{"id":22008,"date":"2021-05-04T20:02:59","date_gmt":"2021-05-04T13:02:59","guid":{"rendered":"https:\/\/hikmahislam.com\/?p=22008"},"modified":"2021-05-04T20:02:59","modified_gmt":"2021-05-04T13:02:59","slug":"kapan-waktu-jatuhnya-lailatul-qadar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kapan-waktu-jatuhnya-lailatul-qadar\/","title":{"rendered":"Kapan Waktu Jatuhnya Lailatul Qadar?"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kapan-waktu-jatuhnya-lailatul-qadar\/#Malam_Ganjil_di_Sepuluh_Malam_Terakhir_Ramadhan\" >Malam Ganjil di Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kapan-waktu-jatuhnya-lailatul-qadar\/#Tiga_Puluh_Malam_Ramadhan\" >Tiga Puluh Malam Ramadhan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kapan-waktu-jatuhnya-lailatul-qadar\/#Sepuluh_Malam_Terakhir_Ramadhan\" >Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kapan-waktu-jatuhnya-lailatul-qadar\/#Malam_Pertama_Ramadhan\" >Malam Pertama Ramadhan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kapan-waktu-jatuhnya-lailatul-qadar\/#Malam_Tujuhbelas_Ramadhan\" >Malam Tujuhbelas Ramadhan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kapan-waktu-jatuhnya-lailatul-qadar\/#Sepuluh_Malam_Tengah_Ramadhan\" >Sepuluh Malam Tengah Ramadhan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kapan-waktu-jatuhnya-lailatul-qadar\/#Berpindah-pindah_Tiap_Ramadhan\" >Berpindah-pindah Tiap Ramadhan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Para ulama ketika berbicara tentang kapan tepatnya jatuh malam Qadar itu, telah berbeda pendapat sepanjang zaman. Hal itu bukan karena para ulama tidak mampu mendapatkan dalil, tetapi justru karena dalilnya tidak ada yang secara tegas menyebutkan kapan waktunya.<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Malam_Ganjil_di_Sepuluh_Malam_Terakhir_Ramadhan\"><\/span>Malam Ganjil di Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Pendapat pertama mengatakan bahwa malam Qadar jatuh pada malam-malam 10 terakhir Ramadhan, khususnya pada malam-malam ganjil. Pendapat ini merupakan pendapat jumhur ulama, di antaranya Madzhab Al-Malikiyah, Asy-Syafi\u2019iyah dan Al-Hanabilah, serta Al-Auza\u2019i dan Abu Tsaur.<\/p>\n<p>Bahkan Al-Malikiyah dan Al-Hanabilah menegaskan bahwa malam itu tepatnya malam tanggal 27 Ramadhan. [Al-Imam An-Nawawi, Al-Majmu\u2019 Syarah Al-Muhadzdzab, jilid 6 hal. 449-452]<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tiga_Puluh_Malam_Ramadhan\"><\/span>Tiga Puluh Malam Ramadhan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Pendapat kedua ini mengatakan bahwa malam Qadar itu beredar sepanjang Ramadhan, sejak malam pertama hingga malam terakhir. Maksudnya bisa saja ada di malam-malam yang berbeda. [Ibnu &#8216;Abidin, Hasyiatu Ibnu Abdin jilid 2 hal. 137]<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sepuluh_Malam_Terakhir_Ramadhan\"><\/span>Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Pendapat ketiga mengatakan bahwa malam Qadar itu adanya di malam-malam sepuluh terakhir bulan Ramadhan, tetapi tidak bisa dipastikan pada tanggal berapa. Namun meski tidak diketahui, tanggalnya tidak berpindah-pindah, setiap tahun selalu jatuh pada tanggal yang sama.<\/p>\n<p>Hanya saja Allah SWT merahasiakan malam itu kepada kita. Sehingga tetap dipersilahkan untuk mencarinya di semua malam sepuluh terakhir.<\/p>\n<p>Pendapat ini merupakan pendapat resmi Madzhab Asy-Syafi\u2019iyah, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al-Imam An-Nawawi rahimahullah.<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Malam_Pertama_Ramadhan\"><\/span>Malam Pertama Ramadhan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Malam Qadar jatuh pada malam awal dari bulan Ramadhan. Pendapat ini dikemukakan oleh Abi Razin Al-Uqaili Ash-Shahabi, yang meriwayatkan hadits dari Ibnu Abbas radhiyallahuanhu.<\/p>\n<p>\u201cMalam Qadar itu jatuhnya pada malam pertama bulan Ramadhan.\u201d [Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani, Fathul Bari, jilid 4 hal. 263]<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Malam_Tujuhbelas_Ramadhan\"><\/span>Malam Tujuhbelas Ramadhan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Malam Qadar jatuh pada malam 17 Ramadhan. Pendapat ini didasarkan pada hadits berikut :<\/p>\n<p>Dari Zaid bin Arqam radhiyallahuanhu berkata, \u201dAku tidak ragu bahwa malam 17 Ramadhan adalah malam turunnya Al-Quran.\u201d (HR. Ath-Thabarani dan Abu Syaibah)<\/p>\n<p>Dan diriwayatkan dari Ibnu Mas\u2019ud bahwa malam Qadar itu adalah malam yang siangnya terjadi Perang Badar, berdasarkan firman Allah SWT :<\/p>\n<p>Jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. (QS. Al-Anfal : 41)<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sepuluh_Malam_Tengah_Ramadhan\"><\/span>Sepuluh Malam Tengah Ramadhan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Pendapat keenam mengatakan bahwa diperkirakan malam Qadar itu jatuh pada sepuluh malam yang di tengah-tengah.<\/p>\n<p>Al-Imam An-Nawawi mengisahkan pendapat ini, dimana sebagian ulama di kalangan Madzhab Asy-Syafi\u2019iyah berpendapat seperti ini. Al-Imam AthThabari mengaitkan pendapat ini kepada Utsman bin Abil \u2018Ash dan Al-Hasan Al-Bashri. [Al-Mausu\u2019ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah]<\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Berpindah-pindah_Tiap_Ramadhan\"><\/span>Berpindah-pindah Tiap Ramadhan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Pendapat kedelapan mengatakan bahwa malam Qadar itu berpindah-pindah tiap tahun dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan ke malam lainnya.<\/p>\n<p>Pendapat ini berangkat dari begitu banyaknya perbedaan yang kita dapat dari banyak riwayat. Dimana semuanya tidak mungkin ditolak, namun juga tidak mungkin digabungkan menjadi satu kesimpulan bahwa jatuhnya malam Qadar itu pada malam tertentu.<\/p>\n<p>Sehingga pendapat yang kedelapan ini mengatakan bahwa malam Qadar itu bergonta-ganti jatuh pada tiap tahun, sesuai dengan semua hadits yang menyebutkannya.<\/p>\n<p>Terdapat pendapat yang mengatakan bahwa terjadinya malam Qadar itu pada 10 malam terakhir bulan Ramadan, hal ini berdasarkan hadits dari Aisyah yang mengatakan :<\/p>\n<p>Rasulullah SAW beri&#8217;tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan dan beliau bersabda, yang artinya: &#8220;Carilah malam Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan&#8221; &#8221; (HR. Bukhari Muslim)<\/p>\n<p>Rasulullah SAW pernah ditanya tentang Lailatul Qadar, lalu beliau menjawab, \u201cLailatul Qadar ada pada setiap bulan Ramadhan.\u201d (HR. Bukhari)<\/p>\n<p>\u201cCarilah lailatul Qadar itu pada malam ganjil dari sepuluh terakhir pada bulan Ramadhan.\u201d (HR. Bukhari)<\/p>\n<p><strong>Sumber:<\/strong><br \/>\nAhmad Sarwat, Lc. MA., Jaminan Mendapat Lailatul Qada, (Jakarta Selatan: Rumah Fiqih Publishing)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Para ulama ketika berbicara tentang kapan tepatnya jatuh malam Qadar itu, telah berbeda pendapat sepanjang zaman. Hal itu bukan karena para ulama tidak mampu mendapatkan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":22010,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-22008","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22008","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22008"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22008\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22008"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22008"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22008"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}