{"id":25385,"date":"2022-11-05T08:07:36","date_gmt":"2022-11-05T01:07:36","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=25385"},"modified":"2022-11-05T08:07:36","modified_gmt":"2022-11-05T01:07:36","slug":"jenis-jenis-perceraian-dalam-islam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/jenis-jenis-perceraian-dalam-islam\/","title":{"rendered":"Jenis jenis Perceraian dalam Islam"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/jenis-jenis-perceraian-dalam-islam\/#Jenis_Perceraian\" >Jenis Perceraian<\/a><ul class='ez-toc-list-level-2' ><li class='ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/jenis-jenis-perceraian-dalam-islam\/#Cerai_Talak_atau_Gugat_Cerai_Oleh_Suami\" >Cerai Talak atau Gugat Cerai Oleh Suami<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/jenis-jenis-perceraian-dalam-islam\/#Talak_Raji\" >Talak Raj\u2019i<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/jenis-jenis-perceraian-dalam-islam\/#Talak_Bain\" >Talak Bain<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/jenis-jenis-perceraian-dalam-islam\/#Talak_Sunni\" >Talak Sunni<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/jenis-jenis-perceraian-dalam-islam\/#Talak_Bidi\" >Talak Bid\u2019i<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/jenis-jenis-perceraian-dalam-islam\/#Talak_Taklik\" >Talak Taklik<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/jenis-jenis-perceraian-dalam-islam\/#Cerai_Gugat_atau_Gugat_Cerai_Oleh_Istri\" >Cerai Gugat atau Gugat Cerai Oleh Istri<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/jenis-jenis-perceraian-dalam-islam\/#Fasakh\" >Fasakh<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/jenis-jenis-perceraian-dalam-islam\/#2_Khulu\" >2. Khulu\u2019<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis_Perceraian\"><\/span><strong>Jenis Perceraian<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Ditinjau dari pelaku perceraian, maka perceraian itu ada dua macam yaitu cerai talak oleh suami kepada istri dan gugat cerai oleh istri kepada suami.<\/p>\n<ol>\n<li>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cerai_Talak_atau_Gugat_Cerai_Oleh_Suami\"><\/span>Cerai Talak atau Gugat Cerai Oleh Suami<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Yang dimaksud Yaitu perceraian yang dilakukan oleh suami kepada istri. Ini adalah perceraian\/talak yang paling umum. Status perceraian tipe ini terjadi tanpa harus menunggu keputusan pengadilan. Begitu suami mengatakan kata-kata talak pada istrinya, maka talak itu sudah jatuh dan terjadi. Keputusan Pengadilan Agama hanyalah formalitas.<\/p>\n<p>Cerai talak ialah putusnya perkawinan atas kehendak suami karena alasan tertentu dan kehendaknya itu dinyatakan dengan ucapan tertentu.[1] Tidak dapat dikatakan dengan lisan dan juga dengan tulisan, sebab kekuatan penyampaian baik melalui ucapan maupun tulisan adalah sama. Perbedaannya adalah jika talak disampaikan dengan ucapan, maka talak itu diketahui setelah ucapan talak disampaikan suami. Sedangkan penyampaian talak dengan lisan diketahui setelah tulisan tersebut terbaca, pendapat ini disepekati oleh mayoritas ulama.<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Talak_Raji\"><\/span>Talak Raj\u2019i<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Talak raj\u2019i yaitu perceraian di mana suami mengucapkan (melafazkan) talak satu atau talak dua kepada isterinya. Suami boleh rujuk kembali ke isterinya ketika masih dalam iddah. Jika waktu iddah telah habis, maka suami tidak dibenarkan merujuk melainkan dengan akad nikah baru.<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Talak_Bain\"><\/span>Talak Bain<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Talak bain yaitu perceraian di mana suami mengucapkan talak tiga atau melafazkan talak yang ketiga kepada isterinya. Isterinya tidak boleh dirujuk kembali. Si suami hanya boleh merujuk setelah isterinya menikah dengan lelaki lain, suami barunya menyetubuhinya, setelah diceraikan suami barunya dan telah habis iddah dengan suami barunya.<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Talak_Sunni\"><\/span>Talak Sunni<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Talak sunni yaitu perceraian di mana suami mengucapkan cerai talak kepada isterinya yang masih suci dan belum disetubuhinya ketika dalam keadaan suci<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Talak_Bidi\"><\/span>Talak Bid\u2019i<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Talak bid\u2019i yaitu Suami mengucapkan talak kepada isterinya ketika dalam keadaan haid atau ketika suci tapi sudah disetubuhi (berhubungan intim).<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Talak_Taklik\"><\/span>Talak Taklik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Talak taklik ialah suami menceraikan isterinya secara bersyarat dengan sesuatu sebab atau syarat. Apabila syarat atau sebab itu dilakukan atau berlaku, maka terjadilah penceraian atau talak.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cerai_Gugat_atau_Gugat_Cerai_Oleh_Istri\"><\/span>Cerai Gugat atau Gugat Cerai Oleh Istri<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Yaitu perceraian yang dilakukan oleh istri kepada suami. Cerai model ini dilakukan dengan cara mengajukan permintaan perceraian kepada Pengadilan Agama. Dan perceraian tidak dapat terjadi sebelum Pengadilan Agama memutuskan secara resmi.<\/p>\n<p>Cerai gugat ialah suatu gugatan yang diajukan oleh istri terhadap suami kepada pengadilan dengan alasan-alasan serta meminta pengadilan untuk membuka persidangan itu, dan perceraian atas dasar cerai gugat ini terjadi karena adanya suatu putusan pengadilan. Adapun prosedur cerai gugat telah diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 9 tahun 1975 pasal 20 sampai pasal 36 jo. Pasal 73 sampai pasal 83 Undang-undang No. 7 tahun 1989.<\/p>\n<p>Ada dua istilah yang dipergunakan pada kasus gugat cerai oleh istri, yaitu fasakh dan khulu\u2019:<\/p>\n<ol>\n<li>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fasakh\"><\/span>Fasakh<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Fasakh adalah pengajuan cerai oleh istri tanpa adanya kompensasi yang diberikan istri kepada suami, dalam kondisi di mana:<\/p>\n<ul>\n<li>Suami tidak memberikan nafkah lahir dan batin selama enam bulan berturut-turut;<\/li>\n<li>Suami meninggalkan istrinya selama empat tahun berturut-turut tanpa ada kabar berita (meskipun terdapat kontroversi tentang batas waktunya).<\/li>\n<li>Suami tidak melunasi mahar (mas kawin) yang telah disebutkan dalam akad nikah, baik sebagian ataupun seluruhnya (sebelum terjadinya hubungan suami istri); atau<\/li>\n<li>Adanya perlakuan buruk oleh suami seperti penganiayaan, penghinaan, dan tindakan-tindakan lain yang membahayakan keselamatan dan keamanan istri.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Jika gugatan tersebut dikabulkan oleh Hakim berdasarkan bukti-bukti dari pihak istri, maka Hakim berhak memutuskan (tafriq) hubungan perkawinan antara keduanya.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Khulu\"><\/span>2. Khulu\u2019<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Dalam hukum Islam cerai gugat disebut dengan <em>khulu&gt;\u2019<\/em>. <em>Khulu\u2019 <\/em>berasal dari kata <em>khal\u2019u al-s\\aub<\/em>, artinya melepas pakaian, karena wanita adalah pakaian laki-laki dan sebaliknya laki-laki adalah pelindung wanita. Para ahli fikih memberikan pengertian <em>khulu\u2019 <\/em>yaitu perceraian dari pihak perempuan dengan tebusan yang diberikan oleh istri kepada suami.[2]<\/p>\n<p>Khulu\u2019 adalah kesepakatan penceraian antara suami istri atas permintaan istri dengan imbalan sejumlah uang (harta) yang diserahkan kepada suami. Khulu&#8217; disebut dalam QS Al-Baqarah 2:229<\/p>\n<p>\u0671\u0644\u0637\u0651\u064e\u0644\u064e\u0670\u0642\u064f \u0645\u064e\u0631\u0651\u064e\u062a\u064e\u0627\u0646\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0645\u0652\u0633\u064e\u0627\u0643\u064c\u06e2 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0639\u0652\u0631\u064f\u0648\u0641\u064d \u0623\u064e\u0648\u0652 \u062a\u064e\u0633\u0652\u0631\u0650\u064a\u062d\u064c\u06e2 \u0628\u0650\u0625\u0650\u062d\u0652\u0633\u064e\u0670\u0646\u064d\u06e2 \u06d7 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062d\u0650\u0644\u0651\u064f \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0623\u0652\u062e\u064f\u0630\u064f\u0648\u0627\u06df \u0645\u0650\u0645\u0651\u064e\u0627\u0653 \u0621\u064e\u0627\u062a\u064e\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0640\u0654\u064b\u0627 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627\u0653 \u0623\u064e\u0646 \u064a\u064e\u062e\u064e\u0627\u0641\u064e\u0627\u0653 \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0642\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627 \u062d\u064f\u062f\u064f\u0648\u062f\u064e \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u06d6 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0652 \u062e\u0650\u0641\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0644\u0651\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0642\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627 \u062d\u064f\u062f\u064f\u0648\u062f\u064e \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0641\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062c\u064f\u0646\u064e\u0627\u062d\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627 \u0671\u0641\u0652\u062a\u064e\u062f\u064e\u062a\u0652 \u0628\u0650\u0647\u0650\u06e6<\/p>\n<p>Artinya : <em>Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang makruf atau menceraikan dengan cara yang baik. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali dari sesuatu yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Jika kamu khawatir bahwa keduanya (suami istri) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya<\/em><\/p>\n<p><sup>13<\/sup> <em>Ibid.<\/em>, hal 197<\/p>\n<p><sup>14<\/sup> Hamdani, H.S.A., <em>Risalah Nikah<\/em>, Alih Bahasa Agus Salim, hal 261<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jenis Perceraian Ditinjau dari pelaku perceraian, maka perceraian itu ada dua macam yaitu cerai talak oleh suami kepada istri dan gugat cerai oleh istri kepada&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[295],"class_list":["post-25385","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-islam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25385","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25385"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25385\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25385"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25385"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25385"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}