{"id":24845,"date":"2022-11-02T09:41:32","date_gmt":"2022-11-02T02:41:32","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=24845"},"modified":"2022-11-02T09:41:32","modified_gmt":"2022-11-02T02:41:32","slug":"shalat-dzuhur-setelah-shalat-jumat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/shalat-dzuhur-setelah-shalat-jumat\/","title":{"rendered":"Shalat Dzuhur setelah Shalat Jumat"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/shalat-dzuhur-setelah-shalat-jumat\/#Kondisi_yang_Membolehkan_Shalat_Dzuhur_Setelah_Shalat_Jumat\" >Kondisi yang Membolehkan Shalat Dzuhur Setelah Shalat Jum\u2019at<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/shalat-dzuhur-setelah-shalat-jumat\/#Perbedaan_Pendapat_di_Antara_Madzhab\" >Perbedaan Pendapat di Antara Madzhab<\/a><ul class='ez-toc-list-level-4' ><li class='ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/shalat-dzuhur-setelah-shalat-jumat\/#Pendapat_Imam_Syafii\" >Pendapat Imam Syafi\u2019i<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/shalat-dzuhur-setelah-shalat-jumat\/#Pendapat_Madzhab_Hanafi\" >Pendapat Madzhab Hanafi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/shalat-dzuhur-setelah-shalat-jumat\/#Pendapat_Madzhab_Maliki\" >Pendapat Madzhab Maliki<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/shalat-dzuhur-setelah-shalat-jumat\/#Pendapat_Madzhab_Hambali\" >Pendapat Madzhab Hambali<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/shalat-dzuhur-setelah-shalat-jumat\/#Dalil-Dalil_yang_Menjadi_Landasan\" >Dalil-Dalil yang Menjadi Landasan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/shalat-dzuhur-setelah-shalat-jumat\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Dalam dunia fiqh Islam, pembahasan mengenai shalat dzuhur setelah shalat Jum\u2019at menjadi topik menarik yang menuntut penjelasan mendalam. Mayoritas ulama ahli fiqh dari kalangan madzhab Syafi\u2019i, Hanafi, Maliki, dan Hambali sepakat bahwa shalat dzuhur dapat dilaksanakan setelah shalat Jum\u2019at dalam kondisi tertentu. Namun, mereka memiliki pandangan yang berbeda mengenai hukum pelaksanaan shalat dzuhur tersebut. Artikel ini akan mengupas tuntas pandangan mayoritas ulama madzhab, alasan-alasan yang mendasarinya, serta dalil-dalil yang menjadi pijakan hukum.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kondisi_yang_Membolehkan_Shalat_Dzuhur_Setelah_Shalat_Jumat\"><\/span><strong>Kondisi yang Membolehkan Shalat Dzuhur Setelah Shalat Jum\u2019at<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Para ulama memperbolehkan pelaksanaan shalat dzuhur setelah shalat Jum\u2019at dengan syarat tertentu, yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Banyaknya Pelaksanaan Shalat Jum\u2019at dalam Satu Tempat (Kampung)<\/strong><br \/>\nDalam kasus di mana terdapat banyak masjid yang melaksanakan shalat Jum\u2019at di satu wilayah, timbul pertanyaan mengenai keabsahan shalat tersebut. Ulama berpendapat bahwa jika keabsahan shalat Jum\u2019at menjadi diragukan, shalat dzuhur dapat dilakukan sebagai pengganti.<\/li>\n<li><strong>Tidak Ada Jamaah yang Memenuhi Syarat Shalat Jum\u2019at<\/strong><br \/>\nShalat Jum\u2019at memiliki syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi, seperti jumlah minimal jamaah, adanya khutbah, dan dilaksanakannya di masjid jami\u2019. Apabila syarat-syarat ini tidak terpenuhi, maka shalat Jum\u2019at dianggap tidak sah, sehingga shalat dzuhur diperbolehkan.<\/li>\n<li><strong>Ma\u2019mum Masbuk Tidak Mendapati Rakaat Utama<\/strong><br \/>\nDalam situasi di mana seorang makmum masbuk tidak berhasil mengikuti satu rakaat penuh bersama imam dalam shalat Jum\u2019at, ia dianjurkan untuk melanjutkan shalat tersebut sebagai shalat dzuhur.<\/li>\n<\/ol>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_Pendapat_di_Antara_Madzhab\"><\/span><strong>Perbedaan Pendapat di Antara Madzhab<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Meskipun mayoritas ulama sepakat akan kebolehan shalat dzuhur setelah shalat Jum\u2019at dalam kondisi tertentu, mereka berbeda pendapat dalam hal status hukum dan pelaksanaannya.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pendapat_Imam_Syafii\"><\/span><strong>Pendapat Imam Syafi\u2019i<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Imam Syafi\u2019i menekankan pentingnya melaksanakan shalat Jum\u2019at di masjid jami\u2019. Dalam kitabnya, <em>Al-Umm<\/em> (Juz 1, Halaman 171), beliau menjelaskan bahwa apabila suatu wilayah memiliki banyak masjid, maka shalat Jum\u2019at harus dipusatkan di satu masjid jami\u2019 agar memenuhi syarat keabsahan. Jika syarat ini tidak terpenuhi, maka shalat dzuhur boleh dilakukan sebagai pengganti.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pendapat_Madzhab_Hanafi\"><\/span><strong>Pendapat Madzhab Hanafi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Madzhab Hanafi menegaskan pentingnya persatuan dalam pelaksanaan shalat Jum\u2019at. Mereka tidak membolehkan pelaksanaan shalat Jum\u2019at di banyak tempat dalam satu wilayah kecuali ada kebutuhan mendesak, seperti kapasitas masjid yang tidak mencukupi. Dalam hal ini, jika terdapat keraguan akan keabsahan shalat Jum\u2019at, shalat dzuhur dapat dilaksanakan sebagai alternatif.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pendapat_Madzhab_Maliki\"><\/span><strong>Pendapat Madzhab Maliki<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Dalam pandangan Madzhab Maliki, sebagaimana yang disebutkan dalam <em>Hasyiyah Ibnu Abidin<\/em> (Juz 1, Halaman 542), pendapat masyhur menyatakan bahwa shalat Jum\u2019at tidak boleh dilaksanakan di banyak tempat dalam satu wilayah tanpa alasan yang jelas. Jika kondisi ini terjadi, maka jamaah dianjurkan untuk melaksanakan shalat dzuhur sebagai bentuk kehati-hatian.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pendapat_Madzhab_Hambali\"><\/span><strong>Pendapat Madzhab Hambali<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Madzhab Hambali memiliki pandangan yang sejalan dengan mayoritas ulama lainnya. Mereka juga memperbolehkan shalat dzuhur sebagai pengganti apabila terdapat keraguan mengenai keabsahan shalat Jum\u2019at. Kehati-hatian dalam pelaksanaan ibadah menjadi prinsip utama dalam pandangan mereka.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dalil-Dalil_yang_Menjadi_Landasan\"><\/span><strong>Dalil-Dalil yang Menjadi Landasan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Para ulama mendasarkan pendapat mereka pada dalil-dalil fiqh yang bersumber dari Al-Qur\u2019an, Hadis, dan kitab-kitab turats (klasik). Berikut adalah beberapa rujukan yang sering dikutip:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Kitab Al-Umm<\/strong> karya Imam Syafi\u2019i, yang menjelaskan bahwa pusat pelaksanaan shalat Jum\u2019at di masjid jami\u2019 adalah untuk menjaga keabsahan ibadah dan menghindari perselisihan di antara umat Islam.<\/li>\n<li><strong>Hasyiyah Ibnu Abidin<\/strong>, yang menjadi rujukan penting dalam madzhab Hanafi, memberikan penjelasan rinci mengenai hukum pelaksanaan shalat dzuhur setelah shalat Jum\u2019at dalam situasi tertentu.<\/li>\n<li><strong>Ijma\u2019 Ulama<\/strong> mengenai pentingnya kehati-hatian dalam ibadah, khususnya pada shalat Jum\u2019at yang memiliki syarat-syarat khusus yang harus dipenuhi.<\/li>\n<\/ol>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span><strong>Kesimpulan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa mayoritas ulama dari madzhab Syafi\u2019i, Hanafi, Maliki, dan Hambali memperbolehkan pelaksanaan shalat dzuhur setelah shalat Jum\u2019at dalam kondisi tertentu. Perbedaan pendapat mereka lebih pada aspek teknis dan hukum pelaksanaannya. Inti dari kebolehan ini adalah untuk memastikan keabsahan ibadah dan menjaga kehati-hatian dalam pelaksanaan syariat Islam.<\/p>\n<p>Dengan memahami pandangan ini, umat Islam diharapkan dapat melaksanakan ibadah dengan lebih bijak, sesuai dengan kondisi yang ada, dan tetap menjaga persatuan serta kesucian ibadah. Sebagai penutup, penting bagi setiap individu untuk merujuk kepada ulama setempat dalam mempraktikkan ajaran ini sesuai dengan konteks dan situasi lokal masing-masing.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam dunia fiqh Islam, pembahasan mengenai shalat dzuhur setelah shalat Jum\u2019at menjadi topik menarik yang menuntut penjelasan mendalam. Mayoritas ulama ahli fiqh dari kalangan madzhab&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"default","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"default","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-24845","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24845","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24845"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24845\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24845"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24845"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24845"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}