam, Jakarta. Rineka Cipta<br \/>\nSadono Sukirno. Pengantar Teori Makro Ekonomi. Bina Grafika<br \/>\nSoediyono R, 1981. Ekonomi Makro Jilid 1,2. Yogyakarta. Liberty.<br \/>\nSamuelson. 1982. Ekonomi Makro. Jakarta. Erlangga<br \/>\n&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.,. 1985. Ekonomi Jilid 2. Jakarta. Erlangga<br \/>\nWinardi. 1987. Pengantar Ilmu Ekonomi Makro. Bandung. Alumi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masalah \u2013 Masalah Dasar Organisasi Makro Ekonomi Banyak alasan yang membuat teori makroekonomi menjadi subyek penting karena ada beberapa permasalahan : Makroekonomi merupakan pusat keberhasilan\/kegagalan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-25530","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25530","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25530"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25530\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25530"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25530"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25530"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}