{"id":24859,"date":"2022-11-02T09:46:00","date_gmt":"2022-11-02T02:46:00","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=24859"},"modified":"2022-11-02T09:46:00","modified_gmt":"2022-11-02T02:46:00","slug":"dalil-shalat-awwabin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/dalil-shalat-awwabin\/","title":{"rendered":"Dalil Shalat Awwabin: Pengertian, Keutamaan, dan Panduan Pelaksanaannya"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/dalil-shalat-awwabin\/#Pengertian_Shalat_Awwabin\" >Pengertian Shalat Awwabin<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/dalil-shalat-awwabin\/#Keutamaan_Shalat_Awwabin\" >Keutamaan Shalat Awwabin<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/dalil-shalat-awwabin\/#Panduan_Pelaksanaan_Shalat_Awwabin\" >Panduan Pelaksanaan Shalat Awwabin<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/dalil-shalat-awwabin\/#Dalil_Pendukung_Shalat_Awwabin\" >Dalil Pendukung Shalat Awwabin<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/dalil-shalat-awwabin\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Shalat_Awwabin\"><\/span>Pengertian Shalat Awwabin<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Secara harfiah, kata <em>Awwabin<\/em> berasal dari bahasa Arab yang berarti \u201ckembali kepada Allah\u201d dengan bertaubat dan beristighfar. Dalam konteks syariat Islam, Shalat Awwabin merujuk kepada shalat sunnah yang dilaksanakan di antara waktu Maghrib dan Isya\u2019. Shalat ini mengandung makna mendalam tentang pendekatan diri kepada Allah SWT melalui ibadah tambahan setelah shalat fardhu Maghrib.<\/p>\n<p>Dasar pelaksanaan Shalat Awwabin dapat ditemukan dalam hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Muhammad bin Al-Munkadir. Rasulullah SAW bersabda:<\/p>\n<blockquote><p><em>\u201cSesungguhnya shalat apapun yang dikerjakan antara waktu Maghrib dan Isya\u2019 disebut sebagai Shalat Awwabin.\u201d<\/em><br \/>\n(HR. Muhammad bin Al-Munkadir).<\/p><\/blockquote>\n<p>Meskipun hadits ini berstatus <em>Mursal<\/em>, mayoritas ulama dari kalangan Mazhab Hanafi, Maliki, dan Hambali menerima hadits ini sebagai dasar untuk menganjurkan Shalat Awwabin. Penggunaan hadits Mursal ini ditegaskan oleh para ulama ahli hadits, termasuk dalam kitab <em>Al-Ba\u2019its al-Katsir<\/em> karya Ibnu Katsir.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Keutamaan_Shalat_Awwabin\"><\/span>Keutamaan Shalat Awwabin<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Shalat Awwabin memiliki banyak keutamaan yang ditekankan dalam ajaran Islam. Beberapa keutamaan tersebut antara lain:<\/p>\n<ol>\n<li>Menunjukkan Ketaatan dan Ketundukan kepada Allah<br \/>\nShalat Awwabin mencerminkan usaha seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT di luar shalat wajib. Dengan meluangkan waktu untuk shalat sunnah di antara Maghrib dan Isya\u2019, seorang Muslim menunjukkan rasa syukur dan kepatuhan kepada Tuhannya.<\/li>\n<li>Sebagai Bentuk Taubat dan Istighfar<br \/>\nMakna kata <em>Awwabin<\/em> yang berarti &#8220;kembali kepada Allah&#8221; menunjukkan bahwa shalat ini menjadi momen refleksi dan taubat. Melalui ibadah ini, seorang Muslim memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukan.<\/li>\n<li>Pahala Berlipat Ganda<br \/>\nDalam beberapa riwayat, Shalat Awwabin disebut sebagai ibadah yang mendatangkan pahala besar. Melaksanakan shalat sunnah ini menunjukkan keikhlasan hati seorang hamba untuk memperbanyak amal shaleh.<\/li>\n<li>Meningkatkan Kualitas Spiritual<br \/>\nDengan rutin mengerjakan Shalat Awwabin, seorang Muslim dapat meningkatkan kekhusyukan dan spiritualitasnya. Ibadah ini membantu menjernihkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah.<\/li>\n<\/ol>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Panduan_Pelaksanaan_Shalat_Awwabin\"><\/span>Panduan Pelaksanaan Shalat Awwabin<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ol>\n<li>Waktu Pelaksanaan<br \/>\nShalat Awwabin dilaksanakan di antara waktu Maghrib dan Isya\u2019. Dalam rentang waktu ini, seorang Muslim bebas untuk melaksanakan shalat sunnah sesuai kemampuannya.<\/li>\n<li>Jumlah Rakaat<br \/>\nTidak ada ketentuan jumlah rakaat yang baku untuk Shalat Awwabin. Namun, sebagian ulama menyebutkan bahwa jumlah rakaat yang disarankan adalah 2, 4, hingga 6 rakaat. Semakin banyak rakaat yang dilakukan, maka semakin besar pula keutamaannya, selama dilakukan dengan ikhlas.<\/li>\n<li>Niat Shalat Awwabin<br \/>\nSeperti ibadah lainnya, Shalat Awwabin diawali dengan niat. Contoh niatnya adalah:<br \/>\n<em>&#8220;Ushalli sunnatan Awwabin rak\u2018ataini lillahi ta\u2018ala.&#8221;<\/em><br \/>\nArtinya: &#8220;Aku niat shalat sunnah Awwabin dua rakaat karena Allah Ta&#8217;ala.&#8221;<\/li>\n<li>Tata Cara Shalat<br \/>\nPelaksanaan Shalat Awwabin sama seperti shalat sunnah pada umumnya, yang terdiri dari:<\/p>\n<ul>\n<li>Takbiratul ihram.<\/li>\n<li>Membaca Surat Al-Fatihah dan surah pendek pada setiap rakaat.<\/li>\n<li>Rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, dan salam pada akhir rakaat genap.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>Doa Setelah Shalat<br \/>\nSetelah menyelesaikan Shalat Awwabin, disarankan untuk berdoa memohon ampunan dan keberkahan dari Allah SWT. Doa ini menjadi pelengkap dari makna <em>Awwabin<\/em>, yaitu kembali kepada Allah.<\/li>\n<\/ol>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dalil_Pendukung_Shalat_Awwabin\"><\/span>Dalil Pendukung Shalat Awwabin<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Selain hadits yang telah disebutkan sebelumnya, ulama juga merujuk kepada berbagai dalil pendukung yang memperkuat anjuran Shalat Awwabin. Dalam kitab <em>Al-Ba\u2019its al-Katsir<\/em> karya Ibnu Katsir, hadits ini dijadikan hujjah oleh mayoritas ulama Mazhab Hanafi, Maliki, dan Hambali. Meski berstatus <em>Mursal<\/em>, hadits ini dianggap dapat diamalkan dalam ibadah sunnah yang tidak membutuhkan dalil qat\u2018i (pasti).<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Shalat Awwabin adalah salah satu bentuk ibadah sunnah yang memiliki nilai spiritual tinggi. Dengan melaksanakan shalat ini, seorang Muslim menunjukkan ketaatan, kesungguhan dalam bertaubat, dan kesediaan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain itu, Shalat Awwabin menjadi sarana memperbanyak amal shaleh, meningkatkan kualitas spiritual, dan meraih pahala tambahan di sisi Allah.<\/p>\n<p>Melalui artikel ini, diharapkan setiap Muslim dapat memahami pentingnya Shalat Awwabin serta melaksanakannya dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Mari jadikan waktu antara Maghrib dan Isya\u2019 sebagai momen untuk kembali kepada Allah SWT dan memperbanyak ibadah kepada-Nya.<\/p>\n<div class=\"flex max-w-full flex-col flex-grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message flex w-full flex-col items-end gap-2 whitespace-normal break-words [.text-message+&amp;]:mt-5\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"user\" data-message-id=\"aaa2e35b-bdc4-49c9-b651-44082fca929d\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden items-end rtl:items-start\">\n<div class=\"relative max-w-[70%] rounded-3xl bg-token-message-surface px-5 py-2.5\">\n<div class=\"whitespace-pre-wrap\">Sumber: Amaliah Nu dan dalilnya<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Shalat Awwabin Secara harfiah, kata Awwabin berasal dari bahasa Arab yang berarti \u201ckembali kepada Allah\u201d dengan bertaubat dan beristighfar. Dalam konteks syariat Islam, Shalat&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"default","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-24859","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24859","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24859"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24859\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24859"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24859"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24859"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}