{"id":21474,"date":"2021-04-30T14:03:29","date_gmt":"2021-04-30T07:03:29","guid":{"rendered":"https:\/\/hikmahislam.com\/?p=21474"},"modified":"2021-04-30T14:03:29","modified_gmt":"2021-04-30T07:03:29","slug":"pengertian-zina-menurut-4-madzab","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-zina-menurut-4-madzab\/","title":{"rendered":"Pengertian Zina Menurut 4 Madzab"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_88 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-zina-menurut-4-madzab\/#Mazhab_Al-Hanafiyah\" >Mazhab Al-Hanafiyah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-zina-menurut-4-madzab\/#Mazhab_Al-Malikiyah\" >Mazhab Al-Malikiyah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-zina-menurut-4-madzab\/#Mazhab_Asy-Syafiiyah\" >Mazhab Asy-Syafi\u2019iyah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/pengertian-zina-menurut-4-madzab\/#Mazhab_Al-Hanabilah\" >Mazhab Al-Hanabilah<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mazhab_Al-Hanafiyah\"><\/span>Mazhab Al-Hanafiyah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Mazhab Al-Hanafiyah menyebutkan bahwa definisi zina adalah :<\/p>\n<p>Hubungan seksual yang dilakukan seorang laki-laki kepada seorang perempuan pada kemaluannya, yang bukan budak wanitanya dan bukan akad yang syubhat<\/p>\n<p>Definisi ini menegaskan kriteria zina itu :<\/p>\n<ul>\n<li>Dilakukan oleh laki-laki dan perempuan, kalau laki-laki melakukannya dengan sesama jenis atau perempuan dengan sesama jenis, tidak termasuk kriteria zina, walau pun tetap berdosa.<\/li>\n<li>Pada kemaluan atau faraj, kalau dilakukan pada dubur meski tetap haram namun bukan termasuk kriteria zina<\/li>\n<li>Perempuan itu bukan budak wanita, kalau dilakukan pada istrinya juga bukan termasuk kriteria zina.<\/li>\n<li>Dan juga bukan syubhat.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Ibnu Hamam Al-Hanafi mendefinisikan bahwa zina adalah :<\/p>\n<p>Seorang mukallaf yang memasukkan kemaluannya meski hanya ujungnya ke dalam kemaluan wanita yang musytaha di luar hubungan kepemilikan budah atau syubhat kepemilikan.<\/p>\n<p>Dari definisi ini ada beberapa unsur yang dikategorikan zina, yaitu :<\/p>\n<ul>\n<li>Zina dilakukan oleh seorang mukallaf, kalau anak kecil atau orang yang tidak berakal seperti orang gila, tidak termasuk zina<\/li>\n<li>Dia memasukkan kemaluannya meski hanya ujungnya ke dalam kemaluan wanita, sehingga kalau tidak terjadi penetrasi penis ke dalam vagina, meski tetap berdosa namun tidak termasuk kriteria zina.<\/li>\n<li>Wanita itu musytaha, maksudnya memang wanita yang wajar untuk disetubuhi, bukan mayat atau anak bayi yang secar umum tidak menarik bagi laki-laki untuk menyetubuhinya.<\/li>\n<li>Di luar hubungan kepemilikan budak atau syubhat kepemilikan. Maka kalau wanita yang disetubuhi itu merupakan budak yang dimilikinya, atau wanita yang status nikahnya syubhat, bukan termasuk zina.<\/li>\n<\/ul>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mazhab_Al-Malikiyah\"><\/span>Mazhab Al-Malikiyah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Mazhab Al-Malikiyah mendefinisikan pengertian zina sebagai :<\/p>\n<p>Hubungan seksual yang dilakukan oleh seorang mukallaf yang muslim, pada faraj adami (manusia), yang bukan budak miliknya, tanpa ada syubhat dan dilakukan dengan sengaja.<\/p>\n<ul>\n<li>Hubungan seksual : kalau tidak terjadi hubungan seksual seperti percumbuan, bukan termasuk zina, meski tetap diharamkan.<\/li>\n<li>Yang dilakukan oleh seorang mukallaf : maksudnya adalah orang yang akil baligh. Sehingga bila pelakunya orang gila atau anak kecil, bukan termasuk zina.<\/li>\n<li>Yang muslim : sehingga bila pelakunya bukan muslim, tidak termasuk yang dikenakan hukuman hudud, yaitu rajam atau cambuk.<\/li>\n<li>Pada faraj manusia : sehingga bila hubungan itu tidak dilakukan pada kemaluan, seperti anus dan lainnya, meski tetap haram namun bukan termasuk zina.<\/li>\n<li>Adami : maksudnya faraj itu milik seorang manusia dan bukan faraj hewan. Hubungan seksual manusia dan hewan meski hukumnya terlarang, tetapi dalam konteks<\/li>\n<li>ini bukan termasuk zina.<\/li>\n<li>Yang Bukan Budak Miliknya<\/li>\n<li>Tanpa Ada Syubhat<\/li>\n<li>Dilakukan Dengan Sengaja<\/li>\n<\/ul>\n<p>Ibnu Rusyd yang mewakili mazhab Al-Malikiyah mendefinisikan makna zina dalam istilah para fuqaha sebagai berikut :<\/p>\n<p>Segala bentuk persetubuhan yang dilakukan di luar nikah yang sah, bukan nikah syubhat dan bukan pada budak yang dimiliki.<\/p>\n<ul>\n<li>Segala bentuk persetubuhan<\/li>\n<li>yang dilakukan di luar nikah yang sah,<\/li>\n<li>bukan nikah syubhat<\/li>\n<li>dan bukan pada budak yang dimiliki.<\/li>\n<\/ul>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mazhab_Asy-Syafiiyah\"><\/span>Mazhab Asy-Syafi\u2019iyah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Sedangkan mazhab Asy-Syafi\u2019iyah memberikan definisi tentang istilah zina sebagai :<\/p>\n<p>Masuknya ujung kemaluan laki-laki meskipun sebagiannya ke dalam kemaluan wanita yang haram, dalam keadaan syahwat yang alami tanpa syubhat.<\/p>\n<ul>\n<li>Masuknya ujung kemaluan laki-laki meskipun sebagiannya<\/li>\n<li>ke dalam kemaluan wanita<\/li>\n<li>yang haram,<\/li>\n<li>dalam keadaan syahwat yang alami<\/li>\n<li>tanpa syubhat.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Asy-Syairazi dari mazhab Asy-Syafi\u2019iyah mendefinisikan zina sebagai :<\/p>\n<p>Hubungan seksual yang dilakukan oleh seorang laki-laki dari penduduk darul-islam kepada seorang perempuan yang haram baginya, yaitu tanpa akad nikah, atau syibhu akad, atau budak wanita yang dimiliki, dalam keadaan berakal, bisa memilih dan tahu keharamannya.<\/p>\n<ul>\n<li>Hubungan seksual<\/li>\n<li>yang dilakukan oleh seorang laki-laki<\/li>\n<li>dari penduduk darul-islam<\/li>\n<li>kepada seorang perempuan<\/li>\n<li>yang haram baginya,<\/li>\n<li>yaitu tanpa akad nikah,<\/li>\n<li>atau syibhu akad,<\/li>\n<li>atau budak wanita yang dimiliki,<\/li>\n<li>dalam keadaan berakal,<\/li>\n<li>bisa memilih<\/li>\n<li>dan tahu keharamannya.<\/li>\n<\/ul>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mazhab_Al-Hanabilah\"><\/span>Mazhab Al-Hanabilah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p>Definisi dari mazhab Al-Hanabilah, yaitu :<\/p>\n<p>Hilangnya hasyafah penis laki-laki yang sudah baligh dan berakal ke dalam salah satu dari dua lubang wanita, yang tidak ada hubungan ishmah antara keduanya atau syubhah.<\/p>\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p>Aini Aryani, Lc, Halal-haram Menikahi Wanita Berzina dan Hamil, Rumah Fiqih Indonesia, 2019.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mazhab Al-Hanafiyah Mazhab Al-Hanafiyah menyebutkan bahwa definisi zina adalah : Hubungan seksual yang dilakukan seorang laki-laki kepada seorang perempuan pada kemaluannya, yang bukan budak wanitanya&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":21475,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_customify_content_layout":"","_customify_sidebar":"","_customify_page_header_display":"","_customify_disable_header":"","_customify_disable_header_top":"","_customify_disable_header_main":"","_customify_disable_header_bottom":"","_customify_disable_page_title":"","_customify_disable_content_vertical_padding":"","_customify_disable_footer_top":"","_customify_disable_footer_main":"","_customify_disable_footer_bottom":"","_customify_breadcrumb_display":"","_customify_header_transparent_display":"","footnotes":""},"categories":[285],"tags":[],"class_list":["post-21474","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21474","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21474"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21474\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21474"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21474"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21474"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}