{"id":22654,"date":"2021-08-17T15:22:28","date_gmt":"2021-08-17T15:22:28","guid":{"rendered":"https:\/\/an-nur.ac.id\/?p=22654"},"modified":"2021-08-17T15:22:28","modified_gmt":"2021-08-17T15:22:28","slug":"dampak-negatif-nikahsiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/dampak-negatif-nikahsiri\/","title":{"rendered":"Dampak Negatif Nikah Siri"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/dampak-negatif-nikahsiri\/#1_Perkawinan_Dianggap_Tidak_Sah\" >1. Perkawinan Dianggap Tidak Sah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/dampak-negatif-nikahsiri\/#2_Anak_Hanya_Mempunyai_Hubungan_Perdata_dengan_Ibu_dan_Keluarga_Ibu\" >2. Anak Hanya Mempunyai Hubungan Perdata dengan Ibu dan Keluarga Ibu\u00a0<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/dampak-negatif-nikahsiri\/#3_Istri_Dan_Anak_Tidak_Berhak_Menuntut_Nafkah_atau_Warisan\" >3. Istri Dan Anak Tidak Berhak Menuntut Nafkah atau Warisan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Terlepas pro dan kontra terkait praktik nikah siri ini, dalam praktiknya banyak dampak negatif yang ditimbulkan, diantaranya:<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Perkawinan_Dianggap_Tidak_Sah\"><\/span><a name=\"_Toc33672\"><\/a>1. Perkawinan Dianggap Tidak Sah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Meski perkawinan dilakukan menurut agama dan kepercayaan, namun di mata negara secara legalitas perkawinan tersebut dianggap tidak sah jika belum dicatat oleh KUA atau Kantor Catatan Sipil (KCS).<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Anak_Hanya_Mempunyai_Hubungan_Perdata_dengan_Ibu_dan_Keluarga_Ibu\"><\/span><a name=\"_Toc33673\"><\/a>2. Anak Hanya Mempunyai Hubungan Perdata dengan Ibu dan Keluarga Ibu\u00a0<a name=\"_Toc33674\"><\/a><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Anak hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibu dan keluarga ibu Sebagaimana disebutkan dalam pasal 42 dan 43 UU Perkawinan. Sedangkan hubungan perdata dengan ayahnya tidak ada. Ini artinya anak tidak dapat menuntut hakhaknya dari ayah.<\/p>\n<p>Dengan dilahirkan dalam perkawinan yang tidak dicatatkan, kelahiran anak menjadi tidak tercatatkan pula secara hukum dan hal ini melanggar hak asasi anak (Konvensi Hak Anak). Sehingga wal hasil anakanak ini berstasus anak di luar perkawinan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Istri_Dan_Anak_Tidak_Berhak_Menuntut_Nafkah_atau_Warisan\"><\/span><a name=\"_Toc33675\"><\/a>3. Istri Dan Anak Tidak Berhak Menuntut Nafkah atau Warisan<a name=\"_Toc33676\"><\/a><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Akibat lebih jauh dari perkawinan yang tidak tercatat adalah, baik istri maupun anak-anak yang dilahirkan dari perkawinan tersebut tidak berhak menuntut nafkah ataupun warisan dari ayahnya.<\/p>\n<p>Secara garis besar, perkawinan yang tidak dicatatkan sama saja dengan membiarkan adanya hidup bersama di luar perkawinan, dan ini sangat merugikan para pihak yang terlibat (terutama perempuan), terlebih lagi kalau sudah ada anak-anak yang dilahirkan.<\/p>\n<p>Mereka yang dilahirkan dari orang tua yang hidup bersama tanpa dicatatkan perkawinannya, adalah anak luar kawin yang hanya mempunyai hubungan hukum dengan ibunya, dalam arti tidak mempunyai hubungan hukum dengan bapaknya. Dengan perkataan lain secara yuridis tidak mempunyai bapak.<\/p>\n<p>Sebenarnya, tidak ada paksaan bagi masyarakat untuk harus mencatatkan perkawinan ke Kantor Urusan Agama. Dalam artian, jika kita tidak mencatatkan perkawinan, bukan berarti kita melakukan suatu kejahatan. Namun jelas pula bahwa hal ini memberikan dampak atau konsekuensi hukum tertentu yang khususnya merugikan perempuan dan anak-anak.<\/p>\n<p>Sumber: Vivi Kurniawati, Nikah Siri, Jakarta Selatan: Rumah Fiqih Publishing, 2019.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Terlepas pro dan kontra terkait praktik nikah siri ini, dalam praktiknya banyak dampak negatif yang ditimbulkan, diantaranya: 1. Perkawinan Dianggap Tidak Sah Meski perkawinan dilakukan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-22654","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22654","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22654"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22654\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22654"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22654"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22654"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}