{"id":22852,"date":"2021-08-23T13:25:39","date_gmt":"2021-08-23T06:25:39","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=22852"},"modified":"2021-08-23T13:25:39","modified_gmt":"2021-08-23T06:25:39","slug":"adab-makan-dan-minum-menurut-islam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-makan-dan-minum-menurut-islam\/","title":{"rendered":"Adab makan dan minum menurut Islam"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-makan-dan-minum-menurut-islam\/#1_Minum_Sambil_Duduk\" >1. Minum Sambil Duduk<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-makan-dan-minum-menurut-islam\/#2_Mengucapkan_Basmalah\" >2. Mengucapkan Basmalah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-makan-dan-minum-menurut-islam\/#3_MakanMinum_Dengan_Tangan_Kanan\" >3. Makan\/Minum Dengan Tangan Kanan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-makan-dan-minum-menurut-islam\/#4_Tidak_Meniup_MinumanMakanan\" >4. Tidak Meniup Minuman\/Makanan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-makan-dan-minum-menurut-islam\/#5_Minum_Dengan_Tiga_Tegukan\" >5. Minum Dengan Tiga Tegukan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-makan-dan-minum-menurut-islam\/#6_Menuangkan_Air_Ke_Gelas_Secukupnya\" >6. Menuangkan Air Ke Gelas Secukupnya<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/adab-makan-dan-minum-menurut-islam\/#7_Mengucapkan_Hamdalah\" >7. Mengucapkan Hamdalah<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Setidaknya ada beberapa adab yang sudah diajarkan Rasulullah <em>sallallahu \u2019alaihi wasallam<\/em> yang bisa kita praktekan dalam kehidupan sehari-hari:<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Minum_Sambil_Duduk\"><\/span><strong>1. Minum Sambil Duduk <\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Terlepas dari perbedaan pendapat yang sudah dijelaskan oleh para ulama tentang hukum makan atau minum sambil berdiri, setidaknya secara medis sudah dijelaskan bahwa minum sambil duduk itu dianggap lebih baik daripada minum sambil berdiri atau sambil tiduran.<\/p>\n<p>Bahkan secara adat-istiadat, di sebagian tempat mungkin makan dan minum sambil berdiri itu dianggap sebagai tindakan yang tidak sopan.<\/p>\n<p>Maka, jikalau mau mengikuti pendapat ulama yang menyatakan kebolehan makan dan minum sambil berdiri, setidaknya jangan sampai melanggar aturan adat-istiadat yang berlaku disuatu tempat.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Mengucapkan_Basmalah\"><\/span><strong>2. Mengucapkan Basmalah<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah Radhiyallahu\u00a0 anha<\/p>\n<p><em>\u201cApabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia mengatakan Bismillah <\/em><em>(menyebut nama Allah Ta\u2019ala). Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta\u2019ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: \u201cBismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)\u201d (HR. Tirmidzi)<\/em><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_MakanMinum_Dengan_Tangan_Kanan\"><\/span><strong>3. Makan\/Minum Dengan Tangan Kanan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dari \u2018Umar bin Abi Salamah, ia berkata, \u201cWaktu aku masih kecil dan berada di bawah asuhan Rasulullah shallallahu \u2018alaihi wa sallam, tanganku bersileweran di nampan saat makan. Maka<\/p>\n<p>Rasulullah shallallahu \u2018alaihi wa sallam bersabda,<\/p>\n<p><em>\u201cWahai Ghulam, sebutlah nama Allah (bacalah \u201cBISMILLAH\u201d), makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang ada di hadapanmu.\u201d Maka seperti itulah gaya makanku setelah itu. (HR. Bukhari no. 5376 dan Muslim no. 2022) <\/em><\/p>\n<p>Dalam potongan hadits lain yang diriwayatkan dari Hudzaifah <em>Radhiyallahu \u2018anhu<\/em>:<\/p>\n<p><em>\u201cSungguh, setan menghalalkan makanan yang tidak disebutkan nama Allah padanya. Setan datang bersama orang badui ini, dengannya setan ingin menghalalkan makanan tersebut, maka aku pegang tangannya. Dan setan tersebut juga datang bersama budak wanita ini, dengannya ia ingin menghalalkan makanan tersebut, maka aku pegang tangannya. Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sesungguhnya tangan setan tersebut ada di tanganku bersama tangan mereka berdua.\u201d (HR. Abu Daud no. 3766). <\/em><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Tidak_Meniup_MinumanMakanan\"><\/span><strong>4. Tidak Meniup Minuman\/Makanan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas <em>Radhiyallahu \u2018anhuma,<\/em> dijelaskan tentang larangan meniup untuk mendinginkan makanan atau minuman yang masih panas:<\/p>\n<p><em>Artinya, \u201cDari Ibnu Abbas Radhiyallahu \u2018anhuma, bahwa Nabi Muhammad SAW melarang pengembusan nafas dan peniupan (makanan atau minuman) pada bejana,\u201d (HR. Abu Dawud dan At-<\/em><em>Tirmidzi). <\/em><\/p>\n<p>Secara tekstual, hadits diatas menjelaskan tentang dilarangnya meniup pada makanan atau minuman. Namun ketika masuk dalam pembahasan fiqihnya, ternyata para ulama berbeda pandangan dalam menyimpulkan hukum dari hadits diatas.<\/p>\n<p>Terlepas dari perbedaan pendapat yang terjadi dikalangan para ulama tersebut, setidaknya dengan tidak meniup makanan\/minuman itu lebih selamat dari perbedaan pendapat, dalam artian bahwa ketika tidak meniup maka saat itu tidak menyelisihi satupun dari pandangan ulama.<\/p>\n<p>Namun ketika meniupkan ke makanan atau minuman, maka secara otomatis sedang mengamalkan salah satu pendapat para ulama dan mengabaikan pendapat ulama yang lain.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Minum_Dengan_Tiga_Tegukan\"><\/span><strong>5. Minum Dengan Tiga Tegukan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dalam sebuah kesempatan, Rasulullah <em>Sallallahu \u2018alaihi wasallam<\/em> bersabda:<\/p>\n<p><em>\u201cJanganlah kalian minum seperti minumnya hewan. Tetapi minumlah kalian dengan dua atau tiga kali, dan jika kalian minum sebutlah nama Allah (membaca basmalah), kemudian pujilah Dia <\/em><em>(membaca hamdalah), ketika kalian mengangkatnya (selesai minum).\u201d(HR. At-Tirmidzi<\/em><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Menuangkan_Air_Ke_Gelas_Secukupnya\"><\/span><strong>6. Menuangkan Air Ke Gelas Secukupnya<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Hadist yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas <em>Radhiyallahu \u2019anhuma:<\/em><\/p>\n<p><em>Rasulullah melarang minum langsung dari mulut qirbah (wadah air yang terbuat dari kulit) atau wadah air minum yang lainnya.\u201d (HR Bukhari no. 5627). <\/em><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Mengucapkan_Hamdalah\"><\/span><strong>7. Mengucapkan Hamdalah<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Sebagaimana yang sudah dipraktekan Rasulullah, ketika beliau selesai dari makan atau minum, beliau membaca:<\/p>\n<p><em>\u201cPuji syukur kepada Allah yang telah memberi makan dan memberi minum kepada kami serta menjadikan kami termasuk orang-orang Islam.\u201d (HR. Abu Dawud) <\/em><\/p>\n<p><em>Wallahu A\u2019lam \u00a0bis Shawab\u00a0<\/em><\/p>\n<p>Sumber: Syafri Muhammad Noor, Makan dan Minum Sambil Berdiri, Haramkah? , (Jakarta Selatan: Rumah Fiqih Publishing, 2019)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setidaknya ada beberapa adab yang sudah diajarkan Rasulullah sallallahu \u2019alaihi wasallam yang bisa kita praktekan dalam kehidupan sehari-hari: 1. Minum Sambil Duduk Terlepas dari perbedaan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[295],"class_list":["post-22852","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-islam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22852","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22852"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22852\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22852"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22852"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22852"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}