{"id":1829,"date":"2025-01-15T06:59:59","date_gmt":"2025-01-15T06:59:59","guid":{"rendered":"https:\/\/psd.metrouniv.ac.id\/?p=1829"},"modified":"2025-01-15T06:59:59","modified_gmt":"2025-01-15T06:59:59","slug":"kepala-desa-dan-kebijakan-untuk-meningkatkan-literasi-warga-peran-vital-dalam-pembangunan-desa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kepala-desa-dan-kebijakan-untuk-meningkatkan-literasi-warga-peran-vital-dalam-pembangunan-desa\/","title":{"rendered":"Kepala Desa dan Kebijakan untuk Meningkatkan Literasi Warga: Peran Vital dalam Pembangunan Desa"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_81 ez-toc-wrap-left counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kepala-desa-dan-kebijakan-untuk-meningkatkan-literasi-warga-peran-vital-dalam-pembangunan-desa\/#1_Pentingnya_Literasi_bagi_Pembangunan_Desa\" >1. Pentingnya Literasi bagi Pembangunan Desa<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kepala-desa-dan-kebijakan-untuk-meningkatkan-literasi-warga-peran-vital-dalam-pembangunan-desa\/#2_Peran_Kepala_Desa_dalam_Meningkatkan_Literasi\" >2. Peran Kepala Desa dalam Meningkatkan Literasi<\/a><ul class='ez-toc-list-level-4' ><li class='ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kepala-desa-dan-kebijakan-untuk-meningkatkan-literasi-warga-peran-vital-dalam-pembangunan-desa\/#a_Mendirikan_dan_Mengembangkan_Perpustakaan_Desa\" >a. Mendirikan dan Mengembangkan Perpustakaan Desa<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kepala-desa-dan-kebijakan-untuk-meningkatkan-literasi-warga-peran-vital-dalam-pembangunan-desa\/#b_Pelatihan_dan_Pengembangan_Keterampilan\" >b. Pelatihan dan Pengembangan Keterampilan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kepala-desa-dan-kebijakan-untuk-meningkatkan-literasi-warga-peran-vital-dalam-pembangunan-desa\/#c_Penyediaan_Akses_Internet_dan_Teknologi\" >c. Penyediaan Akses Internet dan Teknologi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kepala-desa-dan-kebijakan-untuk-meningkatkan-literasi-warga-peran-vital-dalam-pembangunan-desa\/#d_Mendorong_Kolaborasi_dengan_Sekolah_dan_Institusi_Pendidikan\" >d. Mendorong Kolaborasi dengan Sekolah dan Institusi Pendidikan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kepala-desa-dan-kebijakan-untuk-meningkatkan-literasi-warga-peran-vital-dalam-pembangunan-desa\/#3_Tantangan_dalam_Meningkatkan_Literasi_di_Desa\" >3. Tantangan dalam Meningkatkan Literasi di Desa<\/a><ul class='ez-toc-list-level-4' ><li class='ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kepala-desa-dan-kebijakan-untuk-meningkatkan-literasi-warga-peran-vital-dalam-pembangunan-desa\/#a_Keterbatasan_Akses_ke_Sumber_Daya\" >a. Keterbatasan Akses ke Sumber Daya<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kepala-desa-dan-kebijakan-untuk-meningkatkan-literasi-warga-peran-vital-dalam-pembangunan-desa\/#b_Kesenjangan_Digital\" >b. Kesenjangan Digital<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kepala-desa-dan-kebijakan-untuk-meningkatkan-literasi-warga-peran-vital-dalam-pembangunan-desa\/#c_Ketergantungan_pada_Program_Pemerintah\" >c. Ketergantungan pada Program Pemerintah<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kepala-desa-dan-kebijakan-untuk-meningkatkan-literasi-warga-peran-vital-dalam-pembangunan-desa\/#4_Peluang_untuk_Meningkatkan_Literasi_di_Desa\" >4. Peluang untuk Meningkatkan Literasi di Desa<\/a><ul class='ez-toc-list-level-4' ><li class='ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kepala-desa-dan-kebijakan-untuk-meningkatkan-literasi-warga-peran-vital-dalam-pembangunan-desa\/#a_Pemanfaatan_Teknologi_dalam_Pendidikan\" >a. Pemanfaatan Teknologi dalam Pendidikan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kepala-desa-dan-kebijakan-untuk-meningkatkan-literasi-warga-peran-vital-dalam-pembangunan-desa\/#b_Peningkatan_Keterlibatan_Komunitas\" >b. Peningkatan Keterlibatan Komunitas<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/kepala-desa-dan-kebijakan-untuk-meningkatkan-literasi-warga-peran-vital-dalam-pembangunan-desa\/#5_Kesimpulan\" >5. Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<p>Literasi adalah salah satu indikator utama dalam menilai tingkat perkembangan suatu masyarakat. Bukan hanya sekadar kemampuan membaca dan menulis, literasi mencakup berbagai aspek pengetahuan dan keterampilan yang memungkinkan seseorang untuk berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya. Dalam konteks desa, literasi memiliki peran yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup dan memberdayakan warga desa. Dalam hal ini, kepala desa memegang peranan strategis dalam merancang dan melaksanakan kebijakan yang dapat meningkatkan literasi di masyarakatnya.<\/p>\n<p>Sebagai pemimpin yang berada di garis depan pembangunan desa, kepala desa memiliki tanggung jawab besar untuk menciptakan lingkungan yang mendukung akses pendidikan dan pengembangan keterampilan bagi warga. Artikel ini akan membahas berbagai kebijakan yang dapat diterapkan oleh kepala desa untuk meningkatkan literasi warga desa, serta tantangan dan peluang yang ada.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Pentingnya_Literasi_bagi_Pembangunan_Desa\"><\/span>1. Pentingnya Literasi bagi Pembangunan Desa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Sebelum kita masuk ke dalam pembahasan kebijakan, penting untuk memahami mengapa literasi menjadi hal yang krusial dalam konteks pembangunan desa. Literasi yang baik membuka banyak peluang bagi masyarakat, baik dalam hal peningkatan ekonomi, sosial, maupun kesehatan. Dengan literasi yang memadai, warga desa dapat memperoleh pengetahuan yang lebih luas, meningkatkan keterampilan mereka, dan memiliki daya saing yang lebih tinggi dalam dunia kerja.<\/p>\n<p><strong>a. Literasi Ekonomi:<\/strong> Warga yang melek literasi ekonomi mampu memahami prinsip dasar manajemen keuangan, pengelolaan usaha kecil, serta perencanaan ekonomi keluarga. Hal ini membantu mereka untuk membuat keputusan yang lebih bijak dalam mengelola sumber daya yang ada.<\/p>\n<p><strong>b. Literasi Kesehatan:<\/strong> Literasi kesehatan sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup warga desa. Masyarakat yang melek informasi tentang kesehatan dapat mengurangi angka kematian ibu dan anak, serta menghindari praktik pengobatan yang tidak sesuai dengan standar medis.<\/p>\n<p><strong>c. Literasi Sosial dan Politik:<\/strong> Literasi sosial dan politik memungkinkan warga desa untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan masyarakat, memahami hak-hak mereka, serta terlibat dalam proses pengambilan keputusan di tingkat desa.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Peran_Kepala_Desa_dalam_Meningkatkan_Literasi\"><\/span>2. Peran Kepala Desa dalam Meningkatkan Literasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Kepala desa tidak hanya bertanggung jawab dalam memimpin administrasi pemerintahan desa, tetapi juga berperan penting dalam menciptakan kebijakan yang dapat meningkatkan literasi warga. Ada beberapa langkah yang dapat diambil oleh kepala desa untuk mendukung peningkatan literasi di desa mereka.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"a_Mendirikan_dan_Mengembangkan_Perpustakaan_Desa\"><\/span>a. Mendirikan dan Mengembangkan Perpustakaan Desa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Perpustakaan desa adalah salah satu sumber daya yang dapat digunakan untuk meningkatkan literasi warga. Sebagai tempat yang menyediakan berbagai bahan bacaan, perpustakaan desa dapat menjadi pusat belajar bagi seluruh warga, baik anak-anak maupun orang dewasa. Kepala desa dapat mengalokasikan anggaran desa untuk mendirikan atau memperbaiki perpustakaan, serta menyediakan koleksi buku yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Selain itu, perpustakaan desa juga bisa menjadi tempat penyelenggaraan berbagai program literasi, seperti pelatihan menulis, diskusi buku, atau program literasi digital. Program-program ini tidak hanya membantu meningkatkan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga memperkenalkan warga pada teknologi dan informasi yang berkembang pesat.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"b_Pelatihan_dan_Pengembangan_Keterampilan\"><\/span>b. Pelatihan dan Pengembangan Keterampilan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Kebijakan lain yang dapat diambil oleh kepala desa untuk meningkatkan literasi adalah dengan menyelenggarakan pelatihan dan kursus keterampilan. Pelatihan ini bisa berfokus pada berbagai bidang, seperti keterampilan teknis, keterampilan digital, atau bahkan pelatihan kewirausahaan.<\/p>\n<p>Kepala desa dapat bekerja sama dengan lembaga pendidikan atau organisasi non-pemerintah untuk menghadirkan pelatihan-pelatihan tersebut. Selain meningkatkan literasi dalam arti harfiah, pelatihan ini juga dapat memperluas wawasan warga desa mengenai berbagai peluang kerja atau usaha yang dapat mereka coba.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"c_Penyediaan_Akses_Internet_dan_Teknologi\"><\/span>c. Penyediaan Akses Internet dan Teknologi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Di era digital saat ini, literasi digital menjadi salah satu bentuk literasi yang sangat penting. Kepala desa perlu memastikan bahwa warga desa, terutama generasi muda, memiliki akses yang cukup terhadap internet dan teknologi digital. Hal ini dapat dilakukan dengan membangun fasilitas Wi-Fi gratis di area publik atau memperkenalkan penggunaan teknologi melalui pelatihan.<\/p>\n<p>Selain itu, penggunaan media sosial dan aplikasi mobile juga dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi yang bermanfaat tentang pendidikan, kesehatan, dan pengembangan ekonomi. Dengan demikian, kepala desa dapat memfasilitasi warga untuk mengakses informasi secara lebih luas dan mudah.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"d_Mendorong_Kolaborasi_dengan_Sekolah_dan_Institusi_Pendidikan\"><\/span>d. Mendorong Kolaborasi dengan Sekolah dan Institusi Pendidikan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Kepala desa juga dapat bekerja sama dengan sekolah-sekolah di desa untuk mengembangkan kebijakan literasi yang lebih efektif. Misalnya, kepala desa dapat mendukung program ekstrakurikuler yang berfokus pada pengembangan minat baca, menulis, atau debat. Hal ini dapat melibatkan para guru, orang tua, dan warga desa lainnya untuk berpartisipasi dalam program-program literasi tersebut.<\/p>\n<p>Dengan menciptakan kolaborasi yang erat antara pemerintah desa dan lembaga pendidikan, kepala desa dapat memastikan bahwa anak-anak dan generasi muda di desa mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan dapat mengembangkan potensi mereka.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Tantangan_dalam_Meningkatkan_Literasi_di_Desa\"><\/span>3. Tantangan dalam Meningkatkan Literasi di Desa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Meskipun banyak kebijakan yang dapat diambil untuk meningkatkan literasi warga desa, tantangan yang dihadapi kepala desa dalam menjalankan kebijakan tersebut cukup besar. Beberapa tantangan utama antara lain:<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"a_Keterbatasan_Akses_ke_Sumber_Daya\"><\/span>a. Keterbatasan Akses ke Sumber Daya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Banyak desa yang masih kekurangan fasilitas dan sumber daya untuk mendukung program literasi. Perpustakaan yang minim, keterbatasan anggaran, dan kurangnya tenaga pengajar yang terlatih sering menjadi hambatan dalam pelaksanaan kebijakan literasi. Oleh karena itu, kepala desa perlu mencari sumber daya alternatif, seperti bekerja sama dengan lembaga non-pemerintah atau perusahaan swasta yang peduli terhadap pendidikan.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"b_Kesenjangan_Digital\"><\/span>b. Kesenjangan Digital<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Meskipun teknologi dapat menjadi alat yang ampuh untuk meningkatkan literasi, kesenjangan digital di desa masih menjadi tantangan besar. Banyak desa yang belum memiliki akses internet yang memadai, dan sebagian warga juga belum terbiasa dengan penggunaan teknologi. Untuk mengatasi masalah ini, kepala desa perlu melibatkan masyarakat dalam pelatihan dan penyuluhan teknologi, serta mencari solusi untuk menyediakan akses internet yang lebih luas.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"c_Ketergantungan_pada_Program_Pemerintah\"><\/span>c. Ketergantungan pada Program Pemerintah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Seringkali, keberhasilan kebijakan literasi di desa tergantung pada dukungan dan program dari pemerintah pusat. Ketergantungan yang tinggi pada program-program pemerintah dapat menyebabkan kurangnya kemandirian desa dalam mengelola literasi. Oleh karena itu, kepala desa perlu mengembangkan inisiatif lokal yang dapat mendukung keberlanjutan program literasi meskipun tanpa adanya bantuan dari luar.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Peluang_untuk_Meningkatkan_Literasi_di_Desa\"><\/span>4. Peluang untuk Meningkatkan Literasi di Desa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Meskipun tantangan tersebut cukup berat, ada sejumlah peluang yang dapat dimanfaatkan kepala desa untuk meningkatkan literasi warganya.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"a_Pemanfaatan_Teknologi_dalam_Pendidikan\"><\/span>a. Pemanfaatan Teknologi dalam Pendidikan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Pemanfaatan teknologi dalam pendidikan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi tantangan keterbatasan sumber daya. Melalui platform pembelajaran online, warga desa dapat mengakses berbagai materi pelajaran dan pelatihan tanpa harus meninggalkan desa. Kepala desa dapat bekerja sama dengan lembaga pendidikan untuk menyelenggarakan pelatihan online atau memfasilitasi akses ke kursus-kursus digital.<\/p>\n<h4><span class=\"ez-toc-section\" id=\"b_Peningkatan_Keterlibatan_Komunitas\"><\/span>b. Peningkatan Keterlibatan Komunitas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p>Peningkatan literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah desa, tetapi juga seluruh anggota komunitas. Kepala desa dapat memotivasi warga untuk berperan aktif dalam program literasi, seperti menjadi relawan pengajar atau mendonasikan buku-buku. Dengan menciptakan budaya literasi yang kuat di desa, peningkatan literasi dapat berlangsung secara berkelanjutan.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Kesimpulan\"><\/span>5. Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Literasi merupakan salah satu kunci penting dalam pembangunan desa yang berkelanjutan. Kepala desa memiliki peran strategis dalam merancang dan melaksanakan kebijakan yang dapat meningkatkan literasi di desa. Mendirikan perpustakaan desa, menyelenggarakan pelatihan keterampilan, menyediakan akses teknologi, serta bekerja sama dengan lembaga pendidikan adalah beberapa langkah yang dapat diambil. Meskipun tantangan yang dihadapi cukup besar, dengan adanya kolaborasi antara kepala desa, pemerintah, dan masyarakat, peningkatan literasi di desa dapat tercapai. Dengan literasi yang lebih baik, warga desa akan lebih siap untuk menghadapi tantangan zaman dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan desa yang lebih baik.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Literasi adalah salah satu indikator utama dalam menilai tingkat perkembangan suatu masyarakat. Bukan hanya sekadar kemampuan membaca dan menulis, literasi mencakup berbagai aspek pengetahuan dan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-1829","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1829","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1829"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1829\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1829"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1829"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wirabuana.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1829"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}