{"id":25191,"date":"2022-11-04T16:06:09","date_gmt":"2022-11-04T09:06:09","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=25191"},"modified":"2022-11-04T16:06:09","modified_gmt":"2022-11-04T09:06:09","slug":"faidah-dan-manfaat-mengimani-takdir-allah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/faidah-dan-manfaat-mengimani-takdir-allah\/","title":{"rendered":"Faidah Dan Manfaat Mengimani Takdir Allah"},"content":{"rendered":"<ol>\n<li>Iman kepada takdir-Nya merupakan hal yang menyempurnakan keimanan seorang hamba kepada Allah <em>Ta\u2019ala<\/em> dan tidak akan benar keimanan seorang hamba tanpa hal ini, karena iman kepada takdir Allah <em>Ta\u2019ala<\/em> termasuk rukun-rukun iman.<\/li>\n<li>Iman kepada takdir-Nya termasuk penyempurna tauhid <em>Rububiyyah<\/em> dan tauhid nama-nama dan sifat-sifat Allah <em>Ta\u2019ala<\/em>, sebagiamana penjelasan di awal tulisan ini.<\/li>\n<li>Merasakan ketenangan hati, kelapangan jiwa dan tidak merasa gelisah dalam menghadapi kesulitan dalam kehidupan di dunia ini, karena semua itu terjadi dengan ketetapan Allah <em>Ta\u2019ala<\/em> dan tidak mungkin dihindari.<\/li>\n<li>Merasakan musibah menjadi ringan, sehingga memudahkan seorang hamba untuk bersabar dan meraih pahala dari Allah <em>Ta\u2019ala<\/em> ketika ditimpa musibah dan bencana. Allah <em>Ta\u2019ala<\/em> berfirman:<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>{\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0645\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064e\u0629\u064d \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0652 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0647\u0652\u062f\u0650 \u0642\u064e\u0644\u0652\u0628\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0628\u0650\u0643\u064f\u0644\u0651\u0650 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0645\u064c}<\/strong><\/p>\n<p><em>\u201cTidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa (seseorang) kecuali denga izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk ke (dalam) hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu\u201d<\/em> (QS at-Taghaabun:11).<\/p>\n<p>Imam Ibnu Katsir <em>rahimahullah<\/em> berkata: \u201cMakna ayat ini: seseorang yang ditimpa musibah dan dia meyakini bahwa musibah tersebut merupakan ketentuan dan takdir Allah, sehingga dia bersabar dan mengharapkan (balasan pahala dari Allah <em>Ta\u2019ala<\/em>), disertai (perasaan) tunduk berserah diri kepada ketentuan Allah tersebut, maka Allah akan memberikan petunjuk ke (dalam) hatinya dan menggantikan musibah dunia yang menimpanya dengan petunjuk dan keyakinan yang benar dalam hatinya, bahkan bisa jadi Dia akan menggantikan apa yang hilang darinya dengan yang lebih baik baginya\u201d.[1]<\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li>Orang yang mengimani takdir akan selalu mengembalikan semua urusannya kepada Allah <em>Ta\u2019ala<\/em>, karena jika dia mengetahui bahwa segala sesuatu terjadi dengan takdir dan ketetapan-Nya maka dia akan selalu kembali kepada-Nya dalam memohon taufik dan kebaikan baginya dan menolak keburukan darinya, serta menyandarkan semua kebaikan dan nikmat kepada-Nya semata. Inilah landasan utama segala kebaikan bagi seorang hamba dan sebab utama meraih taufik dari Allah <em>Ta\u2019ala<\/em>.[2]<\/li>\n<li>Menjadikan seorang hamba mengetahui kekurangan dan kelemahan dirinya, sehingga dia tidak merasa bangga dan lupa diri\u00a0 ketika melakukan perbuatan baik.<\/li>\n<li>Menjadikan orang yang beriman semakin mengetahui sempurnanya hikmah Allah <em>Ta\u2019ala<\/em> dalam semua perbuatan-Nya.<\/li>\n<li>Menjadi motivasi bagi orang yang beriman untuk semakin semangat berbuat kebaikan dan melakukan hal-hal yang bermanfaat.<\/li>\n<li>Berani dan tegar dalam menegakkan agama Allah <em>Ta\u2019ala<\/em> dan tidak takut terhadap celaan manusia dalam kebenaran.<\/li>\n<li>Merasakan kekayaan\/kecukupan dalam hati, dan inilah kekayaan yang hakiki. Sebagaimana sabda Rasulullah <em>Shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em>: \u201c\u2026Ridhahlah (terimalah) pembagian yang Allah tetapkan bagimu maka kamu akan menjadi orang yang paling kaya (merasa kecukupan)\u201d.[3]<\/li>\n<\/ol>\n<p>[1] Tafsir Ibnu Katsir (8\/137).<\/p>\n<p>[2] Sebagaimana keterangan Imam Ibnul Qayyim <em>rahimahullah<\/em> dalam kitab \u201cal-Fawaa-id\u201d (hal. 97).<\/p>\n<p>[3] HR at-Tirmidzi (no. 2305) dan Ahmad (2\/310), dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albani <em>rahimahullah<\/em>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Iman kepada takdir-Nya merupakan hal yang menyempurnakan keimanan seorang hamba kepada Allah Ta\u2019ala dan tidak akan benar keimanan seorang hamba tanpa hal ini, karena iman&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-25191","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25191","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25191"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25191\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25191"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25191"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25191"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}