{"id":22960,"date":"2021-09-01T23:38:29","date_gmt":"2021-09-01T16:38:29","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=22960"},"modified":"2021-09-01T23:38:29","modified_gmt":"2021-09-01T16:38:29","slug":"aurat-wanita-di-depan-non-mahram","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/aurat-wanita-di-depan-non-mahram\/","title":{"rendered":"Aurat Wanita di Depan Non Mahram"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/aurat-wanita-di-depan-non-mahram\/#%E2%80%8E1_Pendapat_Pertama_%E2%80%8E\" >\u200e1. Pendapat Pertama \u200e<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/aurat-wanita-di-depan-non-mahram\/#%E2%80%8E2_Pendapat_Kedua_%E2%80%8E\" >\u200e2. Pendapat Kedua \u200e<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/aurat-wanita-di-depan-non-mahram\/#3_Pendapat_Ketiga_%E2%80%8E\" >3. Pendapat Ketiga \u200e<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"%E2%80%8E1_Pendapat_Pertama_%E2%80%8E\"><\/span>\u200e1. Pendapat Pertama \u200e<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Maksud dari mahram disini adalah mahram \u200emuabbad, yaitu laki-laki yang haram menikah \u200edengan wanita selama-lakinya. Maka laki-laki non \u200emahram adalah setiap laki-laki yang memungkinkan \u200emenikah dengan sang wanita. Maka diantara \u200emereka ada batasan aurat yang wajib dijaga selama \u200etidak terjadi ikatan pernikahan diantara mereka. \u200e<\/p>\n<p>Aurat wanita muslimah di depan laki-laki non \u200emahram, menurut jumhur ulama kita adalah \u200eseluruh tubuh wanita adalah aurat, kecuali wajah \u200edan telapak tangan. Diantara yang berpendapat \u200edemikian adalah Imam Malik, salah satu riwayat \u200edari Imam Ahmad dan Pendapat yang Masyhur di \u200edalam Madzhab Asy-Syafii. \u200e<\/p>\n<p>Hal ini berdasarkan Firman \u200eAllah \u200f<\/p>\n<p>Janganlah mereka memperlihatkan perhiasan \u200e\u200e(aurat) mereka, kecuali yang biasa nampak.(QS. \u200eAn-Nur: 31) \u200e<\/p>\n<p>Ibnu Abbas menafsirkan, maksud dari yang biasa \u200enampak itu adalah wajah dan kedua telapak \u200etangan. Kemudian ketika wanita berihram, nabi \u200emengharamkan mereka menutup wajah dan \u200etelapak tangannya. Kalau wajah dan telapak tangan \u200ebagian dari aurat, tentu nabi tidak melarang \u200emenutupinya melainkan memerintahkan untuk \u200editutup. \u200e<\/p>\n<p>Kemudian juga terkait kenapa tidak memasukkan \u200ewajah dan telapak tangan bagian dari aurat karena \u200ehajat, karena dari wajah seseorang dapat dikenali \u200edan kedua telapak tangan ini berperan penting \u200eketika wanita bermuamalah, dalam jual beli, dalam \u200emuamalah sosial, ketika mengambil atau \u200ememberikan sesuatu, sehingga dia dimaklumi dan \u200edianggap bagian yang biasa nampak.\u200e \u200e \u200e<\/p>\n<p>Dalil jumhur ulama lainnya juga diantaranya \u200ehadis Asma: \u200e<br \/>\nDari Aisyah radhiyallahu\u2018anha bahwa Rasulullah \u200eSAW bersabda,&#8221;Wahai Asma&#8217;, bila seorang wanita \u200esudah mendapat haidh maka dia tidak boleh \u200eterlihat kecuali ini dan ini&#8221;. Lalu beliau SAW \u200emenunjuk kepada wajah dan kedua tapak \u200etangannya. (HR. Abu Daud) \u200e<\/p>\n<p>Meskipun wajah wanita menurut wanita \u200emuslimah bukan termasuk aurat, yang dia boleh \u200esaja dibuka, bukan berarti dibolehkan memandang \u200ewajah wanita kecuali untuk suatu hajat. \u200e<br \/>\nSebagaimana di awal surah An-Nur ayat 31 di atas, \u200eada perintah untuk laki-laki ataupun wanita \u200emenundukkan pandangan mereka dari lawan \u200ejenisnya atau laki-laki ajnabi. \u200e<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"%E2%80%8E2_Pendapat_Kedua_%E2%80%8E\"><\/span>\u200e2. Pendapat Kedua \u200e<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pendapat kedua merupakan pendapat dari Abu \u200eHanifah, Ats-Tsaurid dan al-Muzanni, bahwa \u200eseluruh tubuh wanita adalah aurat, kecuali wajah, \u200etelapak tangan dan kaki.\u200e \u200e Ketiga anggota tubuh \u200etersebut menurut mereka adalah bagian yang \u200esering terlihat atau biasa nampak dari wanita. \u200eSebagaimana yang disebutkan di dalam ayat: \u200e\u0627<\/p>\n<p>Janganlah mereka memperlihatkan perhiasan \u200e\u200e(aurat) mereka, kecuali yang biasa nampak. (QS. \u200eAn-Nur: 31) \u200e<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Pendapat_Ketiga_%E2%80%8E\"><\/span>3. Pendapat Ketiga \u200e<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Pendapat ketiga ini berbeda dengan pendapat di \u200eatas, yaitu menyatakan bahwa seluruh tubuh \u200ewanita aurat. Sebagaimana yang diriwayatkan dari \u200ealMawardi dan al-Mutawalli dari Abu Bakar bin \u200eAbdurrahman at-Tabi\u2019i. \u200e<\/p>\n<p>Dan salah satu pendapat dari Imam Ahmad beliau \u200emenyatakan bahwa seluruh tubuh wanita juga \u200eaurat kecuali bagian wajahnya. \u200e \u200e \u200e<\/p>\n<p>Sumber: Isnawati\u200e, Judul Buku \u200eAurat Wanita Muslimah, Jakrat: Rumah Fiqih Publishing, 2020<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200e1. Pendapat Pertama \u200e Maksud dari mahram disini adalah mahram \u200emuabbad, yaitu laki-laki yang haram menikah \u200edengan wanita selama-lakinya. Maka laki-laki non \u200emahram adalah setiap&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-22960","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22960","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22960"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22960\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22960"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22960"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22960"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}