{"id":22876,"date":"2021-08-24T21:18:21","date_gmt":"2021-08-24T14:18:21","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=22876"},"modified":"2021-08-24T21:18:21","modified_gmt":"2021-08-24T14:18:21","slug":"gono-gini-dalam-undang-undang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/gono-gini-dalam-undang-undang\/","title":{"rendered":"Gono-Gini Dalam Undang-Undang"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/gono-gini-dalam-undang-undang\/#1_Kitab_Undang-Undang_Hukum_Perdata\" >1. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/gono-gini-dalam-undang-undang\/#2_UU_Perkawinan_Tahun_1974\" >2. UU Perkawinan Tahun 1974<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Kitab_Undang-Undang_Hukum_Perdata\"><\/span>1. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kemunculan wacana harta bersama dalam masyarakat Indonesia memang sudah digariskan dalam Undang-Undang resmi Negara Republik Indonesia, artinya keberadaan harta bersama itu sudah dilegalkan dan punya kekuatan hukum dalam peradilan Indonesia.<\/p>\n<p>Salah satu undang-undang yang mengatur adanya harta bersama suami dna istri adalah Kitab UndangUndang Hukum Perdata. Kitab ini juga biasa disebut oleh banyak orang dengan istilah Kitab BW; yakni singkatan dari \u201c<em>Burgerlijk Wetboek voor Indonesie\u201d <\/em>dalam bahasa Belanda.<\/p>\n<p>Dalam kitab BW, masalah harta bersama dijelaskan lengkap beserta pada BAB VI, dan dijelaskan dalam 19 pasal yang dibagi menjadi 3 bagian. Bagian pertama membahas tentang definisi. Bagian tentang pengaturan dan bagian terakhir tentang pembubaran harta bersama.<\/p>\n<p>Di pasal 119 yang merupakan pasal pertama, menjelaskan:<\/p>\n<p><em>Sejak saat dilangsungkannya perkawinan, maka menurut hukum terjadi harta bersama menyeluruh antar\u00e0 suami isteri, sejauh tentang hal itu tidak diadakan ketentuan-ketentuan lain dalam perjanjian perkawinan. Harta bersama itu, selama perkawinan berjalan, tidak boleh ditiadakan atau diubah dengan suatu persetujuan antara suami isteri. <\/em><\/p>\n<p>Pasal 122 menegaskan lagi:<\/p>\n<p><em>Semua penghasilan dan pendapatan, begitu pula semua keuntungan-keuntungan dan kerugiankerugian yang diperoleh selama perkawinan, juga menjadi keuntungan dan kerugian harta bersama itu. <\/em><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_UU_Perkawinan_Tahun_1974\"><\/span>2. UU Perkawinan Tahun 1974<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Tidak cukup hanya dengan kitab Undang-Undang Hukum Perdata, pemerintah pada tahun 1974 mengeluarkan lagi Undang-Undang tentang Perkawinan yang di dalamnya juga membahas sekaligus menegaskan legalitas harta bersama dalam Negara ini.<\/p>\n<p>Dalam Undang-Undang tersebut, yakni UndangUndang no. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan, harta bersama suami dan istri dijelaskan pada BAB VII dengan judul \u201cHarta Benda Dalam Perkawinan\u201d. <em>Pasal 35 <\/em><\/p>\n<ul>\n<li><em>Harta benda yang diperoleh selama perkawinan, menjadi harta bersama. <\/em><\/li>\n<li><em>Harta bawaan dan masing-masing suami dan isteri dan harta benda. yang diperoleh masingmasing sebagai hadiah atau warisan, adal.ah di bawah penguasaan masing-masing sepanjang para pihak tidak menentukan lain. <\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p><em>Pasal 36 <\/em><\/p>\n<ul>\n<li><em>Mengenai harta bersama, suami atau isteri dapat bertindak atas persetujuan kedua belah pihak. <\/em><\/li>\n<li><em>Mengenai harta bawaan masing-masing, suami dan isteri mempunyai hak sepenuhnya untuk melakukan perbuatan hukum mengenai harta bendanya. <\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p><em>Pasal 37 <\/em><\/p>\n<p><em>Bila perkawinan putus karena perceraian, harta bersama diatur menurut hukumnya masingmasing. <\/em><\/p>\n<p>Kalau dilihat dari 2 kitab Undang-Undang yang telah disebutkan di atas, ternyata ada sedikit perbedaan antara kitab BW dengan undang-undang Perkawinan tahun 1974. Kitab BW memutlakkan bahwa seluruh harta yang dimiliki oleh seseorang itu menjadi milik bersama ketika ia menikah.<\/p>\n<p>Artinya baik harta yang dihasilkan ketika pernikahan atau juga harta yang ia bawa masingmasing sebelum pernikahan, itu semua menjadi harta bersama demi adanya ikatan perkawinan.<\/p>\n<p>Sedangkan UU perkawinan tahun 1974, hanya harta yang dihasilakn selama pernikahanlah yang menjadi harta bersama. Sedangkan harta yang dibawa oleh masing-masing pasangan, itu semua mutlak milik mereka dan bukan bagian dari harta bersama.<\/p>\n<p>Sumber: Ahmad Zarkasih, Gono-Gini, Antara Adat, Syariat dan Undang-Undang, Jakarta Selatan: Rumah Fiqih Publishing, 2018.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>1. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Kemunculan wacana harta bersama dalam masyarakat Indonesia memang sudah digariskan dalam Undang-Undang resmi Negara Republik Indonesia, artinya keberadaan harta bersama&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-22876","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22876","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22876"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22876\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22876"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22876"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22876"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}