{"id":25170,"date":"2022-11-04T15:50:30","date_gmt":"2022-11-04T08:50:30","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=25170"},"modified":"2022-11-04T15:50:30","modified_gmt":"2022-11-04T08:50:30","slug":"nama-nama-neraka-dalam-alquran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/nama-nama-neraka-dalam-alquran\/","title":{"rendered":"Nama-nama Neraka dalam Alquran"},"content":{"rendered":"<p>Dalam Alquran, neraka disebut dengan berbagai nama yang masing-masing menggambarkan karakteristik dan tingkatannya. Berikut adalah delapan nama neraka yang disebutkan dalam Alquran beserta penjelasannya:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Jahannam<\/strong>: Nama ini paling sering disebut dalam Alquran dan merujuk pada neraka secara umum. Jahannam digambarkan sebagai tempat dengan api yang menyala-nyala, diperuntukkan bagi orang-orang kafir dan munafik. Contohnya, dalam Surah Al-Hijr ayat 43-44:\n<p><em>&#8220;Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah dijanjikan kepada mereka (pengikut-pengikut setan) semuanya. Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.&#8221;<\/em><\/li>\n<li><strong>Lazha<\/strong>: Neraka ini digambarkan sebagai api yang bergejolak, yang mengelupas kulit kepala. Lazha disebutkan dalam Surah Al-Ma&#8217;arij ayat 15-16:\n<p><em>&#8220;Sekali-kali tidak dapat, sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergejolak, yang mengelupas kulit kepala.&#8221;<\/em><\/li>\n<li><strong>Huthamah<\/strong>: Dikenal sebagai &#8220;penghancur&#8221;, Huthamah adalah neraka yang menghancurkan hingga ke inti. Disebutkan dalam Surah Al-Humazah ayat 4-5:\n<p><em>&#8220;Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu?&#8221;<\/em><\/li>\n<li><strong>Sa&#8217;ir<\/strong>: Neraka ini digambarkan sebagai api yang menyala-nyala, tempat bagi orang-orang yang menolak kebenaran. Contohnya, dalam Surah Al-Mulk ayat 10-11:\n<p><em>&#8220;Dan mereka berkata: &#8216;Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni Sa&#8217;ir.&#8217; Maka mereka mengakui dosa mereka, maka kebinasaanlah bagi penghuni Sa&#8217;ir.&#8221;<\/em><\/li>\n<li><strong>Saqar<\/strong>: Neraka ini disebutkan dalam Surah Al-Muddathir ayat 26-27:\n<p><em>&#8220;Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar. Tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu?&#8221;<\/em><\/li>\n<li><strong>Jahim<\/strong>: Merujuk pada neraka dengan api yang sangat panas. Disebutkan dalam Surah Asy-Syu&#8217;ara ayat 91:\n<p><em>&#8220;Dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat.&#8221;<\/em><\/li>\n<li><strong>Hawiyah<\/strong>: Neraka ini diperuntukkan bagi mereka yang ringan timbangan amal kebaikannya. Disebutkan dalam Surah Al-Qari&#8217;ah ayat 8-11:\n<p><em>&#8220;Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas.&#8221;<\/em><\/li>\n<li><strong>Sijjin<\/strong>: Meskipun lebih sering diartikan sebagai catatan perbuatan orang-orang durhaka, beberapa tafsir mengaitkannya dengan tempat di neraka. Disebutkan dalam Surah Al-Mutaffifin ayat 7:\n<p><em>&#8220;Sekali-kali tidak! Sesungguhnya catatan orang yang durhaka itu tersimpan dalam Sijjin.&#8221;<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p>Pemahaman mengenai nama-nama neraka ini penting bagi umat Islam sebagai peringatan untuk menjauhi perbuatan dosa dan senantiasa beramal saleh sesuai ajaran Alquran.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam Alquran, neraka disebut dengan berbagai nama yang masing-masing menggambarkan karakteristik dan tingkatannya. Berikut adalah delapan nama neraka yang disebutkan dalam Alquran beserta penjelasannya: Jahannam:&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-25170","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25170","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25170"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25170\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25170"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25170"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25170"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}