{"id":22755,"date":"2021-08-18T18:14:41","date_gmt":"2021-08-18T11:14:41","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=22755"},"modified":"2021-08-18T18:14:41","modified_gmt":"2021-08-18T11:14:41","slug":"keutamaan-kemuliaan-bulan-muharram","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/keutamaan-kemuliaan-bulan-muharram\/","title":{"rendered":"Keutamaan Kemuliaan Bulan Muharram"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/keutamaan-kemuliaan-bulan-muharram\/#Amalan_Di_Bulan_Muharram\" >Amalan Di Bulan Muharram<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/keutamaan-kemuliaan-bulan-muharram\/#Peristiwa_Bersejarah_Di_Bulan_Muharram\" >Peristiwa Bersejarah Di Bulan Muharram<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/keutamaan-kemuliaan-bulan-muharram\/#Kepercayaan_Masyarakat_Terhadap_Tanggal_1_Suro\" >Kepercayaan Masyarakat Terhadap Tanggal 1 Suro<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p><i>Keutamaan puasa di bulan Muharram<\/i>\u00a0di dalam Islam telah dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam dalam beberapa hadits beliau. Karena memang banyak juga keutamaan\u00a0<i>keberkahan kelebihan di bulan Muharram<\/i>\u00a0dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya ini bagi kita selaku umat Islam dan juga umat Rasulullah SAW.<\/p>\n<p><b>Bulan Muharram<\/b>\u00a0adalah bulan mulia. Dalil mengenai hal ini adalah sebagaimana Allah berfirman dalam sebuah ayat dalam Al-Qur&#8217;an yaitu :<\/p>\n<p>&#8220;Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu&#8221; (QS. At-Taubah : 36)<\/p>\n<p>Bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram atau\u00a0<i>bulan yang dimuliakan Allah<\/i>\u00a0dimana empat bulan dalam kalender Islam tersebut adalah, Dzulqa\u2019dah,\u00a0Dzulhijjah, Muharram dan\u00a0<i>Rajab<\/i>.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Amalan_Di_Bulan_Muharram\"><\/span>Amalan Di Bulan Muharram<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<div class=\"separator\"><\/div>\n<p>Amalan ibadah sunnah yang dianjurkan untuk diperbanyak di bulan penuh dengan kemuliaan ini adalah dengan menjalankan puasa muharram yaitu\u00a0<b>puasa tanggal 10 Muharram \/ Puasa Asyura<\/b>. Adapun keutamaan dan pahala berpuasa asyura ini menggugurkan menghapus (dosa-dosa) satu tahun yang lalu. Hal ini berdasarkan atas dalil hadist Rasulullah SAW bahwasanya Rasulullah shalallahu\u2019alaihi wa sallam pernah ditanya tentang shaum pada hari Asyura`, maka beliau menjawab :<\/p>\n<p>&#8220;(Shaum tersebut) menghapuskan dosa-dosa setahun yang telah lewat.\u201d (HR. Muslim 1162).<\/p>\n<p>Adapun ibadah yang dianjurkan secara khusus pada bulan ini adalah dengan memperbanyak puasa sunnah sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallohu \u2018anhu, beliau berkata Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :<\/p>\n<p>&#8221; Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah (yaitu) Muharram dan shalat yang paling utama setelah puasa wajib adalah sholat lail&#8221; (HR. Muslim no 11630).<\/p>\n<p>Secara umum, puasa Muharram dapat dilakukan dengan beberapa pilihan. Yaitu terbagi menjadi 3 :<\/p>\n<ul>\n<li>Berpuasa tiga hari, sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya, yaitu puasa tanggal 9, 10 dan 11 Muharram.<\/li>\n<li>Berpuasa pada hari itu dan satu hari sesudah atau sebelumnya, yaitu puasa pada tanggal : 9 dan 10, atau 10 dan 11. Ini yang dinamakan dengan\u00a0<i>puasa Tasua (9 Muharram) untuk membedakan dengan puasanya kaum yahudi<\/i>.<\/li>\n<li>Puasa pada tanggal 10 saja, hal ini karena ketika Rasulullah saw memerintahkan untuk puasa pada hari \u2018Asyura para sahabat berkata: &#8220;Itu adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani, beliau bersabda: &#8220;Jika datang tahun depan insya Allah kita akan berpuasa hari kesembilan, akan tetapi beliau meninggal pada tahun tersebut.&#8221; (HR. Muslim).<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Peristiwa_Bersejarah_Di_Bulan_Muharram\"><\/span>Peristiwa Bersejarah Di Bulan Muharram<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<ul>\n<li>Pada hari Asyura Allah Ta&#8217;ala telah menerima taubat Nabi Adam dan dosa Nabi Daud, juga kembalinya kerajaan Nabi Sulaiman pada hari Asyura dan kiamat kelak akan terjadi pada hari Asyura. Maka pada hari itu ( 10 Muharam) Nabi Adam dan Nabi Nuh a.s berpuasa Karena bersyukur kepada Allah bahwasannya taubat beliau diterima oleh Allah setelah beratus-ratus tahun lamanya memohon ampunan atas dosa-dosanya.<\/li>\n<li>Pada 10 Muharam, adalah bersandarnya perahu Nabi Nuh a.s karena banjir yang melanda seluruh alam karena mengingkari Allah dan juga Nabi Nuh.<\/li>\n<li>Pada tanggal ini Nabi Yunus keluar dari perut ikan Paus setelah tinggal di dalamnya selama 40 hari 40 malam.<\/li>\n<li>Nabi Ibarahim dilahirkan pada tanggal 10 Muharram dan dan juga hari diangkatnya beliau menjadi Khalilullah (kekasih Allah) serta jga hari dimana Nabi Ibrahim diselamatkan Allah dari kejahatan api yang semuanya ini adalah perintah Raja Namrud.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kepercayaan_Masyarakat_Terhadap_Tanggal_1_Suro\"><\/span>Kepercayaan Masyarakat Terhadap Tanggal 1 Suro<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Kepercayaan masyarakat jawa terhadap malam 1 syuro juga telah berkembang dari jaman nenek moyang sampai dengan sekarang ini. Ritual adat di\u00a0<i>malam 1 suro<\/i>\u00a0seperti halnya pada sebagian masyarakat mengadakan tirakatan pada malam 1 Suro , entah di tiap desa, atau tempat lain seperti puncak gunung dan lain-lain.<\/p>\n<p>Sebagiannya lagi mengadakan sadranan di\u00a0<b>bulan suro<\/b>\u00a0berupa pembuatan nasi tumpeng yang dihiasi aneka lauk dan kembang lalu di larung (dihanyutkan) di laut selatan disertai kepala kerbau dengan keyakinan supaya sang ratu pantai selatan berkenan memberikan berkahnya dan tidak mengganggu. Peristiwa seperti ini dapat disaksikan di pesisir pantai selatan seperti Tulungagung, Cilacap dan lainnya.<\/p>\n<p>Ada juga kepercayaan mengenai anggapan\u00a0<i>bulan suro adalah bulan sial<\/i>. Sehingga sebagian dari mereka tidak berani untuk menyelenggarkan suatu acara terutama hajatan dan pernikahan. Bila tidak di~indah~kan akan menimbulkan dan juga berakibat pada petaka dan kesengsaraan bagi mempelai berdua dalam mengarungi bahtera kehidupan.<\/p>\n<p>Bulan suro adalah bulan penuh musibah, penuh bencana, penuh kesialan, bulan keramat dan sangat sakral. Itulah berbagai tanggapan masyarakat mengenai bulan Suro atau bulan Muharram. Sehingga kita akan melihat berbagai ritual untuk menghindari kesialan, bencana, musibah dilakukan oleh mereka yang masih meyakini akan hal ini.\u00a0(*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keutamaan puasa di bulan Muharram\u00a0di dalam Islam telah dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam dalam beberapa hadits beliau. Karena memang banyak juga keutamaan\u00a0keberkahan kelebihan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-22755","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22755","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22755"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22755\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22755"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22755"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22755"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}