{"id":25142,"date":"2022-11-03T16:24:46","date_gmt":"2022-11-03T09:24:46","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=25142"},"modified":"2022-11-03T16:24:46","modified_gmt":"2022-11-03T09:24:46","slug":"tata-cara-mandi-wajib","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tata-cara-mandi-wajib\/","title":{"rendered":"Tata cara mandi wajib"},"content":{"rendered":"<p>Mandi wajib, atau mandi junub, adalah proses penyucian diri dari hadas besar yang diwajibkan bagi setiap Muslim sebelum melaksanakan ibadah tertentu, seperti salat. Tata cara mandi wajib yang benar telah dicontohkan oleh Rasulullah \ufdfa dan diriwayatkan dalam berbagai hadits. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat diikuti:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Niat untuk Mengangkat Hadas Besar<\/strong>\n<p>Sebelum memulai mandi, niatkan dalam hati untuk menghilangkan hadas besar. Niat ini tidak perlu dilafalkan secara lisan, cukup dalam hati. Contoh niat setelah berhubungan intim:<\/p>\n<p><em>&#8220;Nawaitu al-ghusla li raf&#8217;il hadatsil akbar fardhan lillahi ta&#8217;ala&#8221;<\/em><\/p>\n<p>Artinya: &#8220;Saya niat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah ta&#8217;ala.&#8221;<\/li>\n<li><strong>Mencuci Kedua Tangan<\/strong>\n<p>Cuci kedua tangan sebanyak tiga kali untuk memastikan kebersihannya sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya. Hal ini sesuai dengan sunnah Rasulullah \ufdfa yang mencuci tangan sebelum memulai mandi.<\/li>\n<li><strong>Membersihkan Bagian Tubuh yang Terkontaminasi Najis<\/strong>\n<p>Bersihkan area kemaluan dan bagian tubuh lain yang terkena najis dengan air bersih. Langkah ini penting untuk memastikan tubuh bebas dari kotoran sebelum melanjutkan proses mandi.<\/li>\n<li><strong>Berwudhu Seperti untuk Salat<\/strong>\n<p>Lakukan wudhu seperti biasa, dimulai dari membasuh wajah, tangan, mengusap kepala, dan telinga. Namun, mencuci kaki dapat ditunda hingga akhir mandi, sesuai dengan beberapa riwayat hadits.<\/li>\n<li><strong>Membasuh Kepala dan Rambut<\/strong>\n<p>Guyur kepala dengan air sebanyak tiga kali, pastikan air mencapai kulit kepala. Jika rambut terikat atau tebal, lepaskan ikatan dan selai-selai rambut dengan jari agar air merata ke seluruh bagian. Hal ini sesuai dengan anjuran Rasulullah \ufdfa untuk memastikan air mencapai seluruh bagian kepala.<\/li>\n<li><strong>Membasuh Seluruh Tubuh<\/strong>\n<p>Mulailah dengan membasuh sisi kanan tubuh, kemudian sisi kiri, memastikan seluruh bagian tubuh terkena air tanpa terkecuali. Pastikan area lipatan kulit, seperti ketiak, belakang telinga, dan sela-sela jari, juga terkena air.<\/li>\n<li><strong>Mencuci Kaki<\/strong>\n<p>Setelah selesai membasuh seluruh tubuh, cuci kedua kaki hingga mata kaki. Jika kaki sudah dicuci saat wudhu sebelumnya, langkah ini tidak perlu diulangi.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Dengan mengikuti tata cara di atas, mandi wajib dapat dilakukan sesuai dengan sunnah Rasulullah \ufdfa, memastikan kesucian diri sebelum melaksanakan ibadah. Penting untuk selalu merujuk pada sumber-sumber terpercaya dalam mempelajari tata cara ibadah, seperti hadits-hadits shahih dan penjelasan ulama.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mandi wajib, atau mandi junub, adalah proses penyucian diri dari hadas besar yang diwajibkan bagi setiap Muslim sebelum melaksanakan ibadah tertentu, seperti salat. Tata cara&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"default","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-25142","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25142","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25142"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25142\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25142"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25142"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25142"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}