{"id":25179,"date":"2022-11-04T16:01:24","date_gmt":"2022-11-04T09:01:24","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=25179"},"modified":"2022-11-04T16:01:24","modified_gmt":"2022-11-04T09:01:24","slug":"dalil-dalil-penetapan-takdir-allah-taala","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/dalil-dalil-penetapan-takdir-allah-taala\/","title":{"rendered":"Dalil-Dalil Penetapan Takdir Allah Ta\u2019ala"},"content":{"rendered":"<ol>\n<li>Firman Allah <em>Ta\u2019ala<\/em>:<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>{\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0628\u0650\u0642\u064e\u062f\u064e\u0631\u064d}<\/strong><\/p>\n<p><em>\u201cSesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu dengan al-qadar (takdir)\u201d<\/em> (QS al-Qamar: 49).<\/p>\n<p>Imam Ibnu Katsir <em>rahimahullah<\/em> berkata: \u201cPara Imam Ahli Sunnah berargumentasi dengan ayat yang mulia ini atas (wajibnya) menetapkan takdir\/ketetapan Allah yang mendahului semua makhluk-Nya, yang berarti (meyakini bahwa) Dia maha mengetahui segala sesuatu sebelum terjadinya, dan Dia telah menuliskannya (dalam <em>al-Lauhul mahfuzh<\/em>) sebelum Dia menciptakannya\u201d.[1]<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>Firman Allah <em>Ta\u2019ala<\/em>:<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>{\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0635\u064e\u0627\u0628\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0645\u064f\u0635\u0650\u064a\u0628\u064e\u0629\u064d \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0652\u0641\u064f\u0633\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0643\u0650\u062a\u064e\u0627\u0628\u064d \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u0646\u064e\u0628\u0652\u0631\u064e\u0623\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0630\u064e\u0644\u0650\u0643\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0633\u0650\u064a\u0631\u064c}<\/strong><\/p>\n<p><em>\u201cTiada sesuatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (al-Lauhul mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah\u201d<\/em> (QS al-Hadiid:22).<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>Sabda Rasulullah <em>Shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em>: \u201c(Iman itu adalah) kamu beriman kepada Allah, para Malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, serta beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk\u201d[2]<\/li>\n<li>Sabda Rasulullah <em>Shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em>: \u201cAllah telah menuliskan\/menetapkan ketentuan takdir semua makhluk sebelum Dia menciptakan langit dan bumi (selama) lima puluh ribu tahun\u201d.[3]<\/li>\n<li>Sabda Rasulullah <em>Shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em>: \u201cTidak ada seorangpun dari kalian kecuali Allah telah menetapkan tempatnya di surga atau tempatnya di neraka\u201d. Para Sahabat bertanya: \u201cWahai Rasulullah, (kalau demikian) apakah kita tidak bersandar saja pada ketentuan takdir kita dan tidak perlu melakukan amal (kebaikan)? Rasulullah <em>Shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em> bersabda: \u201cLakukanlah amal (kebaikan), karena setiap manusia akan dimudahkan (untuk melakukan) apa yang telah ditetapkan baginya, manusia yang termasuk golongan orang-orang yang berbahagia (masuk surga) maka dia akan dimudahkan untuk melakukan amal golongan orang-orang yang berbahagia, dan manusia yang termasuk golongan orang-orang yang celaka (masuk neraka) maka dia akan dimudahkan untuk melakukan amal golongan orang-orang yang celaka\u201d. Kemudian Rasulullah <em>Shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em> membaca (firman Allah <em>Ta\u2019ala<\/em>):<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>{\u0641\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0637\u064e\u0649 \u0648\u064e\u0627\u062a\u0651\u064e\u0642\u064e\u0649* \u0648\u064e\u0635\u064e\u062f\u0651\u064e\u0642\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0633\u0652\u0646\u064e\u0649* \u0641\u064e\u0633\u064e\u0646\u064f\u064a\u064e\u0633\u0651\u0650\u0631\u064f\u0647\u064f \u0644\u0650\u0644\u0652\u064a\u064f\u0633\u0652\u0631\u064e\u0649* \u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0651\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0628\u064e\u062e\u0650\u0644\u064e \u0648\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u063a\u0652\u0646\u064e\u0649* \u0648\u064e\u0643\u064e\u0630\u0651\u064e\u0628\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064f\u0633\u0652\u0646\u064e\u0649* \u0641\u064e\u0633\u064e\u0646\u064f\u064a\u064e\u0633\u0651\u0650\u0631\u064f\u0647\u064f \u0644\u0650\u0644\u0652\u0639\u064f\u0633\u0652\u0631\u064e\u0649}<\/strong><\/p>\n<p><em>\u201cAdapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa (kepada-Nya), dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan memudahkan baginya (jalan) yang mudah (kebaikan). Dan adapun orang-orang yang kikir dan merasa dirinya cukup (berpaling dari petunjuk-Nya), serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar (keburukan)\u201d <\/em>(QS al-Lail:5-10)[4]<\/p>\n<ol start=\"6\">\n<li>Sabda Rasulullah <em>Shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em>: \u201cKetahuilah, seandainya (seluruh) umat manusia bersatu untuk memberikan suatu manfaat (kebaikan) bagimu, maka mereka tidak mampu memberikan manfaat bagimu kecuali dengan suatu (kebaikan) yang telah Allah tetapkan bagimu. Dan seandainya mereka bersatu untuk mencelakakan kamu dengan suatu (keburukan) maka mereka tidak mampu mencelakakanmu kecuali dengan suatu (keburukan) yang telah Allah tetapkan akan menimpamu. Pena (untuk menuliskan segala ketentuan takdir Allah) telah diangkat dan lembaran-lembaran (tempat menuliskannya) telah kering\u201d.[5]<\/li>\n<li>Dari Abdullah bin Fairuz ad-Dailami[6] beliau berkata: \u201cAku datang (menemui sahabat Nabi <em>Shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em>) Ubay bin Ka\u2019ab <em>radhiyallahu \u2018anhu<\/em> dan aku berkata: \u201cTimbul dalam diriku suatu (kerancuan dalam memahami) takdir Allah, sehingga aku khawatir agamaku (imanku) akan rusak, maka sampaikanlah kepadaku suatu (nasehat), supaya Allah menghilangkan kerancuan ini dari hatiku\u201d. Ubay bin Ka\u2019ab <em>radhiyallahu \u2018anhu<\/em> berkata: \u201cSungguh seandainya Allah menyiksa semua makhluk yang ada di langit dan bumi maka Dia akan menyiksa mereka dan dia tidak berbuat zhalim\/aniaya (dengan menyiksa mereka, karena mereka semua adalah milik-Nya), dan seandainya Dia merahmati mereka semua maka sungguh rahmat-Nya lebih baik bagi mereka daripada amal perbuatan mereka. Seandainya kamu bersedekah dengan emas sebesar gunung Uhud di jalan Allah maka Dia tidak akan menerimanya darimu sampai kamu mengimani takdir-Nya dan kamu mengetahui (meyakini) bahwa apa yang (Allah <em>Ta\u2019ala<\/em> takdirkan) akan menimpamu maka tidak mungkin luput darimu, dan apa yang (Allah <em>Ta\u2019ala<\/em> takdirkan) tidak akan menimpamu maka tidak mungkin menimpamu. Kalau kamu mati dalam keadaan tidak meyakini semua ini maka kamu akan masuk neraka!\u201d. Abdullah bin Fairuz ad-Dailami berkata: \u201cKemudian aku datang kepada (sahabat Nabi <em>Shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em>) Abdullah bin Mas\u2019ud <em>radhiyallahu \u2018anhu<\/em> maka beliau menyampaikan (nasehat) yang serupa, lalu aku datang kepada (sahabat Nabi <em>Shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em>) Hudzaifah bin al-Yaman <em>radhiyallahu \u2018anhu<\/em> maka beliau menyampaikan (nasehat) yang serupa, kemudian aku datang kepada (sahabat Nabi <em>Shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em>) Zaid bin Tsabit <em>radhiyallahu \u2018anhu<\/em> maka beliau menyampaikan (nasehat) yang serupa dari (sabda) Rasulullah <em>Shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em>.[7] Artinya: ucapan Ubay bin Ka\u2019ab di atas bersumber dari sabda Rasulullah <em>Shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em>.[8]<\/li>\n<\/ol>\n<p>[1] Kitab \u201cTafsir Ibnu Katsir\u201d (4\/341).<\/p>\n<p>[2] HSR Muslim (no. 8).<\/p>\n<p>[3] HSR Muslim (no. 2653).<\/p>\n<p>[4] HSR al-Bukhari (no. 4666) dan Muslim (no. 2647).<\/p>\n<p>[5] HR at-Tirmidzi (no. 2516) dan Ahmad (1\/293), dinyatakan shahih oleh imam at-Tirmidzi dan Syaikh al-Albani <em>rahimahullah<\/em><\/p>\n<p>[6] Beliau adalah seorang Tabi\u2019in senior yang sangat terpercaya dalam meriwayatkan hadits Rasulullah <em>Shallallahu \u2018alaihi wa sallam<\/em>. Lihat kitab \u201cTaqriibut tahdziib\u201d (hal. 317).<\/p>\n<p>[7] HR Abu Dawud (no. 4699), Ibnu Majah (no. 77) dan Ahmad (5\/182), dinyatakan shahih oleh Syaikh al-Albani <em>rahimahullah <\/em>dalam \u201cSilsilatul ahaadiitsish shahiihah\u201d (no. 2439).<\/p>\n<p>[8] Lihat kitab \u201c\u2019Aunul Ma\u2019buud\u201d (12\/305).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Firman Allah Ta\u2019ala: {\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0643\u064f\u0644\u0651\u064e \u0634\u064e\u064a\u0652\u0621\u064d \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u0652\u0646\u064e\u0627\u0647\u064f \u0628\u0650\u0642\u064e\u062f\u064e\u0631\u064d} \u201cSesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu dengan al-qadar (takdir)\u201d (QS al-Qamar: 49). Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata: \u201cPara&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-25179","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25179","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25179"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25179\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25179"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25179"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25179"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}