{"id":25047,"date":"2022-11-03T13:31:55","date_gmt":"2022-11-03T06:31:55","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=25047"},"modified":"2022-11-03T13:31:55","modified_gmt":"2022-11-03T06:31:55","slug":"iptek-yang-sesuai-dengan-islam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/iptek-yang-sesuai-dengan-islam\/","title":{"rendered":"IPTEK yang sesuai dengan Islam"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/iptek-yang-sesuai-dengan-islam\/#Ilmu_pengetahuan_dan_teknologi_dalam_al-Quran\" >Ilmu pengetahuan dan teknologi\u00a0 dalam al-Qur`an<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/iptek-yang-sesuai-dengan-islam\/#Al-Quran_Sebagai_Produk_Wujud_Iptek_Allah\" >Al-Qur`an Sebagai Produk Wujud Iptek Allah<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Seperi kita ketahui, teknologi kini telah merembet dalam kehidupan manusia bahkan dari kalangan atas hingga menengah kebawah sekalipun. Dimana upaya tersebut merupakan cara atau jalan mewujudkan\u00a0 kesejahteraan dan meningkatkan harkat dan martabat manusia. Atas dasar kreatifitas, akalnya, manusia mengembangkan iptek dalam rangka untuk mengolah SDA yang di berikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Islam pun tidak menghambat kemajuan Iptek, tidak anti produk teknologi, tidak akan bertentangan dengan teori-teori pemikiran modern yang teratur dan lurus, asalkan dengan analisa-analisa yang teliti, obyekitf\u00a0 dan tidak bertentangan dengan dasar al-Qur`an 1(3):<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\">\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ilmu_pengetahuan_dan_teknologi_dalam_al-Quran\"><\/span>Ilmu pengetahuan dan teknologi\u00a0 dalam al-Qur`an<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Bagi ilmuwan al-Qur`an adalah inspirator, maknanya bahwa dalam al-Qur\u2019an banyak terkandung teks-teks (ayat-ayat) yang mendorong manusia untuk melihat, memandang, berfikir, serta mencermati fenomena-fenomena alam semesta ciptaan Tuhan yang menarik untuk diselidiki, diteliti dan dikembangkan. Al-Qur\u2019an menantang manusia untuk menggunakan akal fikirannya seoptimal mungkin.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Al-Qur`an memuat segala informasi yang dibutuhkan manusia, baik yang sudah diketahui maupun belum diketahui. Informasi tentang ilmu pengetahuan dan teknologi pun disebutkan berulang-ulang dengan tujuan agar manusia bertindak untuk melakukan nazhar. Nazhar adalah mempraktekkan metode, mengadakan observasi dan penelitian ilmiah terhadap segala macam peristiwa alam di seluruh jagad ini, juga terhadap lingkungan keadaan masyarakat dan historisitas bangsa-bangsa zaman dahulu.\u00a0 Sebagaimana firman Allah berikut ini:<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\u0642\u064f\u0644\u0650 \u0627\u0646\u0652\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0645\u064e\u0627\u0630\u064e\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627\u0648\u064e\u0627\u062a\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Artinya:\u00a0\u00a0\u00a0 \u201c<em>Katakanlah (Muhammad): lakukanlah nadzar (penelitian dengan menggunakan metode ilmiah) mengenai apa yang ada di langit dan di bumi &#8230;\u201d<\/em><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">( QS. Yunus ayat 101)<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\n\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u062a\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0642\u064e\u0628\u0652\u0644\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0633\u064f\u0646\u064e\u0646\u064c \u0641\u064e\u0633\u0650\u064a\u0652\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0641\u0650\u064a \u0627\u0652\u0644\u0623\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650 \u0641\u064e\u0627\u0646\u0652\u0638\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0639\u064e\u0627\u0642\u0650\u0628\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0643\u064e\u0630\u0650\u0651\u0628\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Artinya: \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<em>\u201cSesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunah-sunah Allah; Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)\u201d. (QS. Ali Imran: 137)<\/em><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u0648\u064e\u0641\u0650\u064a \u0623\u064e\u0646\u0652\u0641\u064f\u0633\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064e\u0641\u064e\u0644\u0627\u064e \u062a\u064f\u0628\u0652\u0635\u0650\u0631\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Artinya:\u201d<em>Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?\u201d. (QS. Az-Zariyat: 21)<\/em><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dalam al-Qur`an terdapat ayat-ayat yang memberikan motivasi agar manusia menggunakan akal fikiran untuk membaca dan mengamati fenomena-fenomena alam semesta. Teks-teks al-Qur\u2019an yang terkait dengan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li style=\"font-weight: 400;\">\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Al-Quran_Sebagai_Produk_Wujud_Iptek_Allah\"><\/span>Al-Qur`an Sebagai Produk Wujud Iptek Allah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Al-Qur`an menuntun manusia pada jalur-jalur riset yang akan ditempuh sehingga manusia memperoleh hasil yang benar. Al-Qur`an juga sebagai hudan memberi kecerahan pada akal manusia, kebenaran hasil riset dapat diukur dari kesesuaian rumus baku, dan antara akal dengan naql.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Al-Qur`an merupakan rumus baku, alam semesta dengan segala perubahannya sebagai persoalan yang layak dan perlu dijawab,Solusi tentang teka-teki alam semesta akan terselesaikan dengan benar jika digunakan formula yang tepat yaitu al-Qur`an. Dengan demikian ayat-ayat kauniyah dan ayat-ayat Qur\u2019aniyah akan berjalan secara pararel dan seimbang. Ilmu pengetahuan seperti ini jika menjelma menjadi teknologi maka akan menjadikan teknologi berbasiskan Qur\u2019an atau teknologi yang Qur\u2019anik.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Banyak ayat Al-Qur\u2019an yang menyinggung tentang pengembangan iptek, seperti wahyu pertama QS. Al-`Alaq 1-5 menyuruh manusia untuk membaca, menulis, melakukan penelitian dengan dilandasi iman dan akhlak yang mulia. Sedangkan perintah untuk melakukan penelitian secara jelas terdapat dalam QS. Al-Ghasiyah, ayat 17-20<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Artinya<em>: \u201dMaka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan? Dan langit, bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?\u201d<\/em><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><em>(QS. Al-Ghasiyah: 17-20)<\/em><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Dari ayat-ayat tersebut, maka munculah di lingkungan umat Islam suatu kegiatan observasional yang disertai dengan pengukuran, sehingga ilmu tidak lagi bersifat kontemplatif seperti yang berkembang di Yunani, melainkan memiliki ciri empiris sehingga tersusunlah dasar-dasar sains.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Bagi\u00a0 masyarakat sekarang\u00a0 iptek sudah merupakan suatu\u00a0 religion. Pengembangan iptek dianggap sebagai solusi dari permasalahan yang ada. Sementara orang bahkan memuja iptek lebagai liberator yang akan membebaskan mereka dari kungkungan\u00a0 kefanaan dunia. Iptek yakin kan akan memberi umat manusia kesehatan, kebahagiaan dan imortalitas. Sumbangan iptek terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia tidak dapat dipungkiri.\u00a0Peran Islam dalam perkembangan iptek, adalah bahwa Syariah Islam harus dijadikan standar pemanfaatan iptek. Ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam) wajib dijadikan tolak ukur dalam pemanfaatan iptek, bagaimana pun juga bentuknya. Iptek yang boleh dimanfaatkan, adalah yang telah dihalalkan oleh syariah Islam. Sedangkan iptek \u00a0yang tidak boleh dimanfaatkan, adalah yang telah diharamkan syariah Islam. Bagaimanapun sebagai ilmuwan yang meletakkan sandaran pada kaidah-kaidah agama khususnya al Qur&#8217;an, Hadist Nabi dan Siroh Nabawiyyah kita tidak boleh begitu saja tergiur dengan produk IPTEK yang bukan terlahir dari sifat rahim Allah.\u00a0Yang kita butuhkan dari semua itu adalah keridhoan Allah SWT.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Saintis Muslim seyogyanya menaruh perhatian pada ajaran Agama baik ketika akan melakukan riset, menerima teori atau mengembangkan IPTEK sebab apa yang dihasilkannya sepenuhnya untuk kebutuhan manusia, sedangkan Agama (Islam) suatu sistem nilai hidup di dunia yang mengantarkan hidup yang kekal dan sesungguhnya kehidupan.\u00a0Jadi, yang dimaksud menjadikan Aqidah Islam sebagai landasan iptek bukanlah bahwa konsep iptek wajib bersumber kepada al-Qur`an dan al-Hadits, tapi yang dimaksud, bahwa iptek wajib berstandar pada al-Qur`an dan al-Hadits. Ringkasnya, al-Qur`an dan al-Hadits adalah standar (miqyas) iptek, dan bukannya sumber (mashdar) iptek. Artinya, apa pun konsep iptek yang dikembangkan, harus sesuai dengan al-Qur`an dan al-Hadits, dan tidak boleh bertentangan dengan al-Qur`an dan al-Hadits itu.\u00a0Jika suatu konsep iptek bertentangan dengan al-Qur`an dan al-Hadits, maka konsep itu berarti harus ditolak. Misalnya saja Teori Darwin yang menyatakan bahwa manusia adalah hasil evolusi dari organisme sederhana yang selama jutaan tahun berevolusi melalui seleksi alam menjadi organisme yang lebih kompleks hingga menjadi manusia modern sekarang.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Maka Paradigma Islam ini menyatakan bahwa Aqidah Islam wajib dijadikan landasan pemikiran (qa\u2019idah fikriyah) bagi seluruh bangunan ilmu pengetahuan. Ini bukan berarti menjadi Aqidah Islam sebagai sumber segala macam ilmu pengetahuan, melainkan menjadi standar bagi segala ilmu pengetahuan. Maka ilmu pengetahuan yang sesuai dengan Aqidah Islam dapat diterima dan diamalkan, sedang yang bertentangan dengannya, wajib ditolak dan tidak boleh diamalkan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seperi kita ketahui, teknologi kini telah merembet dalam kehidupan manusia bahkan dari kalangan atas hingga menengah kebawah sekalipun. Dimana upaya tersebut merupakan cara atau jalan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[295],"class_list":["post-25047","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-islam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25047","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25047"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25047\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25047"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25047"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25047"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}