{"id":24976,"date":"2022-11-03T12:45:44","date_gmt":"2022-11-03T05:45:44","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=24976"},"modified":"2022-11-03T12:45:44","modified_gmt":"2022-11-03T05:45:44","slug":"cara-pendidikan-anak-melalui-pemberian-dalam-islam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/cara-pendidikan-anak-melalui-pemberian-dalam-islam\/","title":{"rendered":"Cara Pendidikan Anak Melalui Pemberian Dalam Islam"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/cara-pendidikan-anak-melalui-pemberian-dalam-islam\/#Pendidikan_melalui_pembiasaan\" >Pendidikan melalui pembiasaan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/cara-pendidikan-anak-melalui-pemberian-dalam-islam\/#Penddikan_dengan_keteladanan\" >Penddikan dengan keteladanan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<div>Penghargaan atau hukuman menanamkan nilai-nilai moral keagamaan, sikap dan perilaku juga memerlukan pendekatan atau metode dengan memiliki penghargaan (hadiah) atau hukuman. Penghargaan perlu diberikan kepada anak yang memang harus diberikan penghargaan karena prestasinya dan berkelakuan baik. Metode ini secara tidak langsung juga menanamkan etika perlunya menghargai orang lain. Sebagai contoh, orang tua akan lebih arif jika anaknya (perempuan atau laki-laki) yang membantu dirumah diucapkan \u201cterima kasih\u201d, pembantu yang menyediakan air atau makanan diucapkan terima kasih, juga istri yang menyiapkan masakan, atau sarapan apapun bentuknya, diucapkan terima kasih.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Penghargaan juga perlu diberikan kepada anak (kecil atau belum balig) yang berpuasa ramadhan atau shalat tarawih. Semakin banyak puasa dan shalat tarawihnya, semakin banyak hadiah yang diberikan. Tetapi sebaliknya, anak yang tidak berpuasa dan tarawih harus ditegur dan diberi hukuman, bila perlu diberikan sanksi sesuai dengan tingkat usianya. Rasulullah saw berpesan agar orang tua menyuruh anaknya shalat pada usia 7 tahun, dan bila sampai usia 10 tahun masih belum juga shalat, hendaknya diberikan hukuman berupa peringatan keras \u201cpukullah\u201d. Muruu aulaadakum bissolaati wahum abnaau sab\u2019I siniina wadhribuuhum a\u2019laihaa wahum abnaau a\u2019syrin wafarrikuu bainahum pilmadooji\u2019I (rowahu alhakim wa abu dawud) yang artinya: Suruhlah anak-anakmu (prempuan dan laki-laki) menjalankan shalat jika mereka sudah berusia 7 tahun, maka pukullah mereka jika tidak mau melaksanakanya dan pisahkanlah tempat tidur mereka. (H.r.al-Hakim dan Abu Daud).<\/div>\n<div><\/div>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pendidikan_melalui_pembiasaan\"><\/span><b>Pendidikan melalui pembiasaan<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<div><\/div>\n<div>Pengasuhan dan pendidikan dilingkungan keluarga lebih diarahkan kepada penanaman nilai-nilai moral keagamaan, pembentukan sikap dan perilaku yang diperlukan agar anak-anak mampu mengembangkan dirinya secara optimal. Penanaman nilai-nilai moral agama ada baiknya diawali dengan pengenalan symbol-simbol agama, tata cara ibadah (shalat), bacaan al-quran, doa-doa dan seterusnya. Orang tua diharapkan membiasakan diri melaksanakan shalat, membaca al-Quran, dan mengucapkan kalimah thayyibah.Pada shalat berjamaah anak-anak belajar, mengenal dan mengamati bagaimana membacanya, bagaimana menjadi makmum, imam, muazin, iqamat, salam dan seterusnya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Karena dilakukan setiap hari, anak-anak mengalami proses internalisasi, pembiasaan dan akhirnya menjadi bagian dari hidupnya. Ketika shalat telah terbiasa dan menjadi bagian dalam hidupnya, maka dimanapun mereka berada ibadah shalat tidak akan ditinggalkan. Kalau tidak shalat mereka merasakan ada sesuatu yang hilang dan merasa bersalah. Bagi dia, orang yang meninggalkan shalat adalah orang yang tidak tahu berterima kasih kepada tuhan sang pencipta.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Karenanya Al-Qur\u2019an menegaskan perintah melaksanakan ibadah salat: wa\u2019mur ahlaka bissolaati wastobir a\u2019laihaa Artinya: Dan perintahkanlah kepada keluargamu (istri\/suami dan anak-anakmu) mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakanya. (Q.s.Thaha\/20\u201d 132). Dalam hadis rasulullah saw menganjurkan untuk membiasakan salat (berjamaah) dan membaca al-Qur\u2019an dirumah sebagai bagian dari usaha mengkondisikan lingkungan pendidikan keluarga.<\/div>\n<div><\/div>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penddikan_dengan_keteladanan\"><\/span><b>Penddikan dengan keteladanan<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<div><\/div>\n<div>Anak-anak khususnya pada usia dini selalu meniru apa yang dilakukan oleh orang di sekitarnya. Apa yang dilakukan orang tua akan ditiru dan diikuti anak. Untuk menanamkan nilai-nilai agama, termasuk pengalaman agama, terlebih dahulu orang tua harus salat, bila perlu berjamaah. Untuk mengajak anak membaca Al-Qur\u2019an terlebih dahulu orang tua membaca Al-Qur\u2019an. Metode keteladanan memerlukan sosok pribadi yang secara visual dapat dilihat, diamati, dan dirasakan sendiri oleh anak, sehingga mereka ingin menirunya.Kalau orang tua akan mengajarkan cara makan yang baik, maka dapat melalui makan bersama Anak.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Sumber: https:\/\/caramendidikanakdalamislam.blogspot.com\/2013\/04\/cara-pendidikan-anak-melalui-pemberian.html<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penghargaan atau hukuman menanamkan nilai-nilai moral keagamaan, sikap dan perilaku juga memerlukan pendekatan atau metode dengan memiliki penghargaan (hadiah) atau hukuman. Penghargaan perlu diberikan kepada&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[295],"class_list":["post-24976","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-islam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24976","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24976"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24976\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24976"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24976"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24976"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}