{"id":24781,"date":"2022-11-02T08:49:21","date_gmt":"2022-11-02T01:49:21","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=24781"},"modified":"2022-11-02T08:49:21","modified_gmt":"2022-11-02T01:49:21","slug":"tawasul-dan-istighotsah-dengan-orang-yang-telah-meninggal-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tawasul-dan-istighotsah-dengan-orang-yang-telah-meninggal-dunia\/","title":{"rendered":"Tawasul dan Istighotsah dengan Orang yang telah Meninggal Dunia"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tawasul-dan-istighotsah-dengan-orang-yang-telah-meninggal-dunia\/#Surat_al-imron_ayat_169\" >Surat al-imron ayat 169<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tawasul-dan-istighotsah-dengan-orang-yang-telah-meninggal-dunia\/#Surat_al-baqoroh_ayat_154\" >Surat al-baqoroh ayat 154<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tawasul-dan-istighotsah-dengan-orang-yang-telah-meninggal-dunia\/#Syeh_Muhammad_bin_Abdul_Wahab\" >Syeh Muhammad bin Abdul Wahab<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tawasul-dan-istighotsah-dengan-orang-yang-telah-meninggal-dunia\/#Syeh_Ibnu_Taimiyah\" >Syeh Ibnu Taimiyah.<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tawasul-dan-istighotsah-dengan-orang-yang-telah-meninggal-dunia\/#Imam_Ahmad_bin_Hambal\" >Imam Ahmad bin Hambal.<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tawasul-dan-istighotsah-dengan-orang-yang-telah-meninggal-dunia\/#Imam_Malik_bin_Anas\" >Imam Malik bin Anas<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tawasul-dan-istighotsah-dengan-orang-yang-telah-meninggal-dunia\/#Imam_Taqiyudin_as-Subki\" >Imam Taqiyudin as-Subki<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tawasul-dan-istighotsah-dengan-orang-yang-telah-meninggal-dunia\/#Imam_as-Syaukani\" >Imam as-Syaukani<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tawasul-dan-istighotsah-dengan-orang-yang-telah-meninggal-dunia\/#Imam_Syihabudin_ar-Romli\" >Imam Syihabudin ar-Romli<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tawasul-dan-istighotsah-dengan-orang-yang-telah-meninggal-dunia\/#Imam_Ibnu_Muflih_al-Hambali\" >Imam Ibnu Muflih al-Hambali<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/tawasul-dan-istighotsah-dengan-orang-yang-telah-meninggal-dunia\/#Syeh_Yusuf_an-Nabhani\" >Syeh Yusuf an-Nabhani<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Sebelum menjelaskan tentang dalil-dalil tentang kebolehan istighotsah dan wasilah atau tawasul terhadap orang yang telah meninggal dunia, ada baiknya terlebih dahulu diajukan pertanyaan-pertanyaan dibawah ini :<\/p>\n<ul>\n<li>Apakah orang yang meninggal dunia dalam kuburnya tetap hidup sehingga kita bias bertawasul dan istighotsah terhadapnya ?<\/li>\n<li>Apakah di dalam kubur mereka dapat mendenganr istighotsah dan wasilah kita ?<\/li>\n<li>Dan apakah mereka dapat memberikan pertolongan kepada kita ?<\/li>\n<\/ul>\n<p>Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas adalah Ya, dalam artian bahwa mereka di dalam kuburnya tetap hidup, dapat mendenganr dan memberikan pertolongan kekpada orang-orang yang tawasul terhadapnya.<\/p>\n<p><strong>Di bawah ini adalah dalil-dalil al-qur\u2019an yang menguatkannya<\/strong>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Surat_al-imron_ayat_169\"><\/span>Surat al-imron ayat 169<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati akan tetapi mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki. (QS. Ali Imron: 169)<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Surat_al-baqoroh_ayat_154\"><\/span>Surat al-baqoroh ayat 154<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orangorang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu ) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya. (QS. Al-Baqoroh:154)<\/p>\n<p>Dan lain-lain<\/p>\n<p><strong>Adapun dalil-dalil dari hadis adalah sebagai berikut :<\/strong><\/p>\n<p>Artinya:<\/p>\n<p>Dari Abu Huroiroh RA. Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: Tidak seorang pun memberikan salam kepadaku kecuali Allah mengembalikan ruh ku kepadaku, hingga aku membalas salamnya. (HR. Abu Dawud dan Ahmad)<\/p>\n<p><strong>Berikut ini adalah pendapat para ulama\u2019 tentang tawasul dan istighotsah.<\/strong><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Syeh_Muhammad_bin_Abdul_Wahab\"><\/span><strong>Syeh Muhammad bin Abdul Wahab<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Di dalam kitabnya \u201cal-Muwajjahah li ahlil qoshim..\u201d syeh Muhammad bin Abdul Wahab mengatakan bahwa : sesungguhnya sulaiman bin suhaim telah menyandarkan pendapat-pendapat yang tidak pernah saya katakana, di antaranya adalah : saya mengkafirkan orang-orang yang bertawasul terhadap orang sholih, dan saya, katanya, mengkafirkan syeh Al-Bushoiry, dan telah membakar kitab Dalailul Khoirot. jawaban\u00a0 saya atas tuduhan di atas adalah, bahwa itu merupakan kebohongan yang besar.<\/p>\n<p>Syeh Muhammad bin Abdul Wahab juga pernah ditanya pendapatnya tentang masalah istisqo\u2019, dia menjawab bahwa, di dalam sholat istisqo\u2019 tidak ada masalah diselingi dengan tawasaul kepada orang-orang sholih. Inilah sebagian pendapat syeh Muhammad bin Abdul Wahab tentang kebolehan tawasul<sup>[1]<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Syeh_Ibnu_Taimiyah\"><\/span><strong>Syeh Ibnu Taimiyah.<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Syeh Taqiyudin ibnu Taimiyah pernah ditanya pendapatnya tentang boleh tidaknya tawasul kepada nabi Muhammad s.a.w. lalu beliau menjawab, \u201cAlhamdulillah, bahwa yang demikian itu dianjurkan menurut kesepakatan kaum muslimin\u201d<sup>[2]<\/sup>. <strong>Syeh Muhammad Nashirudin al-Albani<\/strong><\/p>\n<p>Al-Albani menuturkan bahwa diperbolehkan tawasul dengan asma\u2019 dan sifat Allah, dengan perbuatan baik kita sendiri dan dengan amal-amal orang sholih. Al-Albani juga mengatakan bahwa tawasul itu disyariatkan atas dasar nash al-Qur\u2019an dan alHadits dan secara terus menerus diamalkan oleh Salafusholih dan disepakati oleh kaum muslimin<sup>[3]<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Imam_Ahmad_bin_Hambal\"><\/span><strong>Imam Ahmad bin Hambal.<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Imam Ahmad al-Maruzi berkata, bahwa Imam Ahmad bin Hambal dalam setiap doanya selalu bertawasul kepada nabi Muhammad s.a.w<sup>[4]<\/sup>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Imam_Malik_bin_Anas\"><\/span><strong>Imam Malik bin Anas<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kholifah al-Mansur bertanya kepada imam Malik bin Anas ketika sedang ziyaroh ke makam nabi Muhammad bersamanya, \u201cwahai imam apakah saya harus menghadap kiblat kemudian berdoa, ataukah menghadap makam rosul lalu berdoa ?.\u201d\u201dimam Malik kemudian menjawab \u201cjangan pernah kau pallingkan wajahmu dari makam Rasul, karena dia adalah <em>wasilah<\/em>mu dan wasilahnya bapakmu, Adam, kepada Allah. Menghadaplah kepadanya dan mintalah syafaat kepada-Nya maka Allah akan memberikan pertolongan kepadamu karenanya.<sup>[5]<\/sup><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Imam_Taqiyudin_as-Subki\"><\/span><strong>Imam Taqiyudin as-Subki<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Imam Taqiyudin abu Hasan as-Subki berkata : ketahuilah bahwa diperbolehkan bahkan dianggap baik melakukan tawasul, istighosah dan meminta syafaat kepada allah dengan perantaraan nabi Muhammad s.a.w. beliau juga berkata, bahwa tawasul kepada nabi adalah boleh secara mutlak, sebelum nabi diciptakan maupun setelah diciptakan, ketika masih hidup maupun setelah wafatnya.<sup>[6]<\/sup><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Imam_as-Syaukani\"><\/span><strong>Imam as-Syaukani<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Imam Ali as-Syaukani berkata, bahwa tawasul kepada nabi itu boleh dilakukan ketika hidupnya maupun setelah matinya, di dekatnya maupun ketika jauh darinya. Begitu juga boleh tawasul dengan selain nabi Muhammad s.a.w. dengan dasar ijma\u2019 sahabat, yaitu ijma\u2019 <em>sukuti<\/em> . sebagai dasar atas adanya ijma\u2019 ini adalah diamnya para sahabat ketika Umar bin Khothob berdoa dengan tawasul terhadap Ibnu Abbas dan dengan orang-orang sholih atas amal-amal mereka. Hal ini telah diceritakan oleh imam Tirmidzi dalam kitab \u201cAd-da\u2019wat\u201d, Ibnu Majah dalam \u201cSholatul hajat\u201d, al-Bukhori dan Ibnu Khuzaimah.<sup>[7]<\/sup><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Imam_Syihabudin_ar-Romli\"><\/span><strong>Imam Syihabudin ar-Romli<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Imam Syihabudin ar-Romli as-Syafi\u2019i\u00a0 berkata: bahwa sesungguhnya istighosah dan tawasul dengan para nabi dan rosul, para wali dan orang-orang sholeh adalah diperbolehkan.<sup>[8]<\/sup><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Imam_Ibnu_Muflih_al-Hambali\"><\/span><strong>Imam Ibnu Muflih al-Hambali<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Imam Ibnu Muflih al-Hambali telah berfatwa atas bolehnya tawasul dengan orang-orang sholeh. Bahkan hukumnya <em>mustahab<\/em>.<sup>21<\/sup><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Syeh_Yusuf_an-Nabhani\"><\/span><strong>Syeh Yusuf an-Nabhani<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Syeh Yusuf an-Nabhani berkata, bahwa mayoritas umat Muhammad dari kalangan ahli hadits, ahli fiqh, mutakallimun, dan kalangan ahli tashawuf, baik orang-orang khos maupun awam, semuanya sepakat atas baiknya istighosah dan tawasul kepada nabi untuk mencapai tujuan duniawi dan uhrowi.<\/p>\n<p>Demikianlah pendapat para ulama\u2019 mengenai kebolehan bahkan kesunnahan melakukan tawasul dan istighosah kepada para nabi, rasul, dan kepada ulama\u2019 sholihin. Ulalma\u2019-ulama\u2019 yang telah disebutkan di atas adalah dari berbagai latar belakang madzhab, Syafi\u2019i, Syi\u2019i, dan juga ada yang dari madzhab Hambali.<sup>[9]<\/sup><\/p>\n<p>[1] . Rasail syeh Muhammad bin abdul wahab, hal.12<\/p>\n<p>[2] . Ibnu Taimiyah \u201cFatawa al-Kubro\u201d, juz.1,hal.140<\/p>\n<p>[3] . Nashirudin al-albani \u201csyarah aqidah thohawiyah\u201d,hal.46<\/p>\n<p>[4] . Yusuf Hathar \u201cal-mausu\u2019ah al-yusufiah\u201d,hal.118<\/p>\n<p>[5] . Ibnu hajar \u201cjauharul mundzim\u201d.<\/p>\n<p>[6] . As-subki \u201ckitab syifa\u2019ul asqom\u201d,hal.161<\/p>\n<p>[7] . Saukani \u201ctuhfatudzakirin\u201d,hal.37<\/p>\n<p>[8] . Yusuf Hathar \u201cal-mausu\u2019ah al-yusufiah\u201d,hal.120 21. Ibid<\/p>\n<p>[9] .\u00a0 Ibid<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebelum menjelaskan tentang dalil-dalil tentang kebolehan istighotsah dan wasilah atau tawasul terhadap orang yang telah meninggal dunia, ada baiknya terlebih dahulu diajukan pertanyaan-pertanyaan dibawah ini&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-24781","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24781","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24781"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24781\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24781"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24781"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24781"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}