{"id":25231,"date":"2022-11-04T17:33:31","date_gmt":"2022-11-04T10:33:31","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=25231"},"modified":"2022-11-04T17:33:31","modified_gmt":"2022-11-04T10:33:31","slug":"komponen-dan-indikator-kompetensi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/komponen-dan-indikator-kompetensi\/","title":{"rendered":"Komponen dan Indikator Kompetensi"},"content":{"rendered":"<ol>\n<li><em>Performance component<\/em>, yaitu unsur kemampuan penampilan kenerja yang tampak sesuai dengan bidang keprofesiannya (<em>teaching, counseling, management, etc.<\/em>).<\/li>\n<li><em>Subject component, <\/em>yaitu unsur kemampuan penguasaan bahan\/substansi pengetahuan yang relevan dengan bidang keprofesiannya sebagai prasyarat (<em>enabling competencies<\/em>) bagi penampilan komponen kinerjanya.<\/li>\n<li><em>Professional component, <\/em>yaitu unsur kemampuan penguasaan substansi pengetahuan dan keterampilan teknis sesuai dengan bidang keprofesiannya sebagai prasyarat bagi penampilan kinerjanya.<\/li>\n<li><em>Proses component, <\/em>yaitu unsur kemampuan penguasaan proses-proses mental (intelektual) mencakup proses berpikir (logis,kritis, rasional, kreatif) dalam pemecahan masalah, pembuatan keputusan, dan sebagainya. Sebagai prasyarat bagi terwujudnya penampilan kinerjanya.<\/li>\n<li><em>Adjustment component, <\/em>yaitu unsur kemampuan penyerasian dan penyesuaian diri berdasarkan karakteristik pribadi pelaku dengan tugas penampilan kinerjanya.<\/li>\n<li><em>Attitudes component, <\/em>yaitu unsur komponen sikap, nilai, kepribadian pelaku sebagai prasyarat yang fundamental bagi keseluruhan perangkat komponen kompetensi lainnya bagi terwujudnya komponen penampilan kinerja keprofesiannya.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Dari keenam unsur yang membangun secara utuh suatu model perangkat kompetensi dalam suatu bidang keahlian atau keprofesian itu pada dasarnya dapat diidentifikasikan ke dalam dua gugus\u00a0 kompetensi, ialah:<\/p>\n<ol>\n<li><em>Generi competencies <\/em>(<em>performance competencies<\/em>).<\/li>\n<li><em>Enabling competencies.<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p><em>\u00a0\u00a0\u00a0 <\/em>Gugus pertama \u201c<em>generic competencies\u201d <\/em>maksudnya bahwa perangkat kompetensi yang mesti ada pada suatu bidang pekerjaan profesional tertentu, karena justru dengan adanya perangkat kompetensi inilah dapat dibedakannya dari jenis dan\/atau bidang pekerjaan profesional lainnya. Jadi, \u201c<em>generic competencies\u201d <\/em>bagi pekerjaan guru (<em>teaching competencies<\/em>) akan berbeda dari pekerjaan konselor sekolah (<em>counseling competencies<\/em>) serta akan berlainan pula dari pekerjaan administrator atau pimpinan sekolah (<em>managerial competencies<\/em>), dan sebagainya. Rincian dan jumlah perangkat\u00a0 \u201c<em>generic competencies<\/em>\u201d itu juga akan bervariasi secara kontekstual (untuk guru SD, misalnya, berbeda dari guru SLTP atau SMU; di USA, di Indonesia, atau negara lainnya). Namun demikian, dipastikan terdapat kesamaan dan persamaannya (common competencies).<\/p>\n<p>Gugus kedua disebut\u00a0 \u201c enabling competencies\u201d karena merupakan prasyarat untuk memungkinkan dapat dilakukannya \u201c<em>generic competencies\u201d<\/em>. Tanpa menunjukkan penguasaan secara memadai (<em>proficiency<\/em>) atas perangkat \u201cenabling competencies\u201d itu mustahil dapat menguasai \u201cgeneric competencies\u201d.<\/p>\n<p>Gugus perangkat kompetensi pertama pada dasarnya akan diperoleh dan terbina serta tumbuh kembang melalui praktik pengalaman lapangan (<em>field training<\/em>) yang terstruktur dan terawasi (<em>supervized<\/em>) secara memadai dalam jangka waktu tertentu (sekitar 1-2 tahun). Tampak jelas, untuk memperoleh pengalaman lapangan seperti itu, hanya dimungkinkan setelah \u201c<em>enabling competencies\u201d<\/em> terselesaikan lebih dahulu, yang lazimnya dilakukan melalui program perkuliahan biasa. Namun, patut dicatat pula bahwa beberapa perangkat komponen prasyarat tertentu (<em>proces, adjustment and attitudes<\/em>) lazimnya tidak merupakan program perkuliahan atau studi tersendiri, melainkan terbentuk melalui (<em>by product<\/em>) dari program perkuliahan dan berbagai kegiatan pendukung lainnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Performance component, yaitu unsur kemampuan penampilan kenerja yang tampak sesuai dengan bidang keprofesiannya (teaching, counseling, management, etc.). Subject component, yaitu unsur kemampuan penguasaan bahan\/substansi pengetahuan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-25231","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25231","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25231"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25231\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25231"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25231"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25231"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}