{"id":25479,"date":"2022-11-08T08:36:16","date_gmt":"2022-11-08T01:36:16","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=25479"},"modified":"2022-11-08T08:36:16","modified_gmt":"2022-11-08T01:36:16","slug":"dampak-kdrt-bagi-perempuan-dan-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/dampak-kdrt-bagi-perempuan-dan-anak\/","title":{"rendered":"Dampak KDRT bagi Perempuan dan Anak"},"content":{"rendered":"<p><strong>Dampak KDRT Terhadap Perempuan<\/strong><\/p>\n<p>Mengakibatkan ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya kemampuan untuk bertindak, rasa tidak berdaya, trauma berkepanjangan.<\/p>\n<p><strong>Dampak KDRT terhadap Anak<\/strong><\/p>\n<p>Adapun dampak KDRT secara rinci akan dibahas berdasarkan tahapan perkembangannya sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li><em> Dampak terhadap Anak berusia bayi <\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p>Bayi yang menjadi korban KDRT akan mengalami ketidaknormalan dalam pertumbuhan dan perkembangannya yang sering kali diwujudkan dalam problem emosinya, bahkan sangat terkait dengan persoalan kelancaran dalam berkomunikasi.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><em> Dampak terhadap anak kecil <\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p>Dampak KDRT terhadap anak usia muda (anak kecil) sering digambarkan dengan problem perilaku, seperti seringnya sakit, memiliki rasa malu yang serius, memiliki <em>self-esteem<\/em> yang rendah, dan memiliki masalah selama dalam pengasuhan, terutama masalah sosial, misalnya : memukul, menggigit, dan suka mendebat.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><em> Dampak terhadap Anak usia pra sekolah <\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p>KDRT berdampak terhadap kompetensi perkembangan sosial-kognitif anak usia prasekolah.<\/p>\n<p><em>4.Dampak terhadap Anak usia SD<\/em><\/p>\n<p>kelompok anak-anak yang secara historis mengalami kekerasan dalam rumah tangganya cenderung\u00a0 mengalami problem perilaku pada tinggi batas ambang sampai tingkat berat, memiliki kecakapan adaptif di bawah rata-rata, memiliki kemampuan membaca di bawah usia kronologisnya, dan memiliki kecemasan pada tingkat menengah sampai dengan tingkattinggi.<\/p>\n<p>5.<em>DampakTerhadapRemaja<\/em><br \/>\nkekerasan yang ada dalam rumah tangga, tidak sepenuhnya kekerasan itu berdampak kepada semua anak remaja, tergantung ketahanan mental dan kekuatan pribadi anak remaja tersebut.\u00a0 Dari banyak penelitian menunjukkan bahwa konflik antar kedua orangtua yang disaksikan oleh anak-anaknya yang sudah remaja cenderung berdampak yang sangat berarti, terutama anak remaja pria cenderung lebih agresif, sebaliknya anak remaja wanita cenderung lebih dipresif.<\/p>\n<p>Sumber: academia.edu<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dampak KDRT Terhadap Perempuan Mengakibatkan ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya kemampuan untuk bertindak, rasa tidak berdaya, trauma berkepanjangan. Dampak KDRT terhadap Anak Adapun dampak&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-25479","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25479","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25479"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25479\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25479"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25479"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25479"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}